Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Gagal menikah#


__ADS_3

Alexander pun memutuskan untuk kembali bersama dengan Mila menuju Indonesia tapi di pesawat yang sama dia kembali dikagetkan dengan kehadiran Anggeline yang saat ini duduk di samping mereka, Alexander pun jadi salah tingkah.


"Sayang terimakasih kamu sudah membuat pesta kejutan untuk pernikahan kita, aku sangat bahagia"ucap Anggeline.


"Anggeline kamu tau dari mana"ucap Alexander.


"Asisten pribadi ku yang mengabarkan kepada Daddy, dan Daddy langsung menelpon ku tadi"ucap Anggeline, sementara Mila, hanya terdiam tanpa kata, beruntung pesawat belum benar-benar berangkat dan masih menunggu penumpang Mila langsung berdiri dan mengambil koper miliknya lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari Alexander.


Alexander pun ingin menyusul Mila, tapi Anggeline langsung menahan nya.


sementara Mila, langsung bergegas pergi menuju cafe miliknya bersama sahabat nya itu.


setibanya di sana, Mila meminta sahabat nya untuk mencari tempat tinggal baru dan dia juga meminta untuk dicarikan baju ganti saat ini karena tidak ada satupun baju yang ada di koper nya semua barang nya sudah dikirim ke Indonesia.


bahkan saat ini, hanya ada sedikit tabungan pribadi nya.


Mila akan melamar pekerjaan itu kembali, mungkin bukan di kantor yang sama tapi setidaknya dia ada tempat untuk berlindung.


sementara Alexander benar-benar marah dan frustasi saat ini, setibanya di Indonesia, pria itu bahkan tidak bisa menghubungi Mila lagi Mila sendiri memutuskan untuk pindah ke negara lain, karena dia juga tidak punya pekerjaan di sana.


hingga sahabat nya menyatakan Mila untuk tinggal di Paris, tempat bibinya tinggal, disana Mila bisa bekerja di sebuah restaurant bersama dengan sang bibi.


akhirnya Mila pun berangkat sore itu juga dengan penerbangan pertama, wanita itu hanya berharap suatu saat dia akan bertemu dengan bahagia nya meskipun itu bukan Alexander.


"Selamat tinggal kenangan, semoga semua nya akan berubah menjadi lebih baik"ucap Mila lirih saat sedang berada di dalam pesawat.


beda Mila beda lagi dengan Alice, mantan kekasih Gerald saat ini Alice sudah tidak lagi berkecimpung di dunia model, wanita cantik dengan tubuh yang seksi itu, kini menjadi seorang ibu dari seorang putra yang tidak jelas ayahnya siapa? karena selepas menjadi wanita simpanan pengusaha sukses tersebut Alice yang selalu mendatangi club malam tersebut , banyak melakukan one night stand, bersama dengan pria yang menjadi pasangan nya saat berada di club tersebut.


Alice ingin sekali mengakhiri hidupnya saat itu juga tapi dia kembali teringat dengan putra nya yang kini berusia dua tahun, anak itu tidak memiliki siapapun jika Alice pergi dari dunia yang kejam ini.


Alice, pun bekerja di kantor sebagai karyawan biasa, yang gajinya hanya cukup untuk kebutuhan dia dan putra nya sehari-hari terkadang dia akan menerima tawaran untuk bekerja di sebuah club malam sebagai bartender, untuk menambah penghasilan nya.


hingga suatu hari dia bertemu dengan Georgio, yang tidak lain adalah ayah angkat Gerald, Georgio sempat menawarkan dia pekerjaan sebagai pelayan di rumah nya dengan bayaran yang cukup besar, tapi Alice, sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Gerald pria yang bahkan sudah dikabarkan menikah dan memiliki anak.


hingga dia bertemu dengan seseorang yang berasal dari Bali, perempuan belateran Jerman Indonesia itu, mengajak Alice untuk melancong ke pulau Dewata tersebut.


hingga akhirnya Alice dan putra nya pun memutus untuk pergi ke sana mengikuti teman nya.


