
"Apa? tidak salah"ujar Ananda sambil melepaskan diri dari rangkulan pria yang masih berstatus suami tersebut.
"Sayang aku tau, aku salah tapi aku mohon jangan lakukan itu, kita masih sama-sama saling mencintai, jadi please beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya"ujar Agam.
"Aku mencintaimu, heeuh yang benar saja"ujar Ananda, sambil berjalan menuju meja makan membawa piring dan menata nya di sana, karena Nanda sedang menunggu SOP buntut , udang pedas manis dan ikan panggang.
sampai akhirnya selesai Ananda pun menatanya di meja "Ayo makan malam dulu dimana orang-orang mu tuan"tanya Ananda
"Yang, jangan panggil aku seperti itu, hati aku sakit yang kenapa? harus seperti ini"ujar Agam.
"Apa? aku salah memanggil Ananda seperti itu, bukan kah kamu adalah seorang pengusaha sukses, yang memiliki banyak cabang perusahaan dengan tahta kerajaan bisnis yang besar sudah pasti semua orang akan memanggil Anda seperti itu"ujar Ananda
Agam tiba-tiba menarik Ananda mendekapnya erat, wanita itu, Air mata Agam menetes, pria itu menangis dalam diam"Maafkan aku yang telah melukai hati mu, aku tau rasanya sungguh sangat menyakitkan tapi aku tidak bisa melawan kehendak Mommy, selama ini aku sudah berusaha mencari mu, tapi kamu menghilang tanpa jejak"ujar Agam.
"Aku sudah melayangkan gugatan cerai, sejak saat itu, aku pikir semua sudah selesai, karena teman ku yang membantu ku mengurus surat itu, tapi harus nya kamu dan aku memang sudah resmi bercerai karena ibumu sendiri sudah meminta ku untuk menandatangani surat perceraian itu"ujar Ananda.
"Aku tidak pernah melakukan hal itu, Ananda aku sangat mencintaimu dan aku tidak pernah berniat untuk berpisah dengan mu"ujar Agam yang kini merangkul pinggang Ananda begitu erat.
"Ah, sudah lah semua sudah tidak ada yang perlu kita bahas lagi ajak anak buah mu makan lebih dulu aku harus memeriksa kondisi pasien ku, mungkin sebentar lagi akan pulang"ujar Ananda, yang langsung berjalan menuju pintu samping untuk menuju ruang praktik nya.
"Yang"ujar Agam, tapi wanita itu tidak menoleh dan tetap melangkah pergi.
Ananda pun menyapa keluarga pasien bahkan dia menawari mereka makan malam, tapi mereka bilang sudah makan tadi saat Ananda menerima tamu mereka dikirim makanan dari rumah mereka.
"Wah, sikecil sudah menyusu dengan baik ya, semoga sehat seterusnya ya nak, ibu juga semoga lekas sehat seperti sedia kala, apa? sudah ada jemputan jika tidak biar saya yang antar ibu"ujar Ananda.
"Tidak perlu Nona, kami sudah ada yang jemput mungkin sebentar lagi sampai"ujar mereka sambil melakukan pembayaran.
"Ini, sebagai rasa terimakasih kami Nona, mungkin tidak seberapa tapi ini tanda mata"ujar seorang bapak yang memberikan, sebuah tas rajut yang unik, hasil kerajinan tangan mereka.
"Aduh terimakasih banyak, ini sangat bagus dan saya benar-benar berterima kasih"ujar Anda sambil bersalaman, tidak hanya itu Ananda juga memeluk wanita yang tadi ia tolong persalinan nya.
"Ingat saran saya dan jaga kesehatan"ujar Ananda yang selalu mewanti-wanti agar setiap ibu yang tengah dalam masa nifas harus menjaga kebersihan organ kewanitaan nya, dan menjaga pola makan.
"Tentu nona, terimakasih, banyak atas semua pertolongan nona"ujar Ibu tersebut.
