
"Iya sayang, love you"ucap Dony, sambil mengecup kening istrinya dan berlalu pergi menuju tempat kerja, Dony, bahkan hanya menggunakan sepeda motor, untuk datang ke pabrik tempat dia mengais rezeki.
Agatha, selalu tersenyum mengantar kepergian sang suami, hingga ke dipan teras.
kehamilan nya yang baru menginjak tiga bulan itu, membuat dia merasa bahagia, karena perhatian dan cinta yang Dony berikan.
Selama ini, Dony, tetap cinta pertama nya, meskipun Agatha, sempat terobsesi dengan Ekin, yang kini entah dimana, pria itu tidak pernah diketahui keberadaannya, mungkin dia sudah kembali ke negara nya, pikir Agatha.
Ekin, bahkan tidak mengundurkan diri, dan tidak pula ia pecat.
Pria itu menghilang begitu saja, sementara Agatha, hanya fokus pada urusan pekerjaan dan rumah tangga nya, Eleanor, putri dari Ekin, kini sudah berusia tiga tahun lebih, gadis kecil yang cantik itu, selalu membuat Agatha, teringat akan pria itu.
Ekin, yang sangat tampan, dan gagah itu, tidak sesuai ekspektasi nya, pria yang dia kira benar-benar terbaik dan jauh lebih baik, ternyata sebaliknya.
Sekarang, dia sudah mendapatkan anugerah terindah yang membuat hidup nya, jauh lebih bahagia.
Bicara tentang bahagia, ada seseorang yang sangat bahagia saat ini, yaitu Daisy yang kembali hamil setelah usaha yang dilakukan oleh mereka berdua, Marco, sebenarnya tidak sepenuhnya, mandul hanya ada masalah kesuburan yang diakibatkan oleh tekanan hidup, dan kadar alkohol dari minuman keras yang dia konsumsi, setelah dia memutuskan untuk menerima perjodohan, dan faktor gila kerja juga sangat berpengaruh untuk kesehatan nya.
Desy, yang baru saja diperiksa oleh dokter spesialis kandungan, karena wanita itu mengalami mual muntah, setiap pagi, dan keterlibatan siklus bulanan nya.
"Tuan, dan nyonya, sekarang kita akan lihat, bayi kalian, yang ternyata hampir berusia tiga bulan"ucap sang dokter.
"Buruan dokter, saya sudah tidak sabar"ucap Marco yang begitu antusias.
"Baiklah"ucap dokter wanita itu, mereka pun menatap kearah monitor, yang memperlihatkan rahim Desy, saat itu juga Marco, menitikkan air mata, saat melihat dua kantong, berisi janin, ternyata Desy, kembali hamil kembar.
"Sayang mereka kembar"ucap Marco, pada Desy, yang kini tengah mengusap tetes air mata di wajah Marco.
Pria itu, tidak kuasa menahan haru, saat melihat kedua anak nya yang ada di rahim sang istri.
"Selamat, tuan dan nyonya, bayi anda sehat dan kuat"ucap dokter tersebut.
"Terimakasih dokter"ucap Marco dia langsung membantu, istrinya turun dari ranjang.
Setelah mendengar penjelasan, dari dokter tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil dan suaminya, Marco pun membawa istrinya langsung pulang ke Mension, dia bahkan memerintahkan asisten pribadi nya untuk mencari koki profesional yang akan memasak makanan bergizi tinggi untuk istri dan anak yang ada di dalam kandungan nya.
Berlebihan memang tapi itulah Marco, pria itu ingin yang terbaik, termasuk untuk kedua anak nya yang juga merupakan keponakan nya, tapi Marco, menganggap mereka sebagai anak kandung nya sendiri.
Seperti sekarang ini, dia tengah bermain dengan keduanya, bintang yang terlampau manja padanya dia meminta Marco, untuk mengangkat nya lebih tinggi, dengan bahasa nya yang terkadang sulit untuk dimengerti, tapi Marco, tetap tau apa? yang putri nya inginkan.
