
"Tuan, untuk apa? kamu balik lagi, bukan nya sudah pergi tadi"ucap Celsi.
"Jadi kamu nolak aku disini"ucap Gerald.
"Aku sudah tidak punya hutang Budi lagi, karena aku sudah membayar nya, bahkan aku sudah menerima bonus penolakan secara tidak langsung, karena aku tidak sebanding dengan nya"ucap Celsi yang langsung to the points.
"Belum"ucap Gerald.
"Apa? lagi, aku sudah membayar nya dengan hadir di sana dan aku juga hanya mengakui bahwa kamu pasangan ku dihadapan para bodyguard Daddy, jadi kita impas"ucap Celsi.
"Kamu masuk ke dalam kamar hotel dan tidur di samping ku, juga memelukku dan sekarang kamu harus membayar nya, aku tidak tertarik untuk memeluk mu, yang kerempeng itu, aku hanya ingin minjam tepat tidur dan kita tidur bersama"ucap Gerald, seakan tidak tau malu.
"Ternyata tuan Gerald Alexander Wijaya ini pendendam ya, tidak menyangka, lalu jika yang tidur dengan mu seorang wa**a apa kamu mau tidur dengan nya juga"ucap Gerald datar.
"Dasar pria aneh... yasudah aku selesai kan mandi ku dulu karena aku sudah sangat laper, jawab Celsi, tanpa berpikir panjang, bahkan wanita itu tidak menyadari kata apa? yang keluar dari bibirnya.
Gerald pun duduk di sofa dia melihat sebuah foto, dua orang gadis yang benar-benar mirip bagai pinang dibelah dua.
Gerald, dibuat terkejut pasalnya ada perbedaan dari cara mereka berpakaian dalam foto tersebut, mungkinkah wanita yang pertama kali Gerald temui adalah Celsi.
atau kah mereka dua orang yang sama atau kembar atau Celsi memiliki dua kepribadian, Gerald sungguh dibuat bingung, bisa saja kan Celsi kembar atau Celsi yang pertama dia temui adalah Celsi yang sama tapi sifatnya dan penampilan nya, sungguh sangat sederhana saat bertemu di bandara.
hingga Celsi keluar dari kamar mandi, Gerald langsung bertanya.
"Apa kamu kembar"ucap Gerald.
"Tidak"jawab Celsi.
"Lalu ini"ucap Gerald.
"Owh itu itu foto sengaja di ambil di sebuah pantai aku sendiri juga tidak tau itu"ucap Celsi, mungkin hanya sebuah editan tukang foto nya, aku pikir begitu"ucap Celsi.
"Tidak Celsi, seperti nya, aku pernah bertemu dengan nya, di bandara"ucap Gerald.
"Apa? dia galak seperti ku"ucap Celsi bingung .
"Ya sama, saat itu aku tidak sengaja menabraknya dan laptop nya rusak"ucap Gerald.
"Terus kalian kenalan tidak"tanya Celsi.
"Tidak, aku juga tidak peduli dengan wanita, saat itu"ucap Gerald.
"Heummm, apa?? benar dugaan ku kamu tidak normal"ucap Celsi.
"Jangan main-main, Celsi, aku pria normal"ucap Gerald tegas.
"Celsi"
Gerald semakin di buat kesal saat Celsi, semakin mendekat apa lagi saat ini dia belum menggunakan baju sama sekali.
Gerald langsung mendorong Celsi, tapi wanita itu tidak bergeming sedikitpun, Celsi adalah gadis yang jago bela diri, jadi tidak gentar hanya dengan dorongan yang menurutnya tidak ada apa-apa nya.
"Celsi jangan sampai aku khilaf, Ok! karena aku tidak menjamin bahwa kamu akan selamat"ujar Gerald.
"Buktikan jika kamu benar-benar normal tuan Gerald"ucap Celsi yang kini memepet tubuh Gerald yang berjalan mundur mengenai dinding.
