Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pembalasan dimulai#


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang luas dengan lampu yang temaram, saat ini seseorang tengah terkapar, pria yang sudah 70 tahun itu kini terlihat tak berdaya, pria itu baru saja telah dikalahkan oleh keponakan nya sendiri, setelah bertarung sengit satu lawan satu.


Ketua mafia vs ketua mafia, tidak akan ada yang berani membantu kubu manapun karena yang terkuat, dialah yang akan menjadi pemimpin mereka, tapi Agam, bertarung bukan untuk memimpin perusahaan tahta saat ini, dia bertarung untuk rasa sakit yang telah ditorehkan begitu dalam oleh orang-orang yang selama ini dia percaya sebagai pelindung.


Ternyata, mereka menikamnya dari belakang, hanya karena ingin menjadikan dia yang terkuat dari yang terkuat lain nya, mereka mengira bahwa Ananda, istrinya adalah sebuah kelemahan setelah Agam, jarang berbaur dengan mereka, padahal mereka tidak tau bahwa Ananda adalah kekuatan terbesar nya.


Apa? kalian pernah dengar, bahwa dibalik orang sukses terdapat orang-orang hebat yang menjadi pendukung nya, seperti halnya Ananda bagi Agam, wanita itu adalah sumber kekuatan nya, dia mampu membangun, dan mampu pula untuk menghancurkan bangunan tersebut karena adanya dorongan kekuatan di belakang nya, yaitu Ananda.


"Kau sudah dibutakan cinta anak muda, suatu hari nanti kau akan mengerti bahwa dia adalah kelemahan bagi mu"ujar pria yang sudah tidak berdaya itu.


"Kekuatan atau pun kelemahan itu bukan urusan mu, semua nya aku yang menjalani kau tidak perlu ikut campur, karena semua sudah terukir dalam takdir, aku mencintai dia seluas dunia ku, dan sedalam samudera ku, tidak ada yang boleh menyakiti istri ku lagi, dan untuk semua yang berani melakukan itu, akan menerima ganjaran yang setimpal, dan untuk kematian kedua mertua ku, dan juga sahabat istriku kau akan menerima ganjaran yang setimpal"ujar Agam.


"Hentikan Agam, dia keluarga Daddy, satu-satunya dan kau tidak berhak menghukum dia"ujar Argha, yang entah sejak kapan dia berada di situ, saat Agam hendak memenggal kepala nya.


"Owh jadi Daddy lebih membela bajingan ini dari pada anak dan calon cucu yang hendak dia binasakan sumber kehidupan nya"ujar Agam.


"Kau sudah keterlaluan Agam, istri mu itu berselingkuh dari mu, selama ini, dan jika dia hamil sudah pasti"


"Cukup!!! jika memang Daddy tidak menginginkan anak-anak ku tak masalah mulai saat ini hubungan antara anak dan"


"Agam!! kau jangan keterlaluan, kau lebih membela wanita itu ketimbang keluarga mu sendiri, sadar Agam, sadar semua kehancuran ini berasal dari nya" ujar Arinda yang juga datang ke sana.


Agam pun bertepuk tangan, dengan sangat keras, hingga tawa penuh ejekan pun terlihat sangat mengerikan.


"Tidak bisa mengalahkan ku, dengan cara ini, kau memanfaatkan kedua nya, hebat-hebat dan untuk kedua orang tua ku yang sangat aku hormati, mulai saat ini dan seterusnya, aku Agam bukan lagi bagian dari kalian, karena kenyataannya aku tidak lebih diperlukan seperti boneka, oleh kalian dan jangan pernah meminta kedua putraku memanggil kalian Oma, atau pun opa, karena mendiang Oma, akan merasa terhina karena sudah memiliki anak seperti Mommy"ujar Agam tegas, dia pun langsung pergi begitu saja, tanpa menghiraukan panggilan Arinda.


Arinda terjatuh tak berdaya di lantai yang dingin tersebut, karena saat ini dia menyadari bahwa selama ini, dia bahkan sudah jauh dari ajaran sang Mommy Dheandra, yang kini sudah tiada.


Semua karena Argha, yang selalu menuruti keinginan kakak nya.


"Mommy... maafkan aku"ujar Arinda lirih.


Argha langsung mengangkat tubuh istri nya yang terkulai lemas itu, sementara sang kakak Argha memerintahkan anak buahnya untuk membawa dia ke rumah sakit, tapi Argha tidak tau bahwa saat ini orang yang dia kasihi sudah tidak akan pernah bisa disembuhkan lagi, karena suntikan virus pelumpuh syaraf sudah menjalar di tubuh nya.


Agam pun menjemput putri nya, dalam keadaan mengenaskan dia tidak menjawab pertanyaan yang putri nya lontarkan karena keadaan Agam, yang sangat mengerikan dengan wajah lebam penuh luka, mereka terbang menuju Merauke, untuk pulang ke rumah istrinya.


Butuh waktu lama untuk tiba di sana dengan menggunakan mobil setelah dari bandara, tapi Agam menggunakan helikopter, untuk tiba di rumah Ananda.


