Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Tangis Mila#


__ADS_3

Mila pergi tanpa bisa di cegah, tepat di luar gerbang Mension Gerald, tiba-tiba sebuah mobil datang dan hampir saja menabrak nya namun tiba-tiba seseorang mendorong nya dengan kuat, tapi sayang orang yang menolong nya tertabrak hingga terpental ke trotoar .


"Alexander!!!..."teriak Mila yang melihat ternyata suaminya yang tertabrak mobil tersebut, mobil itu tidak berhenti melainkan kabur dengan kecepatan tinggi.


"Alex! tolong tolong sayang bangun aku mohon bangun Alexander bangun! teriak Mila histeris Mila menangis sambil berteriak minta tolong darah semakin banyak keluar dari bagian kepala yang membentur trotoar sampai seluruh keluarga berlari ke arah mereka karena mendengar teriakkan Mila.


"Oh ya ampun Alex! teriak Dheandra yang langsung terduduk lemas mengangkat separuh tubuh Alex bagian kepala dan memeluk nya, sambil berteriak histeris tangis dan kepanikan itu terjadi, hingga Mila tidak sadarkan diri.


sementara ambulans membawa Alex ke rumah sakit, tanpa mereka sadari seseorang telah menculik Mila, saat dia ditinggal di pinggir jalan saat akan membawa Alexander ke rumah sakit, saking paniknya semua orang hingga tidak sadar ada yang membawa Mila pergi dengan sebuah mobil berwarna hitam.


sementara itu di rumah sakit, setelah operasi selesai dilakukan saat itu juga karena Alexander mengalami patah tulang lengan dan juga luka di bagian kepala dan ada beberapa rekan di bagian kepala.


setelah beberapa jam menunggu akhirnya operasi berhasil dilakukan, Alexander akan sadar sepenuhnya setelah bius itu hilang karena beruntung nya, Alexander tidak mengalami luka yang fatal di bagian kepala hanya robekan dan sedikit memar.


sementara lengan nya, harus di tangani dengan serius.


hingga akhirnya Alexander sadar sambil meringis kesakitan,itu pun memanggil istrinya"Mila"ucap nya berulang kali, hingga semua orang baru tersadar bahwa Mila tadi pingsan di pinggir jalan.


"Oh ya Allah Mila tadi pingsan di pinggir jalan, coba hubungi rumah Gerald"ucap Dheandra.


saat Refi menghubungi Mila, tiba-tiba mimik wajah Refi berubah cemas, dia langsung meminta seseorang untuk mengecek Cctv yang ada di depan gerbang utama Mension Gerald, setelah itu Refi langsung membawa Dheandra sedikit menjauh sambil berbisik.


"Mila hilang"ucap Refi.


"Apahhh!"teriak Dheandra yang langsung dibekap oleh Refi.


"pelan-pelan jangan sampai Alexander mendengar nya"ucap Refi pelan.


"Lalu bagaimana ini? ucap Dheandra, sementara Arina dan Arinda masih bersama dengan Alexander, sambil menenangkan nya.


hingga seseorang mengabarkan pada Refi, ternyata Mila, dibawa seseorang dengan mobil berwarna hitam dengan plat nomor mobil palsu dan sepertinya semua ini sudah dirancana kan oleh seseorang.


Refi melihat ke arah Anggeline yang sedari tadi setia berada di samping mereka.


Refi yakin Mila berada di tangan nya, saat ini.


sementara itu Alexander terus gelisah memikirkan istrinya yang tidak kunjung terlihat hingga seluruh keluarga harus memberikan berbagai alasan.


sementara itu yang mereka cari saat ini terdampar di bibir pantai sebuah pulau kosong, tanpa penghuni kecuali beberapa bintang dan tebing karang yang tinggi.


terik matahari yang begitu menyengat membuat Mila terjaga dari tidur panjang nya, bahkan dia tidak tau sudah hampir tiga hari tidak sadarkan diri.

__ADS_1


dia bangun dengan kondisi kepala sakit dan sedikit kehausan hingga dia mencoba berjalan mencari air dengan langkah gontai karena rasa pusing, hingga tak sadar dia sudah masuk kedalam hutan, yang mungkin penuh bahaya, dia melihat ada air di daun yang tergeletak di tanah, dia langsung berjongkok lalu menjilati Air tersebut saat Mila mendongak betapa terkejut nya Mila melihat ular yang sangat besar tapi anehnya ular itu tidak bergerak Mela langsung berlari ke segala arah dan mentok di samping tebing yang begitu terkenal tapi beruntung tebing itu memiliki banyak celah hingga Mila bisa memanjat tebing tinggi itu meskipun dengan sudah payah dan bahkan dia terluka di bagian tangan nya akibat batu karang yang runcing yang sempat ia pegang.


