
Andra terus berteriak bahwa dia ingin masuk tapi Dheandra tak menghiraukan nya wanita itu tetap tidak peduli hati nya terlanjur sakit jika saja dia tidak pernah memiliki anak dengan pria itu, mungkin dia akan tetap tidak menerima pria itu sisi nya meski rasa cinta itu begitu besar.
Dheandra kini tengah mengangkat baby Arinda, karena dia menangis minta di gendong kemudian disusul baby Arina yang juga ingin digendong saat dia kesulitan saat itu Refi, datang dan langsung mengambil baby Arina yang kini tersenyum manis tanpa suara.
"Sayang.... kalian harus bisa berbagi karena tangan mommy kalian hanya ada dua jadi tidak akan bisa gendong kalian langsung kecuali kalau kalian sudah bisa duduk dan berdiri untuk menyeimbangkan leher kalian"ucap Refi.
"seakan mengerti keduanya tiba-tiba saja menatap wajah Refi.
"Mereka lebih menurut pada mu jadi biarkan aku yang bekerja lagi kamu tinggal di rumah atau di kantor hanya untuk menjaga mereka berdua"ucap Dheandra.
"Urusan pekerjaan aku sudah mulai terbiasa menangani nya kamu tenang saja kalau kamu mau kita ke kantor bersama kau bisa memantau semua nya sambil menjaga mereka"ucap Refi.
"Terimakasih banyak fi, andaikan saja Georgio mengijinkan aku untuk resign dari pekerjaan ku aku akan tinggal di rumah sambil mengurus anak-anak dan panti Bunda "ucap Dheandra.
"Kamu itu jangan terlalu membebani pikiran mu terus semua sudah ada yang mengurus"ucap Refi.
sementara Andra, sedari tadi tidak kenal lelah dia masih berdiri di depan gerbang sambil menunggu pintu itu dibuka, Refi mulai berjalan untuk membuka pintu tersebut dan memberikan waktu untuk Andra,agar berbicara dengan baik bersama Dheandra.
"Abang bisa masuk sendiri kedalam tapi kenapa??. harus menunggu pintu dibukain kesan nya seperti seorang tersangka yang benar-benar melakukan hubungan itu"ucap Refi yang tau setiap kejadian yang menimpa Andra, dari teman nya di kantor yang ternyata selain asisten pribadi Dheandra pria itu juga adalah seorang hacker.
Refi, mengetahui semua nya Andra terkena jebakan dan sebenarnya mereka tidak pernah melakukan hubungan badan hanya pil ilusi itu yang membuat nya mengiyakan segala ucapan dan barang bukti mereka tengah bugil di atas kasur padahal wanita itu hanya menjebak nya seakan mereka melakukan hubungan intim padahal yang mengambil gambar itu adalah suami dari wanita itu dan rayuan yang selalu wanita itu lakukan hanya untuk menguras uang Andra.
Andra hanya bisa diam sementara Dheandra tidak memperdulikan tatapan pria yang kini mendekat ke arah nya.
Dheandra pergi membawa masuk Arinda ke dalam, Andra mengikuti nya Dheandra masih berjalan menuju ruang tamu bahkan dia tidak menghiraukan panggilan Andra.
"Yannk ... maafkan aku"ucap Andra lirih.
"Bi tolong bawa Arinda ke atas"ucap Dheandra.
"Baik nyonya"ucap BI Ijah.
"Mau apa??... datang kemari "ucap Dheandra .
"Sayang kita harus bicara"ucap Andra.
"Menurut mu harus berapa kali lagi aku memberikan mu kesempatan"ucap Dheandra.
"Selamanya sayang, aku janji ini yang terakhir kali melakukan kebodohan"ucap Dheandra.
Andra mendekat hendak meraih tangan Dheandra tapi wanita itu langsung menepis nya, Andra tidak menyerah dia langsung memeluk erat Dheandra yang kini mencoba melepaskan pelukannya itu dengan memukul bahu Andra tapi pria itu tidak bergeming sedikitpun.
