
"Aku tidak mau tau pokonya aku ikut"ucap Marco tegas.
"Kak, aku kesana untuk bekerja bukan untuk bersenang-senang, jadi sebaiknya kakak tetap di Jakarta dan urus kerjaan kakak"ucap Desy.
"Sayang aku tak akan mengijinkan mu pergi jika tidak pergi bersama dengan ku"ucap Marco.
"Baiklah baik kakak boleh ikut, tapi kakak tidak boleh protes jika, aku tidak bisa menemui kakak, aku kerja kadang sampai larut malam, jadi tidak bisa menentukan waktu yang tepat, aku hanya tidak ingin kakak menunggu ku terlalu lama hingga bosan dan akhirnya ribut."ucap Desy.
"Sudah jangan banyak alasan aku tau kamu tidak ingin aku temani"ucap Marco.
"Kak, sumpah bukan itu maksud ku"ucap Desy.
Marco tetap terdiam pria itu merasa sangat kesal karena calon istri nya benar-benar tidak mau ia temani.
Marco dan Desy kini tengah berada di sebuah restaurant, Marco terus menatap lekat wajah cantik yang ada di hadapannya itu, mereka tengah menunggu, makanan yang mereka pesan.
"Apa? ada yang aneh dengan wajah ku"ucap Desy.
"Tidak ada hanya saja kamu semakin cantik"puji Marco yang kini tersenyum.
"Benarkah?"ucap Desy, sambil menatap lekat wajah pria yang ada di hadapannya.
Mereka pun makan bersama karena langit dan bintang terlihat sangat anteng saat ini seakan mendukung kedua nya.
Sesekali Marco menyuapi Desy wanita itu awalnya sedikit ragu tapi kemudian dia kembali bersikap normal.
"Sayang, kamu harus melihat rumah yang akan kita tempati nanti"ucap Marco.
"Masih jauh kak, jangan terlalu terburu-buru, aku takut kamu kecewa, jadi sebelum itu terjadi lebih baik kakak pikir-pikir lagi"ucap Desy.
"Masih mau bahas tentang itu, apa? kita langsung menikah saja malam ini juga"ucap Marco.
"Kak, aku tidak mau seperti itu, tapi kakak tau sendiri aku sudah bukan wanita"ucap Desy menggantung.
"Wanita apa? jangan mikir yang bukan-bukan Des, aku terima kamu apa adanya, bukan ada apanya"ucap Marco.
"kak"
"Cukup"ucap Marco yang terlihat menatap tajam kearah Desy wanita itu terdiam saat mendapat kan perlakuan itu dari Marco, Desy tau Marco hanya ingin menjaga perasaan Desy.
Desy kini terlihat menarik nafas.
"Aku harus segera pulang untuk menyiapkan semua nya"ucap Desy.
"Baiklah ayo sayang kita pulang sama Daddy" ujar Marco.
Pria itu langsung mendorong stroller baby tersebut keduanya senyum ceria seakan sedang bermain mobil-mobilan.
"Kalian suka sebaiknya kita pulang ke rumah Daddy, saja disana ada banyak mobil sport, jika kalian suka kita akan jalan-jalan setiap hari"ucap Marco.
"Tidak terimakasih Daddy, kita tidak perlu semua itu"ucap Desy.
"Sayang"ujar Marco.
Mereka pun tiba di dalam mobil Marco yang buat Desy heran adalah disana sudah ada jok khusus untuk kedua anak nya.
"Sayang ayo masuk jangan bengong kita harus memiliki ini agar kedua anak kita bisa duduk nyaman di mobil "ucap Marco.
"Heumm"ucap Desy yang duduk dan memasang safety belt.
"Perjalanan dari mall ke rumah. hanya butuh tiga puluh menit.
Sesampainya di rumah tersebut wanita itu langsung bersiap untuk keberangkatan dirinya malam ini, sebagai seorang ibu tunggal Desy pun harus terbiasa melakukan semua pekerjaan itu sendiri.
