Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Rujuk#


__ADS_3

Ardan, kembali ke toko dimana wanita itu menjual perhiasan nya, Ardan, menebus kalung yang seharga sepuluh juta itu, dia benar-benar menangis miris, karena ternyata Ariel, tidak membawa apa-apa saat dia keluar dari rumah mereka, hanya beberapa baju lama dan barang pribadi nya yang sempat dia bawa dulu, dan perlengkapan bayi nya.


Pria itu merasa sangat bersalah, hanya karena dirinya terlalu larut, dalam luka hati nya, dia bahkan tidak sadar jika sumber luka itu penyebab nya, adalah dirinya.


Ya, andaikan saja Ardan, tau kejadian yang menimpa istrinya lebih awal, mungkin semua itu tidak akan pernah terjadi jika saja Ardan tau bahwa istrinya, sedang menghadapi ancaman yang membahayakan itu sendirian, mungkin semua itu tidak akan terjadi, tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, seharusnya dia bisa berlapang dada karena korban yang sebenarnya, bukan lah Ardan, tapi istrinya Ariel.


"Maafkan aku sayang, aku janji akan mengembalikan semua kebahagiaan diantara kita, aku janji kamu tidak akan pernah menderita lagi, sampai akhir hayat kita nanti kita akan terus bersama-sama membesarkan kedua anak kita"ujar Ardan.


Pria itu menemui Ariel, yang tengah berbelanja di pusat perbelanjaan yang ada di lantai satu gedung mall tersebut.


Ardan, meraih troli belanja yang Ariel pegang bersama dengan paper bag, yang berisi Boneka salju tersebut, tidak hanya itu Ardan, juga mengambil bahan-bahan makanan dalam jumlah banyak dan troli belanja itu penuh hingga meminta pelayan mengambil troli baru untuk belanjaan yang lainnya setelah itu Ardan menyerahkan black card, pada pelayan tersebut, Ariel hanya bisa bengong, Ardan membawa paper bag tersebut sambil menarik tangan Ariel, menuju toko peralatan bayi dia mengambil stroller baby untuk putra nya itu, dan juga beberapa pakaian sepatu dan lainnya, juga tidak ketinggalan botol susu dan popok juga skincare khusus untuk bayi dan semua kebutuhan lainnya.


"Mas, Stop! untuk apa? kamu lakukan semua ini, aku masih bisa membelikan nya semua itu, meskipun tidak sekaligus"ucap Ariel.


"Aku Daddynya! aku berhak memberikan apapun padanya, karena dia putra ku Ariel, apa? kau dengar itu, dia putra ku"ucap Ardan, yang langsung membuat mereka yang ada di sana memperhatikan mereka berdua, hingga mereka berdua pun akhirnya minta maaf karena telah membuat kegaduhan.


Mereka pun kembali ke kediaman Ariel, disana wanita itu langsung menggendong putra nya, dari tangan pengasuh nya, meskipun hidupnya kini pas-pasan tapi dia ingin yang terbaik untuk putranya itu.


"Sayang, sini sama Daddy" ucap Ardan, yang kini mengambil alih, Adam, dari tangan Ariel.


"Aku sudah meminta asisten ku untuk menjemput Alana, dari sekolah agar langsung kesini, dia pasti sangat senang, bisa bertemu dengan mommy dan adik nya.


"Alana... apa? dia tidak bertanya kemana? mommy nya"tanya Ariel.


"Kamu pikir aku akan membiarkan dia tahu bahwa kita berpisah, kamu pikir aku tega melihat putri kita satu-satunya tau bahwa mommy nya, pergi meninggalkan dia dan diriku, tidak Ariel, putri kita, tetap mengira bahwa kita sedang berpisah karena urusan pekerjaan dan mengharukan mu, membawa putra kita"ucap Ardan.


Ariel, menangis sesenggukan sambil terduduk di kursi depan meja makan, dia tidak kuasa menahan tangisnya saat tau jika Ardan, begitu peduli dengan semuanya, termasuk dirinya, Ardan tidak ingin putri nya tau citra buruknya.


Ardan, terus mengelus puncak kepala Ariel, yang kini menunduk di atas meja makan dengan Isak tangis lirih nya.

__ADS_1


"Sayang, sebelum putri kita tau yang sebenarnya, dan dia terluka aku, mohon kembali lah sayang, aku janji akan selalu membuat keluarga kita bahagia, aku janji"ucap Ardan.


Ariel, mendongak menatap mata Ardan, dia ingin memastikan bahwa luka itu masih ada atau sudah sembuh.


Ariel, menatap lekat wajah Ardan, yang kini terus berusaha untuk meyakinkan nya.


"Baiklah, mas aku akan kembali, jika memang semua itu, untuk yang terbaik, tapi mungkin selamanya, aku tidak akan pernah bisa menebus dosa dan kesalahan ku padamu, aku bahkan tidak bisa menyembuhkan luka di hati dan jiwa mu"ucap Ariel.


