Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pulang karena rindu#


__ADS_3

Agam terus merangkul pinggang istri nya, setelah memastikan kedua putranya tertidur pulas di sana.


"Sayang aku sangat merindukan mu"kata Agam sambil mengecup seluruh bagian wajah istrinya.


"Heumm, aku juga kak"ujar Ananda.


jika teringat masa terindah diantara mereka yang hanya datang sekejap lalu pergi lagi, dan lagi, begitu terus, hingga saat ini mereka kembali bersama tapi semu momen tersebut menjadikan mereka berdua sebagai pribadi yang kuat.


Ananda, selalu mencoba mengalah demi kebaikan suaminya dan keluarga nya, karena dia sadar saat itu dia hadir sebagai orang ketiga dari hubungan keluarga yang terjalin diantara mereka.


Ibu dari dua orang anak itu tidak ingin merusak kebahagiaan sebuah keluarga, karena dirinya juga tau rasanya kehilangan sosok kedua orang tua nya, diusia yang masih sangat muda, akibat perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab.


Dan membuat dirinya menderita lumpuh dan rasa sakit yang teramat sangat, hingga mengakibatkan kerusakan pada rahim wanita itu, beruntung disaat pernikahan nya diujung tanduk, tuhan pun menghadirkan kedua jagoan di rahim Ananda, mungkin itu yang disebut dengan karma baik.


Karena Ananda adalah wanita yang baik hati bidadari tak bersayap yang diturunkan tuhan ke bumi untuk menolong orang yang benar-benar kesulitan saat dia datang ke tanah Merauke mungkin sejak saat itu tuhan memiliki rencana terbaik dan terhebat hingga tidak ada siapapun yang mampu memprediksi semua itu, karena Ananda benar-benar sudah divonis mandul.


Kini kebahagiaan berkali-kali lipat ia rasakan Agam, semakin mencintainya berkali-kali lipat meskipun sejak dulu cita Agam begitu besar pada nya tapi setelah kehadiran dua jagoan dalam hidupnya , yang membuat suaminya begitu sangat mencintai diri nya.


Ananda kini sudah terbangun tepat pukul lima pagi, setelah menunaikan kewajiban terhadap sang pencipta, dia pun membangunkan suaminya itu untuk solat meskipun, selama ini mereka hanya sesekali solat berjamaah tidak seperti Ardan, kembaran Agam yang selalu mengutamakan sholat berjamaah karena istrinya selain seorang dokter dia juga jebolan pesantren.


Ardan selalu berusaha untuk menjadi imam yang baik untuk kedua orang yang sangat ia cintai, Ardan yang rumah tangga nya selalu adem ayem itu bisa dibilang semua karena hidup mereka seimbang antara dunia dan akhirat sejalan.


"Yang bangun sholat subuh dulu"ucap Ananda yang kini mengusap lengan Agam, dengan lembut karena suaminya kini hanya mengenakan bokser dan selimut tebal setelah melepas rindu yang menggelora itu.


Hingga suaminya bangun dan bangkit berdiri hendak pergi menuju kamar mandi tapi dia belok langsung memeluk Ananda dan Agam langsung menghujani Ananda dengan kecupan.


"Kak mandi dulu sayang" kata Ananda.


"Temenin"manja Agam sambil memeluk erat tubuh Ananda dari belakang.


"Sayang aku sudah mandi , jadi Daddy mandi sendiri oke"ujar Ananda


"Mandi lagi Mommy sikecil mung pung lagi tidur"ujar Agam.


"Sudah bangun Daddy tuh"tunjuk Ananda pada kedua putranya itu.


"Yah Daddy kalah deh"ujar Agam yang berjalan menuju kamar mandi.


sementara itu di kediaman Arinda, Arashi dan Agatha yang sudah kembali memeluk Agama Islam.


Agatha bahkan sudah memutus kontak dengan mantan suaminya.


Agatha kembali mengurus perusahaan milik Daddy nya, yang dulu diurus oleh Agam.


....................................


