Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Leonel Davidson#


__ADS_3

Agam terus gencar melakukan pencarian, keberadaan Ananda, tapi hingga satu tahun berlalu tidak juga dia temukan.


sementara yang dia cari kini kebahagiaan nya lebih berwarna karena kehadiran sikecil Leo, yang sangat tampan meskipun berkulit kecoklatan, sungguh eksotik jika dia sudah dewasa nanti, dengan rambut lurus yang ia miliki tidak seperti ibunya yang penduduk asli, memiliki rambut khas, Leo mungkin mirip dengan Daddy nya yang entah siapa.


"Leo Bunda harus bekerja, Leo tunggu di rumah bersama suster atau ikut Bunda"ujar nya yang seakan Leo, sudah bisa bicara .


tapi meskipun begitu Leo, sudah bisa berceloteh dengan bahasa bayi nya itu.


Ananda pun menitipkan putra nya pada pengasuh nya, yang tak lain adalah tetangga nya sendiri yang Ananda gaji setiap bulan nya.


sementara dirinya pergi ke puskesmas tempat dia bekerja hingga sore tiba tapi kadang dia membawa serta bayinya itu.


sesampainya di tempat kerja Ananda pun langsung disibukkan dengan kegiatan nya menolong ibu-ibu yang akan melahirkan, wanita itu begitu sabar dan telaten, dalam melakukan pekerjaan nya, bahkan tutur katanya yang lembut pada wanita hamil tersebut membuat dia begitu dihargai.


suatu hari dokter yang ada di puskesmas tersebut digantikan dengan dokter baru, dari Kota, dia seorang pria berasal dari Jakarta, dan berprofesi sebagai dokter umum.


pria itu cukup ramah bahkan saking ramahnya para tenaga medis lama pun sangat menggandrungi nya, termasuk para perawat yang masih ABG.


sementara Anada, bersikap biasa saja.


"Hi aku Adi"ujar dokter tersebut.


"Ya, sudah tau"ujar Ananda yang tengah menikmati makan siang nya di kantin.


"Sudah berapa lama kerja di sini?" ujar Adi.


"Satu tahun lebih"ujar nya.


"Apa? kamu sudah menikah"ujar Adi.


"Sudah"jawab Ananda singkat.


"Benarkah tapi suster itu bilang bahwa kamu tidak pernah mengenal kan suamimu pada mereka"ujar nya seakan mengorek keterangan.


" Tidak penting"ujar Ananda yang kembali menyuap kan makanan tersebut ke dalam mulutnya.


"Dokter Adi, ada pasien menanti anda"ujar salah seorang perawat.


"Jika ingin bersantai di sela istirahat maka bukan di sini tempat mu, di kota, karena warga desa tidak akan sama dengan di kota yang menunggu jadwal, meskipun dalam kondisi terparah sekalipun, disini beda peraturan nya, kita benar-benar dituntut harus siap dalam keadaan apapun"ucap Ananda.


pria itu pun kemudian mengangguk, sebagai tanda jika dia mengerti.


sampai jam pulang kerja tiba Ananda baru selesai menolong pasien dari luar desa, setelah itu dia bersiap untuk pulang karena sudah terlalu lelah dan sangat merindukan putra semata wayangnya.


"Apa boleh aku mengantar mu pulang"ujar dokter Adi.


"Tidak saya bawa kendaraan sendiri" tunjuk nya kearah mobil sedan, yang belum lama ini Boy kirim dari Jakarta.


dia tau Ananda, sering menggunakan mobil ambulans untuk pergi menolong warga dan itu sungguh sangat ribet.