Alice, tidak pernah jauh-jauh dari putra nya yang sangat tampan itu.


namanya Aiden pria kecil itu tumbuh menjadi pria tampan dengan kecerdasan di atas rata-rata, Alice sangat suka dengan pulau tersebut, disana juga temanya merekomendasikan untuk menjadi seorang peragawati di sekolah khusus modeling dan akhirnya dia pun mengontrak sebuah rumah sederhana yang ada di sana, meskipun rumah tersebut berukuran kecil.


satu bulan berlalu, kini Alice, sudah bisa menerima gaji yang cukup lumayan untuk kehidupan mereka sehari-hari, karena kinerja Alice cukup memuaskan, banyak model yang lulus kompetisi di berbagai kota di Indonesia berkat ajaran dari Alice, yang merupakan mantan model internasional.


tapi kini wanita itu sudah tidak lagi berkarya di depan kamera dia lebih suka berkarya di belakang layar.


hingga satu malam, acara pagelaran model untuk peluncuran mobil digelar Gerald langsung datang ke Bali untuk memastikan bahwa pilihan asisten nya benar-benar berkualitas , tanpa sengaja Gerald melihat Alice dan dia duduk di sebelah catwalk di sebrang sana sambil memberikan penilaian terhadap model lain nya.


Alice yang tampil lain dari yang lain saat ini bisa Gerald kenali, karena Alice adalah wanita yang selalu membuat jantung nya berdebar, seperti saat ini tapi dia melihat Alice, sesekali mengelus puncak kepala seorang anak laki-laki yang tampan yang menggunakan tuksedo yang semakin membuat putra nya itu semakin menawan meskipun anak itu terlihat baru berusia dua tahun.


"Alice"gumam Gerald lirih, dan sedari tadi keduanya saling mencuri pandang.


wanita itu bahkan seakan tak nyaman lagi untuk berada di sana.


Gerald langsung mengejar Alice, saat acara itu berakhir dia benar-benar penasaran kenapa? Alice berada di sana, setahu Gerald Alice, sudah berhenti dari dunia modeling saat menikah dengan pria itu.


"Alice tunggu"ucap Gerald menggunakan bahasa Jerman.

__ADS_1


Alice terus berjalan sambil menggendong putra nya hingga Gerald, langsung meraih lengan Alice dan wanita itu berbalik hingga akhirnya Gerald bisa melihat air mata yang menetes dari mata wanita cantik itu.


"Kita harus bicara"ucap Gerald yang langsung membawa Alice dan putra nya kedalam mobil.


"Alice, kenapa? kamu bisa berada di sini, dan bukan nya sudah berhenti dari dunia model"ucap Gerald.


"Disini tempat umum, dan tidak ada yang melarang untuk aku berada di sini"ucap Alice.


"Ya aku tau itu, tapi sedang apa?" ucap Gerald.


"Aku bekerja di sini dan mereka adalah anak didik ku"ucap Alice jujur.


"Apa? dia sudah tidak lagi menghidupi mu"tanya Gerald.


"Pernikahan kami hanya pernikahan kontrak, jadi tidak ada lagi pernikahan setelah kontak selesai"jawab Alice.


"Lalu apa? dia putra nya"tanya Gerald lagi penasaran.


"Dia putra ku tak memiliki Daddy"ucap Alice yang langsung mengelus putranya yang tengah anteng di pangkuan nya.


"Ini ambilah, beli rumah di daerah sini sesuai yang kamu mau, dan menetap lah disini"ucap Gerald yang langsung memberikan sebuah black card, pada wanita itu, Gerald tau Alice sudah tau Alice akan bekerja keras untuk bertahan hidup, seperti dulu.


"Tidak Daddy, itu uang istri mu, kamu tidak perlu mengasihi ku, aku masih bisa hidup dengan baik bersama dengan putra ku, kami yakin suatu saat nanti akan hidup lebih baik lagi"ucap Alice yang hendak keluar dari mobil tapi Gerald menahan Alice dia langsung menghubungi seseorang.


