Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Kebahagiaan#


__ADS_3

"Yang masih mau yang lain"ucap Refi


"Tidak mas aku mau lanjut belanja bareng kak Sindy saja"ucap Dheandra.


"Baiklah sayang ku"ucap Refi.


"mereka pun akhirnya pergi ke sebuah butik disana Sindy, dengan bahagia nya, memilih semua barang yang dia inginkan karena Dheandra meminta nya untuk memilih apapun yang sindy inginkan.


sementara itu Refi terus mendampingi istri nya yang berjalan kesana kemari Refi, selalu mengikuti istrinya itu kemampuan dia pergi untuk menjaga jangan sampai Dheandra terjatuh.


sementara di rumah peternakan saat ini tengah terjadi keributan besar karena ada seorang penyusup yang ingin menculik gadis yang baru beberapa minggu tinggal di sana.


Refi yang mendengar kabar tersebut dia langsung meminta anak buahnya untuk menangani semua itu karena Refi tengah ada di Depok.


sampai dua beberapa jam kemudian penyusup tersebut berhasil diamankan oleh polisi dan petugas keamanan di sana.


Refi pun kini sudah berada di hotel tempat mereka menginap karena dia tidak mungkin pulang ke villa di Bogor , akan semakin jauh jarak kepulangan mereka nanti.


sementara kedua putrinya masih betah tinggal bersama dengan Daddy nya, dan itu tidak masalah bagi Dheandra selama mereka sekolah dengan baik dan belajar dengan bimbingan yang benar meski mereka ingin tinggal bersama dengan Daddy nya pun Dheandra akan mengijinkan asal itu kemauan mereka.


"Yang kangen"ucap Dheandra manja.


"Heumm... kemarilah sayang aku juga kangen sudah beberapa hari tidak membuat mu men***h "ucap Refi, tanpa malu.


"Mas....itu aja yang kamu pikirkan"ucap Dheandra.


"Aku kebelet pipis... tunggu ya"ujar Dheandra lagi.


"Heummm baiklah sayang ku"ucap Refi.


Dheandra pun buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, sementara Refi kembali sibuk dengan laptop nya.


hingga beberapa menit kemudian, Dheandra langsung keluar dia terlihat sembab bahkan seakan takut untuk bicara.


dia gugup juga terlihat gemetar saat ini sambil menyembunyikan sesuatu di balik punggung nya.


"Sayang kamu habis nangis kenapa?... heumm...ayo cerita sama mas"ucap Refi yang kini menghampiri Dheandra.


"Mas.... seandainya ini bohong bagaimana, dan seandainya ini nyata apa?.. mas masih akan menyayangi ketiga anak ku"ucap Dheandra sambil menatap sendu pada Refi.


"Sayang mas itu tidak pernah menganggap mereka sebagai anak mu saja mereka selama ini dekat dengan mas, mereka juga anak ku dan tidak ada bedanya"ucap Refi.


"Terimakasih mas.. ini untuk mas"ujar Dheandra .


Refi, sontak membulatkan mata tidak percaya dengan apa yang Dheandra berikan saat ini.


"Sayang benarkah ini nyata"ucap Refi setelah penantian panjang nya lima tahun Refi dan Dheandra menanti kehadiran anak kandung mereka, meskipun Dheandra sempat di vonis tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi tapi tuhan berkehendak lain.


"Itu benar mas kita akan segera memiliki anak, aku awalnya tidak percaya tapi setelah kucoba dengan berbagai alat tes kehamilan lainya aku baru yakin, dan aku merasa sangat bahagia tapi juga takut, kalau nanti anak kita lahir mas akan berubah seperti dia"ucap Dheandra.


"Itu tidak mungkin sayang jadi jangan berpikiran negatif, sekalipun mas tidak memiliki anak mas tidak akan pernah berubah, mungkin berubah untuk menjadi yang terbaik menurut kalian sih itu mungkin tapi aku tidak akan pernah mengurangi rasa cinta ku untuk kalian semua"ucap Refi pada Dheandra.


