Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Alexa#


__ADS_3

Alexa, hanya bisa menangis di hadapan Maikel, sambil menggeleng pelan, wanita itu tentu saja, tidak ingin melakukan apapun, yang membuat nya rugi setelah bersusah payah, untuk melakukan tugas yang diberikan Maikel, hanya karena Maikel tidak menerima keluhan nya.


Dia tau, Maikel hanya kecewa dengan apa? yang Alexa, katakan, karena pria manapun tidak akan pernah mau mendengar, jika istrinya masih mencintai pria lain, disaat mereka sudah menikah dan tinggal bersama.


Alexa, langsung menghambur memeluk Maikel, dengan rasa bersalah yang teramat dalam, Alexa, meminta maaf, dia bahkan berjanji, akan memberikan hak, Maikel, kapanpun Maikel, mau tapi tidak dengan perceraian, karena dia tidak ingin menjadi janda di usia nya yang masih sangat muda.


Bahkan keluarga nya mengancam akan, menikahkan dirinya dengan bandot tua, yang mungkin umur nya, sudah satu abad, membayangkan nya saja sudah membuat, Alexa, bergidik ngeri.


"Baiklah, kali ini, aku akan memaafkan mu, tapi tidak lain kali, dan persiapkan dirimu, karena kapan pun aku bisa mengambil hak ku.


"Satu lagi, mereka berdua anak ku, dan itu artinya, selamanya, mereka akan tinggal bersama dengan kita, jadi biasakan diri mu, untuk, mereka panggil mommy"ujar Maikel.


Sementara itu di kediaman Desy, Marco, tengah membuatkan istri nya, sarapan pagi nasi goreng seafood, yang dia buat sendiri, seperti permintaan istrinya Desy.


Pagi ini Desy, mendadak ingin makan, nasi goreng seafood, buatan sang suami, hingga Marco, terpaksa bangun di pagi buta, untuk membuat sarapan tersebut, dari mulai menyiapkan bahan-bahan, hingga akhirnya semua bahan terkumpul dan sudah dia cuci bersih.


Marco, pun mulai membuat nasi goreng siput, pertama-tama pria itu, menumis seafood, tanpa minyak, hanya di aduk-aduk diatas teflon hingga kadar airnya berkurang, setelah itu dia menyisihkan nya, masukkan margarin di teflon yang sama, secukupnya, masukkan bumbu halus terlebih dahulu, lanjut telor, lanjut diaduk hingga telur, dan bumbu tercampur rata, masukkan seafood, aduk-aduk sebentar lalu masukkan nasi, goreng hingga bau wangi, sedikit aroma gosong, akan menambah cita rasa, tapi bukan gosong beneran, setelah itu masukkan sayuran, dan juga daun bawang dan bumbu penyedap tidak lupa, kecap, tidak lama kemudian, nasi goreng seafood, tersedia di hadapan Desy.


"Sayang, seperti nya, ini tidak berhasil, aku buat yang baru saja ya"ujar Marco yang takut meracuni istrinya, meskipun sudah membuat nya sesuai petunjuk.


Desy, terus menyendok nasi goreng tersebut, tanpa ekspresi, sedikit pun, wajah nya, datar wanita itu, benar-benar merasa khawatir.


Hingga, saat Desy, menghabiskan nasi goreng tersebut"Aku mau lagi, masih laper"ujar Desy, yang membuat Marco, langsung menghela nafas lega.


"Buruan kak, masih laper, nanti baby kita, protes bagaimana"ucap Desy.


"Tentu, sayang sebentar ya"ucap Marco yang langsung berlari, untuk mengambil nasi goreng seafood, yang tersisa di teflon.


Tidak sampai beberapa, menit semua, sudah terhidang di hadapan, Desy.


Bumil, itu lagi-lagi menghabiskan nasi goreng, tersebut, tanpa ekspresi sedikit pun.


"Bagaimana... sayang, apa itu enak"ucap Marco, ragu.


"Nilai nya, seratus, tapi kurang banyak, aku masih laper"ucap Desy.


"Sayang.... kita buat salad saja bagaimana?"tanya Marco, hati-hati.


