Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Masih seperti itu#


__ADS_3

jika Arinda, selalu melawan jika tengah ditindas berbeda dengan Arina,ibu dari dua anak itu, selalu menangis sesenggukan sambil memeluk guling, saat Bruno tidak sengaja me membentak nya, semua karena Arina lupa memberikan putri nya, makanan pedas yang tengah dia makan.


Arina, refleks memberikan putri nya yang tiba-tiba meminta makanan pedas yang tengah dia pegang hingga putri nya yang baru berusia lima tahun itu kepedesan dan nangis sampai kedengaran satu Mension karena jeritan tersebut dan Bruno langsung mengambil alih putri nya itu sambil membersihkan mulut putri kesayangannya itu.


Bruno, bahkan berteriak membentak Arina saat itu juga dan melempar toples plastik berisi rujak ini hingga berantakan dan berceceran di lantai dan ditembok.


pria itu benar-benar marah membuat Arina,sedih lagipula siapa? juga yang akan membiarkan putri nya seperti itu, andaikan saja Arina tidak sedang melamun mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi, setelah putri nya berhasil didiamkan akhirnya.


tapi Bruno tidak diam dia terus saja marah, mungkin karena rasa sayang nya, terlalu besar pada sang putri jadi pria itu, lupa siapa yang dia marahi.


Ariana hanya bisa pasrah sambil menangis sesenggukan di dalam kamar, sementara putri nya kini tengah bermain dengan sang kakak.


sementara itu di kediaman Gerald, pria itu tengah memanjakan istri nya Celsi yang kini tengah merayakan ulang tahun dirinya.


Celsi sendiri tengah merasakan madu dari pernikahan, karena Gerald, ternyata pria yang sangat perhatian dan pengertian, setelah hampir lima tahun lebih mereka menikah.


dan andaikan saja anak pertama mereka tidak sampai meninggal dalam kandungan mungkin saat ini dia akan merasa jadi wanita paling bahagia, dengan dua anak dan suami yang sangat menyayangi nya.


sekarang hanya ada sang putri dan suaminya di rumah yang begitu besar itu.


"Sayang kamu itu sedang apa? heummm lihat ini apa?"ucap Gerald.


"Heummm sampai lupa, happy birthday to my husband, Thank you for everything Daddy"ucap Celsi yang langsung memeluk suaminya dan mencium bibir Gerald penuh kasih sayang.


"Sama-sama sayang, semoga di ulang tahun ku yang sekarang aku bisa mendapatkan Gerald junior di sini"ucap Gerald yang mengelus perut rata istrinya itu.


"Amiinn"jawab Celsi.


"Daddy mau lihat sesuatu"ucap Celsi sambil menggoda Gerald.


"Heummm"ujar nya sambil mengangguk lembut.


Celsi pun membawa Gerald ke arah tangga menuju lantai bawah, sesampainya di ujung tangga, Celsi langsung meminta suaminya sedikit menunduk untuk menutup matanya dengan sebuah kain berwarna merah.


"Sayang apa? ada yang kejutan"ucap Gerald yang langsung merangkul pinggang istri nya dan mengecup puncak kepala istrinya dengan keadaan mata tertutup, bagi Gerald, tidak perlu membuka mata untuk bisa menumpahkan kasih sayang nya, tapi dia bisa melakukan itu dengan mata tertutup sekalipun.


hingga sampai di halaman belakang rumah, Celsi langsung meminta Gerald berhenti, dan membuka tutup mata nya, setelah itu dia meminta suaminya membuka mata.


"surprise!" teriak Celsi, yang menunjukkan suasana romantis di sana sudah ada sebuah meja dengan hidangan favorit Gerald ada wine dan juga dua buah gelas, tapi yang membuat Gerald tersentuh adalah wanita itu membuat kue ulang tahun dengan tangan nya sendiri dan diberi foto mereka bertiga, padahal Celsi tidak pernah memasak karena gadis itu tidak pernah belajar memasak, sedari kecil dia hanya dibesarkan oleh Daddy nya, tanpa seorang ibu, yang dia tahu hanya ada pengasuh dalam hidupnya, tapi setelah dewasa dia mengetahui sebuah rahasia besar tentang kematian ibu nya, Celsi pun pergi ke Indonesia untuk mencari tau kenapa? ibu kandung nya bisa meninggal secara tragis, sementara yang dia anggap ibu kandung nya, wanita itu adalah ibu tiri nya yang super licik.