"Terimakasih sayang"ucap Dheandra dan Refi bersamaan.


mereka pun tertidur pulas setelah berbincang panjang lebar, hingga pagi menjelang mereka masih saling berpelukan.


hingga Dheandra terjaga dia baru sadar kalau saat ini mereka tengah berada di kamar hotel.


"Mas bangun ini sudah pagi "ucap Dheandra.


"Benarkah?....yah.. sayang sih tidak melakukan itu semalam padahal seru kaya nya"ucap Refi.


"Ayolah mas... jangan mikir yang macam-macam katanya mau ke rumah peternakan"ucap Dheandra.


"Tidak sayang aku ada pekerjaan di kantor, jadi tidak bisa di tunda kesana beruntung masalah semalam sudah diatasi dengan cepat"ucap Refi.

__ADS_1


Dheandra pun langsung berhambur memeluk Refi.


Refi pun melakukan hal yang sama untuk mempererat pelukannya.


di kediaman Andra, saat ini dia tengah mengobrol dengan wanita yang dia temui di tempat wahana permainan anak.


wanita itu kini sudah berteman dengan Andra, dia adalah wanita yang memiliki trauma dengan pernikahan, hingga saat ini dia juga tidak pernah berniat untuk berhubungan lebih dengan siapapun.


Andra pun hanya ingin mengenal nya dan membuat pertemanan di antara mereka menjadi sangat baik.


wanita yang bernama, Vania Larissa itu, sering menggunakan nama palsu saat berkenalan dengan wanita lain, karena baginya itu semua tidak penting.


setelah kekerasan dalam rumah tangga bahkan penghianatan yang dia terima, akhirnya puncak nya, saat suaminya ingin menghabisi nyawa nya, dengan membuat dia tenggelam di laut.


Andra yang mendengar semua itu, merasa sangat bersalah terhadap wanita yang pernah ia khianati.


mereka sering bertukar pikiran keduanya sama-sama tengah belajar dari kesalahan, Andra yang pernah menghianati cinta nya, sementara Vania, mengalami trauma berat atas sebuah ikatan pernikahan.


mereka akan bertemu setiap kali weekend dan saat itu mereka akan kembali mengobrol santai sambil mengasuh ketiga anak Andra dari dua pernikahan tersebut.


Andra sedikit terhibur dengan semua itu.


sementara itu Refi, saat ini tengah menemui dokter spesialis kandungan bersama dengan istrinya, dia ingin tau tentang kondisi janin yang Dheandra kandung saat ini.


mereka berdua duduk mendengarkan penjelasan dokter yang tengah melakukan pemeriksaan terhadap Dheandra, dan menjelaskan semua nya.


"janin nya kini sudah berusia empat minggu dan baru terlihat seperti kacang ijo, ucap dokter, dan disarankan untuk anda berdua berhati-hati untuk melakukan hubungan suami istri karena usia kandungan Nyona Dheandra yang masih rentan terjadi keguguran,satu lagi anda tidak boleh stress atau pun kecapean.dan satu lagi makan tidak ada pantangan hanya kalau bisa gizi nya benar-benar diperhatikan"ucap sang dokter.


"Syukurlah dok, dan terima kasih "ucap Refi.


"Ini resep vitamin yang harus di siapkan setiap waktu yang saya tentukan dan tolong dihabiskan"ucap dokter.


"Terimakasih dokter,kami pamit pulang dulu"ucap sang dokter.


hingga akhirnya mereka berdua pun kembali ke Mension setelah hari itu Refi benar-benar bersikap posesif seperti yang terjadi saat ini Refi membatasi gerak nya, segala sesuatu yang Dheandra mau harus lewat dirinya dan izin dari nya.


🌹💖💖💖🌹


Dheandra kini sedang berjalan-jalan pagi seperti biasa, setiap pagi Refi akan mengajak istrinya untuk berjalan-jalan di taman kompleks perumahan.


