
"Des, nurut aku janji tidak akan melakukan apa pun tanpa seijin mu"ujar Mario.
"Kak, please mengertilah, aku tidak bisa tenang"ucap Desy.
"Baiklah-baiklah , aku akan memesan kamar untuk mu sayang tenang ok, tenang "ucap Mario.
Desy sendiri ketakutan karena hal yang sama pernah terjadi pada nya, saat Maikel mencium bibir nya dengan tiba-tiba, Desy, masih sangat trauma berat dengan semua itu.
Dengan frustasi, Mario meminta satu kamar untuk calon istri nya, dia frustasi bukan karena Desy, takut dengan sentuhan nya tapi Mario, frustasi karena perbuatan Maikel di masa lalu akhirnya dia kena imbasnya, karena calon istri nya, bahkan trauma berat dengan sentuhan dadakan yang ia berikan meskipun bukan sentuhan jahanam seperti yang Maikel lakukan.
"Sayang, aku minta maaf, segera lah istirahat karena besok pagi aku akan segera mengantar mu pulang" ucap Mario yang tidak tau harus bagaimana lagi agar Desy tidak takut dengan nya lagi.
"Baiklah"jawab Desy lirih.
Desy pun, bangun di pagi hari wanita itu sudah selesai bersiap, dan dirinya hendak pergi mencari sarapan pagi di bawah hanya saja tidak enak jika hanya pergi sendiri, Desi buru-buru melangkah hingga Desy tiba di depan kamar Mario.
Entah sengaja atau tidak tidak Mario tidak mengunci pintu kamar nya, Desy, beranggapan bahwa mungkin Mario ingin agar Desy, tidak kesusahan untuk membuka pintu saat dirinya tengah terlelap tidur.
Desy, pun berjalan dengan langkah pelan takut membuat Mario terganggu dari tidurnya.
Tapi Daisy salah, saat dia tiba di depan ranjang, seakan dunia nya kini berhenti, wanita itu , hampir saja terduduk, di lantai tapi Daisy buru-buru keluar dia pun membanting pintu kamar Mario pun terbangun begitu saja dia terperanjat kaget, saat sadar Ada seorang wanita di sisinya.
"Desy!" teriak Mario yang melihat Desy, sudah berjalan menarik koper miliknya.
"Sayang semua tidak seperti yang kamu lihat sumpah demi apapun"teriak Mario.
Desy pun berbalik dan berkata"Semua laki-laki sama saja, dengarkan aku baik-baik tuan Mario yang terhormat mulai detik ini kita sudah bukan siapa-siapa lagi, dan jangan pernah temui kami lagi"ucap Desy.
"Tidak sayang kamu sedang salah paham please jangan seperti ini, Desy aku sangat mencintaimu, mu"ucap Mario tapi Desy menggelengkan kepalanya, dia pun pergi meskipun Mario berulang kali menghentikan langkahnya.
"Desy! aku bilang kamu sedang salah paham berhenti Des, aku mohon kamu bisa tanya sama dia apa? aku berbuat yang macam-macam atau tidak, sayang please"mohon Mario tapi wanita itu tidak sedikit pun bergeming dia tetap dengan pendirian nya dan melangkah pergi.
"Desy sayang jika kamu pergi, aku janji akan mengambil alih hak asuh kedua anak kita "ucap Mario yang sempat membuat Desy, berhenti melangkah, tapi beberapa detik kemudian.
"Kau bisa mengambil nya, jika kau berani"ujar nya.
Desy pun pergi dia menghilang dari pandangan Mario, saat lift itu menelan tubuh Desy.
Mario pun mengepalkan tangannya sangat erat.
Mario langsung masuk kedalam kamar nya, tapi dia tidak menemukan siapapun Mario yakin itu adalah jebakan.
Maikel, ya siapa lagi jika bukan pria tengil itu, pikiran Mario kembali melayang, memikirkan apa yang harus dia lakukan pada adiknya itu.
