
Dheandra dan Refi, pulang berdua sementara kedua anak dan para suster dan sopir dengan belanjaan mereka yang memenuhi bagasi mobil dan jok belakang penumpang.
Refi berjalan menuju ruang tengah dia ingin menyimpan sebuah barang yang Refi beli, tanpa sepengetahuan Dheandra, sebuah kalung cincin berlian yang terdapat inisial nama nya dan Dheandra.
Refi, sengaja melakukan itu untuk kejutan.
"Sayang sini deh"ucap Rafi.
"Bentar mas aku mau menyimpan tas dulu"ucap Dheandra.
"Sini saja dulu, nanti baru simpan itu"ucap Refi lagi.
"Baiklah"ujar Dheandra sambil berjalan menghampiri Refi.
"Mas, kenapa sih teriak-teriak bisa bikin nunggu kan bukan urgent juga"ucap Dheandra.
"Yang aku minta bantuan dong aku kehilangan barang milik ku, yang baru aku beli"ucap Refi.
"Barang apa?...sih mas kamu itu ada-ada saja ih..,"ucap Dheandra.
"Ayang ku Amanda Alexandria, aku minta bantuan di Carikan saja nanti kalau sudah ketemu nanti kamu juga tau"ucap Dheandra.
"Heummm.... baik'lah"ucap Dheandra.
sementara itu Dheandra hanya pura-pura mencari, karena jujur saja dia bingung dengan sikap suaminya yang terlihat aneh hari ini.
"Yang bantuin please aku butuh banget itu, dan itu juga untuk kebahagiaan seseorang"ucap Refi.
"Seseorang.... berarti bukan aku dong,malas ah... tau gitu lebih baik gak nyamperin kamu mas"ucap Dheandra.
"Ayolah sayang jangan salah paham dulu nanti kamu rugi"ucap Refi.
"Aku gak mau cari, barang yang kamu persembahan untuk orang "ucap Dheandra.
"Baiklah ,biar aku cari saja sendiri, kamu memang tidak pernah sayang sama aku"ucap Refi.
Dheandra kembali berbalik"memangnya mas tau isi hati aku "ucap nya sambil berdiri di samping Refi.
"Tau lah orang saat ini kamu sedang cemburu ku" ucap Refi.
"Kamu ikut aku"ucap Dheandra..
Refi pun melangkah pergi menuju lantai dua di sana Dheandra tengah sibuk mengeluarkan sesuatu yang ia beli dari dalam paper bag nya.
tiga buah lingerie yang sangat menarik perhatian Refi, dan beberapa bokser milik Refi.
"Yang aku masih punya banyak untuk apa?... membelinya lagi"ucap Refi.
"Mas katanya mau ikut ke Jerman bukan"ujar Dheandra.
"Tentu saja Sayang"ucap Refi.
"Tidak usah bawa sayang di apartemen kita kan masih banyak"ucap Refi.
"Ya ampun mas itu sudah lama sekali, sudah hampir dua tahun lebih kita gak kesana, ya meskipun tempat itu selalu dirawat"ucap Dheandra.
"Ok terserah kamu"ucap Refi, sambil berjalan menuju kamar mandi setelah diam-diam memasukkan cincin tadi kedalam paper bag.
"Ini apa ya perasaan tadi gak ada "ujar Dheandra yang langsung mengambil cincin tersebut.
"Wah ini.... mas-mas sini deh!"teriak Dheandra, saat itu juga.
__ADS_1
"Apa?...mas lagi mau pipis sayang"ucap Refi lembut.
"Mas ini milik siapa?"ucap Dheandra.
"Nggak tau coba aja kamu cek"ucap Refi.
"Cincin mas,kan udah tau"ucap Dheandra sambil menatap seolah bertanya pada Refi.
"Sayang kamu kok,malah melihat mas kaya gitu , coba lihat ada ciri-ciri nya atau enggak"ucap Refi.
"Terimakasih mas"ucap Dheandra sambil tersenyum.
Refi langsung memeluk dan mengecup bibir Dheandra.
"Sama-sama sayang"ucap Refi.
