
Ardan pun sudah siap dengan semua itu, Ardan melihat wanita itu menggunakan kebaya modern tersebut sudah membuat nya menelan Saliva nya dengan susah payahnya.
"Bagaimana apa? ini cocok bagi ku"ujar Ariel.
Gadis itu begitu terlihat anggun dan mempesona dengan balutan hijab yang cantik saat ini, Ardan bahkan belum merespon Ariel yang kini tengah menunggu jawaban.
Ariel masih berdiri di depan cermin.
"Abang, ini bagus tak"ucap wanita yang memiliki darah campuran Melayu itu
"Ah...ya itu sangat bagus kamu cocok dengan itu maaf barusan Abang sedang memikirkan sesuatu"ujar Ardan.
"Tentang orang tua Abang?" tanya Ariel
"Ah...ya, ini hanya seandainya Ariel sama Abang jadi menikah, tapi tidak dihadiri oleh kedua keluarga mau tak"ucap Ardan yang terbawa logat bicara Ariel.
Ariel pun menggeleng, gadis yang kini sebagai generasi calon dokter itu, tidak ingin pernikahan tersebut dilakukan secara sepihak karena biar bagaimanapun Ariel masih punya ayah yang dipanggil Abah, yang kini berprofesi sebagai guru agama di sekolah dasar negeri, di Bandung.
Ariel pun bergegas hendak pergi tapi tangan Ardan menghentikan langkahnya.
"Ok Ariel, kita akan temui ayah mu dulu untuk meminang mu, tapi Abang mohon jangan pergi"ucap Ardan.
Ardan pun langsung meminta pelayan butik itu untuk membungkus semua barang pesanan nya, saat itu juga, entah apa? itu tapi yang pasti Ardan memesan itu untuk calon istrinya.
Ariel berjalan lebih dulu keluar ruangan, dia merasa sangat bersalah pada kedua orang tua nya, jika dia melakukan pernikahan siri dengan orang lain tanpa sepengetahuan kedua orang tua nya, dan jika pernikahan itu membuah seorang anak bagaimana.
"Abang sebaiknya batalkan saja pernikahan siri yang akan kita lakukan, aku lebih baik bekerja keras untuk mencari biyaya kuliah ku, daripada aku seperti orang yang akan jual harga diri"ucap Ariel.
__ADS_1
"Sayang please, Abang janji, Abang tidak akan memperlakukan kamu seperti itu"ucap Ardan.
"Abang hanya tidak ingin ada zinah saat kita tinggal bersama nanti, tapi pernikahan siri untuk sementara itu"ujar Ardan.
"Heummm...Abang memang sangat lah baik, tapi cara Abang yang salah"ucap Ariel.
"begini saja restu itu memang penting tapi wali nikah Juga penting meskipun itu hanya pernikahan siri, aku ingin Abah yang menjadi wali nya" ucap Ariel.
"Baiklah sekarang juga kita pulang ke Bandung, itu kota asal mu bukan aku akan melamar mu saat ini juga tapi hanya akan ada Abang ku yang akan menjadi saksi dari pihak Abang"ucap Ardan.
"Kurasa tidak ada masalah tapi kita tanya Abah bagaimana baiknya"ujar Ariel.
mereka pun pulang setelah Ardan mengantar Ariel pulang ke rumah kost nya.
sementara Agam kini tengah bersantai dengan sang istri yang baru saja selesai memanggang kue kesukaan nya, Ananda, memang jago memasak hingga saat ini Dia selalu memasak untuk Sumi dan mertua nya.
Agam pun selalu memanjakan sang istri tapi Ananda, tidak serta Merta menerima semua itu, Ananda adalah gadis yang sangat sederhana dan tidak pernah berfoya-foya.
Ananda bahkan ada di rumah setiap dia tidak kuliah, atau pergi ke kantor sang suami.
