Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Alexander mabuk#


__ADS_3

Dheandra, dan Refi hampir beranjak pergi dari rumah tersebut tapi Alexander terus meminta mommy nya untuk membujuk Mila.


"Tidak Alexander, aku juga tidak berminat untuk menikah saat ini kontrak kerja ku masih satu tahun lagi, sebaiknya kamu menikah dengan wanita itu,itu jauh lebih baik lupakan bahwa kita pernah mengenal, anggap saja aku hanya mimpi yang melintas dalam tidur mu"ucap Mila yang langsung pergi.


"Tidak Mila, aku tidak akan pernah melepaskan mu, ada aku akan kembali ke sini sampai orang kau bosan dan akan segera menikah dengan ku"ucap Alexander yang langsung pergi dengan keadaan penuh kecewa dan marah Alexander pergi membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi.


"Maaf nyonya sebaiknya anda menikahkan dia dengan tunangan nya"ucap Mila yang langsung pergi.


derai air mata Mila, membasahi pipinya wanita itu bahkan sudah tidak punya lagi harapan untuk menjalin hubungan dengan pria manapun, hatinya sudah terpatri pada satu sosok, tapi akhir nya pria itu juga bukan milik nya.


Mila menyiapkan barang-barang nya kembali kembali ke dalam koper Mila, dengan berat hati akan pergi meninggalkan rumah dan kedua orang tua nya.


Mila langsung turun ke bawah dia melihat Dheandra baru saja pergi setelah berbicara panjang lebar dengan kedua orang tua nya, sementara kedua orang tua nya kaget saat melihat putri nya kembali membawa koper nya.


"Nak kamu mau kemana lagi"ucap keduanya.


"Pak , Bu, Mila harus segera kembali ke sana karena hari esok Mila harus kembali bekerja"ucap Mila, sambil memeluk keduanya.


"Tapi nak ini sudah larut malam"ucap sang ibu.


"Tidak apa-apa Bu Mila sudah terlanjur memesan tiket pesawat, mungkin sebentar lagi akan berangkat, dan Mila harus segera ke bandara"ucap Mila.


"Baiklah sayang ku"ucap sang ibu yang kembali memeluk dan mencium puncak kepala putri nya itu.


akhirnya Mila pun pergi menuju bandara, Alexander yang mengetahui hal itu langsung meminta asistennya untuk membeli tiket pesawat dengan tujuan yang sama, dengan Mila, dia ingin tahu sampai dimana penolakan nya terhadap Alexander.


Mila sampai di bandara diantar oleh sang ayah dia tidak tahu bahwa seseorang telah menunggunya di sana, dalam keadaan mabuk Alexander menunggu Mila dengan asisten pribadi nya, hingga setelah Mila melakukan pengecekan data dia pun langsung bergegas menuju ruang tunggu karena sudah hampir tiba jadwal penerbangan nya.


saat Mila hampir duduk, tiba-tiba seseorang menarik nya ke ruang tunggu pria bertubuh kekar dan menggunakan baju hitam itu bahkan sempat membekap mulut Mila, agar tidak teriak.


Alexander menatap lekat wajah cantik itu yang kini sedang menatap tajam kearah nya.


Alexander pun langsung memeluk tubuh Mila yang kini berdiri mematung karena melihat penampilan Alexander yang berantakan.


"Aku akan pergi bersama dengan mu, saat ini juga Mila, aku tidak akan pernah biarkan kamu pergi sendiri aku sangat mencintaimu dan sangat mencintaimu"ucap Alexander yang benar-benar sudah sangat mabuk.


Mila menatap wajah asisten pribadi nya dan meminta penjelasan tentang semua itu tapi asisten pribadi nya bilang, Alexander, minum- minuman keras setelah kembali dari rumah Mila, dan dia langsung bergegas ke bandara.


"Tolong bantu aku untuk mengganti pakaian nya dan rapih kan semua nya, setelah itu bawa dia pulang ke rumah nya,aku sudah terlambat"ucap Mila tapi tiba-tiba Alexander berdiri tegak menatap nya tajam kearah nya.


"Bagaimana bisa kamu berpikir untuk pergi tanpa aku tidak akan semudah itu Mila"ucap Alexander.


tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut, dan muncul bodyguard Alexander lalu berkata.


"Disini ada nona Anggeline, dia juga akan pergi bersama tuan muda"ucap nya tegas lalu tiba-tiba Mila langsung mendorong Alexander yang langsung mundur ke belakang, Mila langsung pergi menarik koper nya.


"Mila!" teriak Alexander tapi kemudian Anggeline masuk dan langsung memeluk Alexander dan sempat dilihat oleh Mila yang kemudian langsung memalingkan wajahnya dan berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut wanita itu langsung menuju ke lantai dimana saat ini adalah sudah waktunya para penumpang harus segera naik ke pesawat karena sebentar lagi akan segera berangkat.


Alexander pun menyusul dengan asisten pribadi nya di ikuti oleh Anggeline dari belakang.

