Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Salahpaham#


__ADS_3

Setelah acara tahlilan ibunda Refi, selesai kini Refi tengah bermain bersama dengan Gerald,di sebuah mall,dia terlihat bahagia saat Gerald, sengaja mengajak nya bermain di setiap permainan khusus anak-anak, karena Refi bisa cuci mata melihat para baby sitter yang lumayan cantik dan tak lupa para mommy yang terlihat masih sangat cantik dan energik.


Refi, bukan nya tidak tertarik dengan yang serius, tapi laki-laki yang kini berusia dua puluh empat tahun itu belum mau untuk berpacaran sebelum dia benar-benar mapan.


Refi, ingin mengandalkan diri sendiri untuk menghidupi keluarga nya, bukan dari warisan orang tuanya.


Refi, sering tebar pesona hingga cewek-cewek banyak yang naksir, pemuda itu cukup tampan dan sangat rajin bekerja tidak hanya itu dia selalu rajin menabung.


Dheandra sendiri, ingin sekali menjodohkan nya dengan teman SMA nya dulu, dia wanita yang cukup baik meskipun dia pernah gagal dalam membina rumah tangga.


tapi beruntung wanita itu belum dikaruniai anak.


Dheandra hanya bisa berdoa semoga Refi, segera mendapatkan jodoh yang baik agar dia tidak merasa kesepian lagi, walau bagaimanapun Dheandra tak bisa berada di samping Refi untuk selamanya.


📱"Fi... Lo masih di mall "ucap Dheandra di sebrang telpon.


📱"Masih Dhe, disini lumayan asik"ucap Refi.


📱"Awas tuh ponakan Lo,di jaga jangan sibuk tebar pesona "ucap Dheandra.


📱"Dhe.. Lo udah kaya cenayang aja "ucap Refi.


📱"Mata-mata gue banyak fi"ucap Dheandra.


📱"Lo, sengaja mata-mata gue, owh ya ampun Dhea,gue bukan buronan kali"ucap Refi.


📱"Justru karena Lo seorang buronan para cewek-cewek cantik yang Lo PHP in jadi gue sebagai saudara Lo harus antisipasi gue nggak mau kalau sampai banyak cewek yang minta tanggung jawab sama Lo,gue bisa repot ngurus pernikahan Lo, dengan cewek Lo yang segudang itu, besok-besok Lo mesti operasi plastik agar muka Lo dibikin rusak biar aman"ucap Dheandra.


📱"Owh my God..saudari gue segitu benci nya Ama gue"ucap Refi.


📱"Bukan benci tapi antisipasi"ucap Dheandra.


yang sudah berdiri di samping Refi, yang langsung nyengir kuda karena ketahuan tengah duduk di samping wanita cantik yang kini membawa keponakan nya bermain.


"Dhe, jangan salah paham deh gue hanya sedang istirahat sejenak"ucap Refi, sambil nyengir pria itu masih menggunakan stelan jas nya, setelah pulang kantor langsung mengajak Gerald, main.


"Jadi keponakan Lo, Lo jadikan alasan untuk ini"ucap Dheandra sambil geleng-geleng kepala.


"Ampun deh gue, terserah Lo deh kalo kaga percaya"ucap Refi yang langsung menghampiri Gerald yang tengah asyik makan eskrim bareng temen baru nya keponakan wanita tadi.


"Fi...gue mau beli sesuatu dulu titip Gerald"ucap Dheandra, sedikit berbisik.


"Ok"ucap Refi.


Dheandra pun berjalan menuju, tempat yang ingin dia kunjungi yaitu butik yang menjual lingerie dan pakaian dalam lainnya.


Dheandra, tengah sibuk berjalan melihat setiap model terbaru yang kini pelayan butik itu sodorkan, karena posisi Dheandra tengah duduk di sofa, sebagai tamu VVIP, Dheandra tak perlu repot-repot berkeliling mencari, tapi barang yang akan datang menghampiri nya.


saat dia tengah fokus, memilih tiba-tiba dua orang manusia lain datang dan duduk di sebelah Dheandra, mereka tidak saling melihat hanya saja Dheandra, sangat mengenal suara seseorang yang selama ini hidup dengan nya.