"Sama-sama"ujar nya.
mereka pun akhirnya bersiap untuk pergi dan Ananda menggendong bayi merah itu, menuju ke garasi mobil nya karena tepat e depan garasi mobil warga yang menjemput mereka, semua berpamitan dengan haru setelah mereka pergi Ananda pun menutup pintu paviliun nya lalu dia pun kembali masuk lewat pintu samping.
Ananda membawa tas rajut yang terlihat sangat cantik dan unik di tangan nya melewati meja makan tempat suaminya duduk menunggu nya sedari tadi.
"Apa? kamu senang mendapatkan pemberian dari orang lain"tanya Agam yang melihat istrinya penuh senyuman.
padahal Ananda senang karena wanita itu, kembali telah membantu kelahiran penerus generasi, setidaknya dengan begitu luka yang ada karena merasa tidak sempurna itu, sedikit demi sedikit bisa memudar.
"Aku tentu saja senang biar bagaimanapun, mereka memberikan ini dengan hati yang tulus sebagai rasa terimakasih atas pertolongan yang tuhan berikan lewat diriku"ujar nya lembut.
"Lalu kenapa? semua ketulusan ku tak pernah kamu hargai"ujar Agam sambil menatap menuntut jawaban.
"Jawaban nya cukup simpel, aku tidak berhak untuk semua itu, karena aku bahkan tidak pernah bisa memberikan mu kebahagiaan"ujar Ananda.
"Nanda"ujar Agam lirih.
Ananda hanya terdiam setelah itu dia menyimpan tas dan amplop berisi uang di atas kursi meja makan tersebut kemudian dia berjalan menuju wastafel yang tidak jauh dari sana, dia membasuh tangan nya setelah itu langsung mengeringkan nya.
"Mau makan dengan lauk apa?"tanya Ananda yang kini menyendok nasi ke piring.
"Apa? saja terserah semua nya aku suka, asal itu masakan mu"ujar Agam sambil tersenyum.
Ananda tidak berbicara lagi dia menghidangkan nasi dan udang asam manis, setelah itu ikan panggang dan SOP buntut di mangkuk terpisah meskipun dengan porsi sedikit.
"Terimakasih cinta ku"ujar nya.
__ADS_1
Tapi wanita itu tidak menjawab hanya terdiam sambil mengambil nasi dan lauk untuk nya.
Ananda kini tengah menikmati makan malam nya bersama dengan suaminya itu, setelah selesai wanita itu pun kembali mencuci tangan karena Ananda makan menggunakan tangan.
setelah itu dia berjalan menuju kamar nya, Agam mengikuti langkah nya dari belakang.
"Jika ingin beristirahat kamar nya yang itu, aku istirahat duluan"ujarnya sambil masuk ke dalam kamar nya tapi Agam terus ikut kemanapun istrinya melangkah.
"Kak, aku sudah bilang kamar mu disebelah"ujar Ananda.
Agam mulai merasa lega karena saat ini, istrinya sudah mulai kembali bersikap normal.
"Aku tidak akan tidur di sana aku hanya akan tidur, dimana pun istri ku tidur"ujar Agam.
"Tapi kita sudah"
"Tidak ada penolakan atas alasan apapun, kita akan tetap satu sampai kapan pun"ujar Agam yang kini merangkul pinggang istri nya, Ananda pun memejamkan mata nya sesaat setelah itu dia kembali berkata.
"Tidur lah, aku mau menyimpan ini dulu, dan memindahkan Leo ke kamar Nina"ujar Ananda.
"Kenapa? putra kita kamu pindah kan dia tidak akan menggangu aktifitas Mommy dan Daddy nya"ujar Agam tersenyum menggoda.
"Aku hanya tidak ingin tidur mu terganggu tuan, jadi jangan berpikir yang macam-macam"ujar wanita itu.
Ananda kembali bersikap jutek.
"Sayang kamu ini kenapa? heumm"ujar Agam.