Hal itu adalah saat yang sangat disukai Dheandra, karena semenjak dia hamil hanya itu aktifitas Dheandra di luar rumah, selebihnya dia melakukan apapun di dalam Mension.


Dheandra selalu merasa kesal setiap kali sikap Refi yang berlebihan.


Dheandra langsung masuk kedalam rumah jika dia tengah marah karena Refi, selalu melarang untuk membeli jajanan di pinggir jalan, karena Refi, selalu bilang tidak melihat cara pembuatan bahan nya, dia tidak ingin istri dan calon anak nya itu terkontaminasi bakteri yang tidak baik.


"Yang tunggu aku hanya takut kamu dan anak kita kenapa-napa, bukan nya ini sudah biasa aku lakukan bahkan saat kamu hamil kedua putri kita"ucap Refi.


Dheandra pun terdiam jika dipikir-pikir itu memang benar, Refi yang selalu memberikan perhatian entah itu makanan atau pun, saat dia harus beraktifitas, bahkan Refi ingat ketika Dheandra akan melahirkan anak keduanya, Refi lah yang selalu ada di sisinya.


"Aku minta maaf mas... terimakasih untuk semua yang selalu kamu lakukan"ucap Dheandra sambil melangkah pergi.


"Yang aku bisa buatkan makanan yang kamu mau"ucap Refi.


"Aku sudah tidak ingin mas,aku mau tidur aja"ucap Dheandra.


"Yang jangan begitu ... aku minta maaf"ucap Refi.


Refi mengikuti langkah istrinya pergi meninggalkan para pelayan yang sedari tadi melihat mereka ribut, meskipun bukan keributan yang, benar-benar berantem tapi hanya beradu pendapat.


"Dheandra sayang maaf mas hanya ingin yang terbaik untuk mu"ucap Refi.


Dheandra hanya duduk diam Air mata nya berlinang, saat ini dia tengah terkenang masa lalu saat dia hamil Gerald, putra nya yang kini sudah masuk kelas satu SMA karena di Jerman, sekolah dasar hanya sampai empat tahun, Dheandra mengingat bahwa dirinya saat itu tidak mendapatkan apa pun yang dia inginkan karena Dheandra tak pernah mau mengatakan keinginan nya.


sementara saat ini dan saat hamil anak kandung Refi, segalanya sudah Refi siapkan bahkan tidak kurang suatu apapun.

__ADS_1


Refi langsung memeluk istrinya itu.


pria itu juga membuat apapun yang Dheandra inginkan asalkan Dheandra bahagia.


Refi mencium puncak kepala istrinya.


"Yang maafkan aku, tunggu di sini aku beli semua makanan yang kamu mau tadi ok"ucap Refi.


"Sudah tidak mau lagi mas... tidak usah repot-repot"ucap Dheandra.


"Yang please maaf kan aku, aku benar-benar tidak bermaksud menyakiti mu,aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua"ucap Refi lembut.


"Aku sudah maafkan mas,kok.... tidak perlu minta maaf lagi, justru aku yang harus nya minta maaf,aku yang sudah membuat mu repot selama ini"ucap Dheandra.


"Dheandra sayang kamu kok... bicara begitu yang aku ini suamimu sudah kewajiban ku untuk melakukan semua itu,demi kebahagiaan kita semua aku tidak pernah merasa terbebani, tunggu.... apa semua itu karena kamu ingat dia yang selalu memanjakan mu"ucap Refi yang salah faham.


"Ok... jika itu yang kamu inginkan, setelah bayi itu lahir kamu bisa kembali lagi padanya..... percuma saja kita"


"Mas....!! hiks hiks hiks hiks kamu kok tega bilang begitu pada ku, apa aku terlalu merepotkan mu, hingga kamu tega meminta ku pergi....baik mas... Ok sekarang juga aku pergi tidak usah meminta nya nanti, ya aku memang hanya bisa menjadi beban"ucap Dheandra.