"Mas, boleh tanya sesuatu?..."ucap Dheandra sambil menatap sendu.
"Tentu saja boleh sayang"ucap Refi, sambil mendekap erat tubuh Dheandra.
"Apa?...mas mencintai ku ?..."ucap Dheandra.
"Tentu saja Sayang, malah sangat-sangat mencintai mu"ucap Refi sambil mencium kening Dheandra, dengan penuh cinta.
"Aku sangat bahagia mas, aku juga berterima kasih mas telah menyayangi ketiga anak ku"ucap Dheandra sambil menitikkan air mata tatapan mata yang begitu sendu dengan lelehan air mata di yang mengalir ke pipi, membuat Refi, merasa sangat bersalah karena telah membuat istri nya menangis.
"Sayang, apa?...ini hey....mas tidak ingin kamu begini, mas benar-benar tulus mencintai kalian, sudah yah mas tidak ingin Air mata ini terbuang lagi"ucap Refi, yang langsung mengecup kedua belah mata Dheandra.
"Aku menangis, karena aku sangat bahagia mas, aku sangat bahagia bisa mendapatkan kamu mas yang selalu mencintai ku dan menjaga ku, selama ini"ucap Dheandra.
"Itu sudah kewajiban ku, sayang"ujar Refi.
pada akhirnya mereka pun menghabiskan sore itu dengan bercinta.
Refi, sibuk dengan kedua putrinya, yang kini tengah membantu Dheandra mengepak koper besar berisi barang-barang mereka berempat, mereka tidak membawa banyak baju kecuali satu koper milik kedua putrinya karena memang baju mereka yang ada di Jerman itu sudah kekecilan,**** mereka memiliki banyak uang yang tidak akan habis oleh tujuh turunan, tapi mereka tidak seenaknya menghamburkan uang, mereka lebih memilih untuk mengeluarkan uang untuk keperluan yang lebih penting.
Saat Dheandra memasak rendang, Refi menghampiri istrinya itu dan memeluknya dari belakang, dia bahkan tidak peduli dengan asisten rumah tangga yang ada di samping nya yang tengah membantu istrinya itu menyiapkan bahan-bahan.
Refi langsung mencium bibir istri nya tanpa aba-aba meskipun sebuah kecupan singkat.
"Mas...aku lagi masak"ucap Dheandra, sambil melirik ke arah Refi yang kini tersenyum pada nya.
"Aku tau Sayang.…... memang nya yang bilang kamu lagi senam siapa?....kan semalam sudah kec "perkataan Refi, terhenti saat Dheandra langsung membungkam bibir pria itu.
"Mas...bicara lagi besok tinggal sendiri di sini ok"ucap Dheandra.
"Duh tega benar sayang , iya-iya aku diam sayang asal setelah ini kamu kasih jatah lagi semalam kurang"ucap Refi yang langsung berlari karena Dheandra melotot tajam pada nya.
sementara BI Ijah, hanya mesem-mesem tidak karuan , dia ikut bahagia melihat mereka bahagia, Dheandra majikannya itu terlihat sangat bahagia dengan pernikahan nya itu.
Dheandra terlihat selalu menebar senyum setiap kali dia berada di hadapan nya, tidak seperti dulu yang sering terlihat sembab.
Dheandra yang sangat mencintai Andra , begitu pula sebaliknya, tapi ujian cinta mereka terlalu kuat hingga berkali-kali mereka digoyahkan dengan itu dan akhirnya mereka berdua pun berkali-kali berpisah, dan akhirnya benar-benar berpisah untuk selamanya.
tapi setelah pernikahan nya dengan Refi, Dheandra terlihat begitu bahagia dirinya tidak pernah menangis, selain karena cemburu, karena tidak jarang juga Refi, didekati oleh wanita cantik di luaran sana tapi beruntung Refi tidak pernah tergoda dengan itu.
Refi bahkan semakin mencintai Dheandra, yang menurutnya sudah lebih dari sempurna, wajah cantik,postur tubuh sangat bagus sudah gitu multi talenta juga, kurang apa lagi, coba kalau pun ada yang bilang masih kurang,itu adalah mereka yang tidak pernah bersyukur, seperti mantan suaminya.
