Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Kemarahan Mario#


__ADS_3

Mario, yang memperhatikan itu, merasa terenyuh, dia mungkin belum pernah kehilangan kedua orang tua nya, tapi kesedihan Desy, adalah kesedihan nya juga Desy adalah wanita kedua setelah sang mommy, wanita yang sangat ia cintai dan hormati.


Dan Desy, adalah wanita yang sangat ia cintai dulu saat ini dan nanti.


Proses pemandian jenazah pun, selesai saat Mario pun mengikuti sang istri yang terlihat seakan terlihat lemas dia mendekat dan membawa Desy kedalam dekapannya.


"Sayang, kamu kuat, kamu kuat kamu bisa, ada aku disini cinta.


"Aku, tidak kuat lagi mas aku ingin ikut ibu saja"ucap Desy.


"Desy , bukan kah ibu meminta mu, untuk hidup dengan baik, dan jangan sampai kamu benar-benar melakukan hal bodoh, karena ibu tidak akan pernah mau kamu berbuat demikian"ucap Dony.


Mario langsung berkata"Sayang kamu tega mau ninggalin aku heumm aku juga sangat mencintai mu, dan kedua anak kita"ucap Mario.


"Kalau begitu sebaiknya kita pergi sama-sama"ucap Desy.


"Desy.... sadar nyebut kamu yang, bagaimana kamu bisa berkata seperti itu"ucap Mario.


Kemarahan Mario, bukan tanpa sebab, karena Desy, seakan tak pernah peduli dengan kasih sayang yang dia berikan, kasih sayang yang tulus, selama ini, hanya karena ibunya meninggal dunia, dia bahkan bisa mengatakan bahwa mereka bisa.


Dony yang melihat itu, merasa sangat bersalah, dia langsung mengambil alih Desy, lalu membacakan doa di atas ubun-ubun kepala Desy, saat itu juga, Desy, langsung seperti orang yang kemasukan, tapi kemudian , kembali tersadar dan sepenuhnya sadar.


"Kak, aku... aku minta maaf"ucap Desy pada Mario.


"Sudah lah lupakan"ucap Mario.


Laki-laki itu mencoba tersenyum, meskipun sulit, karena perkataan Desy seperti meremehkan, yang ia tujukan selama ini.


Marco bukan tak siap, jika harus bunuh diri, jika itu keinginan Desy, tapi semua itu tidak masuk akal untuk nya.


Desy, pun memeluk Mario dengan erat hingga membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu,tetes air mata itu menetes di dada Mario.


"Desy sayang aku, memang sangat mencintai mu, tapi aku juga harus berpikir logis, jika kamu egois dan ingin kita bunuh diri, bukan kah tuhan sangat membenci orang yang putus asa seperti itu"ucap Mario.


"Aku, minta maaf, kak aku salah"ucap Desy, sambil mengeratkan pelukannya.


"Sudah, sebaiknya sekarang kita berdoa, untuk ibu.


Satu tahun berlalu, sejak kejadian di hari itu Desy, sudah bisa terima kini keluarga kecil itu terlihat sangat harmonis dan bahagia, Desy sering mengunjungi Mario, dan membawa serta kedua anak nya, untuk makan siang bersama dengan suaminya.


Desy, tengah duduk bersama kedua anak nya di ruangan Mario, menunggu sang suami yang tengah meeting, Desy tidak tahu jika Mario hari ini ada meeting penting.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, menampakkan wajah duplikat sang suami Desy, hampir memanggil nya dengan sebutan sayang jika dia tidak melihat tangan, pria itu.


"Kalian disini, putra Daddy sedang apa? heumm"tanya Maikel, sambil menghampiri kedua putranya yang tengah sibuk dengan mainan nya.


"Daddy"ucap bintang yang langsung menghambur ke dalam pelukan Maikel, begitu juga dengan langit.


"Bintang dan langit mau jalan-jalan tidak?"tanya Maikel.


"Hore... jalan-jalan"ucap keduanya kompak.


