
setelah kejadian hari itu, Alice selalu mendatangi Gerald, tepat nya bukan di apartemen tapi di jalan raya, dia tau semua mobil yang Gerald punya.
sementara pria itu sudah berkali-kali meminta Alice menunggu dirumah atau di apartemen milik nya, tapi wanita itu tidak suka menunggu di sana.
"Alice kamu bisa dengarkan aku tidak, jalan raya ini tuh sangat berbahaya kamu bisa di jambret tau"ucap Gerald yang kini sudah membantu wanita itu memasang seat belt.
"Aku rindu kamu Daddy, aku tidak mau menunggu mu"ucap Alice.
"Alice apa?.. kamu tidak ingin kuliah"ucap Gerald.
"Aku tidak punya biyaya dan mungkin satu minggu lagi, aku akan pergi dan tak akan tinggal di negara ini lagi, aku juga tidak ingin merepotkan siapapun lagi Daddy, aku tidak ingin kamu merasa terbebani, jadi sudah saatnya aku menghilang"ucap Alice.
"Alice,aku tidak pernah merasa terbebani aku hanya ingin kamu menurut, agar kamu tidak terancam dan tetap aman, kamu itu wanita sudah saatnya untuk berpikir lebih dewasa karena kamu bukan anak SMA lagi"ucap Gerald.
"Tapi Daddy, aku bukan siapa-siapa kamu kita tidak ada ikatan sama sekali, dan selama ini aku selalu merepotkan mu,maaf dan terimakasih untuk semua nya"ucap Alice.
"Alice,,aku bilang aku tidak pernah direpotkan"ucap Gerald pelan.
Alice tidak merespon dan hanya menatap ke arah jendela.
"Alice...hey... jangan begini, aku sudah menganggap mu, seperti adikku aku tidak ingin kamu dalam bahaya jadi please menurut dan jangan temui aku di jalan raya lagi,aku juga tidak ingin kamu dipandang buruk oleh siapapun"ucap Gerald lembut sambil mengelus puncak kepala Alice membawa nya kedalam dekapannya.
"Adik... hahaha ya adik pungut"ucap Alice lagi tertawa kecut.
"Kenapa?... apa.. kamu tidak suka"tanya Gerald.
"Daddy turun kan aku disini"pinta Alice tiba-tiba, hati Alice yang kecewa karena hanya dianggap sebagai seorang adik angkat dia ingin menjauh dari kehidupan Gerald, Alice tau dirinya tidak pernah akan bisa bersanding dengan pria yang memiliki status tinggi itu, dan dia harus sadar diri sebelum semuanya terlambat.
"Alice ada apa?... apa aku menyinggung mu"ucap Gerald.
"Tidak hanya saja saat ini aku sadar kita terlalu jauh berbeda"ucap Alice.
seketika itu Gerald pun terdiam dia tidak tau maksud ucapan Alice, yang kini turun dari mobil, wanita itu seakan tak ingin melihat nya lagi,ada rasa sesak di dada Gerald melihat wanita itu pergi, biasanya dia tidak pernah bisa mengusir Alice, dari mobilnya saat dia tiba di tempat tujuan Gerald, harus ekstra bersabar dengan wanita itu, tapi kali ini entah apa yang ada di pikiran wanita yang kini berusia sembilan belas tahun itu.
"Alice, tampak berdiri di sebrang jalan raya dia tidak tau harus kemana saat ini, gadis itu bahkan sudah tidak memiliki apapun lagi, hanya rumah sederhana miliknya, yang dia beli dengan uang pemberian ayah nya, semasa hidupnya, sementara istri pertama ayahnya tidak memberikan harta peninggalan Daddy nya, sedikit pun.
selama ini dia harus berjuang untuk bertahan hidup dengan cara bekerja serabutan Alice bahkan tidak bisa bersantai atau beristirahat seperti kebanyakan orang, dia harus mati-matian Bekerja dengan untuk mencari makan.
saat Alice, sedang berjalan seorang wanita cantik dengan mobil sport nya menghampiri Alice.
"Hi nona wajah mu cantik, dan tubuh mu sangat perfek mau kah kau bergabung di rumah model milikku"ucap nya.
"Aku tidak punya bakat untuk itu nona"jawab Alice.
"Bukan masalah kau bisa belajar"ucap wanita tersebut.
"Heummm... baik'lah"ucap Alice, wanita itu pun langsung naik ke mobil tersebut dia tidak berpikir bahwa wanita itu jahat atau tidak yang ada di pikiran nya saat ini adalah dia bisa pergi dari kehidupan Gerald.
dia tidak ingin jadi beban siapapun.
satu Minggu berlalu setelah kejadian waktu itu saat ini Gerald, sedang memperhatikan jalanan tapi wanita itu tidak kunjung dia temukan, Gerald berpikir apa mungkin Alice, sakit dia pun melakukan mobilnya menuju rumah Alice, tapi saat di sana dia tidak menemukan siapapun, bahkan rumah tersebut tampak berdebu.
tidak ada seorang pun yang tau dimana Alice, saat ini, Gerald pun ingat dengan kata-kata Alice, saat itu, dia langsung bergumam dalam hati nya.
