
Sampai lah di Mension utama dimana Agam pernah tinggal bersama dengan Ananda sebelum wanita itu akhirnya pergi meninggalkan rumah tersebut.
"Aku tidak akan tinggal di sini"ujar Ananda.
"Sayang kamu sudah pulang"ucap Alina istri kedua Agam yang langsung memeluk nya dengan perut buncit tersebut seakan ingin menunjukkan kemesraan mereka berdua.
sementara Ananda hanya melihat ke arah lain dia tidak ingin melihat semua itu, hatinya terlalu sakit hingga wanita itu menghubungi seseorang, Agam langsung merampas ponsel nya.
"Jangan macam-macam Honey"ujar Agam.
"Aku hanya menghubungi calon mertua ku"ucap Ananda.
"Nanda!"teriak Agam.
"Kenapa, apa? aku salah"tanya Ananda sambil menatap tajam.
Ananda masih menatap kearah Agam yang kini dirangkul oleh Alina.
Ananda pun pergi setelah merampas handphone tersebut.
"Aku pulang kamu sudah sampai dengan selamat di pelukan istri mu"ucap Ananda yang langsung membuat Agam berbalik dan menghempas tangan Alina Agam mengejar Ananda, saat itu juga.
"Berhenti atau aku hancurkan semua nya"ujar Agam.
"Hancurkan saja semua, sedari dulu juga semua sudah hancur kedua orang tua ku sudah tidak ada beserta rumah nya"teriak Ananda.
"Kau hanya bisa mengancam ku, terus saja begitu, lakukan apapun yang kamu mau tapi ingat aku pun bisa melakukan hal yang lebih, dari yang kamu lakukan, jangan pernah mencampuri kehidupan ku lagi kita sudah resmi bercerai sejak kau memutuskan untuk bersama dengan nya"tunjuk Ananda pada Alina yang pura-pura menatap sendu.
Dan tiba-tiba saja wanita itu berakting seolah perutnya bermasalah hingga Agam langsung berlari ke arah Alina, dengan sigap mengangkat nya ala bridal style.
"Dengan ini lebih jelas kau menunjukkan bahwa kamu sangat mencintai nya"ujar Ananda sambil berjalan pergi meninggalkan rumah besar tersebut dan masuk kedalam taksi, dimana sedari tadi sudah berjaga di depan gerbang karena Ananda sudah lebih dulu memesan nya.
wanita itu pun pergi meninggalkan Mension menuju ke kediaman boy, yang selama ini bersahabat dengan nya, setelah acara kampus nya dulu.
Ananda, pun tiba di rumah tersebut tanpa ia sadari bahwa di ponsel tersebut sudah dipasang alat pelacak oleh Agam.
"Nak kamu disini, boy mana"tanya ibunda boy.
"Dia di Bandung bunda dia baik-baik saja tadi aku sempat ketemu tapi tidak sempat bilang pada nya bahwa Nanda akan kesini, oh iya lihat apa? yang Nanda bawa untuk Bunda"ujar Ananda sambil memberikan martabak spesial kesukaan sang Bunda, yang sudah seperti ibunya sendiri.
wanita berusia enam puluh tahun itu, terlihat sumringah saat mendapat oleh-oleh yang sempat Ananda beli untuk wanita itu saat di jalan.
sementara itu di kediaman Agam, pria yang kini tengah mengelus perut buncit istri keduanya itu terus bertanya-tanya dimana istri pertama nya berada saat ini, bukan dia sengaja ingin menyakiti mereka tapi Ananda harus menyiapkan keberangkatan mereka dari rumah tersebut untuk ke Jepang.
tapi nyatanya tidak semudah itu kini Ananda benar-benar sudah emosi dan berani memaki dirinya.
Ananda sudah tidak seperti dulu, mungkin karena luka batin yang sangat menyakitkan selama ini.
"Sayang kamu dimana"ujar Agam, saat seseorang mengangkat panggilan dari nya.