"Siapkan sebuah rumah yang cukup nyaman dan aman di daerah xx"ucap Gerald.


"Daddy please jangan lakukan itu, aku tidak ingin menjadi benalu didalam hidup mu, kita sudah tidak punya hubungan apapun, dan kamu juga sudah menjadi suaminya dan ayah bagi anak kalian"ucap Alice.


"Alice, anggap saja ini bantuan dari seorang teman dan kamu bisa mengembalikan nya saat kamu sudah punya segalanya"ucap Gerald.


Alice pun pasrah, dan dia sudah tidak mau lagi berdebat, Gerald membawa Alice ke sebuah restoran dia juga memesan tempat private untuk mereka.


"No, honey dia teman mommy"ucap Alice, yang kaget mendengar pertanyaan dari putra nya itu.


"kau boleh memanggil Daddy, jika kamu mau boy"ucap Gerald sambil mengusap kepala pria kecil itu.


"Hore aku punya Daddy"ucap Aiden.


"No honey bukan Daddy"ucap Alice.


"Alice"ucap Gerald.


"Tidak Daddy"ucap Alice tegas.


"Alice, setidaknya biarkan dia menganggap ku sebagai Daddy nya"ucap Gerald.


"Aku takut dia akan bergantung pada mu jadi sebaiknya jangan biasakan, dan aku mohon jangan temui aku lagi ,aku takut istri mu salah paham"ucap Alice.


🌹💖💖💖🌹


Alice dan Gerald pun berpisah setelah Gerald mengantar kan Alice ke rumah baru nya, dan Gerald bahkan memberikan kartu kredit nya untuk Alice.


wanita itu sudah sudah berusaha untuk menolak tapi akhirnya dia pun mengalah dan menerima nya karena Gerald tidak terima penolakan.


sepanjang perjalanan Gerald tidak pernah lupa dengan semua pertemuan nya dengan Alice, bahkan dia juga teringat masa-masa bersama Alice sejak pertama kali bertemu.


pria itu pun terdiam dan sedang berpikir.

__ADS_1


"Alice, kamu masih seperti yang dulu Alice ku yang manja, tapi selalu bisa menutupi segala kesulitan yang kamu hadapi"ucap Gerald lirih sambil merebahkan diri di ranjang nya.


Gerald sudah tiba di hotel saat itu dia langsung menghubungi istri tercinta nya.


"Sayang aku ingin bicara serius dengan mu"ucap Gerald.


"Ada apa? sayang apa? kamu sedang lelah"ucap Celsi.


"Sayang aku bertemu dengan Alice, tapi kamu jangan salah paham dulu, dia ternyata bekerja di agensi model yang ada di sini sebagai peragawati, dan aku menolong nya memberikan dia tempat tinggal, awal nya dia menolak untuk bantuan ku karena tidak enak oleh mu, tapi aku meyakinkan padanya bahwa kamu adalah perempuan terbaik yang selalu kucintai hingga saat ini, akhirnya dia pun mau menerima nya"ucap Gerald.


"Aku terserah kamu saja, yang penting urusan mu lancar dan anggap saja itu sebagai kompensasi karena dia sudah membantu perusahaan mu"ucap Celsi.


"Sayang kau tidak cemburu!"teriak Gerald kesal.


"Hahaha... untuk apa? cemburu biar bagaimanapun dia yang lebih dulu hadir dalam hidup mu, dan jika kamu benar-benar mencintai dia mungkin sedari dulu sudah kamu nikahi, jadi untuk apa? aku cemburu"ucap Celsi.


"Ahhhhhh,,, aku gagal buat kamu cemburu"ucap Gerald, ambil berguling-guling di atas ranjang, sambil melakukan video call saat itu akhirnya Celsi semakin tertawa terbahak-bahak.


"Aku lebih cemburu pada resepsionis mu yang suka kecentilan itu"ucap Celsi.