Marco, tertawa terpingkal-pingkal, saat kedua anak nya menggelitik tubuh nya dengan menggunakan bulu sintetis, mereka disuruh oleh Desy, karena tubuh kekar itu akan kalah dengan itu.
"Hahaha, stop ampun Daddy kalah"ucap Marco yang terus tertawa kegelian.
"Mommy, tunggu ya hukuman yang akan Daddy berikan"ucap Marco, yang kini mendekat ke arah Desy, yang tertawa geli, wanita itu karena Marco mendekapnya erat dan mengecup seluruh wajah nya, saat ini.
"Stop Daddy stop"ucap Desy, yang tertawa terbahak-bahak.
Desy berusaha lepas tapi tak bisa, hingga akhirnya mereka pun tertawa bersama, kebahagiaan yang hakiki.
Kehidupan Desy, saat ini terlihat sangat bahagia karena, memiliki suami yang sangat mencintai nya empat anak, termasuk yang ada di dalam rahimnya, hidup jauh lebih berkecukupan termasuk surga dunia yang terindah yang tidak semua orang memiliki itu.
Desy, sangat bersyukur, sama seperti Dony.
__ADS_1
Sementara Maikel, dia yang sudah menikah dengan seorang wanita pilihan Alexander, gadis itu, selalu menolak untuk memberikan hak nya pada Maikel, dengan alasan Maikel, mencintai wanita lain, dan tidak mencintai nya.
Alexa, adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya raya, dia adalah gadis polos dan manja, setiap hari dia akan menghabiskan uang untuk mentraktir teman-teman nya, tapi setelah menikah Maikel, bahkan menempatkan bodyguard untuk menjaganya, yang hanya boleh keluar rumah, apalagi saat Maikel, tidak ada.
"Om, Aku mau jalan-jalan keluar"ucap Alexa yang keluar dari dalam kamar nya.
"Tidak Alex, kamu sudah terlalu banyak berfoya-foya dan menghambur kan uang untuk hal yang tidak jelas, sekarang kamu sudah menikah, kamu harus bisa mengelola keuangan, meskipun keluarga mu punya banyak uang, tapi jika seperti itu, lama-lama mereka akan bangkrut juga."ucap Maikel, yang memiliki istri berusia sembilan belas tahun, berbeda delapan tahun dengan nya.
"Om...om, itukan pengusaha sukses, tidak mungkin tidak punya uang, sini bagi aku mau jalan-jalan bareng teman-teman aku, aku harus menghabiskan masa muda ku, sebelum hari tua itu datang"ucap Alexa.
"Alexa, begini saja, aku akan penuhi, permintaan mu, apapun itu, tapi kamu juga harus penuhi permintaan ku"ucap Maikel.
"Apa? itu, om... om, boleh meminta apapun, tapi tidak dengan kehormatan ku, aku belum siap, jika suatu saat nanti, pernikahan ini berakhir, aku sudah tidak perawan lagi bagaimana"ucap Alex.
"Siapa? yang akan melepaskan kamu, pernikahan itu, sakral bukan permainan Alexa"ucap Maikel.
"Pokoknya aku tidak ingin saat ini, aku belum siap"ucap gadis itu.
"Terserah, berarti tidak ada kebebasan dan uang yang kamu mau, kamu selamanya akan dikurung di rumah ini, untuk selamanya"ucap Maikel.
"Om, kejam"ucap Alexa, yang kini terlihat seperti sedang menahan tangisnya, gadis itu berlari pergi menuju kamar nya, tidak ada yang mau mengerti akan, keinginan nya.
"Kamu harus belajar dewasa, Alexa, kau bukan anak kecil lagi, sebentar lagi, usia mu dua puluh tahun"ucap Maikel, yang juga sangat jengah.
Alexa, duduk termenung di balkon kamar mereka, meskipun mereka tinggal satu atap, tapi tidak bisa membuat Maikel, bisa menyentuh nya sesuka hati.
