Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Sudah lupa#


__ADS_3

Malam telah berganti pagi semua sudah memulai aktifitas nya kembali berbeda dengan Astrid yang sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas di pagi hari ini, gadis itu masih bersembunyi di balik selimut tebal nya.


Astrid bahkan tidak tau bahwa di rumah nya saat ini sedang ada yang menunggu dirinya, Astrid tetap memejamkan mata nya, kebetulan hari ini adalah weekend.


"Nona dibawah ada tuan Andreas"ucap salah seorang pelayan yang masuk kedalam kamar untuk membuka tirai seperti peraturan yang Astrid, terapkan jam berapa pun ia bangun saat sudah waktunya buka gorden kamar nya maka harus dibuka.


"Suruh pergi saja saya sedang malas bertemu dengan nya"ucap Astrid tanpa sadar Andreas sudah berada di dalam kamar nya.


"Bangun sudah siang, mau sampai kapan kamu tidur terus yang"ucap Andreas.


"Jangan katakan itu, aku tidak suka"ucap Astrid.


"Beri aku alasan"kata Andreas.


"Kau bukan kekasih ku dan kita tidak punya hubungan"ucap Astrid yang bangkit dari ranjang dan turun lalu berjalan menuju kamar mandi dengan hanya menggunakan lingerie seksi, sontak Andreas menelan Saliva nya yang terasa akan menetes.


"Aku tunggu di bawah"ujar Andreas hingga beranjak pergi.


"Aku, tidak ada kewajiban untuk mengikuti kata-kata mu"ucap Astrid.


gadis itu pun mulai mengisi air kedalam bathtub dan menaburkan sabun aromaterapi yang berbentuk butiran kristal itu, setelah itu dia langsung mengambil peralatan mandi lainnya dan setelah air hangat itu siap Astrid langsung bergegas masuk ke dalam bathtub.


Astrid pun menyandarkan kepalanya di tempat khusus yang berbentuk bantalan karet yang nyaman untuk menyangga kepala nya dia kembali memejamkan mata nya sambil menikmati wewangian dari sabun dan lilin aromaterapi yang ada di sana.


Astrid langsung membuka mata saat terdengar suara Andreas mengetuk pintu kamar mandi, dan dia langsung bangkit dan pergi ke dalam ruangan shower.


Astrid pun selesai membersihkan diri setelah itu dia langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala nya yang terlihat basah karena sangat buru-buru.


Astrid pun menatap Andreas.


"Tuan Andreas ,ada keperluan apa? hingga tidak sabar seperti ini, masuk kedalam kamar perempuan, yang bahkan tidak ada hubungan nya dengan mu"ucap Astrid.


"Jika kita tidak punya hubungan lalu apa? artinya itu"ucap Andreas sambil menunjuk pada foto yang terpajang di dinding kamar Astrid.


"Aku hanya lu lupa membuangnya"ucap Astrid gelagapan.


"Ya tolong turun kan itu"ucap Astrid pada Andreas.


"Aku punya yang lebih bagus jika kamu mau"ujarnya sambil tersenyum.


"Astrid pun langsung bergegas menuju walk in closed, karena tidak ingin menjadi bahan tertawaan Andreas, yang mampu membuat nya seperti orang bodoh.


Astrid langsung membuka lemari dan memilih pakaian santai, saat itu juga dia memilih dress selutut berwarna putih dan merah pakaian dalam nya.


setelah selesai berpakaian dia langsung melepaskan handuk di atas kepala nya, dan mengambil pengering rambut, rambut Astrid yang panjang pun ia keringkan dengan pengering rambut setelah selesai dia pun menggunakan skincare dan menyemprotkan parfum ke bagian yang ia sukai.


Setelah selesai dia langsung menghampiri Andreas yang sedari tadi sibuk tengah mengabadikan momen Astrid berdandan di dalam kamar nya.