Ananda pun berjalan menuju mobilnya dia langsung masuk dan pergi begitu saja, sungguh dirinya sudah menutup diri dari pria manapun kecuali, sahabat nya Boy, dan putra nya, selain pasien, dia jarang mengobrol secara intens.


wanita itu pun tiba di rumah barunya, yang ia bangun dengan hasil kerja keras nya, Ananda benar-benar membangun rumah yang terlihat sangat indah, meskipun tidak sebesar Mension, setidaknya dia memiliki aset berharga untuk bekal hidup nya nanti bersama dengan Leo, bahkan di rumah tersebut sekarang dia juga membuka praktek, dan warga sekitar bisa melahirkan di sana, jika tidak bisa pergi ke puskesmas.


tidak hanya itu pengobatan pun dilakukan di sana ruangan khusus di bagian paviliun rumah itu di desain dengan sangat nyaman.


"Leo, Bunda pulang Leo dimana"ujar Ananda.


Namun tidak ada jawaban sama sekali, bahkan pengasuh yang ia pekerjakan pun, tidak ada di sana, wanita itu pun mencari hingga ke seluruh ruangan tapi wanita itu tidak juga ditemukan.


Ananda pun berlari ke kamar pribadi nya, dia baru bisa menarik nafas lega, saat melihat Leo, terbaring di kamar nya, dan terlihat nyenyak, tapi kemana? pengasuhnya pergi, dan kenapa? putra nya dia tinggal sendiri.


Ananda pun kembali turun saat mendengar suara mobil, dia mengira itu adalah mobil Boy, yang datang berkunjung, tapi Ananda salah, dia mematung di tempat saat didepan garasi rumah nya terparkir mobil sport berwarna merah, dan bukan itu yang membuat dia terpaku di tempat.


seseorang yang telah lama dia hindari, pun kini berada di hadapan nya.

__ADS_1


"Apa? kabar honey"ujarnya sambil berjalan mendekat, tapi sebelum sampai tiba-tiba ada beberapa orang datang dengan motor dan ternyata ibu-ibu yang akan melahirkan Anada pun langsung berlari ke arah pasien tersebut, dia bahkan tidak menghiraukan Agam yang berdiri di samping mobilnya bersama beberapa orang bodyguard nya.


"Nona, maafkan saya tadi ada yang mencari saya"ujar pengasuh Leo.


"Tidak apa-apa, cepat lah keatas , Leo takut keburu bangun saya tangani pasien dulu "ujar Ananda.


wanita itu pun kembali masuk ke arah paviliun, dan menempatkan wanita tersebut dibantu oleh warga yang mengantarkannya, sambil menunggu pembukaan lengkap setelah memasang infus di tangan ibu muda itu Ananda pun kembali menghampiri Agam.


"Tuan jika Anda tidak sedang buru-buru silahkan masuk, saya sedang sibuk"ujar Ananda pada pria yang masih berstatus suami nya itu.


Agam menatap dengan tatapan mata yang sulit diartikan, pria itu berjalan mengikuti langkah istrinya.


sampai di sebuah ruangan yang cukup besar dan nyaman dengan sofa yang melingkar di ruang tersebut terlihat sangat nyaman dan sejuk dengan udara luar yang panas.


"Silahkan duduk tuan, saya buatkan minum dulu"ujar Ananda yang langsung pergi ke pantry tidak jauh dari sana hanya terhalang dinding kaca, mata Agam terus mengikuti pergerakan istrinya itu.


setelah selesai membuat kopi yang biasa Agam minum dan juga beberapa orang bodyguard nya.


"Silahkan diminum ujar Ananda yang kini menyimpan beberapa cangkir kopi dan juga cheese cake, dia meja.


sementara itu seseorang datang membawa anak kecil yang masih terlihat gembul dan lucu.


"Nona, tuan muda bangun dan mencari anda"ucap pengasuh Leo.


"Owh Leo Bunda minta maaf tadi Bunda sibuk"ujarnya yang langsung mengambil alih pria kecil itu dari gendongan nya.


akhirnya, Agam angkat bicara.


"Apa? dia putra kita"ujar Agam.


sontak Ananda terkekeh geli"Apa? seorang benalu yang mandul bisa hamil dari seorang tuan Agam"ujarnya sambil membawa Leo duduk di sofa.