"Yang kamu bisa memukul ku sampai kau puas tapi tidak untuk pergi dari ku aku sangat mencintaimu dan sampai kapan aku tetap mencintaimu Dhea, seberapa khilaf nya aku aku tak pernah melupakan cinta kita sayang"ucap Andra.
"Kamu pikir aku robot yang tidak punya perasaan bisa kamu perlukan sesuka hati mu, aku punya hati yang bisa merasakan sakit, kamu tau bagaimana rasanya sakit karena dikhianati oleh pasangan mu sendiri apa??... kamu mau aku melakukan hal yang sama dengan mu"ucap Dheandra menatap lekat wajah pria yang juga sedang menatap ke arah nya.
"Dan akan aku pastikan orang itu akan mati saat itu juga"ancam Andra.
"Kau tidak akan bisa mencegah nya"ucap Dheandra.
"Aku bisa melakukan hal yang tidak bisa kamu duga sebelumnya"ucap Andra.
Dheandra hanya tersenyum sinis , hal itu membuat Andra langsung terbakar amarah dia langsung mengangkat tubuh Dheandra menuju lantai atas tempat mereka tidur saat tinggal di rumah tersebut.
"Lepas!!"ucap Dheandra
berteriak minta di lepas tapi Andra tidak melepaskan nya, Andra malah terus membawa nya ke arah kamar mandi di dalam kamar nya itu Andra langsung menghidupkan shower dan meluncur lah air dingin itu membasahi tubuh mereka Andra sengaja ingin membuat Dheandra mendinginkan suasana.
"Abang...minggir dingin tau kalau kamu mau mandi mandi sendiri jangan mengajak ku"ucap Dheandra, kesal.
"Dhea, aku ingin mendinginkan suasana, aku mencintaimu"ucap Andra sambil kembali memeluk istrinya itu.
__ADS_1
Dheandra yang merindukan Andra, dalam rasa sakit nya wanita itu tidak bisa membendung rasa cinta nya, rasanya kesalahan yang selalu Andra lakukan akan lenyap begitu saja karena rasa cinta nya lebih dominan dari rasa kecewanya.
Anda mendekat kan kening mereka saat ini keduanya saling tatap di bawah guyuran shower, yang kini berganti dengan air hangat Dheandra langsung memeluk suaminya itu.
"Daddy aku sangat mencintaimu aku mohon jangan ulangi lagi kesalahan itu aku aku takut anak-anak akan kehilangan mu"ucap Dheandra lirih.
"Aku lebih mencintai mu lagi honey, please maaf kan aku"ucap Andra.
dua tahun berlalu semenjak saat itu, Dheandra hidup bahagia kini wanita itu tengah menikmati hari-hari nya, dengan mengurus kebutuhan suami dan ketiga anak nya.
"Sayang Arinda , Arina mommy nakal sama Daddy"ucap Andra yang kini pura-pura meringis di samping Dheandra yang kini pura-pura memukul Daddy nya itu.
"Mom ...j a Ngan "ucap keduanya sambil berusaha naik ke atas ranjang.
"Habis Daddy nya mencubit mommy"Ucap Dheandra.
"Daddy"ucap keduanya kompak.
"Ndak boleh nakal"ucap Arina yang sedikit lebih lancar dari Arinda.
"Iya sayang maaf"ucap Andra, yang langsung mengangkat keduanya kedalam pangkuan nya.
Dheandra langsung mencium ketiga nya, sementara Gerald, sudah dua tahun ini tinggal bersama Georgio, karena pria itu tidak kunjung mendapat kan putra hingga dua kali pernikahan nya selalu mendapat kan anak perempuan.
Dheandra awal nya keberatan tapi Georgio menjamin putra nya tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dan satu hal lagi dia sudah memiliki seperempat harta kekayaan milik Georgio, yang sengaja ia berikan saat ini agar tidak ada perebutan harta di kemudian hari,kini usia Gerald sudah menginjak lima tahun enam bulan, bahkan ulang tahun nya enam bulan yang lalu di rayakan secara besar-besaran.