"Celsi stop, aku hanya tidak tertarik dengan wanita lain, karena aku sudah"
"Mencintai Alice, bukan, jadi seperti yang aku bilang kita sudah tidak memiliki hutang Budi apapun, jadi silahkan kamu pergi"ucap Celsi yang langsung meninggalkan Gerald, yang kini mematung.
"Celsi, tidak bisa begitu dong Celsi, kamu masih punya hutang di kamar hotel"ucap Gerald.
__ADS_1
"Aku akan membayarnya berapa pun yang kamu minta, asal sesuai dengan harga itu"ucap Celsi, sambil berteriak.
Celsi masuk kedalam kamar, dia langsung menutup pintu kamar itu dengan keras, wanita itu bahkan tidak ingin peduli lagi dengan isi perutnya yang keroncongan, gadis itu hanya ingin menyendiri.
Celsi, sengaja tidak memberitahu bahwa dia adalah orang yang sama, dengan orang yang dia tabrak saat itu, hanya karena dia ingin mencari tau tentang sebab kematian ibu nya,di Indonesia dia pun kembali ke negara ini.
sementara Gerald, mengalah pergi, karena dia tau bahwa Celsi, saat ini sedang tidak baik-baik saja.
dia akan mencari cara untuk menemui wanita itu nanti setelah semuanya membaik.
keduanya pun merebahkan diri di tempat yang berbeda dengan rumah yang berada, tapi sialnya Gerald, kepalanya dipenuhi ekspresi kecewa dari Celsi, padahal dia tidak punya perasaan apapun pada gadis itu, dia hanya suka mengerjai wanita itu, sebagai hiburan,di saat dia lelah sepulang bekerja.
hingga satu bulan berlalu, Gerald tidak bertemu dengan Celsi, karena dirinya tengah berada di Jerman, dia tengah mengurus perusahaan, Georgio yang ada di sana.
sementara Celsi sibuk dengan S2 nya, yang sebentar lagi akan Lulus, karena dia mempercepat nya, setelah itu rencananya dia akan berkeliling dunia bekerja dari negara satu ke negara lain nya, untuk mengembangkan bakat nya. sebagai seorang arsitek dan sebagai pengusaha melanjutkan bisnis Daddy nya, hingga dia tidak perlu lagi di tuntut untuk menikah karena dirinya juga punya kemampuan untuk itu.
hingga Gerald kembali ke Indonesia, wanita itu juga tidak pernah dia temui lagi .
Gerald merasa ada sesuatu yang hilang, saat ini tapi tidak tau apa yang hilang .
sementara itu di Mension Argha pria itu seperti biasanya akan memanjakan baby koala nya, yang kini bergelayut manja di pelukan nya, sambil berjalan menuju meja makan, Arinda, memang tidak pernah berubah sifat manjanya itu masih tetap sama seperti dulu.
Argha, semakin mencintai istrinya itu, meskipun tidak ada tampak tanda-tanda akan kehadiran seorang anak, bagi Arda semua itu tidak menjadi masalah, baginya mereka berdua pun, masih sangat membutuhkan waktu untuk memupuk cinta mereka semakin tumbuh dan kuat, dari badai kehidupan yang menerpa.
"Sayang temani aku kerja"ucap Arinda.
"Tapi aku sedang ada jadwal operasi sayang ku, jadi aku hanya bisa mengantarkan mu saja sayang ke kantor mu, bagaimana boleh"ucap Argha.
"Heummm baiklah-baiklah"ucap Arinda meskipun dia sedikit sedih, karena hari ini rencananya dia akan memperkenalkan Argha, pada pria yang selalu mati-matian mengejar cinta nya.
"Jangan sedih gitu sayang nanti setelah selesai, aku janji akan segera, datang dan mampir untuk makan siang ok"ucap Argha.
Argha pun langsung menghabiskan sarapan pagi nya, bersama dengan istrinya, setelah itu mengambil tas miliknya dan sang istri.
🌹💖💖💖🌹
jika Arinda dan Argha, saling mendukung berbeda dengan Gerald, yang kini masih mencari pelabuhan hati nya pria itu bahkan tidak pernah mau berdekatan dengan wanita yang menurut nya, tidak seunik wanita nya dulu, dan dia sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran Alice, ataupun Celsi.