🌹💖💖💖🌹
mereka sudah berada di dalam pesawat saat ini mereka menumpangi pesawat kelas bisnis, sengaja untuk privasi tidak ingin terganggu dengan yang lainnya.
__ADS_1
perjalanan yang panjang membuat mereka harus beraktifitas seperti di rumah tidur duduk sambil nonton TV juga dimanjakan dengan layanan yang terbaik dari pramugari dan pramugara.
Dheandra dan Refi duduk bersebelahan bersebrangan masing-masing dari mereka menjaga satu anak dan jika Refi, kangen istrinya, dia akan bangkit dan berjalan lalu menghampiri Dheandra,peluk cium selalu mereka lakukan beberapa jam sekali, bahkan saat mereka tidur bersama di dalam pesawat tersebut juga ada tersedia bed untuk mereka tidur.
Refi, dan Dheandra selalu merogoh kocek yang sangat besar, tapi semua itu demi kenyamanan dirinya dan keluarganya.
pria itu selalu ingin yang terbaik untuk keluarga nya itu, semenjak ia memiliki usaha sendiri.
Dheandra bahagia dengan semua itu, tapi ada satu hal yang membuat nya merasa bersalah saat ini adalah, dia tidak bisa memberikan keturunan untuk Refi, sejak kedua putri kembar nya lahir dia sudah dinyatakan tidak akan memiliki anak lagi, meskipun tidak ada masalah dengan rahimnya itu.
tapi dia kembali berharap akan sebuah keajaiban dari Tuhan.
Refi juga tidak menuntut untuk Dheandra segera punya anak dari nya, Refi sendiri tau bagaimana proses nya dari awal, dia pun memasrahkan semua nya pada yang maha kuasa.
sementara Andra saat ini sedang bertengkar hebat dengan istrinya, karena Andra lagi-lagi kedapatan membawa perempuan, pria itu sudah tidak lagi menahan diri untuk tidak melakukan itu, berbeda dengan saat dia bersama dengan Dheandra, pria itu selalu menahan hasrat bercinta dengan wanita lain yang datang menggoda nya meski kadang berakhir di ranjang akibat, pengaruh alkohol dan jebakan.
Andra, juga tidak pernah ingin itu bukan tidak bersyukur, tapi penyakit yang dia alami itu yang membuat nya tidak bisa menahan hasrat.
Andra, sudah berkonsultasi dengan dokter ahli terapi sebelum dia menikah dengan Dheandra,maka dari itu Andra, bisa sedikit mengontrol keinginan nya untuk melakukan itu, mental nya sedikit terganggu karena rasa kecewanya terhadap Dheandra yang tiba-tiba meninggalkan nya, saat itu Andra, terjun ke dunia hitam, dia bahkan bisa bermain dengan berbagai wanita yang dia inginkan untuk melepaskan fantasi nya itu.
dan ternyata itu menjadi penyakit mental yang sedikit sulit untuk di obati jika penderita nya tidak benar-benar ingin sembuh dan terus berusaha untuk melawan segala tekanan yang ada.
Harga kata cerai terucap dari bibir nya pria itu sudah tidak lagi melirik istrinya, dia dengan teganya membawa putranya untuk pergi ke Italia, pria tampan itu untuk sementara waktu akan tinggal di sana.
Andra terkadang menangis memikirkan semua yang terjadi dalam hidupnya, semua bukan karena kehendak nya, tapi dia kembali lagi berfikir mungkin karena Tuhan ingin mengistirahatkan nya dari rasa yang salah.
berbeda dengan Refi, yang selalu positif, pria itu kini tengah menikmati bahagia dengan keluarga kecilnya berlibur di Jerman, tapi meskipun demikian, Georgio, selalu memanfaatkan momen itu untuk meminta bantuan Dheandra, sehingga Refi marah karena waktu kebersamaan dengan sang istri terganggu.