Karena Dony sudah satu bulan tidak kembali, ke rumah kakak nya bilang dia sedang berada, di Jepang mengawal seseorang.
"Nak, hati-hati saat bekerja jangan terus berpergian jauh, kamu juga harus sudah memikirkan rencana pernikahan mu, ibu sudah terlalu tua mungkin umur ibu tidak akan lama lagi, dan mereka harus kamu jaga dengan baik, mereka butuh kasih sayang mu, sebagai orang tuanya, jangan sampai dia lebih dekat pada pengasuh jika suatu saat nanti ibu sudah tidak ada lagi, berikan kasih sayang terbaik dari mu, agar kelak mereka menjadi anak yang baik"ucap ibu Arini.
"Iya Bu, tapi semoga ibu panjang umur, aku masih belum bisa membahagiakan ibu, sampai saat itu tiba, semoga ibu tetap ada bersama dengan Desy Bu"ucap Desy.
Tanpa mereka sadari, ada orang lain yang saat ini tengah mendengarkan percakapan mereka berdua, Marco terharu mendengar nya, dia pun bertekad untuk bisa membahagiakan Desy, sampai kapan pun.
__ADS_1
"Kak, mau tetap di sini, atau kembali ke Jakarta?"tanya Desy.
"Kita akan pergi bersama sayang"jawab Marco.
"Baiklah, aku akan masuk ke kantor dulu, untuk mengambil surat tugas, setelah itu baru kita pergi ke bandara"ucap Desy.
"Des, perusahaan seperti apa? yang bekerja sama dengan mu, kenapa? kamu tidak bekerja di satu tempat saja, kamu itu seperti montir keliling saja, jika begitu tidak perlu menggunakan embel-embel perusahaan jasa teknisi"ucap Marco.
"Aku akan melamar pekerjaan di luar negeri, setelah mengantongi sertifikat yang aku butuhkan sebagai persyaratan jadi beginilah cara nya, agar aku cepat dapat sertifikat pendidik, yang baik dan benar, jadi bukan hanya nilai kelulusan yang menjadi persyaratan, aku juga harus mendapatkan pengakuan dari sebuah perusahaan tempat ku bekerja"ucap Desy.
Marco, tidak bicara lagi, mereka langsung berangkat setelah berpamitan pada ibu Arini.
Suasana mobil nya Marco, terasa begitu hening, karena Desy tengah melamun sambil menatap kearah jendela mobil.
"Sayang setelah pulang dari Bali, kita harus melihat rumah yang akan kita tempati"ucap Marco.
"Baiklah terserah kakak saja"ucap Desy sambil turun karena sudah tiba di sebuah perusahaan, yang menaungi bidang jasa teknisi.
Sesampainya di lobby, wanita itu langsung disambut oleh petinggi perusahaan yang baru saja akan pulang, seorang pria keturunan Jerman, tersenyum pada Desy.
"Aku kira kamu berhalangan hadir, sedari tadi aku tunggu tapi tidak kunjung datang, misi kali ini sudah saya jelaskan lewat asisten saya dia menunggumu di sana, saya sedang buru-buru"ucap pria itu.
"Saya, selalu siap tuan, sedari awal"jawab Desy yang langsung pergi.
"Tuan Marco"ucap pria itu yang melihat Marco di belakang Desy.
"Kau yang mempekerjakan istri ku"ucap Marco yang mengenal pria bule itu, dia adalah teman sekolah Marco dulu.
"Istri"ucap Paul bingung"
"Desy adalah istri ku, kami sudah memiliki dua anak kembar"ujar Marco.
"Heumm, pengusaha sukses, membiarkan seorang istri nya bekerja keras, bahkan pekerjaan ini tidak lazim untuk seorang perempuan"ujar Paul.
"Istri ku adalah wanita mandiri yang sangat tangguh, dan aku bangga padanya"ucap Marco.
