
Hingga satu tahun berlalu, Agam tidak pernah lagi menghubungi Ananda, yang kini sudah bersiap untuk kembali ke Indonesia, dengan asisten Agam, gadis itu sudah kembali sembuh total bahkan dari bekas luka dan lainnya.
Hingga tiba di Indonesia, Ananda yang sudah kembali berpenampilan sempurna dia berjalan sendiri menuju apartemen milik Agam.
sementara Anya pergi menuju rumah nya karena sudah satu tahun tidak kembali.
sesampainya di unit apartemen Agam, dia langsung masuk kedalam apartemen bermaksud memberikan kejutan pada Agam.
Tapi bukan Agam yang terkejut tapi Ananda mematung di tempat karena melihat seseorang tengah bercumbu mesra dihadapan nya.
Air mata Ananda tiba-tiba turun begitu saja Ananda pun berbalik dan pergi sementara Agam mendorong wanita yang ada di hadapannya.
"Maafkan aku honey, aku terpaksa dengan begitu kamu bisa membenci ku"ucap nya lirih.
sementara itu Ananda tengah berdiri di lobi apartemen dia kembali menaiki taksi, dan pergi menuju halte untuk kembali ke kampung halaman nya.
tapi Agam bahkan tengah menangis sesenggukan di dalam kamar nya, pria itu benar-benar terluka dalam, bagaimana bisa dia memberikan luka pada wanita yang sangat ia cintai hingga saat ini.
sementara Ananda sudah tiba di halte bis, dia menunggu sedikit lebih lama, hingga hujan turun deras di sore itu Ananda pun duduk sendirian tidak ada teman atau pun keluarga, saat ini hanya ada air hujan yang menyamarkan tangis nya.
hingga bis yang sudah sangat berdesakan penumpang nya itu tiba akhirnya Ananda pun kembali ke kampung halaman.
tepat pukul sebelas malam dia tiba di depan rumah lama nya, dia pun masuk kedalam rumah yang sudah satu tahun lebih ia tinggalkan tapi anehnya rumah itu tetap bersih dan terawat dan ada beberapa ruangan yang terlihat baru direnovasi, tapi siapa? yang melakukan itu.
Ananda pun menatap ke sekeliling ruangan, tidak ada siapapun di sana, dan saat dia masuk ke dalam kamar nya, dan betapa terkejut nya saat melihat barang-barang di kamar itu semua menjadi baru dan tempat tidur yang berukuran king size, dan kamar itu menjadi luas, dia pun kembali berjalan keluar rumah, dan ternyata itu memang benar rumah lama nya tapi kenapa berubah begitu banyak, apa? rumah ini di jual orang.
Ananda pun kembali masuk dan sesampainya di kamar karena sudah sangat lelah akhirnya dia pun memejamkan mata nya, hingga pagi tiba seorang tetangga dekat Ananda mendatangi rumah tersebut, dia kaget ternyata yang punya rumah sudah benar-benar ada di rumah, tidak hanya itu dia pun kembali mendapatkan surat panggilan dari kampus untuk dirinya melanjutkan kuliah dengan beasiswa yang diberikan oleh pihak kampus.
semua serba kebetulan memang tapi Ananda hanya ingin ikut kemana takdir akan membawa nya.
sementara seseorang kini sudah menerima laporan bahwa panggilan untuk kuliah sudah di setujui oleh Ananda dan wanita itu akan mulai kuliah dengan jurusan yang sama .
hingga akhirnya hari itu tiba Ananda kuliah di kota kelahiran nya, hanya saja saat ini dia tidak lagi kos rumah tapi dia pulang pergi, meskipun butuh satu jam lebih untuk perjalanan kesana.
sementara itu di Jakarta Agam tengah sibuk bekerja, kali ini dia mengutus seseorang, untuk membersihkan mobil lamanya yang pernah ia berikan pada Ananda dua tahun yang lalu.
mobil itu dikirim kan oleh orang suruhan Agam, tepat pukul delapan pagi saat Anada hendak pergi kuliah dia kaget seseorang membawa mobil yang ia kenal ke halaman rumah nya yang sudah di sulap sedemikian nyaman itu, Agam adalah orang yang sudah menyulap rumah itu menjadi begitu nyaman dengan perabotan baru.
"Permisi dengan Nona, Ananda Aprilia"ucap orang tersebut.
"Ya pak, Anda siapa? dan ada keperluan apa? ya saya sedang buru-buru"ujar Ananda tanpa jeda.
"Begini nona, saya diutus oleh tuan Agam, untuk mengantarkan mobil milik Nona, karena tuan Agam sudah menjual apartemen milik nya pada orang lain, tapi mobil ini milik Anda dan dia ingin mengembalikan ini pada Anda"ujar pria itu.
"Tidak pak itu mobil Agam, saya tidak punya hak untuk itu dan satu lagi saya titip barang tolong berikan itu padanya"ujar Ananda.