Dheandra seperti terjerat rantai yang sama sekali tidak bisa diputus, berkali-kali Georgio, berjanji, akan mengijinkan istrinya untuk resign dari pekerjaan nya, tapi tetap saja Georgio, mengingkari janji dengan berbagai alasan meskipun Dheandra mendapatkan gaji sebesar gaji CEO perusahaan pusat, tapi Refi tidak ingin istrinya lelah karena mencari uang, sedang dia sendiri sudah bekerja keras untuk menghidupi mereka dan tidak pernah kekurangan.
Refi, hanya berdiam diri saat Randy dan Georgio, datang berkunjung dia kesal karena istrinya masih berada di kantor pusat jam makan malam tiba, meskipun akhirnya Dheandra menyusul pulang.
"Duh tidak usah ngambek gitu istri mu sedang di jalan"ucap Georgio, menggoda Refi.
"Diam kau"ucap Refi kesal.
Randy dan Georgio malah tertawa bersama mereka berbicara dengan bahasa Jerman, dan Refi dengan bahasa Indonesia, karena mereka semua saling mengerti bahasa ketiga nya.
Randy yang kini masih betah di Jerman, dengan otak jenius nya dia bisa membuat desain mobil yang sengaja di produksi oleh perusahaan milik Georgio, tidak hanya itu dia juga memiliki kerjasama dengan perusahaan Jepang, hingga bisnis mereka semakin merajai pasar dunia.
Randy juga mengembangkan bakat nya mendesain robot, yang bisa membantu seluruh kegiatan rumah, dengan berbagai komponen rumit itu dia bisa menyelesaikan pekerjaan yang menghasilkan pundi-pundi uang yang berlimpah.
istrinya tidak lagi bekerja sebagai perawat dia kini menekuni bisnis yang suaminya dirikan untuk dirinya yang selalu menyebut bosan harus terus berdiam diri di rumah.
istri Randy benar-benar wanita yang multi talenta saat ini bahkan kehidupan nya sama kedudukannya dengan istri dari Georgio , hidup wanita kelas atas sedang dia rasakan saat ini, tapi satu keluhan nya saat ini adalah dia sudah tidak bisa lagi memiliki anak,dia hanya memiliki satu putra yang kini sudah masuk usia lima belas tahun.
putra Randy, sangat tampan bahkan menjadi idola para wanita, dengan gaya hidup yang tinggi Randy memberikan semu pasilitas terbaik untuk putra nya itu , dia berharap kelak putra nya menjadi pemimpin perusahaan yang Randy bangun dengan susah payah selama ini.
meskipun Randy, masih tetap bekerja dengan Georgio, dan ayah nya, karena mereka yang sudah membuat dia seperti sekarang ini, meskipun dengan bakat yang mumpuni, yang ia punya.
Lionel Alexander, adalah putra Randy, yang saat ini sudah kelas dua SMA karena di Jerman sekolah dasar hanya sampai empat tahun, tidak sama dengan Indonesia, jadi lebih cepat dua tahun.dia tumbuh menjadi pria yang sangat tampan dan gagah, di tunjang dengan gaya hidup yang glamor,itu sengaja berikan untuk kebahagiaan putra semata wayangnya.
Randy juga sering mendapatkan penghargaan sebagai murid berprestasi di sekolah, sudah seperti kata pepatah buah tidak akan terjatuh jauh dari pohonnya, Lionel memiliki otak yang cerdas meski tidak secerdas Randy , yang lebih dari nya.
kini Lionel tengah mengajak main game ketiga adik sepupu nya dari Dheandra.
mereka jarang bertemu secara langsung tapi mereka sering melakukan panggilan video .
Lionel sebagai yang tertua selalu menjadi pembimbing dari ketiga adiknya.
sementara para ayah kini tengah sibuk mengobrol dengan santai di ruang tengah dan ibu mereka ketiganya tengah memasak, termasuk istri dari Georgio, Geraldine, yang sangat suka dengan tradisi dan budaya Indonesia, yang begitu santun pada suaminya, dia pun ikut menerapkan itu meskipun Georgio, bukan tipikal suami setia bahkan dia sering jajan di luar.
__ADS_1
tapi itu tidak mengurangi rasa cinta mereka berdua.