πΉππππΉ
sementara di sebuah apartemen seorang pria yang kini sudah berusia dua puluh empat tahun Maikel, tengah berdua dengan lembaran nya dia sedang ingin curhat tentang seorang wanita yang dia temui di sebuah club malam, wanita itu sempat meminta tolong kepada nya dengan menyalip kan sebuah tulisan, yang ternyata sebuah permintaan tolong, tapi Maikel tidak mengerti minta tolong apa? karena dia baik-baik saja saat itu tidak ada yang memperlihatkan bahwa dia tertindas, sama sekali.
"Bagaimana ko, apa? gue tolong saja jika dia kembali minta tolong ya"ucap Maikel.
"Tidak sebaiknya jangan pergi lagi kesana jangan coba berurusan dengan orang seperti itu, kita bukan kak Agam yang bisa memutuskan untuk mengambil keputusan begitu saja karena dia punya jaminan masadepan, kita hanya orang biasa, tetap lah fokus dengan pekerjaan mu, jangan lagi terjerumus ke dalam dunia malam"ucap Marko.
__ADS_1
"Kamu benar Daddy kita bahkan hanya peternak sapi ya kan Ko" ujar Maikel.
kedua anak muda itu pun tersenyum cengengesan, membayangkan Daddy nya yang bahkan jijik saat melihat kotoran ini harus kotor-kotoran dengan kotoran sapi, itu tidak mungkin, sehingga rumah peternakan itu sebagian lahan nya, Alexander ubah menjadi taman seribu bunga, dan menjadi pemasok bunga terbesar di salah satu tempat di Jakarta, sementara peternakan itu masih ada tapi dirawat oleh orang-orang kepercayaan Alexander, itu sebenarnya hanya dijadikan pengobat rindu dengan kedua orang tua nya.
Dheandra yang selalu ada untuk dirinya hingga akhir hayat mereka, ayah nya yang mendirikan rumah peternakan dan bisnis di sana, membuat Alexander yang menjadi ahli waris semua itu karena Refi, adalah pemilik tempat tersebut beserta usaha nya.
tapi Alexander bukan pria serakah dia bahkan membagi rata semua itu, hanya saja ke tiga kakak nya sudah terlanjur kaya jadi merelakan semua itu pada Alexander.
hanya satu yang mereka minta, yaitu tidak boleh menjual tempat itu, sekalipun mereka sedang kesulitan materi, karena bagi mereka kedua orang tua nya masih ada di sana, dan Dheandra juga Refi memang dimakamkan di sana.
selain itu kenangan mereka berdua lebih banyak di rumah peternakan itu, meskipun Refi juga membangun sebuah Mension utama untuk istrinya Dheandra tapi mereka tidak pernah mau tinggal terpisah, dan akhirnya Refi pun membuat rumah peternakan itu lebih luas lagi, seperti Mension utama, karena anak cucu mereka bukan hanya satu.
Akhirnya rumah peternakan di jadikan rumah peristirahatan di saat lelah dari urusan dunia.
"Ingat kak, jangan terbawa oleh arus"ucap Marko, pria itu mungkin bukan pria yang relijius tapi, Marko lebih tau tindak-tanduk yang harus dia ambil dibandingkan dengan Maikel, yang suka ceroboh.
"Ok, aku juga malas berurusan dengan semua itu tapi jika wanita itu benar-benar membutuhkan pertolongan ku bagaimana"tanya Maikel.
"Pokoknya jangan"ujar Marko.
"Baiklah"ucap Maikel, yang otaknya hanya bisa digunakan saat bekerja..
obrolan mereka pun berakhir, Marko pun kembali fokus pada pekerjaan nya.
sementara Maikel dia malah terus sibuk dengan ponselnya.
setelah ibju mereka meninggal dunia, satu tahun yang lalu Mila dimakan di samping pusara kedua orang tua nya Mila, sudah tidak ada lebih awal , saat dia baru saja menikah dengan Alexander Wijaya.
__ADS_1
,π ya teman-teman karena sedang dalam mas pemulihan, dari sakit, hingga kadang jadwal up nya juga tak. beraturan, tapi saya selalu berusaha untuk menulis, mohon dukungan nya ya, jangan lupa like komenπ