"Aku makan apel saja, tapi tanpa di kupas, setelah di cuci bersih aku mau makan itu langsung"ujar Desy.


"Tentu sayang, apapun itu"ucap nya, sambil langsung berlari menuju dapur, yang hanya tiga atau empat langkah lebar nya, mengambil apel, dan ada empat buah, apel di kulkas, Marco, mengambil keempat jenis, apel tersebut lalu mencuci bersih apel tersebut, yang dihidangkan di piring cantik itu.


"Wow, suamiku ini memang the best"ujar Desy.


"Sayang jangan, memuji dulu, aku belum bisa membuat mu, dan keempat anak kita"ujar Marco, merendah.


"Siapa? bilang, bahkan bagiku kau adalah suami,paling sempurna.


Desy, mendaratkan kecupan manis di bibir Marco, yang kini tersenyum lebar, dan mendekap wanita yang tengah mengunyah, apel tersebut.


Sayang, besok pagi kita akan menjemput kedua, kesayangan kita"ujar Marco.


"Tidak, kak... biarkan Maikel, mengambil tanggung jawab nya, ya meskipun sejujurnya, aku tidak tega melepaskan kedua anak ku, diasuh orang lain, tapi Maikel, juga butuh mereka"ujar Desy.


Dia memang butuh mereka, tapi sayang, kita yang harus, terus ada bersama dengan mereka sesuai yang seharusnya, karena mereka, masih sangat kecil"ucap Marco.


"Terserah kakak saja, aku ikut saja,lagi pula, aku sudah sangat rindu mereka, tapi jika mereka memilih untuk tinggal di sana pun tak apa? ujar Desy.


"Kamu memang benar-benar bidadari terhebat yang aku miliki"ucap Marco.

__ADS_1


"Kak, si kecil ingin ikut ke kantor, bagaimana?" ucap Desy.


"Heumm, tentu saja Sayang...memang itu yang Daddy, inginkan, cepat besar sayang dan sehat selalu, setelah kalian terlahir nanti, Daddy, janji akan mengajak kalian, keliling dunia"ujar Marco.


"Setelah besar, Daddy"ucap Desy, yang menirukan suara anak kecil.


Desy, pun terkekeh geli.


"Tentu saja, tentu honey"jawab Marco lagi.


Desy, pun kembali ke dalam kamar, bersama dengan sang suami yang, selalu setia, membimbing nya.


Sampai saat, Desy, mandi dan berganti pakaian, Marco tidak ubahnya, memperlakukan anak kecil, dari mulai memandikan hingga memakaikan dress, khusus, ibu hamil yang sangat nyaman, selain longgar, dress tersebut juga dibuat dari bahan yang nyaman, sesuai, pesan Marco, pada perancang busana, yang Marco tunjuk.


Desy, pun sudah tampil cantik, kini giliran Marco, yang mandi dan bersiap, tapi Desy, hanya menyiapkan pakaian kerja, saja, tidak sampai menyiapkan air untuk mandi.


Karena, Marco, tidak terlalu suka, berendam kecuali jika dia dan Desy, mandi bersama.


Desy, duduk sambil menunggu di sofa, suaminya ,baru keluar setelah sepuluh menit, berada di dalam kamar mandi, Desy, tersenyum manis pada Marco, yang kemudian, mendekat dan mengecup bibir istrinya itu.


"Sayang keringkan dulu, tubuh mu basah."ucap Desy, lembut.


"Ya Baiklah honey"kata Marco.


Pria itu pun mengeringkan rambut dan tubuh nya, setelah itu berpakaian formal, karena saat ini dia akan pergi bekerja, dan ada kebahagiaan tersendiri, karena istri tercinta dan juga, kedua putranya itu, ikut ke kantor untuk bekerja.


"Sudah,siap"ujar Desy, yang merapihkan penampilan Marco.


"Sayang kamu semakin cantik dan seksi, dan aku semakin cinta, terimakasih sudah hadir di hidupku, bersama kalian juga kedua anak kita yang lainnya"ucap Marco.


"Sama-sama kak, aku juga sangat mencintai mu"jawab Desy.


