
"Ada apa??...ini kenapa??... bisa begini"ucap Dheandra yang langsung mendekat pada orang yang sedari tadi ditunggu nya.
"Nona mereka tidak percaya dan menghajar saya"ucap nya.
"Duduk lah kalian sudah membawa surat perjanjian nya bukan"ucap Dheandra.
"Ini"ucap bodyguard rentenir itu .
Dheandra langsung mengambil dan membaca nya, dengan teliti lalu meminta nomor rekening Bank milik rentenir tersebut setelah itu dia langsung mengetik sesuatu di handphone nya tiba-tiba pesan masuk di ponsel milik rentenir tersebut, dan dia langsung membuka nya.
pria itu tersenyum lalu berkata"hutang mu sudah lunas "ucap rentenir itu dan hendak pergi, tapi Dheandra menahan nya.
"Tunggu, tanda tangan surat ini dan di sini juga"ucap Dheandra sambil menyodorkan ponsel nya untuk melakukan tandatangan digital.
Bukan tanpa alasan Dheandra ingin benar-benar memutus surat perjanjian tersebut karena bukan tidak mungkin mereka akan kembali mempersulit pria yang sudah melunasi hutang nya karena tidak ada tanda tangan resmi untuk bukti pelunasan tersebut.
"Anda benar-benar pintar Nona"ucap pria paruh baya tersebut.
"Aku hanya ingin memastikan jika semua benar-benar beres jangan sampai kau mempersulit nya di kemudian hari"ucap Dheandra tegas.
setelah selesai dia langsung mengambil surat perjanjian tersebut, sementara rentenir tersebut sudah pergi dari cafe, orang-orang yang melihat ke arah mereka merasa kagum dengan wanita cantik itu.
karena tidak hanya cantik, tapi dia juga baik hati, itulah yang membuat Andra, tidak pernah melepaskan nya, sejak pertama kali bertemu, Dheandra yang bukan siapa-siapa, dan sering bermandikan keringat dan noda oli karena pekerjaan nya sebagai montir tapi itu tidak pernah mengurangi rasa ketertarikan pada wanita yang kini telah menjadi ibu dari ketiga anaknya.
Dheandra pun langsung melirik ke arah penjualan mainan tadi pria yang bernama Riki itu.
"Pulang lah dan bawa ini untuk anak dan istri mu, kamu bisa mulai bekerja setelah kamu pulih dan satu lagi uang yang aku bayarkan tadi tidak akan menjadi hutang karena aku ikhlas menolong mu"ucap Dheandra.
"Terimakasih banyak nona, saya tidak tahu harus membalas nya dengan apa tapi semoga nona selalu diberikan kebahagiaan dan umur panjang"ucap Riki.
"Tidak usah berlebihan itu, adalah rejeki mu yang tuhan titipkan pada ku, jadi mungkin ini adalah jalan nya"ucap Dheandra lembut.
Riki mengangguk hormat,lalu bertanya"Dimana??... alamat rumah anda"ucap nya.
"Owh iya aku hampir lupa,ini kartu nama ku dan setelah kamu siap bekerja datang saja ke alamat yang ada di sana"ucap Dheandra lagi.
sementara Andra, sedari tadi hanya diam sambil mengajak kedua putrinya main.
dia tau istrinya memang memiliki hati yang sangat baik dan penyayang.
setelah kepergian Riki Dheandra pun berbalik pada anak dan suaminya saat ini karena tadi mereka berniat untuk menyantap makanan yang sempat tertunda.
"Abang kenapa??... belum dimakan makanan nya"tanya Dheandra.
"Aku nunggu kamu yang..."ucap Andra lembut.
"Maaf, tadi ada sedikit gangguan"ucap Dheandra.
"Harus ya di saat kita sedang memiliki waktu untuk berdua"ucapan Andra, menggantung saat ini dia memang senang melihat istrinya berbuat baik, tapi waktu nya itu lagi kurang tepat menurut Andra, yang sedang meluangkan waktu demi ulang tahun istrinya itu.
"Maaf Abang aku juga gak ada planning sebelum nya,itu benar-benar mendadak, aku tidak bisa memprediksi itu"ucap Dheandra yang sedikit merasa bersalah karena telah merusak mood suaminya.
"Sudah lah ayo kita pergi saja"ucap Andra, yang masih terlihat kesal.
"Abang aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Dheandra.
__ADS_1
"Sudah lah, aku mau bereskan barang-barang putri kita"ucap Andra lagi, Dheandra mengerti suaminya marah , tanpa aba-aba dia langsung mencium bibir Andra, dia tidak perduli ada banyak orang di sana yang akan melihat itu, yang dia pedulikan adalah dia ingin suaminya kembali membaik dan tidak marah lagi.
ciuman itu berakhir hanya beberapa detik.
"Yang... kamu tidak malu dilihat orang"ucap Andra.
"Kenapa??.... harus malu aku mencium bibir suamiku sendiri"ucap Dheandra cuek.