"Apa yang kamu lakukan, dimana?... kamu "ucap Gerald lirih.
sementara itu di kediaman Refi di Indonesia, Arinda yang saat ini sudah mulai kuliah bersama dengan Arina, yang mengambil jurusan berbeda, Arina yang bercita-cita menjadi dokter hewan itu kini selalu disibukkan dengan kegiatan kuliah nya berbeda dengan sang kakak Arinda, yang kini mengambil jurusan hukum gadis itu bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara hebat.
Arinda dan Arina hanya akan bertemu di rumah mereka nanti malam, sementara siang nya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
saat Arinda tengah duduk di kursi sebuah cafe restauran wanita itu tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan seorang pria dan beberapa bodyguard nya.
__ADS_1
"Dimana anak ku"ucap pria itu dengan nada tinggi, tepat berdiri di sebelah Arinda, Arinda hanya diam tanpa kata.
dia tidak tau harus berbuat apa?... dia pikir pertanyaan itu untuk dirinya tapi kemudian ada seseorang yang sedari tadi bersembunyi di belakang punggung nya.
Arinda langsung bicara tuan bisa geser sedikit anda menghalangi pelayan yang akan mengantar makanan ku"ucap Arinda.
"Diam!!... saya tidak bicara pada mu"ucap nya, sambil menatap tajam kearah Arinda.
Arinda pun merasa sangat kesal dan dia langsung berjalan menabrak pria itu yang hanya bergeser sedikit.
"Wanita sialan"ucap pria itu.
"Hey Lo yang sialan udah ganggu gue seenak jidat Lo gak mau minggir"ucap Arinda yang tidak pernah merasa takut.
Arinda pun berjalan menuju meja lain tanpa takut.
setelah pelayan menghidangkan makanan gadis itu langsung menyantap nya karena sudah sangat lapar.
tiba-tiba seseorang menggebrak meja dia adalah salah satu bodyguard, pria tadi.
"Hey kau benar-benar tidak sopan dengan tuan Vladimir.
tiba-tiba saja cep... sebuah garpu menembus tangan pria itu dan otomatis pria itu berteriak kesakitan.
Arinda yang sudah melakukan itu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, dia terus memakan makanan nya hingga pria itu hendak menamparnya dengan tangan kanan nya, dia langsung menangkis dan memelintir tangan pria itu hingga pria itu terjatuh di meja tempat Arinda makan.
"Jangan kau kira wanita itu lemah bisa kau perlukan seenaknya ,kau salah orang jika kau mengira seperti itu"ucap Arinda yang langsung membuat semua orang berbalik menatap ke arah nya.
gadis itu langsung pergi begitu saja.
🌹💖💖💖🌹
sementara semua orang yang melihat itu mengira dia hendak bunuh diri, hingga seseorang menghentikan mobilnya .
"Nona jika kau ingin bunuh diri jangan loncat dari atas jembatan itu tidak akan menjamin kematian,kamu hanya perlu menggantung diri "ucap pria berjas putih itu
Arinda langsung menoleh.
"Siapa yang mau bunuh diri orang gue lagi ngadem"ucap Arinda berteriak.
"Dasar cewek aneh ucap nya,tapi tiba-tiba Arinda berteriak.
"Sayang jika kamu tidak ingin bertanggung jawab aku akan melompat dari tempat ini"teriak Arinda, sontak semua orang menatap ke arah pria itu, dan pria tampan itu hendak menjelaskan bahwa semua nya salah faham, tapi mereka tidak bisa memberikan kesempatan semua orang menghujat nya bahkan ada yang ingin mengeroyok nya tiba-tiba tangan Arinda menghentikan mereka entah kapan gadis itu turun.
"Sudah berhenti mungkin aku yang bodoh karena terlalu mencintai nya"ucap gadis itu sambil melangkah pergi menuju mobil sport nya, Arinda berbalik dan memberikan tanda satu kosong sambil masuk ke dalam mobil setelah itu dia langsung tancap gas sambil tertawa terbahak-bahak.
tidak percuma setelah dia dikerjai oleh orang lain sekarang dia mengerjai pria itu, tapi sedetik kemudian"Ahhh.... ternyata lumayan juga ucap Arinda sambil kembali tertawa terbahak-bahak karena mengingat wajah tampan penuh kemarahan itu.
Arinda pun kembali ke Mension, sementara itu di lain tempat Arina tengah mencari buku referensi yang berkaitan dengan tugas kuliah nya tiba-tiba suara dering ponsel mengagetkan Arina ditambah lagi, setelah melihat nama my husband menghubungi nya.
diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga nya, Arina, telah menikah dengan seorang pria tampan pengusaha sukses dari negeri Paman Sam.
Arina menikah secara kontrak dengan pria itu, bukan karena dia kurang uang tapi dia merasa nyaman dengan pria itu, yang berusia tiga puluh tahun.
sementara usia nya saat ini baru sembilan belas tahun, tapi dia sudah bisa menyimpan rahasia sebesar itu, jika suaminya tiba di Indonesia, wanita itu akan beralasan sibuk mengerjakan tugas dan akan pulang ke apartemen agar bisa fokus mengerjakan tugas nya, padahal di Mension yang besar itu tidak ada yang mengganggu dia belajar.