"Nina, tolong bilang pada keluarga pasien sebentar lagi saya temui mereka"ujar nya dan asisten pribadi nya itu pun pergi.


...🌹💖💖💖🌹...


"Leonel tunggu sama kak Nina ya Bunda kerja dulu"ujar nya.


Ananda pun memberikan Leo pada pengasuh nya, setelah itu dia pun pergi menuju ruangan tempat praktik nya sebagai seorang bidan.


hingga beberapa menit kemudian terdengar suara bayi yang menangis dari ruangan sebelah.


bayi dan ibunya lahir dengan selamat dan juga ibunya selamat semua mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya,


Agam pun melihat lihat rumah yang benar-benar nyaman itu, dan sangat terawat dengan memiliki ruangan tampak nyaman di bagian bawah ada dua kamar tamu dapur dan


dan juga ruang makan dan pantry di ruang keluarga terdapat karpet yang terbentang lebar dan empuk tampak ada beberapa mainan bayi di sana dan satu lagi foto Ananda dan kedua sahabatnya, dan ada foto baru yaitu Boy dan bayi itu juga Ananda.


Agam langsung melotot tajam kearah foto itu dia langsung melempar nya ada rasa sakit yang menjalar di hati nya saat ini, Nanda, yang baru saja masuk ke sana dia mematung di tempatnya.


"Jelas kan itu Ananda, apa? selama ini kamu berselingkuh dari ku, apa dia putra nya, jawab!!" teriak Agam.


"Aku tidak perlu menjelaskan apa pun padamu karena kamu lebih pintar untuk menilai sesuatu"ujarnya.


"Lalu apa? ini"ujar Agam dengan nada tinggi.


dia mengangkat tangan Ananda yang sedari tadi dia perhatikan.


"Dia melindungi ku, memberikan rasa aman pada ku, dia juga lebih menghargai ku, ketimbang suami yang hanya status dan hanya bisa memberikan rasa sakit"ujar Anada dengan tenang nya.


"Jadi benar selama ini kamu menghianati cinta kita!"ujar Agam.


"Tiba-tiba seseorang datang berkunjung seorang kepala desa beserta beberapa orang lainnya.


"Nona di luar ada tamu"ujar satpam rumah.

__ADS_1


"Suruh masuk dan silahkan tunggu aku akan kesana, nanti Nina tolong siapkan minum untuk mereka, aku mau bersih-bersih dulu"ujar Ananda yang kini mengambil alih Leo.


"Kita belum selesai bicara"ujar Agam yang mengikuti langkah istrinya menaiki tangga menuju lantai dua.


"Kita tidak harus membahas apapun karena semua percuma saja"ujar Ananda.


tapi pria itu tidak mau menyerah dia mengikuti kemanapun istri nya pergi Ananda menaruh Leo di boks bayi, lalu menyalakan TV dan video kesukaan putra nya itu, Ananda langsung meraih bathrobe dan berjalan menuju kamar mandi.


setelah mengunci pintu dari dalam wanita itu pun langsung mandi dan tidak sampai sepuluh menit, dia sudah kembali dengan wajah yang fresh.


Ananda langsung masuk kedalam walk-in closed.


setelah menggunakan dress rumahan berwarna putih dengan corak bunga-bunga sehingga menampakkan kecantikan Ananda, wanita itu tidak menghiraukan pria yang sedari tadi berkali-kali menelan ludah nya.


Ananda pun kembali berjalan menghampiri putra nya yang kini tengah tersenyum pada nya.


"Sayang ayo ikut Bunda"ucap Ananda yang berjalan setelah menggendong putra nya itu.


"Yang kita harus bicara"ujar Agam.