"Tuan, kita akan ada meeting penting di restaurant xx di jalan x pukul dua nanti, dan sekarang tidak ada jadwal lain semua seperti biasanya"ucap Meti, sekertaris Gerald.
"Baiklah jika begitu, nanti setelah makan siang aku tidak akan kembali lagi ke kantor, aku akan mengunjungi keluarga ku, dan kamu bisa menunggu ku nanti di tempat tersebut Sherlock saja"ucap Gerald tegas.
dia langsung menghubungi keponakan nya yang super tampan itu, Brian,kini tengah ada di pusat perbelanjaan dengan sang mommy, dia sedang asyik bermain di area permainan anak, Gerald langsung menuju ke tempat tersebut, dia janjian akan makan malam di sana bersama adik dan juga putra nya.
sesampainya di sana dia sudah parkir di basement mall tersebut, dan berjalan pergi, saat sedang berjalan di area tersebut, Gerald tidak sengaja bertabrakan dengan gadis yang sudah lama tidak ia jumpai, karena kepergian nya saat itu, dia tengah menggandeng lengan pria yang jauh lebih muda dari nya, mungkin seumuran dengan Celsi, dan itu membuat Gerald mengepalkan tangannya, dia tidak rela jika Celsi bersama pria lain.
"Celsi ikut aku"ucap Gerald.
"Hey... jangan sembarang menarik-narik kekasih orang"ucap pria yang menahan Celsi.
"Aku suaminya kau sudah gila pacaran dengan istri ku,mau aku buat laporan polisi"ancaman Gerald begitu serius terlihat tidak main-main.
"T"
"Tidak ada alasan lagi sekarang ikut aku"ucap Gerald sambil menarik tangan gadis itu dia membawa Celsi, kedalam mall tersebut.
"Tuan Gerald yang terhormat, jangan berlaku seenaknya dia itu dosen di kampus ku, dan kau sudah merusak reputasi ku"ucap Celsi yang langsung melepaskan tangan Gerald dari tangan nya, wanita itu hendak pergi tapi perkataan Gerald menghentikan langkahnya.
"Akan aku menyebarkan video saat kau memasuki kamar hotel, dan tidur bersama dengan ku bahkan memeluk ku"ucap Gerald.
"kau benar-benar gila tuan Gerald yang terhormat"ucap Celsi kesal.
__ADS_1
Gerald pun kembali menarik tangan Celsi, gadis itu hanya bisa pasrah hingga mereka bertemu dengan Brian yang saat ini sudah menunggu di kedai eskrim.
Gerald langsung menyapa keponakan nya itu, bahkan tidak hanya itu dia juga langsung memperkenalkan Celsi sebagai teman nya pada Arina.
"Hi...kakak ipar"ucap Arina dan wanita itu pun kembali membalas dengan senyuman, Gerald menawarkan eskrim pada Celsi, tapi gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.
sementara eskrim vanilla kesukaan Gerald, sudah berada di hadapan pria itu, Gerald langsung menyodorkan eskrim milik nya ke depan bibir Celsi yang terpaksa membuka mulutnya dan menjilat eskrim tersebut.
setelah Celsi, Gerald pun menjilat eskrim tersebut tanpa ragu dan itu artinya, secara tidak langsung Gerald sudah mencium bibir Celsi.
wanita itu hanya menatap lekat wajah tampan dengan rahang tegas itu, yang dengan cueknya, memberikan eskrim itu kembali dan Celsi, kembali menjilat nya, terpaksa karena Gerald akan memaksa nya, untuk melakukan hal itu.
hingga eskrim itu habis, Gerald bersorak dalam hati karena sudah bisa menaklukkan singa betina, sementara Arina hanya tersenyum pada sang kakak, dan Brian yang tampak tidak perduli dengan urusan orang dewasa.
hingga jam makan siang tiba mereka pun akhirnya pergi menuju restaurant, Gerald terus menggenggam tangan Celsi, yang tampak menurut.
sementara itu Anisa pun membawa mereka untuk duduk.
