Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Ingin merebut#


__ADS_3

Alexander dan Mila pun dibuat bengong kala orang-orang itu kini berdiri mematung ditempatnya tanpa bisa bergerak sama sekali seakan, sedang melakukan adegan film yang menceritakan tentang sihir.


Dony, mungkin pemuda biasa yang bersahaja tapi jika dia marah kekuatan supranatural nya itu akan muncul begitu saja, dan itu adalah ilmu yang turun temurun.


Itulah kenapa? ayah mereka memberikan sepasang kalung yang memiliki liontin bulan dan bintang, kedua kalung tersebut adalah kalung penjaga, semacam Jumat untuk melindungi kedua anak nya dimana pun mereka berada, tapi Desy, sempat melakukan kesalahan dengan meminjamkan kalung tersebut kepada Marco, dan membuat dirinya dalam bahaya.


Sebenarnya, Marco bisa cocok berteman dengan Desy, juga semua karena, aura positif dari dalam jiwa Marco.


Biasanya, leluhur Desy selalu ada yang tidak suka dengan kehadiran seorang laki-laki di samping cucu perempuan mereka, dan dengan begitu Desy, pun akan menolak kehadiran teman laki-laki nya itu.


Marco, itu jauh lebih beruntung karena Desy mau berteman dengan nya.


Sementara Desy kini tengah berada di dalam kamar pribadi nya, Desy, memangku kedua anaknya, yang lagi anteng itu.


Sementara diluar terjadi keributan karena Dony, terus menahan mereka, hingga Maikel marah karena tak diijinkan untuk masuk kedalam rumah, hingga Alexander mulai berbicara dengan penuh kehati-hatian.


"Saya tau kalian kecewa dengan semua itu, tapi saya bahkan lebih kecewa lagi, mengetahui bahwa kedua cucu saya harus terlahir di luar tanpa dampingan dari keluarga kami, tapi kenapa? kalian tidak pernah datang untuk meminta tanggung jawab"ujar Alexander.


"Memang nya jika kami datang pada saat itu,anda semua akan benar-benar menerima kami dengan baik, saya rasa tidak mungkin, jika memang ada itikad baik ingin bertanggung jawab, kenapa? tidak datang sedari dulu awal pertemuan kejadian, tapi kalian tidak ada sama sekali, aku dan keluargaku bahkan harus pergi dari tempat kelahiran kami hanya karena adikku hamil tanpa suami, dan lebih parahnya lagi bajingan yang sudah memperkosa adikku, tidak ada niatan untuk bertanggung jawab, jika saja kalian semua punya adik otak, kalian tidak akan pernah datang saat ini, tapi dulu"ucap Dony dengan tatapan mata tajam dan memerah tiba-tiba saja Maikel merasakan kesakitan dan seperti orang yang sedang tercekik di leher nya hingga ia berguling-guling di lantai dan tak bisa berkata-kata apa-apa.


"Tuan tolong ampuni anak kami kami janji setelah ini kami akan benar-benar bertanggung jawab, andaikan saja sedari dulu saya tau saya akan menemui keluarga kalian, tapi sumpah baru dua hari ini kami tau dan kami juga sempat kecewa dengan putra kami Maikel, andaikan saja dia bicara jujur sedari awal kami akan melakukan yang terbaik mungkin menikahkan mereka"ucap Mila yang sudah menangis sesenggukan karena Maikel hampir kehabisan nafas.


"Silahkan pergi dan jangan pernah mencari kami lagi, saya tau kalian punya kekuasaan, tapi saya juga punya kekuatan, jika saya mau sedari dulu anak kalian ini sudah binasa tapi saya sedang menunggu waktu yang tepat dan sekarang sudah saatnya dia menebus kesalahannya"ujar Dony.


"Tuan saya mohon ampuni putra saya, dia adalah ayah kandung keponakan Anda"ujar Mila.


Seketika itu tubuh Maikel terhempas ke arah luar menghantam tembok rumah tetangga Dony, dan Mila langsung menjerit.


"Putra kalian tidak bisa di ampuni karena hatinya tidak pernah benar-benar tulus menyesali perbuatannya, tapi aku masih memberikan kesempatan untuk dia hidup dan merasakan sakit dari penderita yang kami alami"ujar Dony.


"Aku akan menuntut mu, untuk semua ini"ujar Alexander tegas.


"Owh silahkan saja, saya juga tidak ada masalah jika kalian ada bukti untuk semua itu, asal anda tau saya bisa menghancurkan keluarga anda dalam hitungan detik, jika kalian benar-benar tidak pernah menyesali apa? yang pernah kalian buat terhadap keluarga kami"ujar Dony.

__ADS_1


"Kau! kita lihat saja"


"Daddy, sebaiknya hentikan kita bisa bicara baik-baik"ucap Marco yang baru saja datang dia tidak membawa satu orang pengawal pun.


"Owh ternyata kamu juga datang, apa? kau juga ingin bernasib sama dengan adikmu"ujar Dony.