"Ya sudah besok aku suruh dia kemari"ucap Gerald.


"Aku yang akan datang bersama dengan ketiga anak kita, sekalian berlibur aku juga ingin berkenalan dengan idola ku Alice"ucap Celsi tanpa beban.


"Baiklah aku akan memesan tiket pesawat saat ini juga, kalian harus hati-hati"ucap Gerald.


"Alexander menikah dengan Anggeline, kamu tidak hadir yang"ucap Celsi.


"Tidak usah, lagipula aku sebal dengan wanita itu, tidak tau malu semua kita siapkan untuk Alexander dan Mila, tapi wanita itu dengan tidak tahu malunya menginginkan pernikahan itu"ucap Gerald yang benar-benar kesal.


"Jangan marah Anggeline atau pun Mila keduanya sama saja adik ipar kita"ucap Celsi bijak.


"Ya terserah saja bilang sama Mommy aku sibuk dan kita akan segera liburan"ucap Gerald.


sementara Arina dan Arinda saat ini tengah sibuk fitting baju untuk acara resepsi nanti bersama dengan seluruh keluarga nya.


Arinda kini tengah hamil anak ketiga mereka di kehamilan kedua nya tapi kali ini anak tunggal.


Argha bahkan sangat bahagia karena Arinda sudah kembali menerima dirinya selama beberapa tahun ini.


hingga acara akan di gelar Celsi dan ketiga anak nya sedang berkemas untuk pergi ke Bali, sampai di bandara mereka sudah dijemput oleh asisten pribadi Gerald, sementara Gerald sudah meminta ijin pada Alice, agar dia mau bertemu dengan Celsi.


meskipun ada rasa sakit yang Alice rasakan saat ini tapi akhirnya wanita itu mau demi kebaikan dia juga tidak ingin merusak hubungan antara mereka


Gerald sempat memeluk Alice, dia melepas semua rasa yang pernah ada bahkan hingga saat ini masih ada Alice di hati Gerald, hanya mungkin saat ini Gerald lebih ikhlas untuk menjadi sahabat kembali seperti pertama bertemu meskipun Alice, juga mencintai dirinya hingga saat ini.


Alice yang memiliki kecantikan di atas rata-rata, saat ini dia tampil hanya dengan T-shirt berwarna putih kedodoran dengan hotpants,berbahan jeans, seperti yang selalu ia kenakan selama ini, tanpa makeup sudah sangat cantik apalagi jika dia menggunakan makeup.


bule Jerman itu begitu mempesona siapapun pasti tertarik dengan nya, hanya saja Alice bukan wanita yang gampang didekati saat dalam konferensi sadar kecuali jika sedang mabuk makanya Gerald mengerti Alice, tidak mungkin melakukan hal kotor saat dia sadar.


Gerald sudah berada di bandara Ngurah Rai Bali dia menjemput Celsi dan Alice sengaja diminta Gerald untuk bertemu dengan istri nya yang merupakan salah satu idola beratnya.


hingga akhirnya seorang wanita cantik dan berjalan bersama putrinya yang kini berusia tujuh tahun dan putra nya yang berusia dua setengah tahun, dan perut buncit Celsi menunjukkan bahwa Gerald begitu mencintai wanita itu, Alice mencoba tersenyum meskipun rasanya sungguh sangat sakit Alice langsung menyapa Celsi dengan keramahan yang dulu selalu dia pelajari dari Gerald.


pelukan hangat dan cipika cipiki pun terjadi hingga mereka berfoto bersama dengan semua nya termasuk putra dari Alice Aiden yang ikut bersama dengan nya.


mereka pun pergi dengan mobil terpisah kali ini Gerald dengan istri dan juga putra-putri nya berada dalam satu mobil, sementara Alice dan Aiden bersama Marvin dan seorang supir hotel.

__ADS_1


mereka semua berencana untuk menginap di resort, sementara Alice, pamit pulang karena harus bekerja, dan Aiden selalu pergi kemana pun, bersama nya.


__ADS_2