Sementara itu lama tidak terdengar kabar kedua anak Alexander Wijaya, Marko dan Maikel, kini sudah berusia tiga puluh tahun.


Keduanya sudah semakin tampan dan mereka adalah tipe pria yang benar-benar kompak, dan saling menjaga satu sama lain.


Mikel yang sedang berada di kantor di dalam ruangan meeting bersama asisten pribadi dan karyawan setiap Device perencanaan sedang membahas persiapan proyek pembangunan sebuah wahana permainan anak dan water boom, terbesar di kota tersebut.


Mikel yang selalu disiplin dalam bekerja, pemuda itu bahkan jarang sekali meluangkan waktu untuk urusan pribadi, meskipun Alexander selalu menjodohkan mereka berdua pada anak rekan bisnisnya.


Bukan hal baru bila, selalu terjadi perdebatan di rumah peternakan itu, karena kedua anak nya menolak untuk menikah dalam waktu dekat ini, mereka sedang menggeluti hobi otomotif yang selama ini menjadi fokus mereka.


Saat ini bahkan mereka tengah merakit sebuah mobil balap di dalam sebuah ruangan gedung yang diperuntukkan bagi tongkrongan mereka.


Mereka begitu mengasihi mobil hasil rancangan dan rakitan mereka, dengan bantuan dari paman mereka yang ada di Jerman tepat dimana pabrikan mobil itu berasal mereka memesan semua dari sana dan merakit nya sendiri tidak hanya itu mesin mobil tersebut dikawin, silang kan dengan mobil sport lama milik Oma nya yang sudah lama tersimpan di garasi rumah lama sang Oma.


mereka hanya perlu merakit dan melakukan pengecatan dengan bimbingan dari paman nya itu.


sepulang dari tempat tersebut, mereka menggunakan mobil masing-masing Marko mampir dulu ke tempat favorit nya yaitu sebuah cafetaria yang ada di tempat jangan yang sering ia lewati selama ini, dia akan menghabiskan waktu beberapa saat disana sekaligus menghilangkan penat.


Adalah seorang gadis cantik berasal dari kampung, yang kini berkuliah di jurusan teknik mesin, wanita itu bercita-cita menjadi seorang teknisi itu selalu bekerja keras, untuk menggapai cita-cita nya.

__ADS_1


Marko selalu datang di jam seperti ini, agar Desy mau menemaninya mengobrol, mereka berkenalan saat pertama kali Marko datang ke cafetaria itu, setelah pulang dari kantor cabang, pria itu begitu terlihat sangat lelah, dan Desy, menawarkan dia minuman yang akan mengembalikan penyemangat bagi seorang pria, yang tak lain adalah secangkir kopi yang dia racik sendiri.


Marko saat itu, awal nya agak ragu tapi setelah dicicipi, wajah Marko yang tadinya kurang bersemangat saat itu terlihat tersenyum setelah mencicipi kopi tersebut.


Bagaimana bisa seorang gadis di usia belia sudah pandai membuat kopi terenak menurut nya, Marko pun mengajak Desy berkenalan.


Saat itu Marko tau bahwa Desy adalah gadis yang berasal dari desa terpencil di sebuah pulau yang ada di Indonesia.


Gadis itu sudah tiga tahun kuliah di Jakarta, dia pun harus bekerja keras disela waktu kuliah nya.


Desy sudah duduk di hadapan Marko yang kini menatap lekat wajah cantik tanpa polesan makeup tersebut.


"Apa? kabar mu hari ini lama tidak bertemu, seperti nya kamu semakin langsing kamu diet "tanya Marco.


"Ah tidak, mungkin karena lama tidak berjumpa, aku tidak punya waktu untuk diet kak"ujar gadis yang kini berusia 21tahun itu.


"Heumm benarkah, atau kamu habis pulang kampung?"tanya Marco lagi.


"Tidak bahkan sudah hampir satu tahun ini aku tidak pulang kampung, tidak punya uang buat beli tiket pesawat"ujar nya sambil tersenyum manis.


...🌹💖💖💖🌹...


