Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pertemuan kedua#


__ADS_3

Keesokan harinya Gerald, tengah bersiap untuk sarapan pagi, tiba-tiba seluruh keluarga besar nya, datang untuk menyambut kepulangan pria tampan itu, Dheandra dan Refi juga Alexander Wijaya, yang tidak pernah jauh dari ayah dan juga mommy nya, saat ini.


Dheandra langsung memeluk dan mencium putra kesayangannya itu, begitu juga sebaliknya, Gerald sangat merindukan mommy nya, itu karena selama ini Dheandra sudah jarang mengunjungi nya.


dilanjutkan dengan memeluk ayah sambung nya, Gerald, juga menyayangi Refi karena Refi, adalah pria yang sangat baik sayang pada mereka dan juga mommy nya.


terus giliran Arinda dan Arina yang berbarengan memeluk dan mencium pipi kanan kiri sang kakak, meskipun mereka sudah dewasa tapi tradisi itu tidak boleh dilupakan, terakhir Alexander, pria yang sudah memasuki usia remaja,itu saat ini memeluk erat sang kakak ,lalu berbisik.


"Kak, mobil keluaran terbaru ya...ya...ya"ucap Alexander.


"Tidak ada, Kakak tidak bawa mobil, Kakak akan tinggal di sini"ucap Gerald.


"Yah kakak terus gimana donk, gak jadi donk bawa jalan cewek pakai mobil baru"ujar Alexander.


"Alexander... kakak mu baru tiba"ucap Refi tegas.


"Iya ayah bercanda kok"ujar Alexander yang sudah ketakutan melihat sang ayah yang kini menatap lekat wajah nya, tatapan itu menandakan bahwa ayahnya sedang marah.


sementara ketiga kakaknya tertawa terbahak-bahak, Alexander, hanya bisa menggaruk kepala tak gatal karena merasa jengkel.


"Mom, aku pindah ke sini"ucap Gerald.


"Tentu saja anakku sayang mommy, sangat senang itu artinya mommy, sudah bisa beristirahat"jawab Dheandra.


"Alexander, kapan kamu bisa gantikan ayah, semua kakak mu, sudah punya pegangan masing-masing lalu"ucap Refi, sambil menatap putra nya, itu.


"Ayah baru juga kelas mau lulus SMA, belum kuliah masih lama lah... kenapa? tidak minta bantuan mommy saja toh mommy sebentar lagi pensiun"ucap Alexander.


"Owh ya ampun untung cuma satu kalo keluar nya kembar mungkin kepala ayah bisa migrain tiap hari"ucap Refi.


"Sayang kamu bisa belajar seperti kakak mu dulu juga begitu, mommy dan Daddy mu sudah tua untuk terus berada di perusahaan"ucap Dheandra.


"Iya baiklah-baiklah, tadinya aku ingin bekerja bareng kakak, tapi mommy, sudah berkata begitu bisa apa lagi"ujar pemuda itu sambil mengelus dada, seolah-olah tertindas, sementara ketiga kakaknya, tertawa geli.


untuk saat ini, Arina pun sudah bisa melupakan beban hidup nya, Brian juga tengah sibuk dengan Refi, yang kini tengah mengajari nya sebuah game baru.


sementara Argha, saat ini tengah berada di rumah sakit, karena sedang ada operasi mendadak, Arinda hanya bisa pasrah, karena pria itu benar-benar setia pada dirinya, jadi tidak ada alasan kuat untuk dia meminta cerai, seperti yang sudah ia lakukan waktu itu.


Gerald pun melanjutkan sarapan pagi nya, diikuti oleh seluruh anggota keluarga, setelah itu mereka pun mengobrol di ruangan santainya mereka membahas kabar keluarga di Jerman, dan kabar terkini keluarga.


sementara itu di sebuah kos seorang gadis tengah bersiap untuk pergi ke kampus, dengan pakaian rapi seperti biasanya, dia pun pergi dengan mobilnya nya menuju kampus, beruntung dia tidak terlambat datang di hari pertama nya masuk kuliah nya, dia adalah mahasiswi pindahan dari luar, saat ini dia tengah menyelesaikan S2 nya di Indonesia, siapa lagi jika bukan Celsi, yang kemarin bertabrakan dengan Gerald, gadis itu benar-benar seorang gadis tangguh yang pantang menyerah.