Astrid, mendekat lalu merebut ponsel tersebut dari tangan Andreas dan langsung melihat nya"Andreas!"teriak Astrid yang menatap tajam kearah Andreas.


"Kenapa? bukan nya itu wajar mengabadikan momen istri berdandan"ucap Andreas.


"Jangan mengada-ada siapa? yang kamu bilang istri tuan Andreas"ucap Astrid kesal karena ponsel Andreas menggunakan PIN.


"Hapus gak!"teriak Astrid.


"Hapus saja sendiri kamu punya tangan sayang"ucap Andreas.


"Andre ini gak lucu"ucap Astrid.


"Sayang aku tak bilang kalau ini lucu tapi kamu saja yang bilang begitu"ucap Andreas.


"Andre, aku marah nih kalau kamu begini"ucap Astrid yang langsung pergi meninggalkan Andreas saat itu juga.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? sih aku hanya ingin menyimpan kenangan ini"ucap Andreas.


"Dre,, sebaiknya kamu hentikan memanggil ku seperti itu, kita bukan pasangan dan aku tidak butuh kau menyimpan kenangan itu, istri mu akan salah faham dan aku tidak suka jadi bahan gunjingan orang lain"ucap Astrid,tegas.


"Sayang kamu selalu berburuk sangka padaku, aku hanya punya kamu yang akan menjadi istri ku, dan tidak ada yang lain"ucap nya tegas.


"Stop, Andreas jangan dustai aku lagi, sudah jelas kau punya dia dan tidak ada aku disini"ucap Astrid yang kini menunjuk dada Andreas.


"Aku sibuk silahkan katakan apa? keperluan mu"ucap Astrid lagi.


"Sayang aku kesini ingin mengajak mu membeli cincin pertunangan kita"ucap Andreas.


"Andreas ini sungguh tidak lucu, berhenti membual"ujar Astrid.


"Sayang aku tak membual , aku benar-benar serius"kata Andreas jujur.


"Aku bukan wanita seperti itu, Andreas, jika kamu ingin mencari wanita simpanan cari saja yang lain, karena aku tidak tertarik, masih banyak laki-laki singgel yang mengantri untuk menjadi suami ku"ucap Astrid tegas.


"Oh,, begitu ya oke, selamat nona Astrid yang memiliki banyak pria yang mengantri untuk menikah dengan mu, ya aku memang tidak pantas untuk mu, aku bahkan tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan mu"ucap Andreas yang hendak pergi.


"Bukan begitu maksud ku, Dre,, aku hanya tidak ingin kamu menjadikan ku bahan pelampiasan"ucap nya lirih, karena Andreas sudah pergi pria itu benar-benar merasa tersinggung.


Andreas langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi sampai membuat para pelayan nya berteriak karena hampir saja menabrak pintu gerbang rumah besar itu.


Astrid langsung berlari keluar tanpa alas kaki karena mobil Andreas, berhenti saat itu juga.


"Dre,, kamu itu kenapa? sih turun Andreas turun!"teriak Astrid.


Astrid meminta satpam untuk tidak membuka gerbang sementara sedari tadi Andreas terus membunyikan klakson mobil nya.


hingga Astrid menepuk kaca jendela mobil tersebut, pria itu pun keluar dengan wajah muram dan hendak melepaskan tangan Astrid dari mobilnya tapi Astrid tidak bergeming sedikitpun.


"Astrid, pergi jangan halangi aku, bukan kah kamu tidak menginginkan ku, ada di sisimu lepas Astrid, aku memang tidak tahu malu karena sudah berharap pada mu"ucap Andreas, Astrid langsung mengalungkan tangannya di leher Andreas, tidak hanya itu dia juga berjinjit dan mengecup bibir Andreas, saat itu juga.


pria itu mengeratkan rangkulan nya pada pinggang Astrid, dan pemandangan yang terlihat sangat romantis itu terjadi di halaman rumah Astrid.


