Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Menikkah tanpa restu#


__ADS_3

Atala dan Bily, kini berada di sebuah rumah yang cukup besar, bisa dibilang setengah dari Mension, Bily, ternyata sudah menyiapkan semua nya hari ini mereka akan langsung menikah meskipun pernikahan itu hanya pernikahan siri.


"Yang, apa? ini"ucap Atala bingung .


"Kita akan menikah sayang meskipun tidak secara resmi dulu, karena pernikahan kita tanpa restu"ucap Bily.


"Sayang"ujar Atala, suara nya tercekat di tenggorokan.


"Kenapa? tidak mau, jika tidak mau kamu bisa pergi sekarang"ujar Bily, yang menunggu jawaban.


Awalnya Atala terdiam lalu kemudian dia menengadah ke atas seakan menahan tangisnya, kemudian ia berkata.


"Aku siap, meskipun hanya menjadi istri siri mu"ucap Atala.


"Ini hanya untuk sementara saja Yang.... nanti setelah kita dapat restu kita akan meresmikan Pernikahan ini"ucap Bily.


"Tidak, begini saja sudah cukup, dan jika nanti keluarga mu, meminta mu menikah lagi, kamu bisa lakukan itu tanpa"ucapan Atala, terhenti saat Bily, membungkam bibir nya dengan bibir Bily.


"Kamu jangan pernah bicara seperti itu, aku sudah katakan, sampai kapan pun kita hanya akan jadi satu, tidak ada yang kedua atau pun ketiga"kata Bily,tegas.


"Tapi Yang... aku serius"ujar Atala.


"Aku, lebih dari serius cinta"ucap Bily, tegas.


Bily, meminta MUA, untuk mendandani ulang calon istri nya, tidak hanya itu Bily, juga sudah menyiapkan gaun pengantin yang benar-benar cetar membahana, untuk istrinya itu, meskipun hanya pernikahan siri, Bily, juga mengundang rekan bisnisnya di acara resepsi kecil-kecilan yang ada di sana, setidaknya mereka bisa mengenal siapa? istri Bily, mau itu pernikahan resmi atau siri, yang terpenting mereka punya ikatan.


Tapi sepertinya akan ada kejutan di pernikahan mereka kali ini, saat Bily, dan Atala, berjalan menuju tempat ijab qobul, ternyata disana, sudah ada seluruh keluarga dan juga ada, kedua orang tua Atala, yang entah apa? yang mereka lakukan saat ini.


"Kau berani, menikah tanpa restu mommy dan Daddy"ujar Arina.


"Terpaksa mom, harus gerak cepat"ujar Bily, yang langsung mendapatkan jewer-an di telinga.


"Bily, kau keterlaluan"ujar Brian.


"Kakak, sendiri juga seperti itu"ucap Bily.


"Aku sudah ijin mommy, dan kalian juga hadir"jawab Brian, sambil merangkul istri tercinta nya Adeline.


"Aku juga sudah memberitahu orang rumah"ujar Bily, tidak mau kalah.


"Kau! buruan duduk, penghulu sedang sangat buru-buru, dan mertua mu, harus segera kembali ke luar negeri"ujar Arina.


"Dengan senang hati mom"ujar Bily.


Dan pada akhirnya pernikahan mereka tetap pernikahan resmi, meskipun, tidak mengadakan pesta besar-besaran, saat ini, setelah ijab qobul berhasil di laksanakan dengan satu tarikan nafas, seakan Bily, sudah sepuluh tahun belajar menghapal tentang semua itu.


Kini mereka sudah saling memasang cincin, dan saat proses mencium kening, Bily, juga mencium bibir istrinya, hingga mendapatkan pukulan di bahu nya, yang dilakukan oleh sang Mommy.


Daddy, nya hanya tersenyum kecil teringat masalalu nya dengan Arina, saat mereka menikah dengan Arina, di pernikahan siri mereka, dimana saat itu, dia malah menggunakan adat barat mencium bibir bukan kening, sontak penghulu membulatkan matanya, saat itu juga.