Desy pun sudah berada di bandara, wanita itu tidak ingin menunda keberangkatan nya, usia sudah rasa cinta nya saat ini, dia tidak menyangka pria yang teramat baik, tapi kali ini sudah lenyap ditelan kesalahan.
Benar kata orang, hujan satu hari bisa menghapus jejak, kemarau satu tahun.
Betapa baiknya pun, Mario, pada Desy selama ini, kebaikan Mario hilang begitu saja hanya dalam satu kesalahan.
wanita itu sesekali terlihat menghapus air mata nya, mungkin karena terlalu larut dalam kesedihan, wanita itu bahkan tidak merespon saat rekan kerja nya dulu menghampiri nya dan menyapa Desy.
"Des... apa? kabar" kata seseorang yang tidak asing di pandang Desy.
Tapi wanita itu tidak merespon sekalipun, bahkan tatapan mata nya pun kosong, mantan rekan kerja nya itu mulai mengerti bahwa Desy sedang ada problem, hingga pria itu menepuk bahunya, sedikit lebih keras.
"Hey, apa? yang anda lakukan"ucap Desy refleks.
__ADS_1
"Des, kamu tidak kena hipnotis kan, kenapa? bengong di sini, apa? karena melihat pangeran tampan seperti ku, atau karena melihat tuan Mario yang gagah dan tampan itu"ucap pria itu yang pernah melihat, wanita itu bersama dengan Marco.
"Apa? sih jangan mengada-ada"elak Desy.
"Des, sibuk tidak, aku mau ngobrol boleh"ucap pria itu.
"Maaf aku sedang buru-buru harus pulang anak aku sedikit rewel"ucap Desy.
"Bukan kah, sudah ada yang menjaga mereka?"tanya pria itu.
"Ada ibu dan dua suster hanya saja, saat ini anakku entah kenapa? begitu rewel, begini saja lain kali kamu bisa datang berkunjung ke tempat ku"ucap Desy.
"Baiklah jika seperti itu"ucap pria itu.
Desy, sudah langsung pergi karena penerbangan Jakarta Surabaya, saat ini adalah jam pertama, wanita itu begitu terburu-buru ingin segera kembali ke tempat tinggal nya, karena biar bagaimanapun rumah kecil nya, lebih nyaman untuk melepas beban berat di pundak, apalagi saat melihat sikecil yang tengah aktif bergerak.
Desy pun menelpon sang ibu, untuk mengabarkan bahwa ia akan segera kembali dari Jakarta, saat itu juga, dan meminta ibunya untuk menghubungi Dony.
Untuk segera kembali karena, semua terancam punah, jika Mario berani mengambil kedua anak nya.
Ibunya pun meminta Desy, untuk tidak terlalu banyak pikiran, apalagi saat ini Desy, tengah berada di dalam perjalanan.
Desy, pun mematikan ponsel nya, untuk mematuhi peraturan yang berlaku saat berada di dalam pesawat.
Hingga pesawat mengudara, wanita itu pun memejamkan mata nya, berharap semua kebaikan akan datang menghampiri mereka semua, terutama seluruh keluarga Desy.
Setibanya di Surabaya, Desy langsung menaiki taksi menuju kediamannya.
Wanita itu terlihat sangat sedih setelah tiba di pekarangan rumah, terlihat kedua anak nya tengah asik bermain di luar bersama sang nenek, karena kedua susternya mendadak pulang kampung.
Desy, langsung menghambur. kedalam pelukan sang ibu, dia menangis sejadi-jadinya, Desy, tidak bercerita tentang perselingkuhan Mario.
"Des, makan lah dulu sepertinya kamu melupakan semua hal, hanya karena patah hati,
"Bu, Desy sudah besar Bu.
...🌹💖💖💖🌹...
Sementara itu di kediaman Agam, pria itu sedang duduk sambil mengelus puncak kepala, kedua putra nya yang sangat menggemaskan.
