Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pernikahan Agam#


__ADS_3

Keesokan harinya Agam sudah bersiap dengan segala Persiapan untuk acara pernikahan nya yang akan digelar di hotel berbintang di Jakarta, pria itu terlihat tampan dan gagah Agam, sendiri terkejut kenapa? pernikahan dadakan nya bisa langsung siap dengan segala kemewahan yang ada saat ini seakan telah direncanakan oleh keluarga nya sebelum nya, karena tidak mungkin mengurus semua itu dalam satu malam dengan dekorasi yang begitu mendetail dan sangat megah tersebut.


Agam, sudah duduk di podium yang disediakan oleh pihak wedding organizer untuk acara ijab qobul, yang akan Agam lakukan untuk mempersunting kekasih nya, yang ternyata diam-diam telah dekat dengan kedua orang tua nya.


Agam pun terlihat sesekali membuang pandangannya nya kearah samping agar jepretan kamera tidak dapat mengabadikan momen tersebut, tapi bukan kameraman profesional jika tidak bisa mendapatkan semua gambar terbaik dari Agam, maupun calon mempelai perempuan yang bernama Amanda.


sementara itu di kampung Kamelia tengah menikmati kebersamaan nya dengan keluarga nya.


Kamelia bahkan belum sempat memberitahu Agam, wanita itu bahkan melupakan semua hal yang Agam ucapkan untuk membuka usaha dengan uang pemberian nya, dia hanya memberikan oleh-oleh yang dia bawa dan juga sedikit uang.


karena yang keluarganya tau Kamelia kuliah sambil bekerja, ya itu lebih tepatnya bekerja menjadi sugar baby, dari pria bernama Agam.


Kamelia baru saja habis makan siang, tiba-tiba pintunya diketuk oleh dua orang sahabat nya sejak kecil, tapi keduanya tidak melanjutkan sekolah seperti Kamelia yang satu sudah menikah dan yang satu menjadi pegawai restoran yang ada di kampung tersebut.


"Sari.....Ani... kalian apa?kabar!"ucap Kamelia begitu antusias begitu pula dengan kedua temannya itu.


"Baik,, kita baik kamu bagaimana"ucap keduanya kompak.


"Alhamdulillah baik, meskipun hidup tak seindah yang kita bayangkan"ucap Kamelia yang sambil tersenyum miring.


"Heummm Ani , kamu perhatikan gak, kalau sahabat kita yang satu ini sekarang semakin cantik saja, kulitnya putih mulus"ucap Sari.


"Kau,, itu' di kota itu banyak yang namanya skincare untuk merawat tubuh apalagi wajah"ucap Ani.


"Jika ada uang"jawab Kamelia.


"Itu betul disini juga banyak, asal ada duit semua bisa perawatan tapi sayang kita tidak mampu untuk itu"ucap sari sambil tertawa bersamaan.


"Aku tidak pernah menggunakan apapun kecuali pelembab wajah, seperti dulu mungkin faktor cuaca juga"ucap Kamelia.


Akhirnya mereka pun duduk di bale-bale yang lumayan nyaman itu di teras belakang rumah Kamelia, kedua sahabatnya bahkan terlihat begitu ceria mereka bahkan membicarakan semua tentang yang terjadi pada mereka saat Kamelia tidak ada.


hingga sari teringat sesuatu"Owh ya ampun aku sampai lupa, hari ini idola kesayangan ku, akan menikah dengan pria pengusaha kaya raya, yang bernama Agam, yang super keren itu"ucap sari sambil melompat mencari ponsel nya untuk melihat tayanganYouTube.


Sari adalah salah satu fans terberat nya Amanda saat itu juga dia membuka sosial media tersebut dan tampak lah wanita cantik berbalut gaun pengantin tengah berdiri berdampingan dengan pria yang Kamelia kenali bahkan bukan hanya kenal karena selama ini mereka tinggal bersama meskipun tidak setiap hari Agam, ada di apartemen nya.

__ADS_1


Sakit... sudah jelas, sangat menyakitkan, tapi Kamelia tidak memperlihatkan semua itu di hadapan sahabat nya, dia hanya diam seribu bahasa melihat semua tayangan melihat semua kisah nyata yang sebenarnya, bukan sebuah khayalan, seperti dirinya.


tanpa sadar Air mata nya menetes Kamelia memalingkan wajahnya kearah lain karena tidak ingin kedua sahabat nya melihat itu.


Kamelia pun pamit untuk ke kamar mandi sebentar dengan alasan ingin buang air, padahal dia sudah tidak kuat, apalagi saat janji suci itu terdengar nyaring oleh nya dan melihat langsung Agam mengecup kening wanita itu.


"Selamat menempuh hidup baru kak, semoga kamu bahagia bersama nya"ucap Kamelia lirih.


Masih didalam kamar mandi, gadis itu pun mematikan ponsel nya bahkan memblokir nomor Agam, wanita itu sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di kota kelahiran nya, tidak hanya itu dia juga mentransfer uang yang ada di rekening nya semua tanpa sisa ke rekening asisten pribadi Agam, saat itu juga, lebih baik dia tetap menjadi dirinya yang tidak punya apa-apa, daripada bergantung pada orang yang jelas tidak ditakdirkan untuk dirinya.