"Ayo habis kan makan nya keburu dingin"ucap Andra yang tadi ngambek dan tidak mau makan sekarang terlihat sangat semangat, sementara kedua putrinya itu sangat anteng dengan mainan baru tersebut sedari mereka beli.
setelah selesai makan Andra langsung menuju mobilnya membawa kedua putrinya sementara Dheandra membawa tas kerja Andra dan satu koper kecil milik suaminya itu .padahal Andra sudah berkali-kali melarang itu karena tidak ingin melihat istrinya kerepotan, tapi Dheandra wanita yang mandiri sedari dulu dia tidak pernah mengeluh,cape pisik itu masih bisa dia obati dengan beristirahat, tapi asal jangan capek hati karena susah obat nya.
"Sayang aku yang nyetir"ucap Dheandra setelah memastikan kedua putrinya nyaman duduk di jok belakang dengan seat belt yang terpasang di badan mereka.
Dheandra duduk di jok samping kemudi saat ini karena permintaan Andra.
sesampainya di parkiran hotel, Andra langsung membangunkan istrinya yang tertidur, saat sedang di perjalanan mungkin dia sangat lelah, karena menjaga putri mereka yang masih sangat kecil begitu juga dengan kedua putrinya yang terlihat sangat nyaman tidur dengan bantalan khusus yang di desain oleh ibunya itu.
"Sayang sudah sampai"ucap Andra yang diakhiri sebuah kecupan.
"Oh...ya maaf aku ketiduran Daddy"ucap Dheandra, sambil mengucek mata nya yang terlihat masih sangat mengantuk.
"Nanti setelah sampai kamar kamu bisa bobo lagi, sekarang kita harus membawa mereka masuk kasihan mereka terlihat sangat pulas, seperti mommy nya"ucap Andra.
"Ya...eh tunggu ko ini bukan halaman Mension??..."ucap Dheandra bingung yang belum sadar bahwa mereka ada di area parkir hotel.
petugas parkir hotel tersebut menyapa mereka, dan langsung bergegas membuka pintu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan"ucap nya.
"Maaf tuan saya terlambat"ucap nya yang langsung membantu mengambil barang yang tadi hendak di ambil oleh petugas tersebut.
"Maaf pak,batal sudah ada asisten saya tapi ini untuk bapak"ucap Andra.
sementara Dheandra yang masih bingung dia tidak berbicara apa-apa lagi dia pun turun di susul oleh Andra yang langsung membawa kedua putranya dalam gendongan nya, Dheandra juga membawa Arina, saat ini.
sampai lah mereka di depan pintu lift, dan langsung masuk bersama dengan asisten mereka.
"Dodi Carikan baby sitter yang terbaik untuk menjaga kedua putri ku selama aku menginap di sini, dan pastikan harus ada yang mengawasi nya dalam bekerja"pinta Andra, pada asisten nya.
"Baik tuan"ucap nya.
"Abang aku tidak mau berpisah dengan mereka"ucap Dheandra.
"Bukan berpisah sayang, hanya saja untuk kali ini aku tidak ingin mendapatkan bantahan aku ingin menghabiskan waktu dengan mommy mereka di hari ini"ucap Andra.
"Semua sudah siap tuan seperti yang anda minta sebelum nya"ujar Dodi.
"Baiklah kalau begitu aku tenang"ucap Andra sementara Dheandra hanya terdiam dia tidak ingin berdebat lagi dengan suaminya yang saat ini sering sekali merajuk.
🌹💖💖💖🌹
setelah mengantar kedua putrinya di kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka,kini Andra, merangkul pinggang istri nya yang merasa sangat berat meninggalkan kedua putrinya dengan orang baru, tapi mau bagaimana lagi dia tidak ingin membuat suaminya kecewa.
sampai saat di depan pintu masuk kamar mereka Andra langsung menempel kan kartu di samping pintu dan bunyi BIP... pun terdengar setelah itu pintu di dorong oleh Andra, Dheandra berjalan masuk lebih dulu, sampai di dalam dia langsung berdiri mematung saat melihat kamar sweet room itu sudah di tata sedemikian rupa dipercantik dengan jutaan kelopak bunga bertaburan di mana-mana, mawar merah itu menghiasi ruangan dengan warna putih dan gold tersebut Dheandra melihat ke sekeliling dan menoleh ke arah Andra.
__ADS_1
"Kejutan sayang, selamat ulang tahun, untuk istri tercinta ku, semoga kamu panjang umur sehat selalu dan selalu bahagia, tetap lah menjadi ibu bagi anak-anak kita dan tetap lah di sisiku menemani ku yang penuh kekurangan ini"ucap Andra yang langsung mencium lembut bibir istri nya itu.
tidak ada kue ulang tahun dan pesta hanya kebersamaan mereka yang kini tengah terbang ke alam nirwana, kebahagiaan yang mereka ciptakan disaat ini, mungkin bisa dibilang bulan madu karena sejak mereka menikah tidak sekalipun mereka pergi untuk honeymoon, karena kesibukan dan juga konflik pelik rumah tangga mereka selama ini.
******* demi ******* terdengar merdu dari kedua nya memenuhi kamar hotel tersebut, saat ini, mereka.
kebahagiaan mereka benar-benar tercipta di malam ini hingga mereka melewatkan makan malam karena berkali-kali melakukan penyatuan.