"Sudah selesai pilih nya, aku buru-buru harus segera pulang nanti anak dan istri ku curiga"ucap pria yang tidak lain adalah Andra.


"Owh ya ampun Andra kamu itu pria masa takut dengan wanita itu"ucap seseorang yang tidak Dheandra ketahui.


"Bisa berabe NAD, kalau dia tau aku dengan mu berada di sini"ucap Andra lagi.


Dheandra yang sedari tadi sudah menatap kearah pria yang tidak lain adalah suaminya, dia langsung berkata"Tidak usah mikirin aku dan anak-anak aku masih bisa hidup tanpa kamu fokus saja sama dia, dan segera angkat kaki dari rumah ku"ucap Dheandra sambil menatap darat kearah Andra, yang kini tengah mematung karena benar-benar kaget saat melihat istrinya nya ada di hadapannya.

__ADS_1


"Sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan please dengarkan aku dulu sayang, kamu salah paham"ucap Andra.


Namun Dheandra tetap berjalan santai menuju kasir dan memberikan black card nya pada pelayan kasir tersebut.


"Kirim kan barang nya seperti biasa saya sedang buru-buru"ucap Dheandra yang langsung berjalan meninggalkan Andra yang sedari tadi mencoba mendekat dan ingin memberikan penjelasan.


"Yannk... please dengerin aku dulu"ucap Andra, tapi Dheandra terus berjalan tanpa menghiraukan Andra, dia langsung menelpon Refi.


📱"Bawa Gerald pulang ke apartemen, aku sedang ada urusan"ucap Dheandra.


Refi hanya mengiyakan tanpa bertanya apapun, dia tau dari suara Dheandra saat ini wanita itu tengah memiliki masalah, telpon pun di tutup, Dheandra tiba di parkiran mobil nya, dia langsung bergegas membuka pintu yang kini ditahan oleh Andra.


"Yannk... bisa tidak sekali ini saja, dengarkan aku, aku cape yang harus berdebat dengan mu"ucap Dheandra.


"Owh... begitu ya rupanya, silahkan pergi tuan Andra yang terhormat saya tidak meminta anda mengejar saya,toh saya bukan orang penting untuk anda"ucap Dheandra, yang kini membuat Andra, kembali mematung, dia tau istrinya benar-benar marah saat ini.


"Sayang kamu salah paham, please jangan begini, tidak baik untuk anak kita"ucap Andra.


"Jangan so perhatian deh munafik tau gak, asal kamu tahu aku lebih tau mana yg baik dan buruk untuk anak ku, tidak seperti kamu yang cuma bisa berkata munafik"ucap Dheandra.


"Mas Andra, tunggu kenapa harus ninggalin aku sih"ucap wanita tadi sambil membawa beberapa paper bag di tangan nya.


Dheandra menatap tak suka pada wanita itu, dia langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil begitu kencang Andra, sedari tadi mencoba menghentikan nya tapi Dheandra sudah pergi dari tempat tersebut di susul oleh Refi, dan Gerald yang kini menggunakan mobil sport milik Dheandra.


"Yannk... kamu itu begitu keras kepala setiap kali ada masalah entah itu salah paham kamu selalu pergi tanpa mau mendengarkan penjelasan ku"ucap nya lirih sambil mengacak rambut frustasi.


Dheandra kini telah sampai di rumah sementara Refi, pergi ke apartemen membawa Gerald dan susternya rencananya Gerald, akan menginap di apartemen tersebut.


sementara Dheandra kini tengah menangis di dalam kamar mandi, sambil mengguyur tubuhnya dengan shower .


Andra langsung naik ke atas menuju kamar mereka, Dheandra tidak mengunci pintu kamar dan juga kamar mandi nya sedikit terbuka, wanita itu tidak ingin terganggu saat ini


Andra masuk dan mencari Dheandra hingga ke dalam kamar mandi tersebut dia melihat Dheandra,baru selesai mandi dia sudah menggunakan bathrobe, dan lilitan handuk di kepala nya.