"Tidak, sob... maaf kan atas ke lancangan keluarga ku, kita bisa bicara baik-baik, saya mohon, karena selama ini saya sudah mencari keberadaan kalian, tapi sayang saat saya mencari hingga ke desa Desy dan kalian semua sudah tidak ada, satu tahun lebih saya terus mencari kalian, tapi kalian menghilang bak ditelan bumi, dan saat aku di bandara dua hari yang lalu, saya baru mengetahui dan bertemu Desy, disana sedari awal aku sudah mencoba untuk bertanggung jawab terhadap Desy, tapi dia selalu menolak, bahkan saat Desy akan pulang pun dia menolak saya antar pulang, saya pikir saat itu Desy, butuh ketenangan hingga dia pulang saya beri dia jangka waktu, tapi saat saya mencari dia dan kalian ternyata kalian sudah tidak ada di desa itu lagi, maafkan saya yang tidak bisa menjaga Desy, sampai saat kejadian itu terjadi saya baru kembali dari perjalanan bisnis, dan karena kejadian itu, terjadi saat tidak terduga, anak buah saya yang selalu menjaga Desy saat itu tengah pulang kampung karena keluarga nya sedang berduka dan sebelum itu dia memastikan bahwa Desy baik-baik saja seperti biasanya"ujar Marco panjang lebar.


"Dan jika saja kau menjaga kalung yang adikku titipkan dengan baik, semua kejadian itu tidak perlu terjadi, adikku bahkan kehilangan impian nya, selama ini"ucap Dony yang kini sudah mulai tenang karena dia tau Marco memiliki hati yang lembut.


"Saya menyesal, jika kamu ingin menghukum maka hukumlah saya, saya ikhlas, karena semua ini bersumber dari saya, saya yang terlalu mencintai Desy, hingga adik saya memanfaatkan situasi ini untuk balas dendam terhadap saya karena wanita yang dia sukai telah menikah dengan saya, waktu itu, tapi saya juga tidak berniat untuk itu saya hanya ingin berbakti kepada orang tua saya, atas saran dari Desy, saya memang sangat mencintai Desy tapi saya tidak ingin Desy menderita ketika masuk kedalam keluarga saya, itulah kenapa? saya hanya bisa mencintai dia dengan cara saya sendiri, setidaknya dengan berteman dengan nya, saya bisa menjaga orang yang saya cintai dia gadis terbaik yang pernah saya kenal saya mencintai dia sepenuh jiwa"ucap Marco yang terlihat sendu.


"Mila sendiri hanya bisa menangis, ternyata selama ini Marco mengorbankan rasa cinta nya,demi keangkuhan mereka berdua sebagai kedua orang tua nya.


...🌹💖💖💖🌹...


"Kak, Marco"ucap Desy lirih.


Desy pun menatap sendu ke arah Marco, dan wanita itu pun kembali melirik ke arah sang kakak.


"Kakak akan mengijinkan, jika kamu sudah siap"ucap Dony.


"Baiklah saya akan memberikan waktu untuk kalian bertemu dengan cucu kalian tapi tidak untuk merebut nya, seperti keinginan dan niat kalian semua, tapi soal nafkah, untuk saat ini kami masih bisa menghidupi keduanya"ucap Desy.


Mila pun perlahan bangkit dan berjalan disamping Alexander masuk kedalam, sementara Maikel yang kini seperti orang mati tapi masih hidup hanya saja tidak bisa bicara dan bergerak, pria itu dibawa ke dalam mobil.


Adikmu aku hukum hingga dia benar-benar menyadari kesalahannya agar dia tau bahwa tidak semua wanita bisa dia perlukan seperti itu, dan jika dalam waktu dekat dia tidak kunjung sadar, maka dia akan tewas"ucap Dony, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Marco, bukan dia tega melihat adiknya tersiksa atau pun sampai tewas tapi Dony, juga benar dengan niatnya saat ini.


"Boleh bicara empat mata dengan Desy"Marco meminta ijin.


"Terserah Desy"jawab Dony singkat, dia menemui ibunya yang tengah duduk sambil mengasuh kedua cucunya bersama kedua orang tua Maikel.


Mereka masih terlihat canggung saat ini tapi Alexander dan Mila, sudah jatuh cinta terhadap kedua cucunya yang sangat tampan dan cantik, dengan wajah yang sama dan versi berbeda

__ADS_1


Sementara itu Desy, dan Marco saling menatap, terlihat tatapan mata penuh kerinduan juga kesedihan, andaikan saja Tuhan merestui rasa cinta mereka, Marco dan Desy, mungkin sudah bersatu, tapi takdir berkata lain.


"Maafkan aku yang tidak pernah bisa menjaga mu dengan baik"ucap Marco dengan tatapan sendu.


"Kakak tidak punya kewajiban untuk itu"ucap Desy, sambil mengusap air mata yang jatuh tak terbendung.