Dheandra kini masih tertidur pulas setelah aktifitas nya itu sementara Andra tersenyum melihat istrinya itu.
ada satu hal yang Andra tutupi selama ini, dia memiliki seseorang yang selalu membuat nya takut jika istrinya tau dia akan meninggalkan dirinya.
seseorang yang selalu menghentikan langkahnya untuk kembali kepada istrinya, saat itu
"Flashback on"
malam itu ditengah pesta yang diadakan oleh di sebuah club malam, Andra dan puluhan teman bisnis nya, tengah menikmati minuman hingga tanpa sadar, seseorang memasukkan obat perangsang pada gelas yang diminum oleh Andra, tidak sampai sepuluh menit, tiba-tiba Andra merasa kepanasan tanpa sadar Andra dihadang seseorang yang begitu tampak cantik dan seksi, yang membawa nya ke sebuah kamar khusus di club tersebut.
Andra yang mengalami rasa panas dan kepala pusing juga penglihatan mata nya yang kabur, Andra yang terlihat sangat kepanasan dan membuka setiap kancing kemeja nya secara kasar setelah itu dia langsung menerjang wanita yang terlihat seperti istri nya itu dan setelah nya dia tidak ingat apa-apa hingga pagi menjelang Andra tersadar bahwa dia tengah memeluk tubuh wanita yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Andra langsung bangkit dia langsung berteriak marah pada wanita yang terlihat sangat ketakutan dan langsung bergeser menjauh sambil menangis sesenggukan, wanita itu menggulung selimut tebal tersebut hingga memperlihatkan noda merah di seprei
Andra melotot saat melihat semua itu.
"Kau masih virgin??.."ucap Andra sambil mengusap wajah kasar.
"Iya tuan, aku tidak tau siapa??... yang tega membawa ku ke tempat hina ini, semalam aku sedang di cafetaria"ucap gadis yang kini masih menangis.
Andra langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia langsung membersihkan diri dan setelah selesai dia langsung menelpon Dodi sambil meminta wanita itu untuk membersihkan diri sambil berpikir untuk mencari jalan keluar nya wanita itu pun turun dari ranjang nya dan langsung membersihkan diri di kamar mandi yang berada di kamar tersebut.
setelah keduanya selesai membersihkan diri Andra juga sudah berpakaian dengan pakaian baru yang di antar oleh orang suruhan Dodi, dia juga membelikan pakaian untuk wanita itu juga.
setelah keduanya siap Andra membawa wanita itu ke sebuah apartemen sewaan, mereka kini berada di sebuah ruangan seperti ruang keluarga.
"Duduk lah kita bicara"ucap Andra.
"Baiklah"ucap wanita itu pasrah.
"Aku sudah memiliki keluarga dan aku tidak mungkin menghianati istri ku untuk kedua kalinya, tapi sebagai tanggung jawab ku aku akan menawarkan kompensasi"ucap Andra.
"Aku tidak terima, setelah kamu merenggut sesuatu yang sangat berharga kamu mau lepas tangan begitu saja"ucap wanita itu.
"Bukan lepas tangan tapi aku tidak mungkin menikahi mu, karena aku sangat mencintai istri ku"ucap Andra.
"Bukan lepas tangan bagaimana, kamu bahkan tidak ingin bertanggung jawab untuk menikahi ku, aku juga punya keluarga yang sangat membanggakan putri nya, asal kamu tahu aku bahkan harus membatalkan pernikahan ku dengan tunangan ku saat ini, aku bahkan akan membuat Ayah ku mati jantungan jika dia tau aku sudah tidak suci lagi dan pria yang menodai kesucian putri nya tidak mau bertanggung jawab"ucap wanita tersebut.
setelah perdebatan panjang tersebut akhirnya Andra pun menyerah pada keadaan, dia pun datang pada keluarga wanita yang telah ia ambil kesucian nya meskipun tidak sengaja.
saat itu juga mereka langsung dinikahkan setelah perdebatan alot kembali terjadi di sana, hingga Andra dituntut untuk menikahi putri nya secara resmi, Andra hanya bisa pasrah tapi ada rasa sakit yang teramat saat ia mengucapkan ijab Kabul, Andra, melihat sekelebat senyuman dan di susul tangisan Dheandra dan perkataan nya tentang kesempatan terakhir tersebut.
flashback off.
"maaf kan aku sayang andaikan satu saat nanti apa yang aku sembunyikan terungkap aku mohon tetap lah berada di samping ku dan menjadi ibu bagi anak-anak ku yang akan hadir nanti nya"ucap Andra.
Sementara wanita yang kini dia anggap tertidur, pulas sejujurnya ia mendengar ucapan suaminya itu, Dheandra merasa sangat terkejut tapi dia harus bisa menahan nya,agar dia bisa tau apa??... yang sebenarnya ia sembunyikan saat ini.
__ADS_1
hingga siang hari tiba Dheandra bangkit dari tempat ia tertidur kini dia tidak melihat Andra, yang kini tidak ada di tempat tidur.