Ananda tidak menjawab dia masuk kedalam ruangannya menyimpan tas dan memasukkan uang tersebut di berangkas .
...🌹💖💖💖🌹...
Mereka pun berbaring berdua di atas ranjang, tidak ada aktifitas apapun, saat ini Agam bukan tidak benar-benar rindu dengan istri nya, tapi dia tidak ingin istrinya kembali marah pada nya.
Agam pun memeluk Ananda, yang kini sudah memejamkan mata nya, entah benar-benar tertidur atau pun pura-pura tertidur, yang jelas wanita itu tampak tidak bergeming saat Agam memeluk nya hingga pagi tiba, mereka pun tidur sambil saling memeluk satu sama lain nya.
"Morning tolong jangan tampak kan bayangan mu lagi jika semua ini palsu"ujar Ananda sambil menatap kearah langit-langit.
Ada rasa sakit yang menjalar di hati Agam saat mendengar perkataan Ananda, Agam tidak bisa membayangkan betapa menderitanya istrinya yang ada di hadapannya saat ini.
pria itu langsung mendekat kan wajah nya dengan wajah Ananda, lalu berkata"Lihat lah aku sayang aku bukan bayangan aku nyata, aku Agam Airlangga suamimu satu-satunya pria yang sangat mencintaimu dan akan selalu mencintai mu, selama hidup ku, selama hidup ku Honey"ujar Agam.
"Hiks hiks hiks, aku tidak tau ini nyata atau tidak yang pasti aku sudah lelah berharap agar kamu ada di sini bersama ku, untuk selamanya"ujar Ananda.
sementara itu Leonel putra Ananda kini tengah menangis mencari sang Bunda, bayi berusia satu tahun itu, kini sudah rindu dengan Ananda.
hingga saat Agam, tengah mencumbu istrinya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar nyaring.
"Nona, tuan muda Leonel, menangis terus mungkin rindu dengan Anda"ujar Nina.
Sontak Ananda, mendorong dada bidang suaminya itu, dia langsung mengambil bathrobe
karena posisi mereka saat ini tengah berada di dalam kamar mandi, karena berniat untuk mandi bersama.
Ananda langsung membuka pintu, sementara Agam hanya bisa tepok jidat, dengan semua itu, dia pun akhirnya melanjutkan mandi nya den setelah itu menyusul istrinya yang kini terlihat tengah mengurus putra nya itu, memandikan lalu menyuapi nya makan, sementara dirinya saat ini masih menggunakan bathrobe.
"Sayang kamu kangen Bunda, ya baiklah kita akan bersiap untuk pergi jalan-jalan keliling kampung, sambil mencari sesuatu yang kita butuhkan"ujar Ananda.
"Yang, aku lapar"ujar Agam.
"Baiklah tunggu dulu ya"ujar Ananda yang memberikan putranya pada Nina, untuk melanjutkan memberikan Leo makan.
Leonel kini tengah berada di dalam gendongan sang pengasuh dengan gendongan bayi yang sangat nyaman itu.
__ADS_1
sementara Agam menarik istrinya menuju ke dalam kamar nya untuk melanjutkan hal yang sempat tertunda, hingga tuntas, merek pun baru selesai mandi dan berpakaian rapi, saat ini Ananda akan pergi jalan-jalan bersama dengan suami dan putra nya itu.
"Setelah membuat sarapan pagi untuk Agam, dan dirinya akhirnya Ananda pun bersiap menggendong putra nya, kedalam gendongan bayi ala baby koala.
hingga anak buah Agam, sudah menyiapkan mobil untuk pergi saat itu juga.
kini mereka tengah berada di tempat terindah sebuah pantai yang membentang sejauh mata memandang, entah kenapa? Ananda ingin sekali pergi ke pantai, beruntung cuaca nya sangat mendukung .
lama bermain di sana dia pun kembali pergi mengelilingi tempat yang indah yang biasa di kunjungi oleh warga sekitar.