Setelah selesai jamuan makan alakadarnya, ala Bily Anderson, mungkin bisa dibilang pesta meriah bagi kaum menengah, dan akan sangat memuaskan tamu yang hadir pada saat itu.


Billy, dan keluarga kini sudah kembali ke Mension utama, semua orang tengah berkumpul dan berbincang tentang resepsi pernikahan yang akan digelar untuk Bily, dan Brian, tapi keduanya menolak, cukup konfrensi fers yang akan digelar bagi keduanya.


Arina, hanya bisa pasrah, keduanya memang tidak suka kehidupan glamor, meskipun mereka adalah Milioner.


Setelah semu semua, selesai di bahas, kini mereka semua tengah makan malam bersama, rencananya, setelah ini mereka akan pulang ke rumah masing-masing, tapi Bily, pergi ke hotel yang sudah dipanaskan oleh Arina, khusus untuk pasangan yang baru menikah, tentunya kamar khusus.


Bily, begitu bersyukur karena telah mendapatkan, wanita yang sangat ia cintai.


Saat ini mereka tengah menjalani ritual malam pertama.


Sementara itu di kediaman Desy, dia tengah kepayahan membawa suaminya, yang pulang dalam keadaan mabuk, juga terdapat bau parfum, wanita dan noda lipstik, entah apa? yang Mario, lakukan di luar sana, jika di depan pelayan, wanita itu masih terlihat bersabar dan sangat baik-baik saja, berbeda saat sampai di dalam kamar, Desy, langsung membawa suaminya masuk kedalam bathtub, dan mengguyur suaminya, dengan air, yang super dingin itu.


"Sayang, ampun sayang, aku tidak berbuat macam-macam"ujar Mario, yang mulai sedikit tersadar saat Air dingin itu mengguyur seluruh tubuhnya mulai dari kepala, seluruh tubuhnya, mendadak menggigil kedinginan saat ini, mungkin karena terlalu dingin suhu air yang Desy, gunakan.


Hingga orang yang sedang mabuk berat pun mulai sadar.

__ADS_1


"Renungkan semua kesalahan mu, dan jangan berharap bisa tidur bersama dengan ku lagi, kamu akan tidur di sini aku dengan anak-anak"ujar Daisy, sambil pergi begitu saja, tanpa peduli dengan panggilan, dan ocehan Mario.


Hingga pria itu bangkit dan membersihkan diri dengan baik, meskipun kepalanya masih sangat pusing.


Desy, sudah berbaring di kamar kedua putranya saat ini tanpa menghiraukan Mario, yang mendekat ke arah nya, dengan penampilan yang sudah sangat segar.


"Yang ayo pindah kita bisa bicara baik-baik sayang, sumpah, aku tidak melakukan apa-apa hanya saja ada jamuan minum, dan selebihnya aku langsung pulang"ucap Mario, menjelaskan.


"Kau, masih mengelak setelah noda lipstik di bibir dan di leher mu"ucap Desy, sambil menatap intens, menunggu jawaban Mario.


"Ada, wanita malam disana, mereka bahkan bukan hanya satu orang, aku sudah menolak, bahkan mungkin salah satu dari mereka cedera karena, aku memelintir tangan nya"ucap Mario, jujur.


"Heumm, benarkah itu, tapi sepertinya,kau sungguh menikmati itu"tuduh Desy, yang kini masih terbakar cemburu.


"Sumpah yang, aku serius, aku tidak pernah tertarik dengan wanita lain, selain kamu"ujar Mario, yang kini memeluk Desy, tapi wanita itu langsung mendorong nya.


"Pergi, sampai kamu, datang membawa bukti, jangan harap aku akan memaafkan mu, dan aku tidak akan segan untuk meninggalkan mu"ucap Desy.


"Sayang, please jangan sekarang ya, besok aku janji, sekarang kepala ku, masih sangat pusing"ujar Mario.


"Tidur di kamar tamu, jangan temui aku, sebelum kamu bisa mendapatkan bukti kejadian itu"ujar Desy, tegas.


"Aku mohon cinta, jangan sekarang"ujar Mario, yang kini bersujud di hadapan Desy.