"Tidak Nona, saya tidak bisa bertemu tuan Agam, karena dia sudah pergi ke luar negeri untuk berbulan madu"ucap pria itu berbohong sesuai apa? yang sudah Agam katakan bahwa dia akan berbulan madu karena Ananda akan melakukan hal itu seperti yang Agam duga.
Agam pun menghela nafas panjang saat mendengar suara wanita yang sangat ia cintai itu, dari sambungan telepon yang tersambung secara diam-diam itu.
__ADS_1
"Tidak pak tolong bawa kembali mobil itu itu bukan milik saya, dan tolong bilang padanya suatu hari nanti jika saya punya banyak uang saya akan mengembalikan semua yang telah dia berikan termasuk biyaya pengobatan saya, saya permisi dulu saya sudah terlambat"ucap nya sambil berusaha untuk pergi.
"Tunggu nona saya sudah ditunggu oleh rekan saya tolong ambil kunci dan surat-surat berharga ini, saya hanya pesuruh nona ,mohon jangan persulit saya"ucap pria itu yang langsung memberikan semua itu pada Ananda yang kini mematung.
"Kapan? dia pulang dari bulan madu nya,saya sendiri yang akan memberikan ini padanya"ucap Ananda.
"Kurang tahu Nona, karena tuan Agam bilang akan pulang setelah ada kabar baik"ucap pria itu.
"Tolong sampaikan selamat berbahagia dari ku semoga semua nya seperti yang dia harapkan, bahagia bersama pasangan nya"ucap Ananda yang langsung membawa masuk satu kotak yang entah isinya apa? yang jelas lumayan berat .
Ananda pun kembali ke luar tapi pria itu sudah tidak ada, Ananda pun pergi meninggalkan rumah dengan berjalan kaki dia akan pergi dengan ojeg online.
Ananda punya waktu satu jam lebih lima belas menit lagi.
Agam dibuat geram dengan gadis keras kepala itu, saat melihat dia naik motor dan ternyata itu bukan lah ojek online, melainkan seorang lelaki yang menggunakan motor sport.
"Ananda sayang kamu sudah membuat ku kesal kamu akan terima akibat nya nanti, tunggu sampai waktu itu tiba"ucap Agam yang kini tengah berada di dalam ruangan kerja nya.
Agam memang sudah bercerai dari Amanda tapi kedua orang tua nya kembali menjodohkan Agam pada seorang gadis berusia sama dengan Ananda yang kini berusia dua puluh satu tahun lebih, gadis itu baru lulus kuliah, dia juga sudah bekerja di kantor milik Daddy nya.
Dan Agam, sering pergi dengan nya atas permintaan sang Mommy.
🌹💖💖💖🌹
Satu bulan berlalu, kini Ananda, sudah bersiap untuk pergi mengembalikan mobil kartu ATM yang sempat Agam berikan dulu meskipun uang itu sudah terpakai sebagian, dan satu buah handphone, juga beberapa set perhiasan yang pernah Agam berikan, saat mereka tinggal bersama dulu karena saat itu diantar oleh seseorang dengan mobil nya, kebetulan dia ada libur kuliah akhir tahun.
Ananda, akan mengantar barang tersebut langsung ke rumah pribadi Agam, wanita itu yakin jika dia ada di rumah tersebut.
hingga tiba di depan pintu pagar yang menjulang tinggi itu, Ananda langsung di sambut penjaga yang tinggal di sana, dia bahkan melihat mobil yang sering digunakan Agam berada di sana, setelah pintu dibuka oleh penjaga yang mengenali dirinya mobil pun masuk kedalam hingga ke depan garasi mobil.
"Pak tolong sampaikan pada tuan Agam, saya sudah mengembalikan mobil ini beserta isinya, saya permisi"ucap Ananda yang langsung dicegat oleh beberapa orang.
"Ada apa? ini kenapa? kalian menghalangi jalan ku"ujar Ananda yang hendak melewati barisan para bodyguard.
tiba-tiba seseorang datang, wanita yang sangat cantik dan seksi kini tengah bergelayut manja di lengan pria yang dia tuju.
"Owh tuan Agam sudah kembali dari bulan madu rupanya, maafkan saya baru sempet ada waktu untuk mengembalikan barang anda beserta isinya.
"Kamu siapa"ucap wanita cantik itu.
"Owh, saya bukan siapa-siapa hanya pengemis yang sempat ditolong oleh suami anda"ucap Ananda, sambil menatap wajah datar yang kini tengah menatap nya lekat-lekat.
"Saya permisi tuan terimakasih untuk semua nya, semoga tuhan membalas kebaikan anda"ucap Ananda yang langsung hendak pergi.
"Biarkan dia pergi"ucap Agam, dan semua orang pun menyingkir dari hadapan nya.
