
Saat malam datang semua orang sudah mulai membubarkan diri dari pesta tersebut satu persatu pulang, Arinda datang bersama dengan Argha dia langsung berlari memeluk sang menantu menangis haru memohon maaf semu karena dia tidak pernah memberikan restu itu sebelumnya Agam dan Ardan terlihat menitikkan air mata.
mereka mengobrol panjang lebar saat Agam dan Argha bersama tengah membicarakan semua tentang rumah tangga yang akan Agam jalankan, Argha, meminta Agam untuk mengurus perusahaan nya seperti dulu, karena Ardan akan ia tempatkan di Jepang untuk mengurus rumah sakit milik nya, tapi Agam malah meminta adiknya Agatha yang mengurus rumah sakit di Jepang sementara Agam hanya akan mengatasi perusahaan pusat dan cabang perusahaan untuk Ardan kelola.
Agam pun pamit pada kedua orang tua nya dia sudah ingin istirahat dengan posesif menggandeng istrinya, sementara sang ibu malah menatap kepergian sang putra dan menantu.
Dia teringat Argha dulu saat masih baru menikah mereka pun seperti itu.
"Kak, lihat kasihan Mommy dia sendirian"ucap Ananda.
"Sayang aku sudah tidak sabar ngantuk berat"ucap Agam .
"Heumm baiklah-baiklah"ucap Ananda.
Agam pun langsung mengangkat tubuh Ananda ala bridal style, menuju kamar nya.
"Sayang aku berat"ucap Ananda.
"Badan mu, terlalu ramping sayang, mungkin saat kamu hamil tubuh mu pasti akan menambah berat"ucap Agam sambil mendudukkan Anada di depan meja rias dan dengan telaten nya dia membantu Ananda melepaskan seluruh riasan di kepala nya, setelah itu Agam pun membantu membuka kancing kebaya yang dia kenakan setelah selesai Ananda langsung masuk kedalam kamar mandi.
Agam pun menunggu dia keluar dari dalam kamar mandi, namun bukan nya selesai langsung keluar kamar, Ananda malah berdiam diri di depan cermin.
"Bagaimana aku bisa keluar dengan pakaian saringan santan begini"ujar Ananda.
"Ananda sayang kamu sedang apa? jangan terlalu lama di dalam kamar mandi, ini sudah terlalu larut malam"ucap Agam.
"Sebentar aku bingung kak, bisa tolong Carikan baju di koper ku"ucap Ananda.
"Tidak ada koper disini sayang ayolah keluar, aku juga harus mandi sudah gerah banget nih"ujar Agam.
Anada pun keluar dari kamar mandi perlahan tapi pasti, dia pun berlari menuju ranjang dan menutupi tubuh nya dengan selimut, Agam tertawa saat melihat tingkah Ananda.
"Kenapa? harus lari-lari, nanti juga buka baju"ujar nya sambil menggoda istrinya dengan menarik selimut yang dikenakan oleh Ananda tapi Ananda tidak melepas nya alhasil Agam semakin tertawa.
"Kak, aku tidak mau tau Carikan baju untuk ku, aku tidak mau tidur dengan baju seperti ini" ujar Ananda.
"Sayang ini sudah malam, kamu kan menggunakan selimut, aku jadi deh gak akan ngintip"ucap Agam menggoda.
"Tidak pokonya tidak mau"ucap Ananda yang merengek seperti anak kecil, saat ini.
"Sayang apa? kamu tidak kasihan melihat ku, kelelahan"ucap Agam.
Agam pun langsung meninggalkan Ananda, masuk ke dalam kamar mandi, dia buru-buru mandi, pria itu pun mandi dengan sangat cepat dan tidak lama setelah itu dia langsung keluar dengan menggunakan bathrobe dan bokser nya saja Ananda sendiri tidak bicara dibalik selimut tersebut, Agam langsung menyibak selimut tersebut ternyata gadis itu sudah terlelap.