"Maaf tuan, handphone ini ketinggalan di mobil taksi saya"ucap pria paruh baya itu.
"Dimana Anda menurunkan pemilik handphone itu"ujar Agam.
"Di toko kue tuan"ucap pria itu.
"Beruntung bagi Ananda karena ternyata ponselnya hilang, dia menghubungi boy lewat ponsel ibunya, dia mengabarkan bahwa dirinya saat ini tengah bersama dengan ibunya dan dilarang menelpon ke ponsel nya yang mungkin sudah berada di tangan Agam saat ini.
Ananda pun kembali ke dalam kamar, dia tertidur pulas di kamar boy sengaja sang Bunda meminta Ananda tidur di kamar rahasia milik boy yang bahkan tidak nampak sebuah pintu melainkan rak buku padahal dibalik itu adalah pintu kamar.
__ADS_1
Ibunda Dokter Boy adalah mantan anggota TNI, jadi dia adalah seorang yang pemberani meskipun wanita itu sudah tidak lagi muda, bahkan dia sendiri yang mengajarkan Boy ilmu bela diri, karena wanita itu sangat ahli untuk urusan bela diri.
hingga akhirnya Boy sudah terlatih untuk bisa menghidar atau pun melawan yang menjadi lawan.
dan benar saja Agam bisa mencium jejak Ananda, dari Cctv jalanan yang mengarah ke dalam rumah tersebut, tapi setelah beberapa lama mengintai tidak ada pergerakan sama sekali, dari rumah tersebut, bahkan semua lampu dalam rumah tersebut padam semua
Agam pun meminta para anak buahnya untuk melakukan pengecekan kedalam rumah tersebut, dia bahkan sengaja menggedor pintu meskipun ada bel pintu.
tidak lama pintu terbuka, seorang wanita paruh baya datang menyambut mereka, termasuk Agam yang berdiri di antara barisan itu.
"Selamat malam nyonya, maaf mengganggu tuan saya ingin menjemput istrinya"ucap salah satu anak buah nya .
"Siapa? yang Anda maksud, disini hanya ada saya sendiri"ucap nya.
"Tapi rekaman Cctv ini menunjukkan bahwa nona Ananda ada di dalam"ucap anak buah nya.
jika kalian tidak percaya silahkan masuk dan geledah rumah saya, Ananda memang sempat datang dia hanya mampir untuk memberikan martabak kesukaan saya, tapi setelah masuk sebesar dia pergi lewat pintu belakang karena sudah buru-buru untuk pulang ke Bandung"ucap wanita itu setenang mungkin bahkan tidak terlihat ada kebohongan didalam nya.
"Baiklah tapi jika terbukti nona Ananda ada di sini Anda akan terima akibat nya"ujar sang bodyguard.
"Silahkan geledah jika kalian penasaran saya sudah persilahkan kalian masuk dan jika yang kalian cari tidak ada disini kalian tidak akan bisa pulang dengan utuh"ucap wanita tua itu.
tapi mereka tidak menghiraukan peringatan dari wanita tersebut dan masuk kedalam rumah, mereka menggeledah rumah tersebut namun nihil tidak tampak apapun, selain kesunyian bahkan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan nya.
tapi saat mereka sedang merapihkan kembali rumah yang teramat sepi itu tiba-tiba ada lebah yang datang dan mengigit mereka semua kecuali Agam yang tidak ikut masuk, semua berlari berhamburan lebah itu hampir saja menguliti mereka semua mereka semua pergi berhamburan keluar, sementara Agam duduk santai di dalam mobil ketika semua anak buah nya meringis kesakitan, karena lebah itu bukan sembarang lebih mereka bahkan sudah terlatih.
lebih itupun kembali lewat pipa asap yang ada di atap rumah tersebut.
mereka pun pergi, sementara Agam tetap tinggal di halaman rumah.
hingga suasana begitu hening pria itu pun masuk kedalam rumah tersebut secara mengendap-endap masuk, tapi Agam tidak menemukan apa-apa hanya ada foto kenangan Boy dan Ananda yang sedang wisuda.