Dheandra berjalan hendak keluar dari kamar mandi tapi langkah nya di cegah oleh Andra.


"Yang kita harus bicara, terserah jika kamu ingin mengusir aku pergi dari sini,itu hak mu tapi aku tidak ingin kamu salah paham, wanita tadi adalah teman sekolah ku dulu saat di London, dia baru kembali dari luar dia datang ke kantor ku untuk meminta ditemani belanja, aku juga tidak mengira bahwa dia akan berbelanja di tempat yang sama dengan mu, Aku minta maaf"ucap Andra.


Dheandra, masih tetap diam tak ingin berkata apapun alasannya Andra, sudah keterlaluan menggunjingkan nya didepan wanita yang jelas-jelas menatap Andra penuh cinta.


"Yannk... aku mohon bicara lah"ucap Andra takut dengan ke bungkaman istrinya saat ini.


"Yannk please"ucap nya lagi.


Dheandra langsung bergegas menuju walk-in closed wanita itu tidak menghiraukan Andra, baginya sudah cukup ia mengeluarkan air mata nya tadi, dia tidak ingin lagi itu terjadi jika saja dia berucap.


🌹💖💖💖🌹


Dheandra masih tertidur pulas tanpa tahu Andra sudah keluar dari rumah dengan membawa koper besar berjumlah empat koper, Andra, cukup tau diri setelah Dheandra menyuruh nya pergi dan saat ini dia benar-benar tidak menghiraukan nya, hingga Dheandra merasa sangat sedih dengan kepergian Andra ia menganggap bahwa Andra, benar-benar tidak peduli lagi padanya.


Dheandra sendiri bangun dan beraktifitas seperti biasa nya, dia tidak ingin terus larut dalam pikiran nya saat ini, Dheandra pasrah jika ini takdir nya harus berpisah dengan Andra, Dheandra hanya tidak ingin Gerald dan janin yang kini di kandung nya merasa sedih.


Dheandra menghubungi kakak nya Randy, dia minta pendapat dari kakak nya untuk kembali ke Jerman saat itu juga.


"Tapi Dhe, sayang kamu itu sedang hamil dan bahaya jika kamu berpergian jauh, tinggallah dulu di sana setelah melahirkan kakak akan pulang untuk menjemput kalian"ucap Randy.


Dheandra hanya bisa menghela nafas berat dia ingin sekali pergi jauh dari tempat itu jika saja dia tidak sedang mengandung.

__ADS_1


keesokan harinya Dheandra, menjemput Gerald, sambil hendak membawa putranya itu untuk pergi dengan kekantor rencananya sepulang dari kantor Dheandra ingin membawa Gerald pergi setelah pulang kerja.


sesampainya di kantor, resepsionis menyapa nya dengan sangat baik ramah karena dia tahu bahwa Dheandra adalah wakil CEO, dari perusahaan yang kini menjadi tempat mereka mencari nafkah.


perusahaan itu tidak hanya memproduksi mobil-mobil sport tapi kini mereka juga memproduksi moge kembali, setelah dulu sempat mengalami krisis keuangan dan Randy, hadir di tengah-tengah kebangkrutan itu memberikan kontribusi dan semenjak saat itu mereka memberikan kontribusi terhadap perusahaan tersebut hingga sekarang mereka sudah melanglang buana hingga ke berbagai manca negara.


sampai lah Dheandra di dalam ruangan nya bersama dengan Gerald di ruangan pribadi nya saat,ia masuk dia melihat Andra, tengah duduk di sofa ruang tersebut menunggu kedatangan istrinya itu.


"Ada apa?... tuan Andra datang kemari"ucap Dheandra, wanita itu sengaja memberikan akses masuk pada Andra, karena dia adalah suaminya.


"Sayang aku minta maaf"ucap Andra .


"Untuk??.."ujar Dheandra.