Kamelia kembali setelah tangis nya reda dan sudah membasuh muka nya yang sembab itu.


sementara Agam, yang sudah baru saja selesai melakukan ijab qobul, pria itu kini pergi menuju sebuah kamar, lain dan tidak diketahui oleh siapapun, karena secara diam-diam dia meminta asisten nya untuk menemui nya di kamar tersebut.


"Apa? Kamelia menghubungi mu, apa? ada yang terjadi"ucap Agam.


tapi yang ditanya malah bungkam dan seakan sulit untuk berbicara pada tuan nya, entah apa? yang harus dia katakan saat ini,apa dia harus mengatakan bahwa Kamelia telah memblokir nomor bos nya itu, atau tentang uang yang sudah Kamelia transfer, pria itu masih menatap kosong.


"Hi..! apa kau ingin mati, cepat katakan ada apa?" ucap Agam.


Kini gunung berapi yang tengah aktif itu siap menumpahkan lahar panas yang akan membakar seluruh hutan belantara itu sudah sangat mengerikan, Arman langsung bertekuk lutut di hadapan Agam.


"Kenapa!!!.... kenapa? baru sekarang kau memberitahu ku bodoh, aku tidak ingin tau segera cari dia sampai ke lubang semut sekalipun, aku tidak akan mengampuni mu jika Kamelia ku tak kembali"ucap Agam tegas pria itu bahkan mengamuk di kamar tersebut hanya dalam beberapa detik saja semua sudah hancur berantakan kini terlihat tetesan darah dari tangan Agam yang kekar itu, karena pria itu bahkan menghancurkan kaca dinding kamar itu dengan sekali tinju, padahal jika dipikir-pikir kaca itu begitu tebal dan tidak mungkin hancur jika hanya kena tinjau, tapi Agam mampu melakukan itu.


petugas keamanan hotel pun bergerak menuju ke dalam kamar itu tapi tidak menemukan siapapun di dalam sana bahkan rekaman Cctv pun telah hilang, semua orang tidak akan percaya bahwa Agam bisa melakukan semua itu bahkan keluarga nya sendiri tidak ada yang tau bahwa Agam bukan lah pria biasa.


Agam adalah pria hebat yang memimpin sebuah organisasi di dunia bawah, semua itu berkat sang paman, yang tak lain adalah kakak Argha, yang mengincar anak itu sedari kecil diam-diam Agam, selalu diarahkan oleh nya hingga saat dia SMA, pria tampan itu telah bergabung dengan sang paman.


🌹💖💖💖🌹


Saat ini Agam tengah berada di Bali untuk berbulan madu, seperti perintah sang ayah tapi tidak untuk tidur bersama dengan istrinya yang selama ini Agam tau sudah bukan wanita baik-baik, bahkan wanita itu sering kedapatan sedang berada di kamar hotel bersama dengan pria lain, dan tidak hanya satu orang saja.


Agam masih duduk di sofa sambil menikmati rokok nya yang tengah mengepul mengeluarkan asap, pria yang kini hanya menggunakan kimono tidur nya itu, dia tengah menunggu informasi, tentang keberadaan Kamelia, pria itu tidak bisa melacak keberadaan Kamelia, karena saat itu sopir pun hanya mengantar Kamelia hingga terminal kota, karena Kamelia bilang sudah ada yang menjemputnya, yaitu ayah nya.


Agam semakin dibuat kesal karena hingga hari ini dia tidak bisa mengandalkan anak buah nya, padahal semua adalah hal yang mudah tapi seakan ada yang menutup semua informasi tentang Kamelia.

__ADS_1


tanpa Agam, ketahui Kamelia telah menghubungi Argha, yang sempat mendatangi nya di apartemen satu hari sebelum Kamelia pulang kampung, itulah kenapa? Kamelia bertanya kapan? Agam akan menikah, saat itu rupanya Argha yang memberitahu bahwa Agam, sudah memiliki calon istri, dan Kamelia diancam untuk meninggalkan Agam, tapi saat Agam meyakinkan bahwa dia begitu penting bagi Agam, dia pun memutuskan untuk bertahan dengan pria yang sangat ia cintai itu, tapi saat melihat prosesi pernikahan itu berlangsung Kamelia sudah mengerti bahwa Argha tidak akan main-main, gadis itu pun meminta Argha untuk membantu nya menghilang dari dunia Agam, meskipun wanita yang kini sudah pindah kuliah tersebut masih berada di kota kelahiran nya, dia kuliah di sana.


Agam hanya bisa mengusap wajah kasar dia bahkan tidak peduli dengan wanita yang kini bergelayut manja di lengan nya, yang dia pedulikan saat ini adalah kemana? dia harus mencari informasi tentang Kamelia, sedang di setiap kampus yang anak buah nya datangin tidak ada satu orang pun yang melihatnya.


Agam masih diam seribu bahasa hingga wanita yang kini berstatus istri nya itu terus menggerayangi tubuh nya, seperti semut gatal.