Begitu lah, jika mereka bertemu, dengan Maikel, Desy, tidak menyembunyikan kenyataan jika Maikel, adalah ayah mereka, dan mereka sepakat bahwa bintang dan langit memiliki dua orang Daddy.


"Des, aku bawa mereka jalan-jalan dulu, kamu tidak apa-apa kan"ucap Maikel.


"Silahkan saja, jika mereka suka, tapi aku tidak bisa ikut"ucap Desy.

__ADS_1


"Tidak apa, ada asisten ku, diluar bisa membantu menjaga anak kita"ucap Desy.


Desy pun mengangguk dan memberikan tas perlengkapan kedua anak nya, yang berisi baju ganti untuk berjaga-jaga Jika baju mereka kotor, dan beberapa botol susu, yang tinggal seduh, dan juga mainan milik mereka.


Maikel, pun mengambil handphone nya, lalu menghubungi asisten pribadi nya, dan tidak lama wanita berpenampilan rapi itu datang lalu membungkuk hormat kepada Desy.


"Titip anak-anak ya, jika mereka rewel itu berarti dia ingin minum susu, semua sudah ada di sana"ucap Desy lembut.


"Siap, Nyonya"jawab wanita itu.


Maikel sendiri saat ini tengah menggendong kedua anak nya, lalu pamit pada Desy.


"Des, jangan khawatir jika sampai sore nanti aku belum mengembalikan mereka, mungkin setelah makan malam kami baru akan kembali"ucap Maikel.


"Terserah, yang penting mereka baik-baik saja"ucap Desy, yang mengecup kedua anak nya yang berada di gendongan Maikel, Maikel sendiri terbengong karena merasa, sedikit bersalah jika saja dia bisa mendapatkan Desy, mungkin saat ini yang sedang di tunggu oleh mereka adalah dirinya tapi, kenyataan tak sesuai ekspektasi, dan Maikel harus bisa menerima semua itu.


"Heumm" suara seseorang dari arah pintu, membuyarkan lamunan Maikel.


"Kalian mau kemana, anak Daddy?"tanya Mario.


"jalan-jalan" jawab Maikel, karena kedua anak nya, belum bisa bicara jelas, selain menyebutkan Daddy dan mommy.


"Heumm baiklah hati-hati"ucap Mario, sambil mengusap puncak kepala keduanya.


Maikel dan asisten nya pun berlalu, membawa kedua anak kembar itu, menuju tempat bermain , sementara Desy, dan Mario kini tengah saling berhadapan, ada tatapan aneh dari Mario, seakan tengah menyelidiki kebenaran.


"Kak, kenapa? melihat ku seperti itu"ucap Desy.


"Tidak ada sayang kemarilah"pinta Mario yang kini duduk di sofa panjang itu.


"Kak, kakak makan siang dulu"ucap Desy, sambil mendekatkan paper bag berisi makan siang untuk mereka berdua.


"Kak, aku sedang M, ucap Desy.


"Yah batal makan siang dengan itu, padahal mumpung mereka tidak ada, tapi yah mau bagaimana lagi"ucap Mario.


Pria itu mengeluh karena akhir-akhir ini mereka jarang sekali punya waktu berduaan,jam terbang Mario semakin sibuk karena pria itu tengah membuka cabang perusahaan baru yang bergerak di bidang otomotif.


"Kakak, yang Sabar saja sebentar lagi juga selesai, mungkin dua hari lagi"ucap Desy mencoba menenangkan Mario yang gundah karena tidak dapat jatah.


Mereka berdua pun akhirnya makan siang bersama, dan saling menyuapi seperti biasanya, ada kehangatan di setiap momen, Mario dan Desy, saling mengisi.


Meskipun Mario di ponis mandul, tapi dia masih terus berharap bahwa suatu saat nanti akan ada keajaiban, dia bisa memiliki anak bersama dengan Daisy, walaupun sudah ada bintang dan langit di sisi mereka saat ini.


...🌹💖💖💖🌹...