"Owh ya ampun sayang ku, kamu sudah kelelahan sebelum kita berperang"ujar Agam sambil tersenyum dia mengecup kening istrinya.
tidak ada pergerakan apapun, mungkin karena dia sudah benar-benar kelelahan.
Ananda tidak bangun hingga pagi menjelma gadis itu bahkan tidak ingat jika malam tadi seharusnya menjadi malam pertama bagi mereka berdua, Ananda tersenyum saat seseorang kini tengah menatap lekat wajah cantik saat bangun tidur.
"Kakak, kenapa? tidak bangunkan aku, aku kesiangan"ucap Ananda.
"Tidak masalah sayang, aku tau kamu kelelahan setelah pesta semalam"ucap Agam.
"Kak, kakak tidak marah kan gara-gara aku kakak tidak bisa mengambil hak kakak, seperti yang aku tau dari teman-teman ku, jika saat malam tadi adalah malam pertama kakak mendapatkan hak kakak"ucap Ananda.
"Santai saja Sayang kita bisa melakukan itu kapan saja"ujar Agam.
"Owh syukur lah, karena aku juga tidak tau harus bagaimana"ucap Ananda, sontak Agam tersenyum manis pada gadis itu.
"Kamu bisa belajar sayang dengan begitu kamu akan tau semua nya"ujar pria tampan yang sedari tadi menatap lekat wajah bidadari cantik itu.
__ADS_1
"Aku belajar dari mana"ucap Ananda polos.
"Belajar bersama akan lebih baik"ucap Agam.
Obrolan mereka terus berlanjut hingga mereka benar-benar melakukan malam pertama nya di pagi hari, meskipun itu adalah yang pertama bagi Ananda, karena biar bagaimanapun Agam, sudah bukan pria polos, hingga dia tidak tau cara bercinta.
sementara itu di kediaman Ardan pria yang memiliki wajah bak pinang dibelah dua dengan sang kakak, dia tengah teringat gadis bernama Rena yang memiliki kekuatan supranatural.
Rena berasal dari pulau Kalimantan dia sebatang kara di Jakarta karena di Kalimantan pun sudah yatim Piatu, karena cita-cita nya yang begitu besar untuk menjadi seorang bidan, dia pun merantau ke Jakarta dan mencari beasiswa, Rena, adalah teman kuliah Ananda saat di Jakarta dia dan Lima sahabat nya datang ke pesta tersebut.
"Ternyata dia seorang yatim-piatu"gumam Ardan lirih.
Ardan sedang melihat laporan tentang gadis yang dia selidiki saat ini, dia sebenarnya ingin langsung berkenalan dengan Rena, tapi pria itu bahkan tidak punya keberanian.
Ardan pun bersiap untuk berkunjung ke kosan gadis itu, dia ingin mengenal wanita itu lebih dalam.
saat tiba di rumah kost tersebut, Ardan diberitahu bahwa gadis itu tengah berada di lapangan basket depan jalan tak jauh dari tempat itu, disana para anak muda akan berkumpul sekedar duduk santai menikmati sunset di sore hari, sambil melihat taman yang indah dan beberapa wahana permainan anak muda ada di sana.
sementara Rena, gadis itu tidak sedang bermain basket melainkan tengah latihan panjat tebing, bersama dengan rekan mahasiswa nya.
mereka memiliki kegiatan dan hobi yang sama meskipun jurusan yang mereka ambil tidak lah sama.
Ardan menghentikan mobilnya di pinggir jalan dia tidak keluar dari dalam mobil nya, dia sengaja memperhatikan gadis cantik yang sangat mengagumkan itu dengan bakat nya itu.
dia bahkan bisa berhasil memanjat hingga ke puncak dengan gaya nya yang leluasa dan pandai memilih spot yang akan dia pijak dengan penuh perhitungan, hingga sampai ke puncak, seluruh sahabat nya pun bertepuk tangan.