"Berapa? harga tiket pesawat nya?"ujar Marco.


"Cukup mahal saat ini, jadi aku harus menabung selama satu tahun, itu pun sisa uang kuliah ku dan lainnya, karena sudah dua tahun ini, Ayah ku sakit, abang ku belum kirim uang karena ngurus ayah, jadi ya aku bekerja lebih keras lagi"ujar Desy yang memang tidak pernah menutupi apapun dari Marco.


"Katakan saja berapa? tanya Marco lagi.


"Untuk apa?"tanya Desy.


"Aku akan membelikan mu tiket pesawat"ujar Marco.


"Tidak terimakasih kak, aku sedang sibuk mengurus skripsi ku, mungkin tahun depan saja aku pulang setelah lulus dan bekerja untuk membeli tiket pesawat dan aku tidak mau pulang dengan tangan kosong, kasihan mereka yang sudah menunggu ku dengan penuh harapan, setelah aku berhasil nanti aku akan pulang" ujar Desy yang tidak suka berhutangbudi.


"Kau masih keras kepala, seperti dulu "ujar Marco, sambil tersenyum.


"Apa? ada sesuatu yang bisa aku makan, aku belum makan malam" ujar Marco.


"Heumm, sebentar aku tanya bos dulu" ujar gadis itu sambil beranjak pergi.


"Desy,,, Desy kamu memang beda dari yang lain, disaat orang lain sibuk menghabiskan waktu untuk bermain atau sekedar jalan-jalan, kau sendiri sibuk bekerja, sebenarnya apa? yang kamu kejar" ujar Marco lirih.


Tidak lama setelah itu Desy datang dia membawa sushi, di nampan dengan segelas air putih di atas nampan.


"Semoga kakak suka, disini memang bukan restaurant Jepang tapi mereka yang datang selalu minta yang diluar menu"ujar Desy sambil kembali duduk.


"Aku tidak pernah pilih-pilih makanan, asal kan enak semua aku makan"ucap Marco, sambil meraih sushi dan menyuapkan nya kedalam mulut.


"Ini kamu yang buat?" tanya Marco.


"Heumm" jawab Desy sambil mengangguk.


" Cepat juga"ujar pria itu sambil tersenyum.


"Takut kakak pingsan, lagian siapa? suruh jam segini baru selesai makan"ujar Desy.


"Aku tadi terlalu sibuk dengan adikku, jadi begini deh"ujar nya.


"Adik kakak, punya adik?"tanya Desy, yang heran karena Marco baru cerita.


"Dia dan aku kembar jadi kau akan bingung membedakan yang mana aku dan adikku, karena kita punya hobi yang sama, dan punya gaya yang sama"ujar Marco.


"Gitu ya" ujar Desy, sambil mengeluarkan ponsel nya.


"Kamu belum pulang, bukan nya besok kuliah ya?"tanya Marco lagi disela kunyahan nya.

__ADS_1


"Ada sih tapi siang jadi aku punya waktu beberapa jam untuk tidur"jawab Desy.


"Owh, aku ada pekerjaan untuk mu, apa? kamu bersedia"tawar Marco.


"Kerja apa?"tanya gadis itu.


"Mengurus apartment ku, ya satu Minggu tiga kali lah minimal kamu bersih-bersih di sana, karena jarang juga aku tempati"ujar Marco.


"Tapi jadwal ku sudah padat kak, kakak tawarkan saja pada yang lain"tolak Desy.


Wanita itu sudah mengerti dengan maksud Marco, yang ingin memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada nya, karena apartment tersebut bahkan tidak pernah berdebu sedikit pun, karena sudah terjaga kebersihannya setiap waktu oleh petugas di sana.


"Desy, aku hanya ingin kamu"ujar Marco.


"Tapi jadwal pekerjaan ku penuh kak, aku tidak punya waktu lagi"ujar Desy.


"Kenapa? tidak keluar saja dari pom bensin"ujar Marco.