Agam tidak memperdulikan warga sekitar, atau lingkungan nya, karena sejak pergi fokus nya hanya istri tercinta yang kini terlihat tersenyum manis.
"Apa? kamu senang bisa jalan-jalan bersama sayang"ujar Agam.
"Tentu nya kak, apalagi bahagia ku, selama ini semakin bertambah dengan kehadiran Leonel di tengah kita"ujar Ananda.
"Syukur lah jika kamu juga bahagia karena aku, akan berusaha untuk membuat mu untuk terus bahagia"ujar Agam.
mereka pun kembali dengan perasaan yang menghangat.
Agam tengah bermain dengan Leo, sementara itu Ananda tengah memasak untuk makan malam mereka.
setelah seharian penuh jalan-jalan mereka pun ingin menikmati hasil pancingan merek tadi, mereka sempat memancing ikan di tempat pemancingan yang tersedia di tempat wisata tersebut.
kini istrinya tengah membersihkan ikan-ikan tersebut dibantu oleh Nina,sang asisten nya.
separuh ikan telah mereka bersihkan, dan disimpan kedalam freezer dan sebagian lagi sudah dibumbui dan siap untuk dipanggang .
"Nina bisa minta tolong bersihkan sayur yang saya bawa tadi saya ingin bikin tumisan"ujar Anada.
"Tentu saja Nona"jawab wanita itu.
setelah selesai memasak Anada pun menata nya di meja dia pun langsung duduk di kursi meja makan bersama dengan Agam, sementara Leo dibawa ke kamar nya oleh Nina untuk di tidur kan karena ternyata putra nya itu tidur di pangkuan Agam setelah lelah bermain sambil minum susu.
"Sayang besok aku harus kembali ke Jakarta, apa? kamu mau ikut pulang bersama ku"
"Tidak, kak jika ingin pulang maka pulang lah mulai sekarang aku akan menetap di sini, mungkin bila Leo, harus sekolah baru aku akan kembali ke Bandung"ujar Ananda.
"Sayang Mension milik mu di Jakarta, jadi sudah seharusnya kamu pulang ke sana"ujar Agam.
"Tidak kak, itu milik kalian"ujar Ananda.
"Aku sudah menceraikan nya, dan putri ku, tinggal dengan ku"ujar Agam.
"Putri?"ucap Anada heran.
"Ya sayang benar kata mu, yang terlahir dari rahim nya, adalah anak perempuan, selama ini dia sudah memanipulasi semua nya"ucap Agam jujur.
"Bagaimana reaksi Mommy mu"tanya Ananda.
"Mommy sendiri yang langsung meminta ku untuk menceraikan nya, tapi aku masih menunggu dia pulih karena kasihan dengan keadaan nya yang lumpuh, hingga saat dia sembuh aku langsung menceraikan nya, dia sudah mendapatkan kompensasi untuk semua itu"ujar Agam jujur.
"Lalu kompensasi untuk ku apa?"tanya Ananda menggoda Agam.
"Aku dan semua yang aku miliki, semua itu milikmu termasuk diriku"ujar Ananda.
"Owh, berarti aku menang banyak ya"ujar Ananda sambil tersenyum.
"Tentu saja Sayang ku kau memang pemenang nya"ujar Agam.
mereka pun tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu, termasuk Ananda yang menertawakan nasib pernikahan nya itu.
"Ikut pulang ya aku mohon honey, aku benar-benar seperti tak bernyawa tanpa adanya dirimu di sisiku"ujar Agam.
__ADS_1
"Tidak sekarang kak, aku masih sangat dibutuhkan disini, mungkin suatu saat nanti jika sudah ada banyak tenaga medis di sini aku akan memikirkan nya"ujar Ananda.
"Terus kapan kamu bisa memikirkan masa depan kita honey, aku bahkan tidak pernah bisa tidur nyenyak tanpa dirimu"ujar Agam.