🌹💖💖💖🌹


Andreas pergi bersama dengan Astrid, menuju mall tempat Andreas memesan perhiasan berlian sepasang cincin untuk mereka bertunangan.


entah kapan pria itu, memesan nya, yang pasti Astrid, sangat suka dengan desain cincin tersebut.


Andreas langsung memasangkan cincin itu di jari manis Astrid dan begitu juga Astrid.


"Sudah selesai" ujar Astrid sambil berjalan meninggalkan Andreas dia langsung bergegas menuju butik yang ada di mall itu.


Astrid memilih beberapa kemeja untuk Andressa dan juga dasi setelah itu dia juga memilih untuk dirinya Andreas hanya duduk diam di sofa sambil menatap kearah Astrid.


Astrid menghampiri kasir, dan langsung bergegas membayar tapi Andreas langsung memberikan black card miliknya pada kasir tersebut.


"Aku masih ada uang simpan saja "ucap Andreas.


Andreas langsung bergegas pergi meninggalkan Astrid yang tengah menatap lekat wajah nya, saat Andreas menyimpan black card nya kedalam tas Astrid.


Astrid selesai membayar dengan milik black card milik Andreas.


wanita itu pergi meninggalkan Andreas yang berdiri di luar menunggu nya, Andreas tidak habis pikir dengan sikap Astrid yang kadang membuat dia geleng-geleng kepala.


gadis itu kadang bersikap dewasa kadang kekanakan dan juga kadang terlihat seperti gadis belia, yang suka menghamburkan uang.


Astrid berjalan di ikuti oleh Andreas yang merangkul pinggang nya, hingga tiba di depan parkiran, Astrid melihat seseorang yang sangat mirip dengan Andreas sedang berdiri mematung melihat kearah mereka dengan tatapan tajam.


Astrid terdiam di samping Andreas yang terlihat merasa sangat bersalah, tapi dia mengeratkan rangkulan nya pada Astrid, sehingga orang lain berpikir bahwa Andreas dan Astrid adalah suami istri.

__ADS_1


"Andreas, apa? yang kamu lakukan"ucap Andra yang masih menatap kearah mereka berdua.


pria yang kini berusia enam puluh tahun,itu kini berdiri menghadang langkah mereka.


"Daddy aku akan mengantar Astrid dulu kita bisa bicara di rumah"ucap Andreas.


"Dia sudah besar"ucap Andra.


Andreas langsung bergegas menuju mobilnya menarik tangan Astrid yang hendak pergi tapi Andreas, tidak melepaskan nya.


"Aku bisa pulang sendiri, ini barang milik mu"ucap Astrid.


"Astrid, aku tidak punya siapa-siapa lagi, di dunia ini hanya ada Daddy, yang selama ini membesarkan ku, dan aku tidak bisa menolak saat Daddy menjodohkan ku, tapi aku juga tidak bisa kehilangan mu, aku hanya mencintai mu, dan kamu adalah wanita yang membuat dunia ku, tujuan hidup ku, jadi aku mohon bertahan lah di sisiku"ucap Andreas.


Andreas memeluk Astrid yang hingga saat ini tidak bicara lagi sedikit pun sampai Astrid tiba di rumah nya, dia berjalan gontai meninggalkan Andreas yang menatap nya dari dalam mobil, dan Andreas pun pergi karena dia harus segera pulang untuk menjelaskan semua nya.


Astrid sendiri duduk termenung di sofa kamar nya yang menghadap balkon kamar nya, dia menatap kosong , terngiang ucapan Andreas, yang mengatakan kejujuran dirinya Andreas, ternyata sama, tidak seberuntung anak lain, Andreas sama persis seperti dirinya.


tidak ada seorang ibu yang menjadi tempat untuk mencurahkan segala keluh kesah, mereka hanya bisa memendam semua rasa itu sendirian.


Astrid pun mengirimkan pesan pada Andreas, memberikan tawaran untuk menjadi teman saja, agar Andreas bisa menjalani hubungan pernikahan nya nanti dengan calon istri nya, tapi beberapa detik kemudian Andreas langsung menghubungi Astrid, tapi Astrid tidak sedikit pun mau menerima panggilan telepon tersebut.