Desy, juga bekerja di salah satu pom bensin,. setiap weekend, dan malam hari nya di cafe, saat pulang kuliah hingga larut malam, terkadang sepulang kuliah dia juga mengajar les anak-anak yang satu kontrakan bersama dengan nya.


"Aku tidak enak kak, pemilik pom sudah terlalu baik dengan mengijinkan ku bekerja setiap weekend tiba"ujar Desy.


"Apa? kamu tidak punya keinginan untuk hangout bareng teman-teman mu"tanya Marco lagi.


"Siapa sih yang tidak ingin itu, tapi aku tidak seberuntung mereka, aku orang tak punya yang hanya punya cita-cita sama seperti mereka, dan aku mewujudkan mimpi ku, dengan bekerja keras, tidak seperti mereka yang tinggal meraih tanpa harus memikirkan jalan mana yang harus mereka tempuh untuk menggapai cita-cita nya"jawab Desy.


Marco, semakin kagum dengan prinsip hidup Desy.


"Heumm, kenyang juga"ujar Marco.


"Ya syukur lah, jika sudah kenyang, aku juga sudah mau tutup, tinggal bereskan meja ini"ujar Desy.


"Kau mengusir ku?"ujar Marco.


"Tidak, tapi biasanya jika sudah kenyang pengunjung akan segera pulang"ujar Desy sambil nyengir kuda.


"Heumm, teganya tapi baik'lah aku tunggu di mobil, aku akan mengantar mu pulang"ujar Marco.


"Ah, tidak-tidak terimakasih, aku masih betah tinggal di kontrakan itu, jadi tidak ingin terjadi masalah hanya karena, diantar oleh seseorang pengusaha muda tersukses di jagat raya ini, nanti aku dikira ayam kampus"ujar Desy, yang langsung mendapat toyoran di jidat nya.


"Ah, sakit tau"ucap Desy yang memekik.


"Siapa? suruh menolak tawaran baik dari ku"ujar Marko.


"Aku bicara serius, tidak jarang banyak teman kuliah yang bukan satu jurusan mereka datang dan pergi diantar oleh para pria yang memiliki harta kekayaan, padahal bukan suami atau tunangan apalagi sanak saudara, mereka disebut ayam kampus, padahal di kampus tidak pelihara ayam"ujar Desy polos.


"Itu induk nya ayam"ujar Marco sambil mengacak puncak kepala gadis itu, yang kini menepis tangan nya.


"Ah, kebiasaan deh jangan di acak biyaya salon itu mahal"canda nya.


"Aku yang akan bayar kan berapa yang kamu keluar kan untuk rambut indah mu itu"ujar Marco sambil tersenyum.


"Eh ini asli ya bukan buatan manusia, rambut ku sudah seperti ini dari lahir kribo, untung nya tidak terlalu mengembang "ujar Desy.


Jika yang lain, bangga dengan rambut lurus hitam panjang, berbeda dengan Desy yang memiliki rambut unik yang bisa dibilang kribo meskipun tidak mekar seperti kebanyakan, tapi rambut nya masih bisa di tata sedemikian rupa, seperti keseharian nya mengepang rambut kecil-kecil dan banyak lalu diikat menjadi satu di bagian belakang nya, ibarat wanita luar, dan itu adalah ciri khas tersendiri bagi Desy.


"Ya sudah sampai jumpa lagi lain hari"ujar Marco yang menyimpan beberapa lembar uang berwarna merah, di atas meja.


"Hey tuan itu kebanyakan"tegur Desy.


"Anggap saja untuk membayar denda karena aku menyita waktu bekerja mu"ujar Marco.


"Tidak ada yang begitu,ini ambil lagi aku juga senggang, tadi" ujar Desy.


"Kau itu, memang keterlaluan, aku hanya memberikan itu untuk bayar semua yang aku makan dan ongkos pulang" ujar Marco.

__ADS_1


"Aku tidak mau"jawab Desy tegas.


"Berikan saja pada bos mu, karena aku tidak punya waktu untuk membereskan uang itu, kedalam dompet"ujar Marco.


__ADS_2