__ADS_1


sementara Mila duduk di kelas ekonomi , sementara Alexander di kelas bisnis, hingga dia marah besar pada asisten nya dan meminta dia untuk menukar tempat dengan Mila tapi semua tidak bisa dilakukan semudah itu.


Alexander pun tertidur pulas hingga asisten pribadi nya merasa tenang, dan Anggeline sempat bertanya-tanya, tapi sang asisten menjawab no komen.


sampai mereka tiba di Belanda, Mila yang sudah lebih dulu turun dia juga sudah dijemput oleh seorang pria tampan yang langsung membawa dia masuk ke dalam mobil dan pergi, sementara Alexander tidak bisa berbuat apa-apa karena Anggeline terus menempel pada nya.


Alexander benar-benar merasa marah hingga pria itu mengepalkan tangannya erat-erat, wajah nya memerah meminta asisten nya, mencari tempat tinggal Mila.


dan kali ini Alexander pergi menuju hotel termewah yang ada di kota tersebut, Alexander pun langsung membersihkan diri di kamar nya, sementara Anggeline tinggal di karena Alexander, tidak mau tinggal satu kamar dengan Anggeline, biar bagaimanapun mereka belum menikah.


"Mila, aku akan melakukan segala cara agar kamu secepatnya menjadi milikku"ucap Alexander.


pria itu terus bermonolog sambil menggunakan pakaian nya.


Alexander bahkan sudah tidak sabar mencari tau dimana Mila tinggal di negara tersebut, hingga dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan cintanya itu.


Alexander berjalan keluar kamar dengan membawa ponsel dan dompet nya di dalam saku celana jeans panjang yang ia kenakan bersama dengan kemeja lengan panjang yang sangat mendukung penampilan nya.


kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya, tidak sedikit orang terpukau saat melihat ke arah nya, dan Alexander hanya bersikap cuek saja.


sampai saat Alexander tiba di bawah untuk mengisi perut yang terasa keroncongan, pria itu masih tidak menghiraukan para wanita yang memperlihatkan nya.


asisten nya, memanggil dirinya, dan langsung duduk di samping nya memberikan sebuah amplop coklat berisi data tentang Mila, dan tempat tinggal nya, setelah itu Alexander membulat kan mata nya saat melihat foto Mila, yang sedang berjalan berpegangan tangan dengan pria tampan yang terlihat tersenyum ke arah Mila, Alexander langsung meletakkan sendok yang dia pegang dan meminta kepada asisten nya untuk segera pergi ke tempat yang ada di foto itu, karena foto tersebut baru di ambil satu jam yang lalu.


🌹💖💖💖🌹


hingga tiba di sebuah cafe kecil tersebut Alexander langsung duduk di sebuah meja yang kosong, dan meminta sang asisten memesan makanan.


"Alexander apa-apaan ini aku sedang bekerja"ucap Mila.


"Aku tidak peduli sekarang juga temani aku sarapan dan dia yang akan melakukan tugas mu"tunjuk Alex pada asisten nya.


sang asisten hanya mengangguk pasrah, sambil bergumam dalam hati"Giliran mengejar cinta, saja aku yang harus selalu jadi korban dari budak cinta (Bucinn) bos, bos beruntung aku sudah punya istri sebelum bekerja dengan nya jadi tidak ada asisten jomblo, yang ada asisten kurang dibelai" gumam pria itu.


Mila pun mengalah dia duduk di hadapan Alexander yang dengan cueknya memakan sarapannya tanpa menoleh ke arah Mila, tapi beberapa menit kemudian Alexander, langsung menyodorkan sebuah foto dengan kasar keatas meja.


"Jelaskan apa? arti dari semua ini"ucap Alexander sambil meneguk minuman di gelas miliknya.


"Alexander ini hidup ku, tidak ada hubungan nya dengan mu, kita bahkan tidak punya hubungan apapun dan satu lagi kamu sudah memiliki calon istri jadi tidak usah ikut campur dengan urusan ku"ucap Mila.


"Kau salah Mila, aku masih tunangan mu dan aku tidak pernah mengucapkan kata putus, dan aku tidak menerima penolakan terhadap ku sampai kapan pun, jadi sekarang tolong jelaskan, siapa dia dan apa? hubungan nya dengan mu"ucap Alexander sambil menatap kearah, Mila.


"Dia calon suami ku, dan kami sudah bersama sejak dua tahun yang lalu"ucap Mila tegas, meskipun dia berbohong.


"Tidak ada calon lain selain aku, cepat tinggalkan dia sebelum aku menghabisi nyawa nya sekarang juga"ucap Alexander menatap tajam.


"Alexander kamu sudah gila, aku saja tidak pernah protes saat kau bersama dengan nya, bahkan bermesraan di bandara, aku tidak melarang nya, karena kita sudah berakhir"ucap Mila.


"Tidak ada yang berakhir di antara kita sampai kapan pun, aku akan segera membawa mu ke pelaminan sekarang juga"ucap Alexander yang langsung menarik Mila pergi dari cafe, Mila sudah minta Alexander untuk melepas kan dirinya tapi pria itu tetap tidak mau mengalah.