"Kau! pekik Desy e langsung menarik kaki nya, menjauh dari pria itu.


...🌹💖💖💖🌹...


Desy, sudah pergi meninggalkan Mension,satu hari yang lalu, karena ternyata, Mario terbukti bersalah, telah tidur dengan wanita lain, meskipun itu adalah sebuah jebakan.


Desy, masih tetap tidak bisa terima, hanya karena alasan bisnis, suaminya bisa berbuat semaunya.


Sementara kini dia tinggal di sebuah rumah sederhana yang Desy, beli dengan uang tabungan nya, sendiri, hasil dari pekerjaan nya, sebagai seorang pengajar di sekolah SMK.


Rumah yang cukup nyaman, meskipun tidak seluas Mension milik Mario.


Desy, juga mendekorasi kamar kedua putranya, dan kedua anak lainnya.


Wanita itu, tidak pernah memberikan Bintang dan Langit, pada Maikel, meskipun pria itu selalu tak bosan, untuk meminta nya.


Bagi, Desy, keempat anak nya, lebih berharga dari harta yang ada di dunia ini.


Desy, sudah terbiasa mengurus, mereka sendiri, kecuali jika dia sedang mengajar, dia akan menitipkan keempat nya pada baby sitter nya.


Mario, sudah berkali-kali, berkunjung ke sana hanya untuk meminta maaf kepada istrinya, tapi pria itu tidak kunjung mendapatkan maaf tersebut.


Desy, begitu keras kepala, saat hatinya terluka, dia akan melindungi dirinya dengan menjauhkan diri dari orang yang sudah menyakiti nya.


Mario, sendiri tidak pernah putus asa, dia bahkan memanfaatkan, anak-anak untuk tujuan nya itu, terserah jika ada yang bilang dia sangat licik.


Hingga akhirnya, Desy luluh demi keempat anak nya, yang masih sangat kecil.


Lain halnya Desy dan Mario.


Sudah, satu Minggu sejak mereka menikah kini Bily, membawa serta Atala, ke Amerika, pria itu sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan.


Bily, tidak jadi memberikan perusahaan tersebut pada mertua nya, karena Atala, juga sudah resmi menjadi istri Bily, atas persetujuan nya.


Bily, begitu bahagia, karena Atala, mampu membuat hidup nya, lebih berwarna meskipun, mereka baru menikah, saat ini ada yang lebih memperhatikan nya, dari mulai akan tidur dan bangun tidur, tidak hanya itu, Atala, juga selalu memprioritaskan dirinya, begitu juga sebaliknya, jika selama ini, saat jam makan siang tiba, Bily, bahkan sering melewatkan hal itu, tapi kali ini tidak lagi, jika dia sedang benar-benar sibuk, Atala, akan datang membawa makan siang untuk nya, tapi jika senggang Bily, akan pulang untuk makan siang bersama istri dan kadang lebih dari itu, hingga Bily, malas untuk kembali ke kantor nya.


Atala, sendiri kini tengah menikmati perannya sebagai seorang istri.


Dia bahkan melarang Bily, untuk mengadakan pelayan di apartemen, karena Atala, tidak ingin ada orang lain di antara mereka wanita itu bahkan membersihkan apartemen yang begitu luas dan bahkan kadang dia masak untuk makan malam kedua nya.


Seperti saat ini, dia baru selesai mencuci baju lalu merapihkan nya langsung, karena tidak perlu menjemur pakaian mesin cuci itu sudah langsung ada mesin pengering.


Setelah selesai dengan pekerjaan nya, cuci mencuci dan membersihkan seluruh ruangan kini saatnya dia memanjakan diri, berendam di bathtub dengan Sanum aroma terapi, dan setelah itu ia akan segera memesan makanan, untuk suaminya saat pulang nanti, karena, hari ini Bily, meminta istrinya untuk tidak memasak dan ingin makan, yang bahkan istrinya belum pernah memasak itu, meskipun mungkin sudah ada di YouTube, tapi Bily, tidak ingin istrinya kepayahan.

