Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Tangis Alice#


__ADS_3

Alice sibuk bekerja dari pagi hingga sore, dia hanya istirahat, untuk mengisi perut nya bersama dengan Aiden putra semata wayangnya, dia sebenarnya merasa tidak tega jika harus membiarkan Aiden, terus ikut ke tempat kerja nya, bahkan anak itu tidak bisa beristirahat dengan nyaman seperti dulu tapi Alice harus bekerja untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.


"Nak maafkan mommy sayang, Mommy, tidak bisa memberikan mu kehidupan yang layak, Mommy, hanya bisa memberikan penderitaan pada mu, tapi Mommy janji, suatu hari nanti Mommy akan kembali sukses untuk mu"ucap Alice lirih.


dia langsung menggendong putra nya di depan karena bagian punggung nya ada ransel kecil berisi barang-barang keperluan Aiden dan juga dirinya, saat tiba di depan pintu pagar, Alice melihat mobil Gerald tengah terparkir di sana.


"Daddy kamu disini"ucap Alice sambil berjalan memeluk Aiden yang sudah tertidur semenjak dari taksi.


"Aku sengaja kesini untuk pamit sama kamu Alice, mommy ku meminta ku pulang sekarang juga saat dia melihat kita berfoto bersama, dan istri ku memosting foto kita di sana, maaf Alice, Mommy sempat kecewa padamu dulu tapi aku yakin dia tidak membenci mu hanya mungkin antisipasi saja"ucap Gerald mencoba memberikan penjelasan karena jika Dheandra tau tempat tinggal Alice bukan tidak mungkin dia akan mendatangi Alice.


"Tidak apa-apa... Daddy, lagi pula aku akan kembali ke negara ku, aku tidak bisa membiarkan putra ku hidup seperti ini terus, aku aku akan mencari pekerjaan lain yang bisa membuat semua nya jauh lebih baik"ucap Alice.


"Tidak Alice, jangan pergi, tetap lah disini ini rumah mu, seperti yang sudah aku katakan jangan merasa tidak enak hati, aku ikhlas membantu mu"ucap Gerald.


Alice hanya tersenyum kecut, sambil membuka kunci pintu nya.


"Jangan dulu pergi, aku belum mengembalikan kunci rumah dan ATM mu"ucap Alice yang buru-buru masuk ke dalam.


Gerald langsung menyusul dan dia ingin menghentikan Alice.


"Alice please, jangan lakukan itu jangan pergi, kita bisa bicarakan baik-baik "ucap Gerald.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan Daddy, mm tuan Gerald, kamu sudah cukup menolongku sedari dulu, dan sekarang aku sangat berterimakasih, sungguh terimakasih atas semua kebaikan anda, jika suatu hari nanti aku punya uang banyak aku janji eum"ucapan Alice terhenti saat Gerald mencium bibir nya, dengan rasa sakit yang kini sangat terasa di hati nya, karena cinta Gerald pada Alice tidak pernah terwujud.


"Aku ingin kau tetap di sini dan kamu tidak perlu bekerja, mulai saat ini, aku yang akan membiayai hidup kalian berdua"ucap Gerald yang masih merangkul pinggang Alice.


"Tidak tuan kamu sudah beristri dan sekalipun belum kita tidak punya hubungan apapun lagi, kamu hanya mengasihani gembel seperti ku"ucap Alice, sambil berjalan mengambil koper dan dia memasukkan barang-barang nya kedalam koper, setelah itu dia memberikan kunci dan kartu pada Gerald dia langsung menggendong kembali putra nya itu dan menyeret koper besar milik nya juga ransel .


"Alice aku bilang berhenti! teriak Gerald, tapi Alice terus berjalan hingga taksi yang dia pesan sudah datang.


"Alice jika kamu benar-benar pergi, aku akan sangat membenci mu"ucap Gerald.


"Itu jauh lebih baik Daddy"jawab Alice, yang langsung masuk kedalam taksi, Gerald hendak menarik tangan Alice agar keluar dari mobil tapi Celsi, sudah menelpon nya.


Alice pun berlalu pergi, hingga sampai di bandara, dia tidak berhenti menangis dalam diam, Alice memutuskan untuk pergi, meskipun ini sangat menyakitkan, itulah kenapa? dia tidak ingin bertemu dengan Gerald, karena dia tidak sanggup jika harus berpisah untuk kedua kalinya.


Alice memesan tiket pesawat kelas ekonomi, menuju Jerman, beruntung barang bawaan nya hanya dua koper meskipun itu sangat merepotkan tapi Alice harus menjadi wanita yang kuat.


Alice pun berjalan menuju ruang tunggu bandara, dia memangku putra nya yang sudah terbangun dari tidurnya.


hari sudah petang Gerald pun sudah berada di bandara pesawat yang akan mereka tumpangi saat ini akan berangkat tiga puluh menit lagi, Gerald pamit untuk ke toilet tapi saat mendengar pesawat keberangkatan ke Jerman akan berangkat lima belas menit lagi dia langsung berlari mencari Alice, kesana kemari bahkan dia mencari Alice hingga ke arah eskalator yang mengarah ke arah pintu menuju pesawat tapi Gerald tidak kunjung bertemu dengan Alice, karena wanita itu sejak beberapa menit yang lalu sudah berada di dalam pesawat, dia memejamkan mata sambil berdoa, kepada tuhan, semoga semua itu adalah jalan terbaik untuk mereka, seperti dulu, hingga dia menyuapi putra nya makan malam, setelah pesawat lepas landas.