Sementara itu Ananda ,kini tengah berada, di dapur tengah berkutat dengan pekerjaan nya, Agam kini sudah lebih banyak waktu senggang, sesuai saran dari sang istri.
Agam, dengan sabarnya merawat dan menemani kedua buah hatinya yang sungguh sangat tampan dan menggemaskan.
Arsen, selalu tampil aktif, dan energik, sementara itu anak laki-laki berusia sama itu, terlihat lebih kalem dari Arsen.
"Sayang Daddy minta tolong boleh?"tanya Agam pada keduanya.
"Tolong apa? Daddy" ucap keduanya kompak.
"Tolong bawa mommy kemari Daddy kangen"ucap Agam dengan sengaja.
Alhasil bukan nya, menurut tapi Agam kena pukul dari kedua putranya itu.
"Tidak boleh jangan nakal sama mommy tidak boleh"ujar keduanya.
"Oke...oke sayang stop Daddy janji gak ganggu mommy sebelum kalian bobo"ucap Agam.
__ADS_1
Agam pun tertawa terbahak-bahak melihat kebingungan dari wajah keduanya, sedetik kemudian dia kembali mengaduh karena seseorang mencubit pinggang Agam.
"Ampun Bos"ucap Agam.
Agam pun mulai saat itu juga,
Sementara itu Mario yang ingin ingin meminta maaf atas semua yang terjadi pada waktu itu.
Tapi sesampainya di sana, Mario yang masih disambut dengan baik oleh wanita tua itu.
Marco pun bermain dengan kedua keponakan nya itu, yang sebentar lagi mungkin akan menjadi anak mereka, seperti janji dari Marco, tapi kini semua terancam gagal bagaimana tidak, Desy, benar-benar tidak percaya pada nya, tapi bukan Mario namanya jika dia tidak bisa mencari bukti kongkrit.
Hingga Desy, kembali dari kampus dia sama sekali tidak ingin bicara dengan Mario.
"Yang aku serius, aku sangat mencintaimu dan aku punya bukti, semua itu hanya jebakan yang dibuat oleh orang lain untuk ku"
"Maafkan saya tuan Mario, semua itu tidak ada gunanya hati ini, sudah terlalu lelah" ucap Desy.
" Yang... aku mohon jangan lakukan itu, aku tidak pernah berhianat pada mu, ijinkan aku untuk membuktikan semua itu"ucap Mario.
"Maaf aku capek, aku sudah kehilangan pekerjaan, beasiswa ku juga di cabut, dan semua sudah terenggut , sekarang tidak ada lagi impian yang selama ini menjadi impian dari ayah, aku tidak berguna"ucap Desy.
"Sayang, aku bisa mengembalikan semua itu, bahkan jika tidak ada lagi biyaya, kuliah mu, aku masih sanggup untuk bayar kuliah mu, dan semua akan kembali seperti sedia kala"ujar Mario.
"Aku tidak butuh bantuan dari siapapun, aku akan bekerja lebih keras agar bisa mengembalikan semua"ucap Desy.
Desy langsung pergi menuju kamar nya, dia benar-benar sudah sangat lelah hingga wanita itu, terlihat tak bersemangat meskipun hanya sekedar untuk berjalan langkah nya gontai, terlihat dia hampir saja terjatuh.
"Sayang, please percaya pada ku, ini semua jebakan, semua itu tidak benar, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun sekalipun dia mantan istri ku"ujar Mario.
"Tuan, siapa yang akan percaya pada mu, tuan Mario, pria normal seperti anda, tidak mungkin tidak tertarik dengan wanita yang bahkan memiliki body gold, hanya orang bodoh yang akan mengatakan itu, dan pendusta saja"ucap Desy.
"Terserah kamu percaya atau tidak sayang yang jelas aku tidak pernah menyentuh wanita manapun, karena bagiku di dunia ini hanya satu wanita yang ingin aku sentuh yaitu calon istri ku, Desy, wanita yang paling aku kagumi sedari dulu, dan satu lagi, aku mungkin pernah punya masa lalu, tapi tidak pernah spesial seperti pilihan ku untuk masadepan ku, aku tidak pernah main-main karena aku juga tidak suka dipermainkan"ucap Mario.