Seperti, setiap hari nya, selama ini, Alexa, tidur dengan pembatas gulung dan bantal bahkan dia menggunakan pakaian berlapis-lapis, dan kadang membuat Maikel, ingin tertawa terbahak-bahak, disaat gadis atau pun wanita lain, datang padanya minta kepuasan, berbeda dengan gadis itu, bahkan jika sedang tidur nyenyak pun dia akan langsung terjaga, saat Maikel mengerjainya.
...🌹💖💖💖🌹...
Maikel, bukan tidak mampu untuk memaksa, merebut hak nya, tapi ia tidak ingin, kejadian dulu terulang kembali, dia menyakiti wanita yang tidak seharusnya ia, lakukan meskipun wanita itu adalah istrinya sendiri, Maikel ingin, dia memberikan hak nya dengan suka rela.
Sementara untuk urusan kedua anak nya, yang kini berada di tangan Marco, Alexa sudah tau, dan dia pun menerima itu, justru dengan alasan itu, Alexa, santai untuk tidak memiliki anak, seperti target yang biasa nya terjadi pada pernikahan berlatar belakang perjodohan tersebut .
Di Merauke, Anada dan Agam, tengah liburan bersama, dirumah itu terlihat sangat ramai dengan kehadiran para pegawai medis, yang tak lain adalah rekan kerja dari Ananda, dulu di sana.
Setelah Ananda berkunjung ke puskesmas tempat dulu dia bekerja, bersama kedua orang putra nya dan tentunya suami tampan nya, yang mengalahkan ketampanan para pemuda lain.
Pria itu, masih tampil segar bugar, dengan segala karismatik yang ia miliki.kaca mata hitam yang kini bertengger di hidung mancung nya, dan juga kulit putih nan halus itu.
Agam menggendong Arsen dan Arthur, yang menjadi pusat perhatian, adalah gaya berpenampilan ayah dan anak itu sama, sementara ibunya, semakin cantik dengan gaya santainya menggunakan t-shirt yang pas di badan dengan celana panjang overall, yang kini menunjang penampilan rambut yang di Cepol asal itu menambah kecantikan nya, kulit wajah yang sangat terawat dan berseri, meskipun tanpa polesan makeup, hanya lipstik tips berwarna merah marun, yang menambah kesan glamor.
Disambut oleh masyarakat sekitar yang hadir di sana, karena kehadiran mereka, juga sekaligus untuk bagi-bagi sembako.
Dengan pengawalan ketat, keluarga kecil itu juga didampingi pengurus di sana, hampir seluruh warga desa di dua desa yang selalu Ananda ,datangi kebahagiaan sembako yang Ananda beri, sebagai rasa syukur, karena telah diberikan rejeki lebih.
Ananda pun kembali pulang ke rumah nya, dia ingin segera istirahat bersama dengan suami dan anak tercinta, sementara Nina, yang dulu bekerja bersama nya, kini dia sudah menikah dengan Boy, alih-alih memilih wanita yang berpendidikan tinggi, Boy, malah jatuh cinta pada pengasuh tersebut.
Sementara Agam, sibuk mengurus kedua jagoan nya mandi, Ananda, tengah sibuk mengurus masakan untuk makan malam mereka nanti.
Selama ini rumah nya, begitu terawat karena, dokter yang menempati rumah tersebut, sangat suka kebersihan.
Kini rumah itu kosong, Ananda tidak lagi menjadikan rumah tersebut sebagai tempat praktek tapi, dia jadikan villa keluarga.
__ADS_1
Mereka akan hadir di sana, satu tahun empat kali, sementara kabar anak angkatnya saat ini, tidak lagi terdengar, karena mereka pindah ke luar negeri, mereka akan menghubungi asisten pribadi ayah Leo, terlebih dahulu jika ingin melihat putranya itu.
"Sayang sudah beres belum"tanya Ananda, yang kini terlihat masuk kedalam kamar nya.
"Sudah dong, lihat sudah rapih kan"ucap Agam.