"Aku juga akan memperpanjang kontrak kerja sama diantara kami karena setiap perusahaan yang memakai jasa nya,mengaku sangat puas, maka dari itu aku tahan sertifikat yang kami harus berikan pada nya"ucap Paul.
"Berarti kamu sedang menunggu kebangkrutan mu, karena sudah memanfaatkan istri ku"ucap Marco.
Seketika itu suasana hening, pria itu seakan lupa, sedang berbicara dengan siapa, saat ini.
Desy pun datang tapi saat itu juga Marco langsung meraih surat tugas yang Desy bawa saat itu juga, hingga Desy melotot tak percaya.
"Sayang kamu tidak usah pergi lagi, sertifikat mu sudah ada, dan tidak perlu menunggu "ujar Marco.
Dia pun langsung bergegas menghadap pria yang sedari tadi terdiam karena bukan tidak mungkin dia harus mengganti rugi uang sudah masuk, dari perusahaan lain.
"Tuan, kita bisa bicara baik-baik, setidaknya untuk saat ini saja ijinkan istri anda untuk melakukan tugas nya, saya janji akan langsung merekomendasikan dia untuk bekerja di sebuah perusahaan yang dia inginkan"ucap Paul.
"Tidak istri ku, tidak butuh itu kau pikir dia kekurangan uang, apa? kau lupa siapa aku"ujar Marco semakin penasaran.
Alangkah terkejutnya Desy saat melihat orang yang berkuasa, di perusahaan itu tiba-tiba tunduk di depan calon suaminya itu, Desy pun semakin berpikir bahwa Marco bukan hanya pengusaha biasa bisa dilihat seberapa besar pengaruh pria itu, hingga membuat lawan bicaranya tidak ada apa-apa nya.
"Baiklah ayo kita pulang"ucap Desy yang tidak ingin lagi membantah.
Desy pun berjalan menuju parkiran, Marco memang benar sedari awal wanita itu curiga karena dia tidak kunjung mendapatkan sertifikat tersebut, dan atas alasan perpanjangan kontrak .
Sesampainya di dalam mobil"Kita akan pulang ke rumah kita, sekalian kamu bisa melihat apa saja yang kurang disana, agar kita bisa langsung menempati nya saat itu tiba"ujar Marco.
"Kak, lain kali saja"jawab Desy.
"Sayang apa? kamu tidak mencintai ku"tanya Marco.
"Kenapa kakak bisa bilang begitu"ucap Desy.
"Aku lihat kamu tidak berminat untuk menikah dengan ku, Des"ucap Marco.
"Kak, aku butuh waktu"ucap Desy.
"Waktu untuk apa lagi"ucap Marco.
__ADS_1
"Aku ragu, apa? aku bisa mendampingi seorang pengusaha sukses seperti mu, kehidupan kita terlalu jauh berbeda"ucap Desy.
"Sayang, yang aku butuhkan adalah dirimu, bukan kedudukan mu atau pun yang lainnya, aku hanya ingin kau ada bersama ku untuk melalui hidup ini, itu adalah impian ku"ucap Marco lembut.
"Baiklah kak, tapi ijinkan aku untuk pergi jika aku sudah tidak sanggup lagi untuk mendampingi mu, suatu hari nanti"ucap Desy.
"Tidak, karena sampai akhir hayat ku pun, aku akan tetap bersama dengan mu dan begitu pula sebaliknya, tidak ada perpisahan yang akan terjadi"ucap Marco.
Mereka pun terbang menuju Jakarta, untuk melihat Mension yang Marco bangun untuk istri tercinta nya, hingga saat ini, Mension tersebut baru selesai di bangun.
Sesampainya di Jakarta Marco tidak langsung datang ke Mension, dia malah membawa Desy, ke hotel milik nya, karena sudah larut malam, tapi Marco tidak memesan kamar dia langsung masuk kedalam lift menuju lantai teratas gedung perhotelan tersebut, dimana letak kamar Marco berada.
Sesampainya di depan kamar pria itu langsung membuka pintu kamar tersebut dan Desy berkata"Aku akan pesan kamar dulu"ucap Desy.