Mereka pun pulang bersama, dari kantor tepat pada saat, jam kerja berakhir.


Mario, menghentikan mobilnya di sebuah cafe, tempat dimana terdapat mereka bertemu dulu, pria itu ingin mengenang masa lalu bersama dengan sang istri.


Saat mereka masuk disana sudah ada mantan bos Desy, menunggu mungkin karena Mario, sudah memesan tempat di sana.


Desy dan Mario pun masuk ke sebuah ruangan yang sudah Marco pesan sebelum nya, disana terlihat gelap dan tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan, hingga lampu dinyalakan, Desy begitu terkejut, melihat semua keindahan yang ada di depan mata.


Desy, melihat ada lilin yang di tebar dimana-mana membentuk love, dan ada tulisan (Happy Anniversary, my heart and I love you so much) Seketika Desy tersenyum dan langsung memeluk erat tubuh kekar suaminya, kecupan mesra Desy berikan di seluruh wajah suaminya, begitu pun sebaliknya.


"Terimakasih sudah bertahan di sisi ku"ucap Mario.

__ADS_1


"Sampai kapan pun sayang, sampai maut memisahkan kita"kata Desy, yang tengah berbahagia.


"Mereka pun akhirnya makan malam bersama di sana, setelah acara dansa romantis berdua, Mario, terus memandangi wajah cantik istrinya itu, meskipun saat ini mereka tidak sedang berada di acara formal, tapi Daisy, sudah bisa menempatkan diri sebagai istri seorang pengusaha, wanita itu selalu tampil cantik dan elegan, meskipun tidak selalu menggunakan barang branded.


Desy, tidak pernah menghambur kan uang untuk sesuatu yang tak penting baginya, tapi di cukup bisa memposisikan diri nya, selama berada di sisi Mario.


Dan kebalikan nya, Mario yang selalu membelikan barang-barang branded, untuk istrinya tidak peduli sang istri akan menolak atau pun menegur nya, semua itu karena niatnya ingin memberikan kebahagiaan yang sebenarnya Desy, tidak terlalu suka dengan semua itu.


"Bagi Desy, tidak perlu benda seperti itu untuk membuat dia bahagia, cukup dengan perhatian dan kasih sayang yang Mario, berikan selama ini, tidak untuk yang lain nya.


"Sayang terimakasih untuk kejutan ini, semoga tuhan selalu melindungi mu, memberikan mu umur panjang dan mengabulkan keinginan mu"ucap Desy.


"Aku tidak punya keinginan lain, selain memiliki anak dari mu cinta ku, karena semua sudah aku miliki termasuk kedua anak kita"ucap Mario, lembut.


"Ya, kak apapun itu"kata Desy.


Sementara itu di Jepang, Dony dan Agatha tengah berbahagia, pasalnya, setelah hampir satu tahun menikah, Agatha kini dinyatakan hamil, meskipun itu bukan anak pertama bagi Agatha, tapi ini adalah buah cinta mereka, yang benar-benar saling mencintai, apa lagi Dony, begitu bahagia saat mendengar kabar tersebut hingga dia, langsung menggendong Agatha ala bridal style.


"Terimakasih cinta, aku sangat bahagia, semoga anak kita seorang putra" ujar Dony.


"Ya sayang semoga saja"sambut Agatha.


"Mulai sekarang, kamu tidak boleh berpergian jauh dan sampai kelelahan" ucap Dony sambil menghujani istrinya dengan kecupan mesra.


"Baiklah apapun itu sayang aku, sangat bahagia, bisa mengandung anak kita, bahkan bahagia ku berkali-kali lipat mas, terimakasih untuk kebahagiaan yang kamu berikan"ucap Agatha.


"Sama-sama sayang, tapi aku minta maaf, sebagai suami aku bahkan tidak mampu memberikan kehidupan yang layak untuk mu, seperti yang lainnya, aku hanya bisa memberikan mu kehidupan yang sederhana,jauh dari kata sempurna" ucap, Dony.