Andra awal nya tidak mengijinkan itu tapi demi kebebasan sang istri agar dia tidak bekerja lagi karena kini Refi yang menggantikan posisi nya, hanya saja dia masih harus memberikan bantuan jika Georgio membutuhkan itu kapanpun.
sementara Gerald akan melakukan video call setiap hari saat dia merindukan Daddy dan mommy nya.
Dheandra kini tengah menyuapi kedua putrinya mereka selalu berebutan sang bunda keduanya tidak mau mengalah dan akhirnya Andra atau Refi mau tak mau harus pergi terlambat ke kantor.
seperti sekarang ini, Arinda menjambak Arina karena mommy nya lebih dulu menyuapi Arina, Dheandra sampai menangis karena bingung harus bagaimana sementara kasih sayang nya pada kedua putrinya begitu besar.
Dheandra kini tengah menjemput Andra yang mobilnya tengah mogok, padahal dia sudah sangat lelah tapi dia tidak mau menggunakan taksi, Andra juga berencana memberikan kejutan untuk istrinya yang kini tengah berulang tahun yang ke 27 tahun.
"Daddy, dimana aku sudah di jalan Daddy tunggu aku di situ aku sama kedua putri kita kesannya jadi tidak bisa cepat-cepat bawa mobilnya"ucap Dheandra.
akhirnya Andra pun kini mencari cafe terdekat setelah menelpon bengkel untuk menderek mobil nya.
Andra pun mengambil barang-barang berharga nya dari mobil dan membawanya ke arah cafe di dalam koper kecil, karena setiap berangkat ke mana pun Andra, selalu koper kecil nya berisi barang keperluan nya, dan berbagai barang berharga nya seperti ponsel laptop dan jam tangan nya yang selalu menemani nya.
💌"sayang aku berada di cafe xx kamu hati-hati di jalan"ucap Andra dalam pesan singkatnya.
sementara Andra sudah menelpon pihak hotel, Andra juga meminta asistennya untuk membeli segala keperluan anak dan juga istrinya saat nanti mereka menginap di hotel.
Dheandra bahkan berhenti sejenak karena Arina, nangis ingin membeli mainan yang di jual di pinggir jalan.
"Bang boleh saya minta tolong,menepi dulu putri saya ingin beli mainan"ucap Dheandra pada seorang penjual mainan yang di jual di mobil bak terbuka itu.
"Tapi Nona, saya sedang buru-buru"ucap sopir itu.
"Tolong bang sebentar saja, saya janji akan bayar mahal mainan Abang jika perlu saya borong semua nya agar Abang untung"ucap Dheandra yang sedang sangat butuh, karena si kecil Arina, tidak bisa di bantah.
Arina, sedikit keras kepala jika dia sedang ada maunya, tapi dia suka berbagi tidak seperti si kakak, suka berbagi tapi galak jika merasa tersaingi, tapi bagi Andra dan Dheandra,sikap mereka sangat menggemaskan.
"Baiklah Nona"ucap si pedagang mainan tersebut.
"Arina sama kakak mau mainin apa"ucap Arinda yang kini mengajak kedua nya turun bahkan si Abang tukang jualan tersebut membantu Dheandra menjaga salah satu nya saat Dheandra memilih apa yang diinginkan oleh putri kecilnya itu, Dheandra tau putri nya akan berebut nantinya karena Arinda saat ini masih anteng dengan handphone miliknya.
Dheandra membeli mainan yang sama dan ada beberapa yang ia ambil meski mainan itu di beli dengan sangat murah ,Dheandra, bukan tipe ibu yang akan memanjakan anak nya setiap saat dengan barang-barang mahal, apalagi untuk urusan mainan yang penting aman untuk anak nya ia akan beli itung-itung nolong orang yang membutuhkan meski tidak secara langsung.
__ADS_1
"Berapa??...semua ini bang" ucap Dheandra.
"Dua ratus ribu saja nona "ucap pedagang tersebut.