^^^Hingga satu hari berlalu Ananda hilang jejak Agam, sudah sangat kesal kemana wanita itu pergi, sementara itu di Bandung juga tidak ada menurut anak buah Agam.^^^
"Kamu dimana Honey"ujar Agam.
pria itu sudah dua hari ini dia tidak kembali ke rumah nya, bahkan dia seperti orang yang tidak punya rumah, dia mencari Ananda kesana kemari, sementara yang dia lakukan saat ini tengah memanjakan diri bersama dengan Boy dan juga Ageng di hotel berbintang di Jakarta.
"Nikmati semua kebebasan kita"ucap Ananda mereka bahkan karaokean dan juga minum bersama di kamar hotel tersebut, bahkan mereka tidak tidur terpisah, Boy tidur di tengah Anada dan Ageng tidur di samping pria itu, mereka mungkin terlihat seperti orang tidak tahu malu tapi itu adalah cara mereka saling menjaga, satu sama lain nya.
meskipun tidur di ranjang yang sama tapi mereka masih punya batas, hingga pagi menjelang mereka bertiga pasti akan berebut kamar mandi, hingga saat ini selalu mereka lakukan.
sementara Agam yang kini sudah mendapatkan informasi keberadaan Ananda di hotel tersebut, dia langsung bergegas menuju tempat itu, Agam, langsung memarkirkan mobilnya di depan lobi hotel tersebut sambil memberikan kunci nya pada petugas parkir.
Agam buru-buru masuk ke dalam dan meminta kunci kamar yang dihuni oleh Ananda saat ini.
Ananda lupa jika tempat itu adalah hotel milik Agam, maka pria itu akan dengan mudah nya memasuki kamar tersebut.
"Ahhhhhh, Boy semalam kamu itu terlalu kuat tubuh ku sakit sekali"ujar Ananda.
"Iya nih gue juga sakit parah lu Boy bagaimana jika benar-benar jadi"ucapan mereka terhenti saat Agam, berdiri di hadapan mereka berdua yang tengah melakukan pijatan khusus di kepala pria yang kini tengah terlihat menikmati pijatan tersebut.
"Bagus ya Nanda, suami mu dua hari dua malam tidak pulang karena mencari mu, kamu malah enak-enakan disini"ucap Agam sambil menatap tajam.
wanita itu pun terbengong dengan tangan di genggam oleh Boy.
"Ada apa? mencari calon istri ku"ucap Boy dengan nada dingin.
"Dia itu istri ku yang sah Dimata hukum dan agama bagaimana bisa kau jadikan dia calon istri, singkirkan tangan kotor mu dari tangan istriku"ujar Agam yang langsung meraih tangan Ananda tak peduli wanita itu akan berusaha untuk pergi dari nya yang pasti saat ini adalah, Agam ingin bersama dengan Ananda.
__ADS_1
pria itu langsung membawa wanita itu ke lantai teratas kamar khusus pemilik hotel yang sangat mewah.
"Masuk"ucap Agam.
"Tidak mau "ujar Ananda tapi seketika tubuh Ananda melayang di udara, sampai jatuh ke atas ranjang empuk tersebut.
"Agam!!"teriak Ananda gadis itu sudah kehilangan kesabaran.
"Apa? coba kamu ulang lagi barusan kamu bilang apa?" ujar Agam yang langsung merangkak di atas tubuh anda dengan tatapan mata tajam, kemarahan pria itu sudah tidak terkendali lagi.
Agam langsung mencengkeram dagu Ananda kuat-kuat bahkan hingga istrinya itu mengaduhh kesakitan , Agam tetap tidak melepas kan nya.
"Kamu katakan sekali lagi, siapa?, aku"ujar Agam tegas.