"Maaf tuan saya sibuk silahkan pergi jika anda buru-buru dan silahkan menunggu jika ada waktu.


wanita itu terlihat sangat cantik dan seksi untuk siapapun yang melihatnya meskipun dress selutut yang ia gunakan tertutup di bagian bahu nya tapi Agam bisa mengingat semua nya.


sesampainya di bawah, Ananda langsung menyambut kepala desa dari desa sebelah itu.


"Nona Ananda, apa? kabar"ujarnya sambil tersenyum ramah.


"Kabar saya baik , bagaimana kabar anda dan para warga desa"balas Ananda.


"puji Tuhan semua baik"ujar kepala desa tersebut.


"Ini Leo,owh kamu sudah besar rupanya, Nona memang sangat baik, mungkin jika tidak ada Nona, saat itu Leo tidak akan lahir dengan selamat, dengan keadaan ibunya yang mengalami gangguan jiwa, dan kini dia sekarang sudah tiada"ujar kepala desa tersebut.


"saya juga ikut prihatin, semoga saja pria biadab itu mendapat kan balasan yang setimpal"ujar Ananda.


"Oya ada urusan apa? bapak-bapak ini kemari"ujar Ananda.


"Di desa kami sudah satu Minggu ini terkena wabah penyakit kulit kami sudah mendatangkan petugas medis dari Kota tapi sepertinya kurang cocok, siapa tau Anda ingin berpartisipasi"ujar pegawai desa tersebut.


"Saya ada teman baru di tempat kerja saya jadi saya akan diskusi kan dulu dengan nya, tapi secepatnya saya akan mengabari Anda"ujar Ananda.


Agam pun menyimak semu pembicaraan tersebut dia mulai bisa mengerti yang tidak bisa ia terima adalah cincin yang melingkar di jari manis Ananda.


"Baiklah kami permisi dulu"ujar mereka semua.


"Baiklah saya akan usaha kan dan semoga semua nya akan baik-baik saja"ujar Ananda.


mereka pun pergi, setelah itu Ananda kembali memberikan Leo untuk diberikan makan malam, dan dia sendiri berjalan menuju dapur menyiapkan makan malam untuk dirinya dan tamu nya yang masih setia mengikuti nya yang kini duduk di sebuah kursi yang ada di sana.


"Apa? sesibuk ini setiap hari nya"ujar Agam.


"Hari ini masih terlihat santai hingga aku punya waktu untuk menggendong putra ku"ujar Anand.


"Putra adopsi, lalu kenapa? tidak bilang pada ku, lebih dulu honey.


"Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan mu tuan, jadi tidak ada yang harus kita bicarakan"ujar Ananda kesal.


"Kapan? aku memutuskan hubungan kita, itu hanya khayalan mu"ujar Agam.


"Aku tidak bisa bertanya atau meminta ijin untuk menolong sesama karena semua sudah menjadi kewajiban ku, tuhan adil disaat aku tidak bisa memiliki anak, Tuhan mengirim kan Leo pada ku, lewat wanita malang itu"ujar Ananda.


"Tapi kita belum mencoba untuk berobat sayang aku yakin kita akan bisa memiliki anak"ujar Agam.


"Aku sudah melakukan itu, jauh sebelum kau mengatakan itu, jadi tidak ada lagi harapan, dan aku tidak perlu melahirkan seorang anak hanya untuk menjadi seorang ibu, tuhan maha adil, dia juga menyebar ladang pahala untuk kita asalkan mereka mau sadar bahwa tidak perlu putus asa hanya karena tidak bisa mengandung dan melahirkan anak, mereka lahir dari siapapun dan dimana pun, mereka yang terlantar maka mereka adalah anak kita, anak yang membutuhkan kasih sayang kita seperti anak kita sendiri"ujar Ananda panjang lebar.

__ADS_1


"Aku baru sadar, ternyata istri ku lebih sempurna dari yang paling sempurna, dan aku sangat mencintaimu aku beruntung memiliki kamu honey"ujar Agam yang kini memeluk dan mencium kening Ananda yang mematung di tempatnya.


__ADS_2