"Ini tolong diterima"ucap Dheandra.
"Tapi Nona ini terlalu kebanyakan "ucap orang tersebut.
"Anggap saja itu rejeki untuk keluarga di rumah"ucap Dheandra.
"Terimakasih Nona"ucap nya lagi.
boleh minta tolong masukkan mainan nya ke dalam mobil saya bawa putri saya dulu"ucap Dheandra.
"Tentu saja boleh Nona,sini biar saya batu bawain si neng kecilnya"ucap nya lagi.
"Terimakasih"ucap Dheandra.
"ngomong-ngomong sudah berapa lama Abang jualan"ucap Dheandra.
"Baru satu bulan Nona, itupun setelah saya meminjam uang pada rentenir, karena saat itu sedang kepepet biyaya lahiran istri saya , saya pun hanya kuli harian nona semua itu bukan barang dagangan saya,itu milik bos saya"ucap pria yang masih terlihat baru sekitar empat puluh tahun nan itu.
Dheandra, merasa terketuk hatinya, beruntung jalanan saat ini sedang sepi Dheandra pun mencoba menawarkan pekerjaan.
"Abang punya hutang berapa sama rentenir"ucap Dheandra lembut.
"Lima puluh juta Nona"itu pun masih terus berbunga"ucap nya lagi.
"Begini saja Abang tidak usah berjualan itu lagi kebetulan saya sedang butuh sopir di Mension, bagaimana kalau Abang kerja di sana gajih nya hanya lima juta perbulan tapi jika Abang bisa kerja dengan baik saya bisa tambah lagi gajinya"ucap Dheandra terdiam sejenak.
"Saya mau Nona, tapi saya bingung anak dan istri saya sekarang masih berada di rumah sakit, dan baru bisa keluar besok"ucap nya.
"Tidak masalah minta rentenir itu temui saya di cafe xx sekarang juga,tapi datang nya bareng Abang"ucap Dheandra yang kini langsung pamit dan melaju kan mobilnya kembali ke cafe xx.
sementara Andra, saat ini dia sudah tidak sabar menunggu istrinya, yang sedari tadi terus berkirim pesan, setelah mengabari bahwa anak nya sedang ingin membeli mainan.
"Sayang kamu dimana sih udah hampir satu jam nunggu belum juga datang"gumam Andra.
Tidak lama mobil yang dikemudikan oleh Dheandra pun tiba, Andra langsung keluar untuk menjemput anak-anak dan juga istrinya itu.
"Sayang ko lama??..."ucap Andra yang langsung mengecup bibir Dheandra sekilas.
"Aku ada urusan Abang"ucap Dheandra lembut.
"owh ya udah ayo masuk aku dah laper juga"ucap Andra.
"Iya Daddy"jawab Dheandra.
kedua anak nya anteng duduk dengan mainan tersebut, bahkan Dheandra, seakan tak membawa keduanya saking antengnya.
"Sayang beli mainan dari mana kelihatan nya tidak ada di iklan"ucap Andra yang belum pernah membeli mainan yang di jual di pinggir jalan.
"Itu panjang ceritanya Daddy nanti aku ceritakan"ucap Dheandra yang kini celingukan mencari orang yang sudah membuat janji dengan nya.
"Kamu cari siapa sih yang"ucap Andra.
"Aku nunggu seseorang Daddy, nanti aku jelaskan"ucap Dheandra.
Dheandra langsung membuat surat perjanjian tertulis di ponselnya untuk nanti rentenir itu tanda tangan.
"Ayo makan Sayang"ujar Andra.
__ADS_1
Dheandra pun mulai memakan hidangan yang baru di antar itu.
hingga saat Dheandra selesai makan, tiba-tiba seseorang datang dengan langkah gontai dan wajah babak belur karena di hajar oleh rentenir tersebut, saat dia bilang akan melunasi hutang nya, tapi mereka harus ikut ke sebuah tempat rentenir itu merasa dipermainkan oleh pria tadi