"Ardan tersenyum bangga meskipun dia bukan siapa-siapa gadis itu.
.
sementara itu pengantin baru itu, kini sudah berada di Mension, mereka sudah kembali dari hotel sore kemarin, dan saat ini adalah waktu nya untuk dia memulai hidup baru sebagai seorang istri, dari seorang Agam, yang meminta dia untuk berhenti berkuliah karena dia ingin segera memiliki momongan.
Ananda sendiri tidak pernah protes saat ini selagi itu baik untuk dirinya dan Agam, wanita itu pun akan melakukan apa yang menjadi kewajiban nya, yaitu mengikuti perkataan sang suami.
Arinda sendiri pun menyetujui jika Ananda, harus berhenti kuliah agar segera memiliki cucu, dan hal itu membuat Agam semakin bersemangat untuk bercocok tanam.
pria itu bahkan sudah menyiapkan semua yang di butuhkan untuk mendukung istri nya ikut program hamil.
Ananda dan Agam kini tengah berada di dalam kamar mereka kebetulan malam telah larut, mereka berdua pun kini tengah berada di atas tempat tidur, pengantin baru itu tidak pernah merasa lelah saat ini mereka sibuk dengan percintaan nya.
sementara Ardan yang kecewa kini tengah berada di sebuah club malam, ternyata gadis yang dia taksir adalah wanita simpanan dari sahabat nya sendiri.
Kini dia sedang berada di sebuah club malam, dia sedang duduk di ruang VVIP club malam tersebut, pria itu sesekali meneguk wine yang ada di hadapannya, pikiran nya sangat kacau bagaimana tidak, wanita cantik incaran nya itu, ternyata sudah berada di tangan orang lain.
Ardan sini tengah duduk bersama dua orang wanita penghibur yang menemaninya memberikan dia minuman wanita itu sesekali akan mengelus lengan Ardan dengan gayanya yang menggoda, tapi Ardan tidak sedikitpun tergoda dengan keduanya.
yang ada di kepala Ardan saat ini adalah Rena wanita cantik itu akan berusaha dia dapatkan meskipun harus bersaing dengan sahabatnya sendiri.
sementara di kediaman Agam pria itu kini tengah terlelap sambil memeluk istrinya begitu erat, seakan takut kehilangan istrinya itu.
hingga pagi menjelang, dengan kondisi tubuh yang terasa remuk redam akibat perbuatan suaminya itu, Ananda bangun dari tidur nya dia langsung membersihkan diri, setelah itu dia berpakaian menggunakan t-shirt dan hotpants, dia berjalan menuju walk-in closed, dia menyiapkan pakaian kerja milik Agam, dan setelah itu mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aroma terapi , sebelum membangun kan suaminya itu .
Ananda akan membangunkan suaminya itu setelah bathub nya terisi dengan air, wanita itu barulah keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung bergegas membangun kan Agam.
"Sayang bangun, aku sudah siapkan semua nya"ucap Ananda.
"Morning kiss nya baby"ucap Agam.
"Aku sudah melakukan itu tadi"ucap Ananda.
__ADS_1
"Lagi"ujar Agam.
"Yang, kamu itu ya, maksain banget"ucap Anada sambil memberikan morning kiss pada pria yang kini berada di hadapan nya itu, tapi bukan Adam jika pria itu akan diam saja jika istrinya melahirkan itu dia akan langsung menyambar bibir Ananda.
Ananda akan memukul-mukul Agam dengan tangan nya jika dia sudah hampir kehabisan nafas, akibat ciuman tersebut.
"Sayang" ujar Agam yang kini melihat istrinya itu pergi.