Refi, langsung mencengkeram erat pergelangan tangan Dheandra saat ini dia langsung menarik nya, dan membawa nya kedalam kamar Refi... benar-benar marah dia mendorong Dheandra keatas ranjang empuk itu beruntung hal itu tidak terjadi benturan pada perut Dheandra yang kini tengah mengandung.


"Mas!... kamu ini apa-apaan sih, bagaimana jika kamu menyakiti anak kita"ucap Dheandra.


"Gugurkan saja... kandungan nya, aku tau selama ini kamu tidak pernah Sudi untuk mengandung anak seorang gelandangan seperti ku, tidak seperti dia yang memiliki uang dan kekuasaan, yang bisa menjamin kehidupan mu, silahkan gugur kan putra ku"ucap Refi yang kini menangis dalam diam sambil pergi, Refi benar-benar salah faham.


"Mas!!...tega kamu bilang begitu padaku hiks hiks, aku bahkan menginginkan dia hadir demi kamu...oh...nak,, maafkan ibumu ini mommy sayang sama kamu sangat sayang, begitu juga dengan Daddy mu kamu jangan pernah merasa sakit hati Daddy mu hanya sedang salah faham"ujar Dheandra sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


sementara itu Refi, pergi dari Mension dia benar-benar frustasi, saat ini pikiran nya kacau bahkan saat ini dia sudah tidak konsentrasi untuk menyetir hingga dia menghentikan mobilnya di sisi jalan.


Refi pun turun dia menendang angin bahkan memukul-mukul tangan nya ke badan mobil.


"Jangan suka marah... jika tidak tau masalah yang sebenarnya"ucap seseorang di samping Refi, sontak pria itu menoleh.


tampaklah seorang wanita berambut pendek, seperti pinang dibelah dua dengan Amanda yang dulu saat mereka bertemu, begitu pula dengan penampilan nya.


"Amanda"ucap Refi.


"Om... kenal nama ku"ucap wanita itu.


"Maaf...aku kira kamu adalah Amanda istri ku, tapi aku salah karena usia kalian jauh berbeda"ucap Refi.


"Tapi usia ku juga sudah dewasa om,, sudah delapan belas tahun, hanya saja aku seorang gelandangan"ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Owh maaf aku tidak bermaksud menyinggung mu"ucap Refi.


"Tidak masalah om,, jangan merasa tidak enak hati gelandangan seperti saya tidak pernah tersinggung"ucap wanita muda itu


"Ini ambilah..."ujarnya lagi sambil menatap wajah Refi.


Refi hanya terus menatap Amanda delapan belas tahun itu.


"Jangan takut tidak ada racun atau bius nya kok....itu aman"ucap wanita itu.


"Terimakasih"ucap Refi.


"Sama-sama... Oya,, wajah Om... tampan juga kalau diperhatikan, pasti istrinya sangat beruntung memiliki om"ucap wanita muda itu.


"Kamu bisa saja, kamu tinggal di mana kok keluyuran sendirian ini jalanan sepi, apa?... kamu tidak takut bertemu dengan orang jahat"ucap pria itu heran.


"Pada dasarnya tidak ada orang jahat di dunia ini, hanya saja keadaan yang memaksa mereka harus berbuat demikian, berbagai macam faktor dapat menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan, tapi yakinlah mereka semua masih punya hati nurani hati kecil... yang akan menjadi pengendali dirinya, meskipun itu terjadi sesudah atau sebelum nya"ucap wanita itu lugas.


Refi terbengong melihat kedewasaan dalam diri gadis kecil itu.


"Tetap saja mereka akan berbuat jahat"ucap Refi.

__ADS_1


"Tapi semuanya karena terdesak oleh keadaan dan bisikkan setan"ucap wanita itu yang tiba-tiba menghilang.


Refi langsung tercengang dia berpikir apa?... dia berhalusinasi saat ini tapi botol air mineral itu begitu nyata bahkan masih ada dalam genggaman nya.


__ADS_2