Marco, menggandeng Desy, hingga turun ke lantai bawah, dan tiba di depan mobil, pria itu langsung membuka pintu mobil, dan membantu istrinya itu masuk, secara perlahan dan, setelah istrinya, duduk dengan nyaman, barulah Marco, memasangkan sabuk pengaman.


Sampai saat Desy, dan Marco tiba di kantor, seluruh karyawan menyambut nya, dengan penuh hormat.


Marco pun, berjalan menuju lift, sambil merangkul pinggang, sang istri begitu posesif, dan semua karyawan yang menatap kearah nya, langsung mengalihkan pandangan nya.


"Yang.... jangan galak-galak, nanti anak kita ikutan kaya kamu galak bagaimana"ujar Desy, sambil mencubit perut Marco, yang kini terlihat, kesakitan, meskipun hanya akting, karena, perut itu sixpack, jadi tidak bisa dicubit semudah itu, kecuali memang perut lembek.


"Sayang, aku harus menjadi pemimpin yang tegas, jika mereka tidak takut padaku, bisa-bisa suamimu ini, jatuh bangkrut karena korupsi uang, perusahaan, akan semakin merajalela, dan kamu bisa bayangkan bagaimana, jadinya.


Desy, pun tersenyum, dia mengerti dengan maksud sang suami.


Mereka pun tiba di, dalam ruangan kerja milik Marco, Marco, langsung membantu dia, duduk di sofa khusus, ibu hamil yang dia pesan Beberapa bulan yang lalu.


"Sayang, nyaman sekali"ujar Desy.


"Tentu saja untuk istri tercinta"ucap nya, sambil mengecup puncak kepala sang istri.


Desy pun mulai memejamkan mata, karena , rasa kantuknya, yang mendera.


Bumil, itupun tertidur pulas di sofa itu, sementara Marco, sibuk berkutat dengan pekerjaan nya.


sampai jam makan siang, tiba, pria itu pun membereskan berkas nya, lalu bangkit berdiri menghampiri sang istri yang, masih anteng tertidur pulas di sofa tersebut.


Desy, menggeliat bangun setelah berkali-kali pria itu mencium, seluruh wajah cantik alami Desy, tersebut.


"Bangun, sayang kita akan makan siang"ucap Marco.

__ADS_1


"Heumm, baik'lah"ucap Desy, sambil tersenyum.


Mereka pun pergi makan, siang di restaurant, berbintang.


"Honey, ayo pesan yang, kamu inginkan"ucap Marco.


"Dengan senang hati, sayang ku"ucap Desy.


Mereka, tengah sibuk menikmati makan siang bersama, hingga selesai, dan setelah itu mereka pun kembali ke kantor.


Sementara itu di tempat lain, Dony, dan Agatha sudah berada di Surabaya, Dony melakukan renovasi rumah, tempat tinggal nya dulu bersama ibu dan adiknya.


Sampai rumah itu selesai di persiapkan, karena, dua rumah menjadi satu, setelah rumah tetangga nya, ia beli .


Kini tempat tersebut sudah jauh lebih baik apalagi Agatha turun tangan memilih furnitur, untuk mengisi rumah nya, saat itu juga, setelah selesai di renovasi, sesuai yang Agatha, ingin dengan menggunakan uang milik suaminya itu.


Dony, benar-benar lelaki sejati, dia tidak ingin ada sedikit pun, uang istri, nya yang ia gunakan untuk rumah tersebut.


Kini mereka tengah menata letak batang dari setiap sudut yang Agatha ingin, dan yang wanita itu pilih dengan segala printilan, hiasan dinding dan pajangan di atas nakas , wanita itu, dibantu oleh tukang dan juga Dony.


Hingga selesai, menata kamar tidur yang sudah sangat nyaman, dan kamar mandi dengan bathtub-e dan shower.


Sementara mereka pun, ada yang bantu-bantu di rumah tersebut sekaligus untuk mengawasi istrinya,agar tidak terlalu sibuk bekerja, karena, Agatha, tetap harus mengurus perusahaan yang ada di Jepang, karena, perusahaan tersebut sepenuhnya , sudah menjadi milik istrinya, mau tidak mau, Agatha, harus mengurus nya.


Agatha sendiri saat ini, tengah menikmati kebersamaan nya sendiri sang suami.