Celsi kini sudah duduk di dalam kelas nya tepat di bangku paling belakang.


Celsi kini tengah membuka laptop nya, dan tengah fokus dengan materi dari tugas yang dosen berikan, secara online, kemarin dan kini hanya iseng mengecek nya kembali sambil menunggu dosen tiba.


tiba-tiba seseorang menyodorkan minuman ke atas meja nya.


"Hay, salam kenal namaku Anggun tanpa c Sasmi"ucap gadis itu sambil


"Celsi tanpa olimpiade"ucap Celsi, yang masih kaku dengan bahasa Indonesia nya, wanita itu, memang berasal dari Indonesia, tapi sedari kecil dia tinggal dengan ayahnya di London Inggris, jadi bahasa nya sedikit campur-campur gitu, tapi dia selalu berusaha untuk yang terbaik.


"Teman"ucap anggun.


"Yes friends"ucap Celsi.


Anggun dan Celsi pun, duduk satu barisan dan mereka saling mengobrol dengan santai hingga dosen pun masuk akhirnya, semuanya terdiam.


Anggun pun sama-sama fokus dengan materi yang diberikan oleh dosen saat ini, hingga jam kuliah selesai keduanya pergi ke kantin karena merasa sangat lapar, saat ini Celsi juga ingin memesan makanan yang ada di kantin kampus tersebut.


meskipun itu terbilang baru tapi Celsi ingin merasakan semua itu, sekarang.


dia pun duduk di pojokan bersama dengan anggun,agar tidak terganggu dengan yang lain nya, sementara seseorang memperhatikan gerak-gerik nya, sedari ia tiba di kampus, dia adalah orang suruhan Daddy nya.

__ADS_1


"Celsi mau pesan apa? ucap anggun.


"Pesan yang sama saja dengan mu aku tidak tau menu nya, tapi aku ingin coba"ucap Celsi.


"Kalau bakso gimana??"tanya Anggun.


"Terserah kamu saja"ucap Celsi.


"Oke, bakso dua minumannya jus mangga dua "ucap Anggun pada pelayan kantin tersebut.


mereka pun kembali mengobrol sambil menunggu pesanan mereka tiba kedua gadis itu pun, mulai berbincang tentang kuliah mereka saat ini.


hingga jam perkuliahan berakhir, Celsi, pun langsung menuju mall bareng Anggun karena mereka ingin mencari barang-barang yang sama untuk materi hari esok.


Celsi, berjalan berdampingan menuju lantai teratas,mall tersebut dimana disana ada sebuah store yang menjual berbagai jenis buku mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, D3, S1 dan S2, semua nya lengkap.


saat Celsi hendak masuk ke store, tersebut tidak sengaja dia melihat sebuah magazine edisi terbaru yang menampilkan profil pengusaha sukses, dan pria yang kemarin ia temui, berada di sampul majalah tersebut.


Celsi, mengambil majalah tersebut, dan wanita itu tiba-tiba mengambil sebuah bolpoin dari dalam tasnya dan mencoret bagian wajah yang ada di majalah tersebut.


"Jangan mencoret-coret itu mbak jika tidak ingin membelinya"ucap seorang pelayan store tersebut.


"Celsi kamu kenapa? coret foto orang setampan dia, memangnya kamu punya masalah apa? dengan dia"tanya Anggun.


"Aku benci pria gunung es ini"ucap Celsi, sambil meminta pelayan itu memasukkan itu pada tagihan nya nanti.


sementara Anggun, yang merasa heran hanya terdiam sejenak, setelah itu langsung pergi mengikuti langkah Celsi.


kedua gadis itu pun, menemukan apa yang mereka cari saat ini.


dan mereka langsung membayar nya, bersama dengan majalah yang tadi.