"Ya Allah aku di mana sekarang"ujar Mila sambil terduduk di atas tebing karang tersebut di atas sana terdapat pepohonan rimbun dan juga, ada genangan air hujan di bawah nya, hingga Mila pun melakukan sujud syukur, terhadap yang maha kuasa.


beruntung Mila menggunakan celana jeans panjang saat akan pergi ke rumah Gerald, tiba-tiba saja ia teringat dengan Alexander, dan Mila menangis sesenggukan sambil berkata .


"Ya Allah tolonglah hamba, tolong selamatkan suami hamba, hamba mohon pertolongan mu ya Allah"ucap Mila.


meskipun tangis Mila tidak bisa berhenti hingga detik ini karena selain mencemaskan Alexander, dia juga tidak tahu harus melakukan apa, sementara dia sendiri sedang tidak berdaya di sana.


entah siapa, yang melakukan semua ini padanya.


Mila melihat ke sekeliling tebing terjal itu, hanya terlihat di kelilingi lautan luas, Mila benar-benar ketakutan, tapi dia mencoba untuk bisa tenang yang harus dia pikirkan saat ini adalah bagai mana dia bisa bertahan hidup di sana, karena yang Mila tau tidak ada yang akan menolong nya selain keajaiban Allah.


Mila melihat ada sebuah pohon beberapa pohon pisang yang tumbuh di atas tempat di samping pohon besar mungkin karena sudah sebuah mukjizat jika melihat semua yang dia alami saat ini.


pohon pisang yang berbuah cukup banyak dan banyak yang sudah matang di pohon beruntung pohon pisang itu juga pendek dan buahnya kecil-kecil hingga Mila bisa memakannya langsung.


Mila hanya berharap malam nanti tidak ada bintang bus yang naik keatas sana dan tidak turun hujan, karena jika hujan turun Mila tidak akan bisa tertidur meskipun dia berencana untuk tidur dengan alas daun pisang tersebut.


seumur hidup Mila, ini kali pertama dia mengalami hal tersulit dalam hidup nya, setelah mengisi perut dan minuman air yang tergenang di batu karang yang berada di atas tebing itu, dia kembali duduk sambil berurai air mata memeluk lutut nya.


Mila semakin dibuat menangis pilu dia memanggil nama Alexander, hingga ikatan batin mereka yang kuat, saat ini Alexander terlihat sangat gelisah dan terus memanggil nama Mila hingga Alexander menangis karena Mila nya tidak kunjung datang.


Mila, sendiri masih menangis sesenggukan selain kesedihan dia juga sudah sangat kedinginan.


🌹💖💖💖🌹


Hari-hari berlalu dengan sangat lambat bagi Mila yang menderita kelaparan dan kehausan, karena perbekalan yang alam berikan sudah mulai habis bahkan saat ini turun hujan lebat, hingga Mila menggigil kedinginan ditambah lagi dengan suara petir yang menggelegar dan ombak yang menerjang bibir tebing hingga tanpa Mila sadari ada ikan yang terpental ke atas tebing karang itu, dan petir yang menyambar pepohonan yang berbeda di belakang tebing tersebut mengeluarkan api.


mungkin kah itu adalah bagian dari do'a Mila pada Allah untuk menolong nya.


dengan takut petir, Mila mencoba mengumpulkan ikan kecil-kecil itu ke atas batu karang yang berbentuk wadah tempat genangan air hujan tersebut lalu dia tutup dengan daun pisang yang sudah kering, saat ini dia hanya akan minum air yang dikirim lewat hujan dan rencananya setelah hujan reda dia akan turun untuk mencari ranting pohon untuk membuat ikan bakar.


setelah seharian hujan Mila yang berlindung di bawah pohon rindang pun pergi karena hujan sudah berhenti dan dia mendekat ke pohon yang tadi tersambar petir hingga terbakar rencananya dia akan membawa batang pohon yang terjatuh di tanah itu untuk di awetkan apinya dia berharap asap yang mengepul ku atas akan menjadi pertanda bahwa ada seseorang yang membutuhkan pertolongan.


sementara itu dua Minggu sudah berlalu Alexander yang sudah pulih pasca operasi, tapi masih dalam masa pemulihan tersebut dia pulang ke Mension nya, bersama dengan kedua orang tua nya dan orang-orang yang melacak keberadaan Mila dari cincin pemberian Alex yang sengaja ia pasang GPS, didalam nya .


sementara Mila yang sudah menyerah dengan takdir nya saat ini dia memejamkan mata nya berharap setelah dia mati penderitaan nya akan segera berakhir.


Tapi nyatanya tidak ada kematian, justru Mila kembali di guyur hujan dan wanita itu tetap berbaring di atas batu karang bahkan tubuh nya sudah tidak lagi merasakan sakit apapun dia benar-benar sudah pasrah karena kelaparan dan kehausan sudah tiga hari ini.