"Untuk apa? kamar mu sudah sangat luas dan nyaman, masuklah"ucap Marco.
"Kak, kita belum menikah"ucap Desy.
"Kita juga tidak buat dosa jadi untuk apa? takut"ucap Marco.
Pria itu langsung merangkul pinggang Desy membawa Desy kedalam kamar super megah tersebut Desy sampai membelalakkan matanya, saat ini.
"Kamu dan kedua anak kita bisa menginap di sini kapan pun, kamu mau"ucap Marco.
"Pria itu langsung bergegas menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri, sementara Desy pun keluar menuju balkon kamar tersebut Desy duduk menghadap kearah pemandangan yang memperlihatkan keramaian kota di tengah malam.
Hingga sebuah tangan kekar melingkar di pinggang nya, Desy langsung terkesiap tapi kemudian, wanita itu langsung menetralkan pikiran nya.
"Jangan takut sayang ini aku, aku tidak akan menyakiti mu, aku hanya merindukan mu, biarkan seperti ini sebentar saja"ucap Marco.
"Kak, maafkan aku, kadang aku merasa takut jika teringat tentang kejadian itu, rasanya sulit untuk bisa dekat dengan pria manapun, kecuali kak Dony"ucap Desy.
"Berarti selama ini kamu begitu tersiksa menjalani hari mu, bukan kah teman kuliah dan teman kerja mu, kebanyakan laki-laki"ucap Marco.
"Kakak bisa menebak itu"ucap Desy.
"Sayang apa? kita perlu ke dokter psikolog, untuk mengobati semua rasa trauma mu, kita akan segera menikah, aku tidak mau kamu juga merasa tersiksa saat bersama ku"ucap Marco.
"Mungkin jauh lebih baik"ucap Desy.
"Baiklah kita akan buat janji bertemu kamu tidak perlu datang ke rumah sakit, karena dokter itu yang akan datang kerumah kita"ucap Marco.
"Terserah kakak saja"ucap Desy.
Desy pun berjalan menuju lemari pendingin yang ada di dalam kamar tersebut dia membuka nya, bermaksud untuk mencari air mineral tapi tidak ada satupun air mineral, yang ada minuman kaleng dengan kadar alkohol rendah.
"Apa? kamu haus Sayang, tunggu sebentar"ucap Marco yang mengambil gagang telepon.
Desy pun langsung bergegas menuju sofa, disusul oleh Marco yang menghampiri nya.
"Istirahat lah setelah minum, ini sudah larut malam"ucap Marco.
Tidak sampai lima menit, pelayan datang mengantar beberapa botol air mineral kemasan khusus, terlihat dari merek tidak dijual bebas.
Marco mengambil dua botol, berukuran sedang dan satunya ia berikan kepada Desy.
Desy pun langsung meneguk air yang terasa sangat sejuk dan ringan saat melewati tenggorokan, tanpa sadar Air yang menetes dari bibir nya, saat gerakan Desy meminum air tersebut, membuat Marco berkali-kali menelan ludah nya.
Bibir Desy yang merah alami tanpa polesan lipstik sedikit pun itu, terlihat sangat menggoda.
Desy sudah selesai minum air tiba-tiba matanya membulat sempurna karena Marco mencium bibir Desy, yang sangat menggoda itu, tubuh Desy pun bergetar hebat, wanita itu refleks mendorong Marco, saat itu juga.
"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membuat mu takut"ucap Marco yang melihat Desy, menahan tangisnya saat ini.
"Aku pesan kamar lain"ucap Desy.
"Des, aku minta maaf sayang please, aku janji tidak akan pernah melakukan itu tanpa izin darimu" ucap Marco yang terlihat begitu menyesal.
"Aku sudah memaafkan mu kak, aku pergi pesan kamar"ucap Desy yang hendak pergi.
"Yang jika kamu takut, kamu tidur di sini biar aku yang tidur di kamar lain" ucap Marco.
__ADS_1
"Aku saja kak"