🌹💖💖💖🌹


Satu Minggu berlalu kini Gerald, sudah mulai bekerja, dari jam delapan pagi hingga pukul empat sore, ataupun lembur hingga pukul sepuluh malam.


hingga hari ini Gerald kini tengah lembur di kantor nya, karena terlalu banyak pekerjaan yang tertunda karena asisten sang mommy tengah cuti sakit beberapa hari ini, setelah pekerjaan nya selesai Gerald pun pulang dengan mobilnya menuju Mension nya.


saat sedang di perjalanan dia melihat seorang gadis yang tengah terlihat kesulitan berjalan, seperti orang sakit hendak menuju mobilnya, Gerald langsung menghentikan mobilnya.


Gerald pun turun, dan berjalan menghampiri gadis tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu"ucap Gerald dengan logat bule nya.


"Aku tidak apa-apa, masih bisa berjalan"ucap wanita itu.


"Baiklah, tapi kamu kenapa? kamu bisa seperti ini"ucap Gerald.


"Aku tadi melawan para preman dan mereka sudah kabur"ucap wanita yang tak lain adalah Celsi.


wanita itu tidak melirik ke arah Gerald, karena dia tengah fokus berjalan saat ini.


"Apa? tidak ada sopir yang membantu mu,"ucap Gerald yang langsung mengangkat tubuh Celsi yang hampir terjatuh.


"Aku bisa jalan turunkan aku"ucap Celsi.


"Tunggu sebentar, lagi sampai, aku tidak mungkin meninggalkan mu, sendirian di jalan yang sepi ini lagian wanita seperti mu malam-malam begini berada di jalanan sepi seperti ini apa? tidak takut di jahati orang"ucap Gerald.


"Aku pulang malam dari rumah teman ku, habis mengerjakan tugas kuliah"Jawab Celsi.


Gerald pun menurunkan Celsi,di depan mobilnya dia memperhatikan gadis itu di tengah cahaya remang-remang, sepertinya dia pernah melihat gadis itu, tapi ia lupa.


"kamu yakin, bisa pulang membawa mobil"ucap Gerald.

__ADS_1


"Bisa kok, Terimakasih dan ini sebagai tanda terima kasih, karena sudah menolong ku, anda bisa luangkan waktu untuk membaca nya, mungkin anda suka , saya tidak sengaja membelinya, karena saya sudah mencoret-coret wajah yang ada di sampul majalah ini, orang dia itu pria sombong"ucap Celsi, yang masih tidak melihat wajah pria itu dengan jelas.


Celsi langsung pamit dan menutup pintu mobil nya, dia juga menghidupkan mesin mobil nya dan berlalu begitu saja.


sementara itu Gerald membawa majalah tersebut kedalam mobil nya, betapa terkejutnya ia, saat melihat wajah nya dengan coretan di bagian mata dan kepala juga telinga menyerupai setan meskipun tetap terlihat tampan.


Ternyata benar, bahwa gadis itu pernah bertemu dengan nya"Awas saja kamu gadis nakal"ucap Gerald.


pria itu langsung melempar majalah tersebut kearah kursi penumpang.


Gerald, tidak habis pikir kenapa? dia mau menolong gadis nakal itu.


hingga tiga hari kemudian, Gerald saat ini pulang lebih awal, dia selalu melewati jalan sepi itu sebagai jalan pintas menuju Mension, nya.


saat di perjalanan dia melihat seorang gadis tengah bertarung melawan beberapa orang bertubuh kekar, lebih mirip seorang bodyguard dari pada penjahat, Gerald memelankan laju mobilnya saat itu sambil memperhatikan mereka dari kejauhan, tapi melihat gadis itu sedikit kewalahan dia pun langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan langsung menolong wanita itu.


"Nona,tolong jangan membantah lagi ,anda harus segera pulang ke London, Daddy anda ingin anda segera menikah"ucap salah seorang bodyguard yang kini tengah bertarung melawan kedua nya.