__ADS_1


Sampai pintu apartemen terbuka lebar, senyuman manis itu sudah menyambut Bily, yang kini tengah berjalan masuk kedalam.


"Siang saya, heumm, sudah wangi dan sangat cantik, aku semakin mencintai mu"ucap Bily.


"Heumm, gombal"ujar Atala.


"Aku serius sayang"ucap pria itu.


"Benarkah" goda Atala.


"Tentu Sayang"ujar Bily.


Mereka pun akhirnya tiba di meja makan, setelah Bily, mendudukkan istrinya yang tadi dia gendong, sesaat setelah menerbitkan buket bunga mawar putih kesukaan Atala.


"Sayang, seperti nya, kamu sedikit berisi, saat ini, pipi mu sedikit bertambah cuby apa? efek bahagia, atau "ucapan Bily, sengaja dibuat menggantung.


"Atau apa?" tanya Atala.


"Atau mungkin, sudah ada baby, di sini"ujar Bily, sambil mengelus perut rata istrinya.


"Apa,? kau salah, kita baru satu bulan menikah"ucap Atala.


"Tentu saja tidak, Sayang, mungkin saja benih itu, tumbuh subur"ujar Bily.


"Tidak, mungkin"ujar Atala, tidak percaya, dia sendiri tidak yakin, tapi dirinya, memang sudah terlambat datang bulan, saat ini.


"Ya sudah nanti kita bahas lagi, sekarang aku sudah laper"ujar Bily.


"Mereka pun, menghabiskan makanan tersebut, saat itu juga.


Bily tidak kembali ke kantor, karena Arina, datang berkunjung, Arina, yang sudah tinggal lama di Amerika, sejak , kepergian Arinda.


Karena Arina, selalu mengingat mending sang mommy, dan hatinya selalu rapuh saat berada di Indonesia.


Arina, datang untuk bertanya kabar secara langsung pada pasangan pengantin baru itu.


Mereka pun berbincang sampai beberapa jam, setelah itu Arina, kembali pulang, ke Mension nya.


Bily sendiri, saat ini tengah mandi, bersama dan Atala.


Sementara itu di kediaman Desy, sejak mereka kembali bersama, Desy, masih memisahkan diri dari Mario, kata damai yang terucap hanya untuk anak, memang itu yang Desy lakukan, meskipun perubahan besar itu, sungguh menyiksa Mario.


Pria itu bahkan harus menggunakan jasa pelayan untuk mengurus keperluan nya, sehari-hari sementara Desy, sibuk mengurus keempat putra nya.


"Yang, kita, harus bicara"ucap Mario, yang sudah tidak tahan dengan sikap Desy, yang cuek meskipun saat ini mereka tinggal dalam satu atap.


"Mau bicara apalagi, semua sudah kita bicarakan, kamu bilang kita berdamai untuk anak, itu sudah aku lakukan"ujar Desy.


"Tapi kita masih suami istri sayang kena"


"Owh, jadi kamu ingin kita bercerai ok"ujar Desy.


"Yang! bukan itu"teriak Mario, yang tidak terima jika Desy, mengatakan kata cerai.


'Lalu apa heeuh, apa? yang kamu mau ingin bawa wanita ****** itu kemari ayo lakukan"ujar Desy.


"Desy!"teriak Mario, lebih kencang lagi.


"Kita bercerai saja, agar kau bebas membawa nya kesini"ujar Desy.


Mario langsung meninju meja itu hingga hancur rembesan darah keluar dari tangan Mario, karena, tangannya terluka.


Desy, mematung di tempatnya dengan tetesan air mata di yang jatuh menetes di pipi, tidak sampai beberapa detik Desy, pergi dia tidak lagi ingin melihat emosi Mario yang meledak-ledak, pria itu bahkan melanjutkan kemarahan nya, dengan menghancurkan apa yang ada di hadapannya .


"Apa-apaan ini!"teriak Alexander yang baru saja datang.


"Istri ku, tidak mau mengerti Daddy, dia benar-benar membenci ku, semua karena bajingan itu"ujar Mario.

__ADS_1


Pria itu menyebut seseorang dibalik kejadian itu.


__ADS_2