Sesampainya di sana Ananda yang kaget melihat suaminya babak belur dia langsung bergegas mendekat dan sedikit berteriak histeris.


"Kak!!! kamu kenapa?"ujar nya sambil memeluk erat tubuh tegap yang kini terlihat sedikit sempoyongan.


"Tidak apa-apa sayang aku hanya butuh istirahat"ujar Agam, sambil mengecup puncak kepala istrinya.


Ananda langsung membawa Agam, dibantu oleh orang-orang yang menjaga nya beberapa hari ini.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar, Ananda langsung membaringkan Agam, wanita itu meminta anak buah Agam untuk mengambil baskom berisi air hangat dan handuk kecil untuk membersihkan luka di wajah nya, tanpa Anada tau bahwa terdapat banyak luka di tubuh Agam ada juga luka menganga yang kini terikat oleh kain.


"Kak! hiks hiks hiks kakak kenapa? bisa seperti ini, apa? orang itu yang melukai kakak"ujar Ananda yang kaget setelah membuka seluruh kemeja yang dia gunakan saat ini.


"Jangan panik sayang aku tak apa-apa, dan mulai hari ini dia tidak akan meneror mu lagi, mungkin saat ini dia sudah di kafani" ujar Agam.


"Nina tolong ambilkan koper saya yang ada di ruang perawatan!!"teriak Ananda yang kini masih bercucuran air mata, meskipun Agam, sudah berusaha untuk membuat dia tenang.


Akhirnya tidak lama Nina, datang membawa koper tersebut Ananda langsung membuka nya "Nina jangan biarkan siapapun masuk kesini dan tolong jaga anak-anak ajak ALEA makan setelah itu mandikan dan bawa ke kamar nya"ujar Ananda yang mulai menyiapkan benang jahit dan beberapa peralatan lainnya.


Ananda langsung membersihkan seluruh tubuh Agam tidak ada yang terlewat sedikit pun setelah itu dia mulai menjahit bagian luka yang menganga, dan butuh waktu lama karena banyak luka sayatan kecil mungkin jika itu bukan Agam, pria itu sudah tiada.


"Setelah dua jam lamanya menangani luka-luka itu sendirian tanpa bantuan asisten akhirnya semua sudah selesai, Ananda mengoleskan salep di bagian luka lecet dan ringan juga luka lebam sementara bekas jahitan yang lebar dia berikan Betadine, setelah selesai dia pun membantu suami nya sedikit bersandar di headbord dengan bantal yang ditumpuk untuk menopang punggung nya yang juga terdapat beberapa luka di sana tapi Agam harus segera makan dan minum obat itulah dengan sangat hati-hati Ananda menyandarkan suaminya itu di sana.


"Nina tolong suruh orang di luar untuk masuk ke sini, dan membantu saya membereskan barang-barang ini, dan satu lagi minta orang lain nya untuk bawakan bubur kesini"ujar Ananda lagi.


"Sayang aku mau makan nasi saja jangan bubur"ujar Agam yang terlihat sudah sedikit membaik mungkin karena cairan infus dan juga obat yang Ananda suntik, yaitu cairan anti biotik, untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah peradangan pada setiap luka.


...🌹💖💖💖🌹...


Setelah makan bubur, dan minum obat, akhirnya Agam pun tertidur pulas, saking lelahnya setelah bertarung hebat, dan saat ini juga sudah berada di tempat ternyaman.


Beruntung di bagian wajah hanya ada luka kecil yang masih bisa diobati dengan salep anti septik, dan lebam-lebam di bagian sudut bibir nya pecah.


Agam pun kini mulai terlihat tenang dan damai.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, akhirnya Ananda pun ikut berbaring di ranjang tepat di samping suaminya meskipun tidak tidur, saat ini dia hanya menatap intens wajah tampan yang kini terlihat banyak lebam, Ananda mulai mengerti bahwa suaminya begitu mencintai diri nya, meskipun berkali-kali dia harus terluka karena cinta Agam yang begitu besar itu.


Agam pun terbangun, dia mulai membuka mata nya, saat ini dia tidak bergerak karena istrinya tidur di samping nya dengan membenamkan wajahnya di curuk leher Agam sambil memeluk dirinya.


"Sayang aku sangat mencintaimu, tidak peduli orang lain bilang bahwa kau adalah kelemahan ku, yang jelas aku sangat mencintaimu, sekarang nanti dan seterusnya, akan aku buktikan pada mereka jika cinta ku buka lah sebuah kesalahan"ujar Agam.


"Heumm, kamu sudah bangun sayang"ujar nya lagi.


"Aku ketiduran ya kak, Maaf, tadi rasanya sedikit lelah"ujar Agam.


"Semua itu wajar sayang ku, karena kamu sedang mengandung anak kita, aku sangat bangga dan sangat mencintai istri ku yang cantik ini, adalah wanita tangguh pujaan ku"ujar Agam sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


"Kak, anak kita gerak-gerak"ujar Ananda, sambil menunjuk ke arah perutnya yang terlihat bergerak gerak.