Desy pun, sempat terdiam dan menghentikan langkahnya, wanita itu bahkan sulit untuk bisa percaya bahwa, seorang Mario, yang memiliki wajah tampan dan gagah, bisa menjaga komitmen dan prinsip hidup begitu kuat.
Desy, berbalik menghadap Mario,lalu dia berkata."Tunggu aku, di luar aku, ingin melihat sejauh mana kamu bisa membuktikan bahwa dirimu tidak bersalah dan satu lagi, aku tidak pernah peduli dengan masalalu mu, yang aku pedulikan adalah sejak kita berdua memutuskan untuk bersama"ucap Desy.
"Percaya lah sayang aku tidak pernah berkhianat padamu cinta ku selalu terjaga untuk mu"ucap Daisy.
"Aku bilang keluar tunggu aku diluar"ucap Desy.
"Baik lah sayang baik, aku. sangat mencintaimu Honey, aku sangat mencintaimu, tolong percaya semua itu"ucap Mario sambil tersenyum manis, dia mulai bisa tersenyum setelah harapan itu kembali ada.
Sementara Desy, langsung menutup pintu kamar nya dan mengunci nya, wanita itu bahkan memejamkan mata nya sambil bersandar di pintu kamar nya.
"Ya Allah, ini kah jawab dari segala doa-doa ku, selama ini, benarkah dia adalah pria yang tepat yang akan menjadi jodoh ku, benarkah dia adalah pria yang selama ini, selalu menjaga ku"ucap Desy lirih.
Sementara itu Mario kembali bicara dengan ibu, Arini dan Dony yang baru saja datang, pria itu baru kembali dari perjalanan jauh terlihat dari barang bawaan yang ia bawa, Dony bahkan membelikan sepasang gelang dengan harga fantastis, entah darimana dia mendapatkan semua itu.
Gelang yang dipesan khusus untuk mereka berdua bahkan memiliki alat pelacak di dalam nya, microchip, untuk keamanan kedua keponakan nya, dan hebatnya lagi gelang itu bisa mereka pakai sampai mereka dewasa dan menua nanti.
Seperti dua kalung keramat, milik Desy dan Dony, yang memiliki kekuatan supranatural dan mantra penjaga diri, gelang mereka pun sama, hanya saja lebih ke versi modern.
Tapi diam-diam Dony juga memberikan mantra pelindung di dalam sana, seperti yang ayahnya, lakukan dulu.
Mungkin di jaman modern ini, tidak ada yang akan percaya dengan semua itu, tapi Dony bisa membuktikan nya secara langsung.
__ADS_1
Setelah mengobrol sebentar, Dony pun pamit pada kedua nya, dia ingin beristirahat, setelah satu bulan terakhir mengikuti kemauan Agatha, dan bayaran nya, cukup lumayan, buktinya dia bisa memberikan gelang yang harganya tidak kaleng-kaleng seharga dua unit rumah mewah.
"Sebetulnya Dony, sudah menolak keras semua itu, tapi kemudian ada rasa tidak tega, saat Agatha memohon, dengan tatapan mata sendu, sudah cukup dulu, Dony menolak cinta nya karena perbedaan kasta, sekarang tidak akan lagi, dia akan berikan apapun yang Agatha ingin kan, mereka bahkan sudah bertunangan secara diam-diam, Dony memberikan sebuah cincin emas putih yang pernah dia beli dari hasil kerja keras nya dulu saat dia bekerja di Jepang, dia beli cincin itu dengan harapan wanita yang sangat ia cintai yang menggunakan itu, dan tuhan menuntun nya untuk memberikan itu pada pemilik yang sebenarnya, yaitu Agatha, meskipun mungkin harga nya tidak seberapa, bagi Agatha .