"Sekarang kamu bisa katakan padaku, seberapa sakit nya kamu sejak saat itu, kamu bisa menghajar ku jika kamu mau, aku tidak akan membalas agar aku tau rasa sakit yang pernah kamu rasakan"ucap Marco.


"Hatiku teramat sangat sakit, saat kamu melihat kejadian itu, dan itu lebih sakit dari saat kakak menikah dengan nya, saat itu dunia ku lebih hancur lebur, aku ternoda tepat di hadapan orang yang sangat aku cintai, tapi aku bahkan tidak berdaya, itulah kenapa? aku ingin mengakhiri hidup ku, sampai berkali-kali, aku mencintai mu dalam diam kak Marco, tapi aku sadar aku hanya orang biasa, bahkan untuk sekedar makan pun harus bekerja keras dulu, sejak aku sadar aku tidak pernah pantas untuk mu, akupun menekan semua rasa itu membuang jauh-jauh dan tetap menekan kan bahwa, menjadi sahabat sudah jauh lebih beruntung, karena sebenarnya untuk itu pun aku masih tak pantas"ucap Desy jujur.


Marco, langsung memeluk Desy dengan erat dan tidak terasa air mata nya jatuh seketika.


"Aku mungkin sempat merasakan sakit yang teramat hingga saat ini, karena melihat semua itu, tapi aku tidak pernah marah atau benci padamu, justru rasa cinta ku semakin bertambah aku ingin menjadi pelindung mu seumur hidup ku, aku mencintaimu lebih besar lagi, hingga saat ini rasa itu masih terlalu besar, aku sangat mencintaimu aku mohon menikah lah dengan ku, aku janji akan melepaskan semua yang aku miliki jika kamu ingin itu terjadi"ucap Marco tulus.


"Jika kakak melepaskan semua itu, dari mana aku bisa membeli susu untuk kedua anak ku, aku juga ingin merasakan hidup glamor seperti yang aku lihat di tv aku juga tidak mungkin bekerja dan tidak pulang berminggu-minggu jika aku sudah menikah nanti"ujar Desy, sambil nyengir kuda.


"Heumm, ternyata kamu materialistis juga"ujar Marco sambil menjepit hidung mancung milik Desy, hingga Desy mengaduh.


"Tentu saja, lagi pula wanita mana yang ingin terus bekerja keras hingga tua nanti, jika suaminya itu, kaya raya, aku selalu menolak pemberian kakak, karena kita tidak punya ikatan apapun, tapi jika sudah jadi suami ya,, itu lain lagi ceritanya, tapi jangan takut habis, karena aku juga akan terus bekerja, karena aku mencintai pekerjaan ku" ujar Desy.


"Heumm benarkah, seberapa? besar rasa cinta mu pada pekerjaan mu, apa? itu melebihi rasa cinta mu padaku"tanya Marco.


"Heumm, besaran mana ya" ujar Desy yang kini mulai terlihat tersenyum manis, hal itu mampu membuat hati Marco senang.


"Sayang jawab jangan gantung-gantung"ujar Marco.


"Tapi untuk saat ini, aku lebih memilih untuk berteman dengan kakak, aku ingin lihat seberapa besar perjuangan kakak untuk kami bertiga, dan satu hal lagi aku masih belum bisa melupakan semua rasa sakit ini, apa? kakak akan bersabar dan menungguku "ujar Desy.


"Desy, sayang aku sangat mencintaimu, kamu bisa lihat bukti itu setelah kita menikah"ujar Marco, tapi Desy menggeleng pelan.


"Aku sangat mencintaimu kak, tapi aku juga butuh waktu untuk bisa sembuh dari luka yang selama ini teramat perih, kakak bisa bayangkan, disaat aku menunggu kelulusan ku, sambil berharap ayah akan bertahan hidup sampai aku datang, tapi semua kenyataan pahit itu datang di saat yang bersamaan, aku wisuda tanpa kehadiran kelurga dan disaat yang sama, aku mendengar kabar bahwa ayah sudah kembali ke pangkuan sang pencipta, dan disaat yang bersamaan iblis itu merenggut mahkota yang aku jaga selama ini, dan saat itu pria yang sangat aku cintai bahkan menyaksikan kehancuran ku, sakit kak,,, sakit jika saja tidak ada mereka yang selalu ada untuk ku, aku mungkin sudah benar-benar tiada saat ini, apalagi saat aku dan kakak juga ibu harus terusir dari kampung tempat kami lahir dan dibesarkan, saat itu aku merasa dunia ini sudah benar-benar berakhir"Desy menangis sesenggukan di hadapan Marco yang kini kembali mendekapnya erat.


Berulang kali, pria itu mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Desy, sambil mengelus punggung wanita yang masih menangis sesenggukan mencurahkan rasa sakit yang teramat sangat, yang ia pendam sendiri selama ini, dan Marco adalah tempat dia mengadu seperti selama ini Desy, selalu bercerita apapun tanpa ada rahasia, tersimpan.

__ADS_1


__ADS_2