"Owh jagoan Daddy, seperti nya sudah kangen banget sama Daddy"ujar Agam yang mencoba bangkit, meskipun terlihat meringis karena luka-luka di tubuh nya kini terasa ngilu.


"Hati-hati kak, lain kali aku tidak ingin Kakak melakukan itu lagi, bahaya tau... bagaimana? jika kamu sampai tidak selamat, aku dan keempat anak kita pasti sedang menangisi kepergian mu"ujar Ananda yang kini kembali menitikkan air mata.


"Tidak akan, sayang aku akan tetap baik-baik saja, sampai kapan pun, apalagi saat kedua jagoan kita lahir nanti, aku akan semakin bahagia dan menjadi orang paling beruntung di dunia ini, karena memiliki kalian sebagai kekuatan ku"ujar Agam.

__ADS_1


Agam mulai mengelus perut buncit sang istri dengan penuh kasih sayang, Ananda pun membalas dengan mengelus puncak kepala Agam.


"Kak, sebaiknya kakak istirahat, aku laper mau makan dulu"ujar Ananda.


"Tidak sayang, kitu turun sama-sama dan infus nya lepas dulu sayang, tidak bebas bergerak, lagipula sudah tidak apa-apa"ujar Agam.


"Baiklah Sayang"ujar Ananda.


Wanita itu pun bangun dan mulai turun dari ranjang dia meraih tangan Agam dan mulai melepaskan jarum infus tersebut setelah sebelum nya di oleskan alkohol di kapas yang memberikan sensasi dingin dan mengurangi ngilu pada kulit yang tertancap jarum tersebut.


Agam pun tersenyum manis pada istrinya itu, hanya dengan menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada karena luka yang masih basah tidak memungkinkan Agam untuk memakai baju ketat atau kemeja saking banyaknya nya luka di bagian punggung dan bagian depan, tubuh Agam, otomatis pria itu harus bertelanjang dada.


"Pelan-pelan jalannya Honey, mulai besok pindah ke kamar yang ada di bawah saja, aku tidak mau istri dan anak ku sampai kenapa-napa"ujar Agam.


"Tidak akan kak, lagian aku tidak nyaman jika harus tidur di kamar yang ada di bawah, sedikit sempit apalagi akan ada boks bayi lagi"ujar Ananda.


"Memang ada benarnya juga sih, karena kamar yang berada di bawah tidak seperti yang diatas cukup luas, meskipun masih kalah luas dengan ukuran kamar di Mension utama milik mereka.


"Sayang ayo kembali ke Jakarta, aku rindu hari-hari ku ditemani oleh mu, disana kita bisa membeli rumah sakit jika kamu mau untuk kamu kelola"ujar Agam.


"Aku ingin membangun bukan membeli, dan untuk itu, aku juga ingin mereka bisa berobat tanpa harus ada tekanan biyaya, mungkin itu sangat sulit untuk terwujud, tapi aku ingin menghabiskan sisa hidup ku, dengan terus beramal dan mengabdikan diri kepada masyarakat yang sangat membutuhkan"ujar Anada.


"Jangan rumah sakit sayang buka saja klinik, kecil tapi bisa menolong banyak orang yang tidak mampu"ujar Agam.


"Ya itu jauh lebih baik, sederhana tidak berlebihan tapi bermanfaat"ujar Ananda.


"Iya juga ya jika rumah sakit itu identik dengan banyak tenaga kerja yang harus di bayar dan butuh memanaje semua nya, seperti nya akan semakin mempersempit waktu untuk kita berdua"ujar Agam.


"Terus di sini bagaimana"tanya Ananda sambil menyuapi suaminya itu makan.


"Kita bisa minta teman kamu yang sudah jago untuk mengurus semua nya disini, sementara kita akan datang hanya untuk berlibur"ujar Agam.


"Baiklah tapi setelah Leo"ucapan nya terhenti, saat teringat Leo, akan segera pergi, sementara dirinya tidak rela, andaikan saja saat itu dia tidak mendapatkan teror, mungkin saat ini Leo tidak akan pernah di ambil alih.


"Jangan sedih sayang Leo masih putra kita, meskipun dia akan tinggal bersama dengan kedua orang tua nya, kelak kita bisa mengunjungi nya kapan pun kita mau"ujar Agam.


Agam pun kembali mengelus puncak kepala istrinya.


"Kak, aku ingin setelah kedua putra kita lahir nanti, kita liburan bersama"ujar Ananda.


"Tentu saja kita bisa keliling dunia, jika kamu mau sayang ku"ujar Agam.


"Hanya Bandung kak, aku rindu tempat ternyaman yang pernah menjadi tempat aku dibesarkan, aku rindu rumah ku, heumm meskipun mungkin saat ini sudah menjadi milik orang lain"ujar Ananda.


"Siapa? bilang semua masih milikmu, kebun dan rumah itu, tidak pernah aku biarkan untuk berpindah tangan, aku mengatakan itu karena aku sangat marah saat itu, karena kamu begitu egois, dan selalu ingin pergi dari hidupku, Cinta"ujar Agam.

__ADS_1


"Aku Cinta kakak"


__ADS_2