"Tidak sayang, aku, tidak akan pernah terluka saat dirimu berada di sisiku, saat keluarga kita tetap utuh, apapun yang terjadi, kita akan terus bersama"ucap Ardan.


"Akhirnya mereka pun, memutuskan untuk rujuk, dan itu disetujui oleh pihak pengadilan, karena memang akta cerai mereka belum keluar.


Ariel, kini tengah menyiapkan keperluan ulang tahun putri nya, dia tidak merayakan pesta besar-besaran dan kali ini, masih dirumah sederhana milik Ariel, wanita itu selain memasak makanan favorit keluarga kecilnya itu, dia juga membuat cake ulang tahun untuk putri nya kini tengah tengah berulang tahun.


Ariel, pun selesai menghidangkan itu semua di meja yang berbeda yang sudah ada beberapa hiasan balon dan beberapa kado, yang keduanya siapkan.


"Mommy.... Daddy, asalamualaikum Alana datang"ucap gadis periang itu, Ariel buru-buru menyambut nya dengan peluk cium bahkan mengangkat tubuh gadis kecil yang kini sudah kelas dua SMP itu.


"Sayang mommy, kamu sudah datang muachh... mommy kangen banget sayang Mis you so much" ucap Ariel yang masih memberikan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah dan puncak kepala putri nya itu.


" Mommy, adik bayi dimana?" tanya gadis cantik itu.


"Didalam sayang bersama Daddy, tapi sebelum itu Alana, harus tutup mata dulu mommy, punya surprise for you"ucap Ariel.


"Asiappp... Bu dokter"ujar Alana.


"Heumm, sayang mommy"ucap Ariel, yang kembali mengecup putri nya yang sangat ia cintai.


Ariel, menutup mata Alana, dengan tangan nya, hingga tiba di depan meja, yang terdapat kue ulang tahun miliknya.

__ADS_1


"Happy birthday to you..... happy birthday to you... happy birthday, happy birthday.... happy birthday to you........"ucap kedua orang tua nya.


Alana pun, menitikkan air mata, dia berucap"Terimakasih mommy, dan Daddy sudah menjadi orang tua terbaik untuk Alana, Alana berdoa semoga kalian sehat selalu dan dilimpahkan kebahagiaan, dan selalu bersama, sampai akhir hayat nanti, Alana, sangat sayang kalian, Alana, sangat mencintai kalian berdua, dan juga adik semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah SWT." ucap Alana.


"Amiinn"ujar ketiganya kompak, lalu Alana, kembali berdoa sebelum meniup lilin.


"Sayang, maafkan mommy, hanya bisa memberikan ini"ucap Ariel.


"Wah, terimakasih mommy, muachh Alana, sangat suka ini"ucap Alana yang kini berkali-kali memeluk dan mencium sang Mommy.


"Sama-sama sayang, syukurlah jika kamu suka"ucap Ariel.


"Aku lebih suka lagi jika mommy dan Daddy terus bersama seperti saat ini"ucap Alana.


"Tentu saja Sayang, kita berempat akan selamanya bersama dan tidak akan pernah terpisah, ini kado dari mommy dan Daddy"ucap Ardan.


"Wah liburan musim salju di Jepang, ahhhhhh ini sangat amazing, mommy Daddy, terimakasih I love you all "ucap gadis belia itu.


"Dan ini untuk mu sayang ku, ingat minta ampun padaku jangan menjual apapun yang kamu miliki, karena selagi aku mampu"ucap Ardan.


Kini mereka larut dalam kebahagiaan, saat semua orang bahagia mereka pun bahagia bersama dengan keluarga kecilnya .


...*Tamat*...


Akhirnya tiba di penghujung Kisah terimakasih bagi semua yang sudah mampir dan setia dengan karya receh ku ini semoga kalian terhibur, mohon maaf jika terlalu banyak kesalahan dalam penulisan, maklum saja author bukan novelis profesional, hanya suka berimajinasi meskipun mungkin tidak belum bisa sehebat orang lain, yang lebih dulu menjadi author, tapi mudah-mudahan kalian terus memberikan dukungan sebanyak-banyaknya terhadap karya ku yang receh ini agar bisa lebih bersemangat dalam menulis, dan juga bisa menjadi lebih baik lagi.


Dan jangan lupa like dan komen nya 🙏 Salam dari author semoga di bulan Ramadhan ini begitu banyak berkah menghampiri kita semua diberikan kesehatan kemudahan dalam mencari rezeki, dan selalu berbahagia, selamat menjalankan ibadah puasa,bagi yang menjalankannya, dan salam sayang untuk kalian semua, jangan lupa dukung karya author yang lainnya.


Terimakasih banyak 🙏🙏🙏💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2