__ADS_1


Alexander membawa Mila ke apartemen sewaan.


setibanya di sana, pria itu langsung mengangkat tubuh Mila membawa wanita itu masuk kedalam kamar nya, tidak peduli Mila, menangis dan berteriak Alexander tidak akan pernah mau melepaskan wanita itu.


hingga dia membaringkan tubuh Mila di atas ranjang nya.


Alexander langsung meminta asistennya untuk mengurus pernikahan nya secepat mungkin, dan saat ini Alexander akan mengurung Mila di dalam kamar nya.


Alexander tidak memberikan ijin pada Mila untuk keluar dari apartemen tersebut.


"Alex, kamu tidak bisa lakukan ini, ini kejahatan Alexander, kau akan aku tuntut dimeja hijau"ucap Mila.


"Lakukan saja Mila aku tidak takut, aku bahkan akan menuntut balik padamu tentang penipuan, dengan pasal berlapis" ucap Alexander.


"Aku tidak pernah menipu mu, Alexander! kau yang datang ke rumah ku, dan tanpa bicara tiba-tiba kau ingin melamar ku"ucap Mila.


"Karena kamu selalu menyatakan cinta kepada ku, sejak kita kuliah dulu, dan sejak saat itu aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjadikan mu sebagai istri ku"ucap Alexander tegas.


"Tidak Alexander aku tidak pantas untuk mu, aku juga tidak sekuat itu untuk hidup dimadu dan aku tidak kuat jika rumah tangga kita dibayangi oleh orang ketiga, dan kau salah jika mencari ku, aku bukan orang yang tepat untuk pria seperti dirimu"ucap Mila.


"Tidak honey, aku tidak akan menikah selain dengan mu"ucap Alexander sambil menatap sendu ke arah Mila.


"Tapi Alex, dunia kita terlalu jauh berbeda, aku tidak mau dikemudian hari, semua ini akan menjadi Boomerang di dalam rumah tangga kita nantinya, sebaiknya kamu menikah saja dengan nya, dia"


"Diam Mila, kamu tidak bisa lagi bernegosiasi dengan ku, aku sangat mencintaimu dan aku yang akan menentukan semua nya"ucap Alexander.


Mila pun pergi dari hadapan Alexander wanita itu tidak ingin berdebat lagi dia sudah sangat lelah, Mila memilih untuk berdiri di balkon kamar itu menatap kearah langit yang mendung .


Alexander pun berjalan menghampiri Mila ia berdiri di samping gadis itu, lalu berkata "Kita akan pulang malam ini juga semua sudah dipersiapkan kita akan segera menikah"ucap Alexander.


"Tidak Alexander ,aku bilang tidak ya tidak"ucap Mila.


"Mila, aku tidak meminta pendapat mu kamu hanya perlu mengikuti kata-kata ku"ucap Alexander yang berlalu meninggalkan wanita yang kini menatap punggung pria egois itu.


"Tuhan, ini kah takdir hidup ku, kenapa? disaat dia membalas rasa cinta ku, aku sendiri bahkan tidak siap untuk hidup bersama dengan nya"gumam nya lirih.


Mila, meneteskan air mata, dia sangat mencintai Alexander, tapi dia tidak sekuat itu jika harus hidup dalam bayang-bayang orang ketiga.


Mila mendaratkan bokong nya di lantai, Alexander hanya menatap nya sesekali dari dalam kamar, karena dia tengah sibuk mengurus semuanya dari ponsel nya.


Alexander pun bergumam"Apa? sesulit itu, untuk bisa meraih hati mu Mila, aku selalu berharap kita menjadi satu dalam ikatan pernikahan yang bahagia, bersama dengan anak-anak kita kelak"ucap nya lirih.


Alexander langsung menghubungi asisten Mila, yang tengah mengurus membayar denda dari kontrak kerja yang hanya tinggal satu tahun lagi, Alexander tidak ingin Mila, terus bekerja di negara tersebut, dia bahkan rela mengeluarkan uang banyak untuk membayar denda dari pembatalan kontrak kerja yang sudah di tandatangani oleh Mila.


setelah selesai mengurus semuanya asisten pribadi Alexander mendatangi apartemen milik Mila, untuk membereskan semua barang-barang milik calon istri bos nya itu yang tinggal menunggu hitungan jam.


Alexander memesan makanan lewat ponsel nya, dan dia juga berbelanja online untuk baju ganti nya, sebelum Alexander meminta anak buah nya untuk mengambil barang miliknya di hotel.


sementara barang-barang milik Mila, sudah di kirim ke Indonesia lewat perjalanan udara oleh asisten Alex, dia hanya membawa koper berisi surat-surat berharga milik wanita itu, disana juga terdapat ponsel dan dompet Mila, dan pria itu langsung membawa koper tersebut ke apartemen yang kini ditempati mereka.

__ADS_1


"Bos semua sudah siap"


__ADS_2