"Yang please, kita butuh bicara bagaimana pun masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut, kita pulang ke rumah kita oke ucap Andra.


"Aku sudah capek... sebaiknya kamu urus surat perceraian kita, aku bukan wanita yang sempurna seperti yang kamu mau jadi mulai saat ini kamu bisa ceraikan aku secepatnya"ucap Dheandra.


"Yannk...stop bicara egois ,disini bukan cuma tentang kita saja masadepan anak-anak kita, jadi please jangan pernah meminta itu, aku tidak pernah berhianat pada pernikahan ini, dan kita tidak punya masalah sama rumah tangga kita"ucap Andra perlahan.


"Kalau benar-benar tidak punya masalah dan tidak pernah berhianat lalu kenapa??... kamu keluar dari rumah"ucap Dheandra yang langsung membuat Andra diam.


"Sudah terlalu banyak alasan, lama-lama jenuh juga sebaiknya kita mungkin harus berpisah, agar kamu bisa hidup bebas dan jangan khawatir kan tentang kedua anak, mereka masih memiliki aku yang akan melindungi nya sampai kapan pun, mereka tidak akan aku biarkan hidup dalam kekurangan"ucap Dheandra.


"Yang "apa??... sangat sulit untuk memaafkan lagi pula aku tidak berbuat kesalahan"ucap Andra,enteng.


Dheandra hanya tersenyum entah apa arti dari senyuman itu, Dheandra langsung mengajak Gerald, yang sedari tadi fokus dengan gadget nya, membawa nya ke ruangan Refi, yang baru saja duduk dan menghidupkan laptop nya.


"Hari ini kamu tidak usah bekerja cukup awasi Gerald, saya sedang ada urusan, dan nanti biar Leon yang temani saya meeting"ucap Dheandra yang langsung mengelus puncak kepala putra nya.


"Saya sedang sibuk jika Anda sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan sebaiknya silahkan pergi"ucap Dheandra yang kini duduk di kursi kebesaran nya, sementara Andra kini masih menatap tajam kearah nya.


"Dheandra Almira, kamu itu benar-benar keras kepala, aku tidak tau harus dengan apa lagi, bicara dengan mu"ucap Andra, yang kini menarik Dheandra dan membawa nya pergi dari ruangan tersebut.


"Lepas, kamu mau apa??..."ucap Dheandra


"Kamu harus dikasih pelajaran"ucap Andra.


"Abang kamu itu sudah keterlaluan kamu sudah keluar dari rumah tanpa izin, sekarang kamu menyalahkan aku, aku sudah memberikan mu kebebasan lalu apa??.. lagi yang kamu mau"ucap Dheandra.


Andra menghentikan langkahnya saat itu karena Dheandra mengeluh sakit di bagian perut bawah nya.


"Yannk... mana yang sakit"ucap Andra.


"Perut aku sakit bang"ucap Dheandra, perutnya yang sudah membesar itu, seakan mengalami kontraksi, Dheandra meringis dan berpegangan erat pada tangan Andra.


"Ayo kita kerumah sakit sayang"ucap Andra.


"Ah... sakit aku tidak mau pergi ke rumah sakit, sebentar lagi pasti baik kan aku juga harus meeting sebentar lagi"ucap Dheandra.


"Aku yang akan menggantikan mu sayang kamu hanya perlu istirahat dan jangan banyak bergerak"ucap Andra.


Andra pun mengangkat tubuh istri nya ala bridal style masuk ke dalam ruangan tersebut dan membawa nya masuk ke dalam kamar pribadi nya yang ada di ruangan tersebut.


Andra membaringkan Dheandra dengan sangat hati-hati, dan ia ikut berbaring menyamping, setelah itu dia mengelus perut buncit itu, sambil berkata.


"Sayang jangan nakal di dalam kasihan mommy, Daddy sangat mencintai kalian bertiga, dan jangan berpikir yang tidak-tidak, kemarin Daddy pergi hanya ingin menyiapkan rumah baru kita yang baru selesai dibangun"ucap Andra lembut.

__ADS_1


__ADS_2