"Aku sudah menikah dengan dia ,jadi bilang sama Daddy, aku tidak akan pernah kembali lagi ke London"ucap Celsi, sambil menghentakkan perlawanan nya dan langsung memeluk Gerald, yang saat ini terlihat kaku dan tidak nyaman.


"Sayang kamu jangan diam saja, katakan pada mereka, bahwa kita sudah menikah agar Daddy, memberikan restu dan kita bisa hidup bersama"ucap gadis itu, sambil memberikan isyarat pada Gerald, dan pria itu hanya bisa mengangguk dalam kebingungan.


"Sayang ayo kita pulang, aku sedari tadi menunggu mu pulang kantor"ucap Celsi berakting.


"Ya sudah kamu duluan pergi nya nanti aku nyusul kita kan bawa mobil masing-masing"ujar Gerald, sambil berkata dalam hati.


"Sayang-sayang sembarangan awas kau gadis nakal aku akan buat perhitungan dengan mu"ucap Gerald dalam hati.


"sayang aku minjam ponsel kamu sebentar aku mau mengecek panggilan masuk, soalnya tadi aku telpon kamu tapi kamu tidak mengangkat panggilan dari ku"ucap Gerald sengaja.


"Heummm... ambilah maafkan aku tadi aku tidak mendengar nya, mungkin karena terlalu fokus pada pelajaran"ucap Celsi.


Gerald langsung mengambil ponsel Celsi dan mengetik no nya di ponsel itu, lalu memanggil ponselnya sendiri setelah itu dia kembali menelpon Celsi.


"Heummm,sayang rupanya kamu terlalu fokus dengan pelajaran mu, ingat pelajaran tambahan nanti malam"ucap Gerald, sambil tersenyum licik, sementara Celsi langsung bergidik ngeri.


sementara para bodyguard, langsung bergegas pergi dengan mobil mereka, meninggalkan kedua orang yang seakan tengah bermesraan.


"Kau gadis nakal, kali ini aku masih bisa menolong mu, tapi lain kali tidak lagi, mungkin ayah mu benar kau lebih baik segera menikah, karena jika tidak gadis seperti dirimu akan semakin liar"ucap Gerald.


"Apa peduli mu pria sombong"ucap Celsi.


"Kau benar-benar keterlaluan,satu hari nanti aku akan membuat mu menyesal karena sudah karena sudah meminta bantuan ku"ucap Gerald.


"Tidak ada satu hari, karena aku tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi"ucap Celsi.


"Kau terlalu yakin nona Celsi"ucap Gerald yang kini terlihat tersenyum licik.


"Kau...kau tau nama ku"ucap Celsi kaget.


"Tentu saja aku tau, bahkan siapa dirimu aku juga tau"bohong Gerald.


"Kau cenayang"ujar gadis itu.


"Tidak perlu jadi cenayang untuk mengetahui siapa kau sebenarnya"ucap Gerald .


"Terserah kau saja tuan sombong say goodbye"ucap Celsi yang langsung pergi masuk kedalam mobilnya.


"Kau lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan mu"ucap Gerald.


mereka pun berlalu pergi ke tujuan masing-masing, dan saat itu juga Gerald bertekad akan membalas gadis jutek itu.


Celsi, sendiri langsung memblokir nomor Gerald, yang tadi dimasukkan oleh Gerald tapi anehnya nomor itu kembali muncul lagi dan lagi, seperti hantu.

__ADS_1


"Sialan!!!"teriak Celsi yang masih mengemudikan mobil nya, saat ini sementara Gerald, hanya tersenyum Celsi tidak tau jika nomor yang Gerald masukkan adalah nomor khusus untuk melacak ponsel Celsi.


hingga satu bulan berlalu Celsi benar-benar mengganti ponsel nya, untuk menghindari Gerald, gadis itu bahkan tidak lagi berani melewati jalan tersebut yang memiliki arah yang sama dengan pria itu.


__ADS_2