Akhirnya dering ponsel Astrid pun terhenti wanita itu langsung berbaring di atas ranjang, sambil membenamkan wajahnya di atas bantal.


Andreas sendiri langsung bergegas menuju rumah Astrid tepat pukul sebelas malam, dia tidak peduli dengan orang-orang yang akan berbicara sesuka hati.


sampai saat di dalam rumah dia langsung naik keatas dimana kamarnya berada.


Andreas langsung masuk ke dalam kamar Astrid dilihat gadis itu sudah terlelap tidur, Andreas berjalan menghampiri Astrid dia langsung mencium bibir Astrid tanpa izin hingga wanita itu langsung membuka mata.


"Eum... Andre, apa? yang kamu lakukan"ucap Astrid yang langsung mendorong Andreas agar menjauh dari hadapan nya.


"Yang aku tidak mau kamu bicara sembarangan Astrid aku sangat mencintaimu"ucap Andreas.


Andreas terlihat tidak terkontrol seperti nya, terjadi sesuatu pada dirinya, Astrid bangkit dan menghampiri Andreas yang kini terlihat menangis.


"Andreas, ada apa?"ucap Astrid yang mengelus pundak Andreas.


"Astrid sayang aku sudah pergi dari Daddy, aku tidak punya tujuan lain, dan jika kamu menolak ku, aku tidak punya siapa-siapa lagi"ucap Andreas.


"Aku tidak pergi Dre,, aku hanya memberikan solusi yang terbaik"ucap Astrid.


"Aku hanya ingin kamu, tapi saat ini aku tidak punya apa-apa, aku tidak tau apa? kamu mau menerima ku, tapi jika tidak, aku akan pergi jauh"ucap Andreas.


pria itu terlihat sangat rapuh Astrid langsung memeluk nya, erat dan berkali-kali mencium bibir Andreas, hingga pria itu memeluk erat Astrid.


"Kita akan terus hidup bersama sampai akhir hayat, dan kamu tidak perlu takut jatuh miskin, semua milikku akan menjadi milik mu juga"ucap Astrid.


dan akhirnya mereka pun tidur di kamar yang terpisah, Andreas menempati kamar sebelah.


keesokan paginya Andreas pamit pulang ke villanya, dan Andreas hanya memiliki rumah itu dan dua mobilnya, Andreas akan bekerja sama dengan Astrid, karena memang saham perusahaan milik Andreas masih berada di perusahaan Astrid, pria itu juga tidak se miskin yang Andreas ucap kan hanya saja semua yang ia miliki terdapat di beberapa perusahaan.


pria itu memang pria yang cukup cerdas Andreas sudah mengantisipasi hal itu jauh-jauh hari, dia menabung uang gaji sebagai seorang Presdir, karena dia sadar Andra memiliki banyak anak, yang akan mewarisi semua itu suatu hari nanti.


Andreas pun masih selalu menanam modal di perusahaan lain, yang saat ini selalu memberi keuntungan yang cukup untuk menghidupi istri dan anak nya kelak meskipun hidup sederhana.


tapi sederhana yang Andreas maksud tidak sesederhana orang yang ada di bawah, hanya saja dia tidak akan bisa menyamai Astrid yang kini tengah berkunjung ke rumah nya.


"Sayang jika kita menikah nanti, apa? kamu mau tinggal di sini dan hidup sederhana dengan ku"ucap Andreas.


"Dre,,, aku bisa hidup dimana pun, dalam keadaan apapun bersama dengan orang yang aku cintai, dan jika selama ini kamu melihat ku selalu menghamburkan uang,itu karena aku ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka, dan mereka adalah segalanya bagi ku, karena hanya mereka yang selalu ada untuk ku"ucap Astrid Jujur.


Andreas sangat bahagia mendengar jawaban dari calon istri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2