Dony, kini tengah memberikan pijatan lembut pada Agatha, yang mengeluh pegal-pegal di bagian kaki, Dony, pun dengan telaten memijat nya, hingga Agatha tertidur pulas.


"Tidur lah, sayang setelah itu kita akan membuat makanan, favorit mu.


Agatha pun terlelap, setelah sang suami langsung berbaring di samping nya.


Untuk sementara waktu, Dony, belum membuka, bengkel mobil yang dia dia buka, tidak jauh dari kawasan tersebut, dia ingin memulai merintis usaha, nya, meskipun modal awalnya pinjaman dari bank, dia tidak ingin, menggunakan uang istri, yang dia inginkan, adalah berjuang sendiri untuk menafkahi anak dan istri.


meskipun istrinya memiliki segalanya, selama ini, kecuali jika suatu saat nanti, Agatha ingin mewariskan nya, pada putranya yang kini berada di dalam kandungan nya.


Di saat orang lain, sibuk mencari tau, jenis kelamin bayi nya, Dony sendiri justru melarang itu, selain untuk kejutan, dia juga sudah tau, bayi yang akan dilahirkan oleh Agatha, adalah bayi laki tinggal.


Dony, bahkan hanya ingin, Agatha, pasrah dengan ketentuan sang pencipta, dan tidak berlebihan untuk urusan dunia.


Dony, yang memiliki kelebihan, pun selalu, menjaga itu, agar tidak membawa dia kejalan yang sesat, seandainya dia ingin, dia bisa mendapatkan harta kekayaan dengan cara instan karena dia bisa menunjukkan apa? yang orang lain gak, bisa lihat, tapi semua itu, menyalahi kodrat, mendahului tuhan itu tidak pernah dibenarkan, maka dari itu Dony, selalu bersikap biasa saja, dan tidak over.


Dony, bahkan tidak pernah mau, jika ada teman, atau pun yang lainnya, meminta Dony, membacakan masadepan mereka, meskipun dengan bayaran termahal, tapi Dony, hanya menanggapi nya, hanya saja selalu Dony, tanya, apa? mereka sudah siap melihat kematian yang akan datang.


Setelah, saat itu tidak ada yang berani bertanya lagi, tentang semua itu, ucapan Dony, bertujuan agar mereka tidak melakukan kesesatan saat tahu jika waktu itu tiba, Dony, selalu berkata jodoh maut, semua sudah ada yang mengatur, termasuk dirinya, dia tidak pernah berpikir untuk antisipasi apa? yang akan terjadi nanti, karena baik-buruk kehidupan, semua sudah menjadi suratan takdir dari yang maha kuasa.


Dony, tetap lah Dony, pria sederhana, yang menjadi tulang punggung keluarga, dari hasil kerja keras nya.


Sementara itu, dikediaman Maikel, kedua pasutri itu baru saja selesai, membersihkan diri.dan bersantai bersama dengan kedua anak nya, yang mulai terbiasa dengan suasana dan Alexa, meskipun di awal, wanita hanya mengurus mereka, karena uang, tapi sekarang tidak lagi, dia dengan tulus, merawat keduanya.


Dan kini rumah tangga nya sudah jauh lebih baik dan sangat berwarna.


Maikel, sendiri sudah mendapatkan hak nya bahkan, kini mereka selalu saling berbagi perhatian.


Maikel, akan dengan senang hati, menunggu istrinya tengah melakukan perawatan terlebih dahulu, dan meninggalkan pekerjaan kantor.


Seperti saat ini, Alexa tengah, sibuk berbelanja sementara , Maikel, tengah menjaga kedua anak nya, yang tengah sibuk berlarian kesana-kemari, mereka begitu bahagia di ajak jalan-jalan, seperti agenda mingguan, mereka.


Setelah berbelanja kebutuhan pokok dan kebutuhan mereka, saat ini mereka pun segera kembali ke apartemen, karena sudah hampir petang.

__ADS_1


"Apa? semua sudah selesai, kita akan segera pergi"ucap Maikel.


"Sudah dong, terimakasih untuk hari ini, aku bahagia bisa pergi bersama.


__ADS_2