Anada pun berjalan dengan terburu-buru, dengan tas kecil di punggung nya yang berisi handphone jadul dan satu buah dompet usang yang dia bawa dan sedikit uang cukup untuk ongkos perjalanan dan makan, dari hasil dia berkata di sela waktu kuliah nya, hingga tiba di halte bis tepat biasa dia menunggu bis tersebut, keadaan sama sepi, dan kali ini juga hujan deras membasahi bumi, wanita itu masih menunggu bis kota yang biasa dia tumpangi untuk pulang ke kampung halaman nya.
satu jam sudah berlalu hingga dua jam masih belum muncul juga, akhirnya Ananda pun memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu di sebrang jalan tempat dimana ada sebuah warteg dan banyak pedagang kaki lima berjajar rapi.
__ADS_1
dia pun makan dengan terburu-buru, karena dia yakin bis akan lewat sebentar lagi, hingga dia selesai makan dan langsung membayar nya, dia pun kembali ke halte tersebut tapi tidak kunjung datang satu bis pun.
hingga pukul empat sore, dia masih setia menunggu tapi tidak kunjung datang, datang lah segerombolan preman dengan wajah menyeramkan Ananda, hanya diam di tempat tidak menggubris ocehan mereka sedikit pun, karena dia tau mereka hendak berbuat jahat.
hingga sebuah mobil lewat Ananda langsung berlari menaiki bis tersebut meskipun tujuan bis tersebut hanya sampai setengah perjalanan tapi setidaknya dia aman.
Ananda tiba di pemberhentian itu, dan kembali menunggu bis yang lain yang menuju rumah nya tapi hingga larut malam tidak ada satupun bis yang lewat.
dia sudah mencoba menghubungi sahabat nya yang dia kenal selama satu bulan ini, tapi ternyata dia sedang tidak enak badan, Ananda tidak punya siapa-siapa lagi untuk dimintai tolong, saat dia memejamkan mata nya tiba-tiba suara klakson mobil yang bahkan tidak terdengar suara mesin nya itu berada di hadapan nya.
mobil seseorang yang sangat ia kenal, gadis itu tidak bergeming sedikitpun hingga seseorang keluar dari dalam mobil tersebut.
"Mau sampai kapan kamu berada di sana"ucap nya terdengar sangat dingin.
"Sampai besok saat bis itu tiba"jawab Ananda.
"Jangan keras kepala masuk lah karena sampai kapan pun, tidak akan ada bis yang akan lewat jalur ini"ujar Agam.
pria itu masih berdiri di samping mobil nya.
"Saya hanya tidak ingin menambah hutang Budi lagi"ujar Ananda.
"Jika kamu tidak ingin memiliki hutang Budi, lebih baik tidak usah hidup sekalian, karena semua manusia hidup pasti akan mempunyai hutang Budi"ucap Agam.
"Kau benar, aku akan mati dengan tinggal di sini"ucap Ananda.
Agam yang geram langsung menghampiri gadis itu dan langsung menarik nya masuk kedalam mobil.
"Kau hanya menghabiskan waktu ku saja"ucap Agam.
"Aku tidak meminta mu untuk datang, yang aku hubungi adalah teman ku"ucap Ananda.
"Jauhi dia atau aku akan membuat nya menghilang dari dunia ini"ucap Agam
"Apa? hubungan nya dengan mu, kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi, setelah kamu memutuskan untuk bersama dengan nya"ucap Ananda.
"Aku tidak pernah katakan itu, dan aku tidak pernah melepaskan mu"ucap Agam.
seketika itu Ananda langsung terbengong wanita itu tidak percaya dengan kata-kata pria yang ada di hadapannya.
"Sudah cukup tuan jangan pernah lakukan itu lagi, aku tidak punya kekuatan apapun untuk menghadapi keluarga mu, sudah cukup dengan kematian kedua orang tua ku, jangan ada lagi kecuali jika kamu menginginkan kematian ku juga"ucap Ananda.
"sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku, tidak akan, jadi jangan coba-coba berhubungan dengan laki-laki lain dan tetap lah fokus pada kuliah mu"ucap Agam.
"Kak!"teriak Ananda yang sudah sangat kesal rasa sakit yang membuncah membuat nya menangis sesenggukan tanpa pikir panjang lagi dia menangis di pelukan Agam, sementara sopir pribadinya hanya menatap lekat kedua insan yang tengah melepas rindu tersebut.
Agam mengecup puncak kepala wanita itu berulang kali, setelah itu dia pun berkata"Tetap lah bertahan bersama ku, hingga akhir hayat kita nanti, aku tidak ingin kehilangan mu, meskipun kita akan jarang bertemu, tapi aku pastikan orang-orang ku akan selalu ada di sekitar mu untuk menjaga mu honey, aku sangat mencintaimu dan sangat sangat mencintai mu"ujar Agam, yang membuat Ananda menatap sendu wajah tampan yang sangat ia rindukan tersebut Ananda mengecup bibir Agam, tanpa ada keraguan didalam nya.
begitu juga dengan Agam yang langsung menahan tengkuk gadis itu, dia lebih merindukan gadis itu hingga saat ini bahkan terasa hingga menggunung.
__ADS_1
mereka pun tiba di rumah Ananda, dan betapa kagetnya mobil yang tadi dia antar sudah kembali berada di halaman rumah nya.