"Kak, kapan? kalian meresmikan nya "tanya Arina.
"Mungkin beberapa hari lagi"ucap Gerald asal.
"Jangan ngarang "ucap Celsi yang sedari tadi diam.
"Kenapa?? kan tidak harus aku umbar, tau-tau nanti kita jadi bikin babby"ucap Gerald tanpa dosa.
"Sudah cukup ya, lebih baik aku pergi, silahkan lakukan apapun yang kamu mau,aku tidak peduli"ucap Celsi yang sudah kesal maksimal.
"Video kita yang sedang bikin anak sebentar lagi akan booming pikirkan, sepertinya itu bagus"ucap Gerald dengan sengaja, Arina bahkan membulat tak percaya Kakak nya bisa segila itu.
"Ahhhhhh kamu itu"ucap Celsi yang langsung kembali duduk.
"Mana ada bikin anak, seperti itu,aku hanya memelukmu itu juga tanpa sadar karena aku terlanjur mengantuk"ucap Celsi.
sementara Arina tersenyum dia mengerti bahwa kakaknya sengaja menjebak Celsi, untuk terikat bersama dengan nya, hingga makanan itu tiba akhirnya mereka berempat pun makan bersama dan tidak lupa pemandangan romantis, yang Gerald lakukan, saat ini adalah dia menyuapi Celsi, dengan mesranya dan gadis itu terpaksa menerima nya.
Gerald pun menyantap makanan tersebut dari sendok yang sama hingga selesai, pria itu patut diacungi jempol, karena bisa membuat macam betina itu tunduk.
hingga tiba di akhir setelah menyantap hidangan penutup, akhirnya Gerald langsung menggenggam tangan Celsi dan pamit pada keponakan nya itu, dan dia memberikan paper bag yang sedari tadi di bawa oleh asisten pribadi nya, sebuah mobil dengan remote control , yang sempat Brian minta pada mommy nya, tapi tidak di belikan karena itu edisi terbatas, tapi Gerald bisa mendapatkan semua itu, entah bagaimana caranya bahkan mainan itu berharga ratusan juta, tapi semua itu tidak ada apa-apa nya buat Gerald, yang memiliki penghasilan tinggi setiap bulannya dari perusahaan sang Daddy.
"Wah Terimakasih kak, kamu padahal tidak usah repot-repot belikan ini"ucap Arina, yang langsung mengambil paper bag tersebut.
"Tidak masalah untuk keponakan ku yang tampan ini, ini hadiah dari Daddy, ingat jaga baik-baik nanti lain kali Daddy, ajak jalan-jalan maaf hari ini Daddy, ada meeting penting jadi tidak bisa terlalu lama, Daddy pergi dulu"ucap Gerald.
"Terimakasih Daddy"ucap Brian, yang memang memanggil Gerald, dengan sebutan Daddy, sedari kecil, yang dia kira Daddy nya adalah Gerald, bukan Bruno, karena Gerald, selalu melakukan panggilan video, setiap saat dia bertanya tentang sang ayah.
Gerald pun pergi masih menggenggam tangan Celsi, hingga sampai di basement mall tersebut, Gerald, tidak melepaskan Celsi.
"Lepas bisa nggak aku sudah menuruti semua yang kamu inginkan, sekarang aku harus pulang, karena masih banyak kegiatan harian"ucap Celsi.
"Tidak bisa, kamu harus menemani aku, untuk meeting penting saat ini biar nanti malam aku antar pulang ke rumah mu"ucap Gerald.
"Aku tidak tinggal di rumah itu lagi"ujar Celsi.
"Dimana?"ucap Gerald.
"Apartment, lumayan jauh lagi,aku harus pulang lebih awal karena tidak ada taksi yang lewat kawasan tersebut"ucap Celsi.
"Jangan membohongi ku, taksi itu bisa keluar masuk dimana pun"ucap Gerald.
"Terserah"ujar Celsi.
__ADS_1