Agam pun akan tersenyum saat melihat istrinya merajuk.
sementara Ananda akan meneruskan langkah nya, menuju dapur untuk membuat sarapan pagi bagi dirinya dan suaminya yang super manja padanya itu.
sejak menikah Agam, bersikap lebih manja dan posesif hanya karena tidak ingin jauh dari istrinya itu, hingga Ananda diharuskan untuk mengikuti nya pergi ke kantor, dan di kantor wanita itu tidak akan hanya duduk diam, dia harus selalu duduk di hadapan sang suami, dan membuat nya merasa terkadang jengah dibuat nya.
Agam akan meminta ini dan itu pada Ananda seperti saat ini"Sayang tolong buat kan aku kopi dengan cinta mu"ucap Agam, si tampan yang baik hati dan tidak sombong itu, kini tengah duduk di sofa panjang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Ananda langsung bergegas menuju pantry, sambil tersenyum, dia ingin sekali membuat Agam merasakan akibat dari sikap nya yang dirasa semena-mena, saat ini.
Ananda pun dengan sengaja memberikan garam di kopi tersebut untuk tes kejujuran, saat ini dia membuat dua gelas kopi, yang satu asin yang satu manis, wanita itu ingin tahu bagaimana reaksi suaminya saat meminum kopi tersebut.
"Yang kopi nya sudah jadi lihat lah"ucap nya sambil tersenyum manis.
"Istri ku memang sangat pintar"ucap Agam, sambil membalas senyuman manis tersebut.
"Bagaimana apa? itu enak"ucap Ananda yang kini menatap wajah Agam yang tiba-tiba berubah menjadi aneh, tapi sepersekian detik menetralkan ekspresi wajah nya.
"Sayang, ini enak sekali cobain deh, dikit aja"ucap Agam.
Agam pun langsung bergegas ingin meminumkan kopi tersebut pada Anada karena tau istrinya itu tengah mengerjai suaminya itu.
"Aku tidak mau ini juga kopi yang sama we eum.... nikmatnya"ucap Ananda.
"Sayang coba yang ini deh ini kopi dengan rasa cinta terbaru"ujar Agam bohong.
"Aku tidak suka yang rasa cinta"ucap Ananda.
"Kenapa? sayang cinta itu enak loh"ucap pria itu.
"Aku sudah kenyang makan cinta dari mu"ucap Ananda.
"Ananda sayang ini beneran beda dari yang aku berikan ayolah dikit saja"ujar Agam sambil tersenyum manis.
"kenapa? tidak jujur saja mas, itu asin"ucap Ananda.
"Tidak sayang, ehh, tapi tau dari mana ini asin"ucap Agam.
"Aku yang buat, jadi aku tau"ucap Ananda Jujur.
"Tujuan nya apa? sayang"ujar Agam.
"Aku mau tes kejujuran kakak, yang selalu bilang semua nya enak, jika dibuat oleh tangan ku, dengan dengan begitu aku jadi ragu apa? iya masakan ku enak atau hanya bohong semata"ujar Ananda sedih.
"Sayang aku jujur tentang masakan dan kopi yang selalu kamu buat untuk ku, tapi aku tetap ingin menyenangkan hati suamiku sekalipun itu, adalah kebohongan, tapi aku berani bersumpah bahwa selama ini makanan dan minuman yang kamu buat itu sangat enak dan lezat, hanya ini asin, aku tidak tau kamu sengaja atau tidak.
"Aku sengaja berbuat seperti itu, agar Kakak tidak pernah menyimpan rahasia apapun dari ku , sekarang atau pun selamanya"ucap Ananda.
Ananda pun duduk lalu memberikan kopi yang sedari tadi dia pura-pura ia minum, dan ternyata kopi itu masih utuh dan masih hangat.
"Ini minum lah"ujar Ananda sambil tersenyum.
Agam langsung meraih cangkir tersebut, dan meminum nya langsung , dan menghabiskan nya hingga tetes terakhir karena kopi itu lebih enak, dari yang tadi sungguh dia ingin teriak jika saja wanita itu bukan istrinya.
__ADS_1