Agam langsung menghempaskan nya kasar dia menatap tajam kearah Amanda yang kini terlihat ketakutan, Argha bahkan mengambil pisau buah yang ada di hadapannya, dan mendekat ke arah Amanda, dan menempelkan ujung pisau tajam itu di pipinya.


"Kau tau bagaimana rasanya jika pisau ini menggores pipi mulus bekas operasi yang kesekian kalinya, bahkan tidak akan pernah ada yang bisa membuat nya kembali mulus seperti saat ini"ucap Agam dengan tatapan mata yang benar-benar sangat menakutkan.


"Mas, apa? salah ku kita sudah sah menjadi suami istri bukan, dan lagi kita sudah berhubungan sangat lama, jadi tidak mungkin bukan jika kamu benar-benar tidak mencintai ku, atau kamu tidak normal"ucap nya sedikit gelagapan saat ini.


"Aku tidak minta pendapat mu, satu hal yang harus kamu tau aku jijik disentuh oleh wanita kotor seperti mu, dan jika pun kamu masih perawan, bukan karena benar-benar perawan tapi aku bahkan tau siapa? orang yang pertama kali menyentuh mu, jadi sampai kapan pun, pernikahan ini hanya akan menjadi setatus tidak lebih, dan jangan harap satu sen pun harta kekayaan ku, kecuali uang nafkah yang tidak sepantasnya kamu dapat kan, itupun agar bisa menutupi pernikahan ini"ucap nya tegas.


sementara Amanda meringis wanita itu hanya bisa menahan sakit karena ujung pisau tersebut menembus kulit pipinya meskipun hanya sedikit.


Agam, langsung pergi meninggalkan wanita itu sambil melempar pisau tersebut kearah Amanda yang masih terbaring, hingga menancap sempurna di samping pipi Amanda yang tengah memejamkan mata nya karena sangat ketakutan dan tidak bisa menghindar.


"Ternyata kau adalah monster berwajah tampan, sungguh sangat mengerikan"ucap Amanda yang kini menangis sesenggukan karena menyesal telah menikah dengan Agam.


seandainya dia tidak memaksakan diri, untuk menikah dengan Agam, karena ingin menutupi kehamilan nya, dan ingin menjebak Agam mungkin semua tidak akan pernah jadi seperti ini.


kini yang sebenarnya terjebak dalam perangkap adalah dirinya, dan Agam, adalah pemenang nya.


sementara itu di tempat Kamelia bekerja di sebuah bengkel mobil, gadis itu kembali melakukan pekerjaan kasar sebagai montir, seperti saat dia masih sekolah SMA, dulu dia bekerja dari sore hari dan berakhir di jam 00:00 setelah itu dia pulang ke kosan nya dia satu kos dengan Sari, karena Ani sudah menikah.


kebetulan restoran tempat sari bekerja juga dekat dengan tempat kerja Kamelia, saling berhadapan malam cuma terhalang jalan raya, dan tempat itu selalu ramai dengan pengunjung, jadi Kamelia tidak akan kesepian.


tidak hanya itu, dia akan mengendarai mobil truk, untuk mengangkut hasil panen, jika di desanya banyak orang yang lagi panen, dengan begitu dia memiliki banyak pemasukan dan kuliahnya tetap berjalan lancar, meskipun terkadang didera rasa kantuk tapi wanita itu masih bisa berdiri tegar, dan ada satu keputusan tersendiri meskipun uang yang dia dapatkan tidak sebanyak yang diberikan oleh Agam, padanya dulu, tapi dia bangga karena uang itu hasil kerja keras nya sendiri.


sudah lima bulan berlalu, sejak saat itu, kini Agam sudah menyerah melakukan pencarian, dia hanya berharap suatu saat datang keajaiban yang akan mempertemukan dirinya dengan Kamelia, sementara Kamelia sendiri sudah tidak ingin mengingat semua itu lagi meskipun sulit untuk dilupakan, semua kelembutan yang Agam berikan.


weekend kali ini Kamelia, tidak pulang ke kampung, untuk menarik hasil panen karena tidak ada yang panen sekarang musim menanam padi, jadi Kamelia memutuskan untuk mencari pekerjaan di sela waktu libur nya, kebetulan bos tempat sari bekerja meminta dia untuk mengantar nya ke Jakarta untuk melihat perkembangan restoran yang ada di sana yang baru di buka beberapa bulan itu, dan upahnya sangat lumayan.


akhirnya Kamelia pun bersiap pagi-pagi sekali seperti yang telah mereka janjikan, wanita itu pun berdandan seperti gadis tomboi pada umumnya, dia menguncir rambut nya menggunakan topi dan masker, juga kacamata hitam, hingga wajahnya benar-benar tidak terlihat jelas.

__ADS_1


mereka pun berangkat pagi itu tepat pukul tujuh pagi, dan sampai di Jakarta tiga jam setelah itu karena jalanan sudah benar-benar macet dan mereka tiba di sana tepat saat jam makan siang Kamelia memarkirkan mobilnya di area parkir restoran tersebut.


__ADS_2