"Bagus lah, ayo turun, sebentar lagi kita makan malam, kalian akan makan lebih dulu jagoan mommy"ucap Ananda.
"Hore"ucap keduanya yang mengira akan disuapi es krim, oleh keduanya, karena setiap kali makan akan ada es krim, untuk makanan penutup.
"Malam ini kalian berdua tidak akan dapat jatah es krim, karena, tidak cocok jadi besok saja saat di Jakarta"ucap Ananda.
"Ya mommy gak asik nih"ucap Arthur.
"Sayang, kalian, tadi habis main panas-panasan, jadi jika makan es krim saat ini, kalian akan sakit.
"Iya sayang nanti saja saat di Jakarta ya"ucap Agam.
Agam pun langsung mendudukkan putra nya di kursi meja makan tersebut, Ananda langsung menyiapkan makanan mereka di piring, setelah itu, Ananda pun menyuapi Arthur, dan begitu juga Agam, yang menyuapi Arsen.
Mereka pergi tidak mengajak pengasuh atau pun pelayan, semua mereka kerjakan berdua, Ananda yang dibantu oleh suaminya yang selalu sibuk bekerja siang dan malam itu, kini terlihat sangat bahagia, karena jarang-jarang suaminya punya waktu untuk itu.
Agam selalu sibuk dengan pekerjaan nya, sementara Ananda, hanya bisa mengeluh jika terlalu sering diabaikan karena kesibukan yang menggunung itu, wanita itu akan meminta Agam berhenti berkerja.
Agam sendiri, akan menuruti permintaan istri tercinta nya itu, meskipun sedikit sulit.
Ananda, akan membayar itu, lebih mahal lagi, bahkan Agam akan meminta bayaran lebih, tapi mereka bahagia dengan itu semua.
Sementara itu di Jepang Dony, yang datang ke kantor Agatha, dia sempat di tahan di lobby kantor, karena Dony, salah menyebut dirinya sebagai suami Agatha, padahal yang mereka tahu Ekin, adalah suami Agatha, tapi Dony, tidak marah dia bahkan bersikap santai, tapi kemudian, seorang pria bertubuh jangkung datang menghampiri Dony, yang kini tengah di tahan oleh scurity.
"Tuan Dony"ucap asisten pribadi Agatha.
"Ya saya sendiri"ucap Dony.
"Nyonya meminta anda untuk menemuinya"ucap pria itu scurity itu kaget, saat asisten nya bilang bahwa Dony, adalah suami dari bos mereka.
Agatha, bahkan merasa sangat bersalah dia memberikan peringatan kepada semua karyawan nya.
"Sayang, maafkan aku, mereka tidak tau kamu"ucap Agatha yang langsung menyambut Dony, yang kini tersenyum padanya.
"Tidak masalah sayang, maklum saja mungkin karena penampilan ku, memang tidak pantas jika disandingkan dengan mu yang seorang pemimpin"ucap Dony, jujur.
"Sayang aku jadi sedih jangan bicara seperti itu lagi"ucap Agatha, yang memeluk dan mencium bibir Dony.
"Jangan sedih sayang, aku tidak apa-apa, jadi jangan sedih ya, ini aku bawakan makan siang untuk mu sayang"ucap Dony.
"Makasih yang... Kamu itu memang malaikat tampan yang tuhan ciptakan untuk, aku sangat mencintaimu"ucap Agatha.
"Sayang, apa kabar mu di sana heumm, sudah lapar ya, Ayah minta maaf datang terlambat"ucap Dony.
"Tidak apa-apa, sayang kita belum terlalu lapar kok, ayo makan bersama, bukan nya mas hari ini lembur ya"tanya Agatha.
Agatha pun menggandeng tangan Dony, membawanya ke sofa ruangan tersebut, dia duduk bersama dengan Dony, dan Dony langsung membuka, kotak makanan tersebut, dan menyuapi istrinya dengan sayang.
__ADS_1
"Mas aku ingin pulang ke Indonesia"