Gerald sendiri sempat menitikkan air mata di sudut mata nya yang langsung dia hapus, sambil bergumam.


"Tunggu aku Alice, aku akan mewujud kan keinginan mu, meskipun itu akan membuat salah paham"ucap Gerald.

__ADS_1


tiba giliran Gerald, yang ternyata sudah waktunya berangkat ke Jakarta.


pria itu duduk di samping putri nya dan istrinya di jok sebrang dengan putra nya, Gerald terus fokus pada ketiga nya, hingga pesawat lending, akhirnya mereka tiba dengan selamat.


Alice sendiri masih berada di dalam pesawat, dia langsung mengusap air mata nya, dia berjanji ini tangis untuk yang terakhir kali nya.


Alice, akan berjuang untuk hidup seperti dulu meskipun sulit, dia sudah tidak memiliki siapapun, dan jika bukan Aiden putra.


sesampainya di Jerman, wanita itu langsung menuju rumah lama nya yang sudah bertahun-tahun dia tinggalkan hanya sesekali ia bersihkan, rumah itu juga rumah terakhir yang menjadi rumah kenangan bersama dengan Gerald.


Alice membawa putranya itu kedalam kamar nya, dia pun membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah disana, hingga akhirnya keduanya terlelap, Alice bermimpi tentang kehidupan nya dulu yang bahagia bersama dengan sang Daddy, hingga dia ingat pesan sang Daddy jika dia tiada nanti Alice, diminta untuk menemui, seseorang yang tak lain adalah seorang pria yang pernah datang ke rumah nya, menjemput Alice untuk berlibur saat dia masih SMA dulu.


hingga Alice terjaga, dari tidurnya dia mengingat semua nya, dia pun langsung mencari sebuah buku harian milik Daddy nya yang sempat dia bawa dulu, saat dia terusir dari rumah tersebut.


Alice, berlinang air mata saat melihat kebersamaan dia dengan sang ayah, yang sangat menyayangi nya, saat itu andaikan saja, Ayah nya datang menjemput Alice mungkin kejadian nya tidak akan seperti itu.


"Daddy, I Mis you so much"lirih nya.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di kediaman Dheandra, wanita itu tengah merenung setelah pernikahan Alexander dan Anggeline usai dia tidak pernah melihat putranya tersenyum sedikit pun, Alexander menjadi pria yang dingin bahkan tidak banyak bicara seperti dulu.


Alexander, bahkan tidak pernah mau tidur satu kamar dengan Anggeline, dia lebih memilih tidur sendiri meskipun Anggeline, merengek meminta Alex, menemani nya.


seperti raga tanpa jiwa, Dheandra pun meminta Anggeline, untuk bersabar karena Alexander, sedang benar-benar terluka, saat ini bahkan pria itu tidak pernah bertegur sapa lagi dengan Dheandra tapi Dheandra bisa maklum dengan semua itu.


hingga akhirnya semua orang telah pergi, saat ini hanya ada mereka berdua.


"Honey, ayo tidur sudah larut, pekerjaan bisa dikerjakan besok, dan lagi malam sudah larut"ucap Alexander.


"Baiklah ayo tidur"ucap Alexander, sambil berjalan lebih awal, dia langsung masuk ke dalam kamar nya, dan langsung membanting pintu kamar nya yang hampir mengenai hidung mancung Anggeline.


"Honey, kamu keterlaluan! buka pintu nya buka"teriak Anggeline.


tapi Alexander sama sekali tidak menggubris nya dan tertidur pulas di atas ranjang nya, Anggeline, sendiri terpaksa tidur di kamar lain, dia akan membuat Alexander bertekuk lutut pada nya, suatu hari nanti Anggeline, sadar bahwa ia sudah hadir di antara mereka.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu bertemu dengan nya lagi"ucap Anggeline.


wanita itu ternyata adalah wanita licik, Mila sendiri saat ini tengah berada di Meksiko, gadis itu tinggal sendiri di sebuah apartemen sederhana dan pekerjaan nya saat ini adalah sebagai penjual camilan di pinggir pantai, bersama dengan teman yang baru di temui ya setelah beberapa hari di sana.


dia membeli sebuah lapak yang suasana nya cukup ramai, hingga malam hari karena disana adalah tempat wisata yang buka selama dua puluh empat jam seperti di Bali, tapi Mila hanya buka lapak hingga pukul dua belas malam setelah itu dia akan kembali pulang untuk beristirahat.


banyak sekali pria yang mengagumi kecantikan Mila, yang benar-benar berbeda-beda dari gadis kebanyakan di sana, hingga tak jarang pembeli dagangan nya adalah kebanyakan pria.