📱"Halo honey"ucap Arina.
📱"Kamu dimana Sayang"ucap pria bernama Bruno tersebut.
📱"Aku sedang mencari buku, tunggu sebentar lagi ya aku pulang"ucap Arina.
__ADS_1
📱"Kamu bawa mobil mana disini mobil semua ada"ujar pria itu.
📱"Aku pakai mobil pemberian Ayah karena dua minggu ini aku pulang ke Mension"ucap Arina, yang takut Bruno marah.
📱"Pulang sekarang, atau aku minta orang lain untuk menjemput mu dengan paksa"ucap Bruno,marah setiap kali mendengar kata pulang, karena Bruno pernah berkata pada Arina, untuk tidak meninggalkan rumah saat dia pulang ke negaranya.
Arina pun langsung bergegas pulang dengan mobilnya, saat itu juga.
sesampainya di pekarangan rumah dia melihat tatapan elang dari suaminya yang kini berada di balkon rumah mewah tersebut.
Arina langsung bergegas pergi menuju kedalam rumah dan masuk kedalam lift untuk menuju lantai atas.
"Honey maaf...aku tidak tau kamu akan pulang secepat ini"ucap Arina, yang kini langsung memeluk suaminya yang tengah berdiri menatap nya tanpa bicara.
"Sudah berapa kali aku katakan jangan pulang ke rumah mu lagi, selama masa kontrak ini belum berakhir"ucap Bruno, pria tampan itu terlihat sangat marah.
"Tapi aku rindu saudara ku, sudah lama juga aku tidak bertemu mommy dan ayah aku pulang ke rumah peternakan"ucap Arina.
"Sudah berani membangkang rupanya"ucap pria itu yang langsung membuat Arina tertunduk sedih, pria yang sangat ia cintai saat ini berani membentak nya, hanya karena satu kesalahan kecil.
Arina melanggar peraturan kontrak, karena saat ini dia sudah jatuh cinta terhadap pria itu.
"Daddy kita akhiri saja semua ini"ucap Arina.
"Apa?..., yang kamu katakan"ucap Bruno tidak terima.
"Aku sudah melanggar kontrak perjanjian itu, dan poin terakhir itu tentang perasaan ku"ucap Arina.
"Tidak kamu tidak bisa memutuskan untuk secara sepihak ,aku yang akan memutuskan bahwa kamu bisa lepas dari ku atau tidak Arina "ucap Bruno yang juga sama-sama telah jatuh cinta pada wanita lembut dan baik hati itu.
"Tapi perjanjian itu"ucap Arina .
"Persetan dengan surat perjanjian itu,aku hanya ingin kamu tetap bersama ku"ucap pria itu yang langsung membuat Arina menatap tak percaya pada pria tampan itu.
Bruno adalah keturunan Asia dan Amerika, sebab itu wajah nya,sangat tampan.
dengan mata biru langit kulit putih rambut pirang lurus, dan rahang yang tegas pria itu juga memiliki tubuh yang sangat perfek siapapun akan tergoda saat melihat nya.
pernikahan kontrak nya dengan Arina sudah berjalan satu tahun, mereka bertemu saat hari kelulusan Arina,di sebuah hotel di Jakarta.
Arina tengah duduk di tepi ranjang setelah selesai membersihkan diri, dia bahkan sudah menggunakan kimono tidur nya,petang ini dia tengah menunggu pelayan memanggil nya untuk makan sementara, Bruno, tengah melakukan panggilan video Dengan wanita lain yaitu tunangan nya.
Arina,baru tahu beberapa bulan ini, karena Bruno, sempat menyembunyikan nya.
sakit sudah pasti Arina rasakan tapi sebagai orang ketiga yang hadir dalam hubungan mereka dia mau tidak mau harus menerima semua nya.
keesokan harinya,di kampus tengah mengadakan seminar khusus jurusan kedokteran, Arinda, berjalan santai melewati ratusan mahasiswa yang tengah mengikuti seminar tersebut, sementara Arinda sendiri hendak menuju kelas nya dia biasa melewati aula kampus agar cepat sampai, saat tengah fokus dengan layar ponsel nya, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang.
Arinda hampir saja menjatuhkan ponselnya, tapi sedetik kemudian dia menatap kearah orang itu dan Arinda terkejut.
"Kamu"ucap Arinda, kaget melihat pria itu yang kemarin dia kerjain saat sedang berada di jembatan.
"Apa?...kabar istri ku"ucap pria tampan itu.
"Jangan sembarangan"ucap Arinda.
"Kenapa?... istri ku, kemarin kamu begitu antusias, meminta tanggung jawab pada pada suamimu ini bukan nya putra kita "ucap dokter muda itu dengan senyum licik nya .
"Dasar pria sialan"ucap Arinda.
sementara orang-orang yang berada di sana benar-benar menganggap bahwa apa yang dokter itu katakan adalah benar.
__ADS_1