Ananda hanya bisa menangis tatapan sendu pada pria yang kini masih menatap lekat wajah cantik yang telah lama ia tinggalkan,
"Bangun dan siapkan, mandi ku dan setelah itu pakaian untuk aku tidur"ucap Agam.
"Semua bukan tugas ku lagi kamu punya dia yang memberikan mu segalanya, kita hanya orang asing kamu ingat itu"ujar Ananda.
"Kau mau tahu siapa? pria yang ada di hadapanmu saat ini, baiklah-baiklah" ucap Agam yang langsung merobek pakaian yang Ananda gunakan pria itu langsung mengikat kedua tangan istrinya itu dengan dasi Agam bahkan air mata yang keluar pun tidak membuat Agam lba padanya.
"Lepas A.. uemm... lepas"ujar Ananda yang langsung di bungkam dengan ciuman yang penuh pemaksaan , Agam bahkan tidak peduli dengan jeritan dari istrinya saat ini karena dia sudah sangat sakit mendengar panggilan dari sang istri yang sudah benar-benar berubah.
hingga Ananda pingsan setelah percintaan yang penuh dengan amarah itu terjadi, Agam baru sadar dengan semua itu.
"Ananda sayang bangun"ucap nya tapi tidak ada pergerakan sama sekali, Agam langsung memakaikan kimono tidur ke tubuh Ananda lalu pria itu pun memanggil dokter.
suasana nya masih sedikit mencekam, masih sangat kentara, dokter pun bergidik ngeri, saat melihat tanda merah memenuhi seluruh tubuh Ananda, atas perbuatan nya.
Ananda pun kembali sadar tepat tengah malam, saat itu Agam sedang memeluk erat tubuh nya.
Ananda pun teringat dengan keganasan pria itu, hingga membuat dia benar-benar tidak berdaya, saat ini Ananda bahkan bergidik ngeri saat melihat tubuh nya yang belang biru keunguan, wanita itu merasakan betapa banyak gigitan dan hisapan kasar yang terasa penuh rindu.
kini ia tengah menatap wajah tampan yang selama ini memberikan dia rasa sakit yang teramat sangat,di hatinya tapi Ananda tidak sedikit pun dia bisa melupakan nya.
Ananda mencoba untuk bangkit dari ranjang tersebut, tapi ternyata Agam pun merasakan pergerakan tersebut.
"Mau kemana heumm"ujar pria itu.
"Aku harus pulang besok aku harus bekerja"jawab Ananda.
"Jangan coba-coba pergi dari ku"ucap nya begitu dingin.
"Aku di Bandung kerja bukan lari, jika aku lari mungkin sedari dulu aku sudah pergi ke luar negeri, tapi aku tidak melakukan itu, lagipula tidak ada untungnya untuk ku"ujar Ananda.
"Sayang please jangan keras kepal"ujar Agam.
"Aku mau pulang ke Bandung setuju atau tidak, aku punya tanggung jawab atas pekerjaan ku, dan untuk mu jika kamu ingin menemui ku di sana"ujar Ananda
"Nanda please, aku tau bagaimana rasanya jadi kamu saat ini, tapi aku mohon berikan aku waktu untuk mengembalikan semua seperti dulu"ujar Agam.
"Aku bukan wanita yang sempurna sudah sepantasnya mendapatkan ini, dan untuk putra mu yang belum lahir itu, aku ucapkan selamat, semoga semua berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun "ujar Ananda tulus.
Ananda mengatakan itu dengan begitu tulus, dan Agam merasa tercubit karena ia sudah berkali-kali lipat menyakiti istrinya itu.
"Katakan aku harus apa? honey untuk bisa membuat ku menebus dosa ku padamu sayang katakan lah"tanya Agam .
"Ceraikan aku, aku tidak minta yang lain nya apapun itu, hanya itu saja, karena rantai ini terlalu kuat menyakitkan"ucap Ananda.
__ADS_1
"Aku tidak sanggup kehilangan mu, lebih baik aku mati"