Mila tetap bersikap ramah meskipun kadang menjengkelkan tapi dia hanya bisa tersenyum

__ADS_1


Mila merasa ada dunia baru yang bisa membuat hati nya tenang saat ini, kadang juga rasa sakit itu datang bersamaan dengan datangnya malam.


tepat pukul satu dini hari waktu Amerika, Mila menelpon kedua orang tua nya, satu hal yang Mila tidak tahu bahwa saat ini Alexander, tengah berada di rumah nya Mila, untuk menanyakan dimana Mila berada, tepat bersamaan dengan sambungan video call dari Mila, terlihat oleh Alexander yang langsung menarik ponsel itu tanpa permisi.


Alexander tau no dengan kode luar negeri tersebut, Alex bahkan menggeser layar ponsel tersebut hingga tampak wajah Mila.


seketika Mila mematung tanpa kata dia menatap Alexander dalam diam, hingga panggilan itu berakhir.


Alexander langsung menelpon seseorang untuk menyiapkan keberangkatan nya menuju negara tersebut.


Alex tidak pulang ke rumah semua keberangkatan nya langsung dari rumah Mila,agar tidak ada satu orang pun yang tahu.


sementara Mila sendiri dia tidak bisa memejamkan mata, saat ini dia tidak takut Alexander datang mencari nya, yang dia takut adalah Alex tidak akan pernah melepaskan diri nya.


hingga pukul empat dini hari, Mila baru memejamkan mata nya.


sementara Alexander sudah berada di pesawat untuk berangkat ke negara yang menjadi tempat persembunyian Mila.


sementara di Jerman Alice, mendatangi sebuah tempat yang ayahnya sebut kan saat itu juga, setibanya di sana dia melihat sebuah rumah besar bergaya klasik, yang dijaga ketat oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah Alice temui.


seseorang menghampiri nya dan berkata.


"Alice"ucap nya sambil tersenyum.


"Yes"ucap Alice.


wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik itu, langsung memeluk nya.


"Putri ku"ucap nya.


Alice tidak bergeming, dia sedikit tidak terima kenapa? baru kali ini dia mengatakan itu, dan kenapa? dia tidak datang mencari nya, saat dia membutuhkan sosok keluarga dalam hidup nya.


"Honey maaf kan Mommy, Mommy tidak pernah mencari mu karena mommy pikir Daddy mu masih hidup"ucap nya seakan tau apa? yang Alice pikiran.


wanita itu melihat Aiden, yang begitu mirip dengan putri nya itu.


"Apa? dia cucuku"ucap nya.


Alice hanya mengangguk, dia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa ternyata selama ini dia masih memiliki keluarga, ternyata wanita yang selalu ia lihat tengah menggendong bayi tersebut masih hidup dan ternyata dia adalah ibunya Alice, tapi yang menjadi pertanyaan kenapa? mereka tidak pernah tinggal bersama.


hingga sang Mommy, menggendong Aiden, dan merangkul bahu Alice membawa nya kedalam rumah dan para penjaga terlihat sangat hormat dan patuh pada wanita itu.


"Duduk lah sayang ini adalah rumah kita, dan mommy akan bercerita tentang semua hal yang terjadi.


"Mommy dan Daddy mu saling jatuh cinta, saat kami sedang kuliah bareng di Amerika, kami adalah mahasiswa berprestasi yang selalu pergi bersama kemana pun, hingga satu kesalahan terjadi di antara kami berdua, hingga kau hadir ,ke dunia aku menikah dengan Daddy mu secara diam-diam, dan kabur dari Amerika, ke negara ini, hingga saat kamu lahir, Daddy mu meminta Mommy, untuk kembali ke rumah orang tua Mommy, dan dia berjanji akan membesarkan mu sendiri, karena saat itu nyawa kalian terancam jika Mommy terus berada di samping kalian, dengan berat hati Mommy pun pergi meninggalkan kalian, hingga tiba di Amerika Mommy langsung dijodohkan dengan seorang pengusaha sukses yang selama ini hidup bersama dengan mommy, tapi karena Mommy tidak punya anak dia pun kembali menikah dengan wanita lain tanpa menceraikan Mommy, tapi Mommy memutuskan untuk meninggalkan Amerika, agar bisa lebih dekat dengan kalian, berdua tapi nyatanya Daddy mu tetap memutuskan untuk membesarkan dirimu sendiri, hingga kau beranjak dewasa, Mommy dan Daddy mu kembali membuat kesepakatan, jika suatu hari dia pergi dari dunia ini, dia meminta Mommy untuk merawat mu meskipun harus berpura-pura menjadi orang asing demi keselamatan mu, karena ternyata Daddy mu memiliki musuh, dalam selimut, sepertinya dia tau kematian nya sudah dekat, hingga saat berita kepergian nya muncul di koran, Mommy, buru-buru mencari mu, tapi kamu tidak bisa ditemukan, Mommy hanya menunggu kau datang mencari Mommy Alice, seperti janji Daddy mu, mommy sangat mencintaimu dan sangat merindukan mu putri kecil ku, buah cinta ku"ucap wanita paruh baya itu, sambil kembali memeluk Alice..

__ADS_1


__ADS_2