__ADS_1


sudah hampir satu bulan Mila berada di tempat itu, hingga saat ini kehausan kedinginan kepanasan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Mila bahkan tangis nya pun sudah tidak lagi keluar air mata jika pun ada mungkin karena sudah terlalu lama.


penampilan Mila, tidak seperti manusia normal pada umumnya, tubuh yang kurus kering, juga rambut yang gimbal dan kulit yang menghitam di bagian wajah dan leher lengan dan kaki akibat terik matahari, mungkin waktu satu bulan ini adalah masa transisi bagaimana manusia normal menjadi Tarzan.


hingga Mila, sudah tidak punya harapan lagi untuk selamat dia pun berdiri dengan gontai menuju arah tebing karang, hingga akhirnya Mila hendak melompat hingga sebuah kapal besar besar berhenti di tengah dan menurunkan speed boat, dan seseorang berdiri di ujung sambil menggunakan teropong.


tiba-tiba seseorang berteriak Mila sayang kau kah itu" teriak Alexander yang datang bersama dengan Refi dan beberapa anak buah nya.


Mila bahkan sudah tidak bisa bicara lagi suaranya tercekat dia terduduk dengan tetesan air mata yang bahkan terasa sulit untuk menetes Alexander langsung turun dari boot tersebut dan berlari ke arah tebing karang yang terjal terlihat dari teropong istri tengah terduduk lemas.


"Sayang kamu kah itu aku mohon bertahan lah"ucap Alexander tapi Refi langsung menahan nya dia meminta anak buah nya yang menggunakan helikopter untuk menjemput Mila di atas, dan langsung membawa nya ke kapal Alexander tidak bisa memanjat tebing karena tangan nya baru saja pulih.


dia hanya bisa melihat bagaimana evakuasi Mila saat itu.


Mila yang sudah tidak sadarkan diri diturunkan di atas kapal dan langsung di peluk oleh Alexander sambil menangis histeris melihat keadaan Mila yang benar-benar memperhatikan, mungkin bobot tubuh nya saat ini hanya tiga puluh lima kilo dan beberapa bekas luka dan juga lebam di tubuh nya Alexander langsung menghubungi dokter dan dia membawa Mila ke dalam helikopter lagi agar lebih cepat tiba di Jakarta.


sesampainya di rumah sakit Alexander langsung disambut oleh para dokter spesialis dan Mila yang ada di dalam gendongan nya langsung dibawa ke IGD, untuk pemeriksaan lebih lanjut.


ditengah penanganan dokter menemukan sebuah kebesaran Allah, ternyata saat ini Mila tengah mengandung dan kandungan Mila sudah jalan dua belas minggu, dan itu artinya sejak di Amerika, Mila sudah hamil, tapi belum terdeteksi kehamilan nya.


selain dehidrasi berat Mila juga mengalami peradangan di lambung dan paru-paru nya mungkin karena dia selama ini Mila hidup di alam terbuka tanpa tempat berlindung dan bahkan sulit dan hampir tidak ada bahan makanan.


Alexander terus menangis melihat kondisi istrinya yang saat ini terlihat sangat menyedihkan.


peralatan medis menempel di tubuh nya perawatan intensif pun sedang dijalani nya tidak hanya itu dokter spesialis kandungan pun ikut sibuk merawat Mila yang kini baru membuka mata.


Alexander langsung memeluk nya menangis sesenggukan sambil berkata maaf, tiada henti.


hingga Mila dipindah ke ruang perawatan VVIP, Alexander tidak pernah menjauh dari Mila dia memeluk dan mencium istrinya yang juga selalu memejamkan berharap itu bukan mimpi yang sering ia alami saat tertidur di atas tebing tinggi itu.


"Sayang kamu makan dulu ya aku suapi"ucap Alexander tapi Mila hanya terus menatap dirinya, lalu dia kembali berkata.


"Tuhan jika ini benar-benar hanya mimpi maka biarkan lah aku tidur untuk selamanya di tebing ini"Alexander yang mendengar itu langsung memeluk istrinya dan kembali menangis, dan seluruh keluarga yang melihat itu ikut menangis, terutama Dheandra yang sangat merasa bersalah, andaikan saja saat itu dia tidak melupakan Mila, mungkin kejadian nya tidak akan seperti saat ini.


hingga seorang dokter menyarankan pada Alexander untuk mendatangkan dokter ahli jiwa, bukan karena Mila gila tapi rasa trauma Mila harus segera diobati sebelum terjadi sesuatu terhadap Mila dan janin kembar yang saat ini tengah di kandung nya.


Alexander pun memeluk dan mengecup bibir Mila, sambil berkata"Aku nyata sayang kamu tidak sedang bermimpi kita sudah kembali berkumpul" ucap Alexander sambil terus menciumi pugung tangan Mila tak hentinya.


tapi Mila masih tetap melakukan hal yang sama, dia kembali menatap Alexander.


"Hujan aku mohon berhentilah, aku memang haus tapi aku kedinginan, tolong berhenti petir, aku mohon kamu juga berhenti aku benar-benar merasakan takut, aku sendirian sekarang ibu dan ayah ku belum lama pergi dan aku tidak punya siapa-siapa lagi"ucap Mila

__ADS_1


__ADS_2