"Sayang aku tak pernah keberatan untuk itu, bahkan aku siap, jika suatu hari nanti kamu meminta ku, untuk meninggalkan semua kemewahan yang aku miliki, dan tinggal bersama dengan mu,di rumah yang sederhana seperti impian kita"ucap Agatha tulus.


"Aku hanya takut, kamu menderita"ucap Dony.


"Tidak akan mas, percaya lah"ucap Agatha lagi, meyakinkan.


"Tunggu, sampai aku benar-benar bisa memberikan mu rumah yang nyaman, meskipun tidak senyaman kediaman mu ini sayang, aku ingin kita tinggal dengan damai di rumah tersebut dengan kedua anak kita, Eleanor dan adiknya"ucap Dony.


"Tentu saja Sayang, aku akan mendukung mu untuk itu"ujar Agatha.


Dony, yang kembali bekerja di sebuah pabrik di Jepang, dia tidak pernah merasa gengsi meskipun, dia memiliki seorang istri yang sangat kaya raya, tapi tidak membuat Dony, semena-mena memanfaatkan harta milik Agatha.


Pria itu tetap bekerja keras, itulah yang membuat, Arinda memberikan restu pada pernikahan mereka, karena Dony, adalah pria yang selalu bekerja keras.


Dony bahkan memberi seluruh gajinya yang ia dapatkan pada,sang istri sebagai uang nafkah, meskipun itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan uang, yang Agatha miliki.


"Bahkan Agatha, lebih menghargai uang yang suaminya berikan, karena itu adalah bukti kasih sayang dan keseriusan dari cinta Dony, untuk nya.


Hingga saat, Dony selalu bekerja lembur, sebelum Agatha hamil tua dia benar-benar sibuk dengan pekerjaan nya, tapi setelah Agatha hamil tua nanti, Dony, tidak akan pernah lembur lagi, dia akan menghabiskan waktu malamnya, untuk menemani sang istri.


Karena Dony, ingin kejar target, rencananya Dony akan membangun rumah dari uang hasil lembur nya sampai Agatha hamil tua nanti, dan saat Agatha melahirkan dia akan memboyong istri dan anak nya,ke rumah baru mereka.


Bangun tidur lebih awal Dony, akan membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu dia pun melakukan kewajiban nya sebagai umat beragama, setelah itu dia akan menyiapkan sarapan pagi untuk sang istri, meskipun masih dibantu oleh pelayan Mension, setelah sarapan pagi siap Dony, pun menyiapkan air hangat di dalam bathtub, dan mencampurkan sabun aromaterapi, setelah itu dia akan membangun kan sang istri untuk mandi dan berendam, merilekskan otot tubuh nya, setelah aktifitas semalam, kini tugas yang biasanya Agatha lakukan, sekarang Dony, yang melakukan itu, meskipun Agatha sempat protes, karena dia tidak ingin tugasnya melayani suami terhenti, dan malah dia yang dilayani suaminya itu.


Dony pun mendekat ke arah sang istri.


"Yang bangun sudah pagi, Air hangatnya sudah siap, ayo mas gendong ke kamar mandi"ucap Dony lembut.


"Mas, aku bisa sendiri, sayang please biarkan aku melakukan kewajiban ku, sebagai seorang istri"ucap Agatha.

__ADS_1


"Sayang, mengertilah, aku hanya ingin membahagiakan mu, aku tidak ingin kamu dan anak kita kelelahan, cukup saat aku tidak di rumah, dan saat kamu bekerja di kantor, tapi saat aku sempat, aku akan melakukan apapun untuk mu, dan anak kita, ayo mandi, setelah itu kita sarapan pagi, maafkan aku nanti pulang larut, kamu harus hati-hati saat berada di mana pun, saat aku tidak berada di sisi mu"ucap Dony.


"Tidak apa-apa, yang, kamu juga hati-hati di tempat kerja ingat jangan sampai makan yang pedas-pedas"ucap Agatha, yang di jawab anggukan.


__ADS_2