Hingga akhirnya Celsi, bertemu dengan Gerald di bandara.


Celsi, dan Gerald memutuskan untuk menikah setelah satu tahun saling mengenal.


akhirnya mereka pun menikah dan dikaruniai anak, tapi sebelum sempat dilahirkan anak itu, sudah meninggal di dalam kandungan, dan terpaksa Celsi, harus menjalani operasi Caesar.

__ADS_1


setelah itu dua dia pun kembali memiliki anak, yang lahir setelah dua tahun kehilangan putra pertama nya.


Celsi begitu bahagia meskipun saat itu tidak disarankan untuk hamil dalam jarak dekat karena bekas operasi Caesar itu, masih sangat rawan tapi bersyukur hingga kelahiran putri nya, tidak ada kendala apapun Gerald, sangat bahagia mendapatkan putri yang cantik yang sangat mirip dirinya.


putri nya diberi nama :Keira Alexander Wijaya.


hingga akhirnya putri nya tumbuh sangat lucu dan menggemaskan mengobati rasa lelah Gerald, setiap pulang bekerja, Gerald selalu mencari putri nya terlebih dahulu, sebelum akhirnya dia bertemu dengan cinta nya, Celsi.


Ya... jika dulu Gerald begitu mencintai Alice, yang sempat membuat dunia nya, hampir runtuh, tapi kemudian dia menemukan perempuan lain yang tidak pernah bisa dia benci, Celsi adalah wanita tangguh yang pernah ia temui.


kini hidupnya dihabiskan untuk menjaga dan menghidupi keluarga kecil nya itu.


kebahagiaan itu ,memang tidak instan Gerald yang saat itu belum bisa menerima Celsi, sepenuhnya tapi kini wanita itu bahkan tidak pernah bisa ia lupakan, saat bekerja dan saat wanita itu sedang tidak bersamanya setiap hari mereka akan selalu melepas rindu yang bahkan hanya berjarak delapan jam, tapi Gerald, selalu meminta wanita itu untuk datang bersama putrinya ke kantor.


sementara Arinda, saat ini dia sedang berada di kantor lama miliknya, Arinda akan kembali mengisi waktu luang nya dengan bekerja, meskipun hidupnya tidak pernah kekurangan uang, tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan bakat dan kemampuan yang ia miliki.


wanita itu akan bekerja setelah mengantar kedua putranya itu sekolah, sementara Argha, dia sibuk mengurus bisnisnya, dan juga bekerja di rumah sakit.


mereka akan jarang bertemu jika saja, Argha, tidak menyempatkan waktu untuk menemui ketiga orang terkasih nya, Argha, adalah seorang dokter, yang memiliki jadwal yang sangat padat sementara perusahaan nya, ia pegang kendali dari rumah, saat jam istirahat tiba, dan sesekali ia akan menghadiri rapat untuk yang teramat penting, sementara jika dia tidak bisa hadir, ada asisten pribadi yang akan menggantikan posisi nya untuk menangani semua pekerjaan nya.


mungkin karena kesibukan itulah yang membuat Argha, sedikit melupakan rasa sakit yang teramat besar, saat sang istri sudah tidak mau lagi ia sentuh dan pernikahan itu hanya bertahan untuk kedua putranya, bukan Argha tak lagi mencintai nya, tapi Arinda masih terluka akibat pernikahan kedua Argha, bahkan hingga saat ini pernikahan itu, masih terjadi dan Argha, akan memberikan nafkah batin pada istri keduanya, sesekali.


🌹💖💖💖🌹


Argha hanya akan kembali ke rumah saat semua orang sudah terlelap, dan diam-diam itu menyimpan luka yang tidak terlihat pada Arinda, wanita itu hanya terdiam sambil mencoba untuk memendam rasa sakit itu, dengan bekerja.


"Sayang kamu sudah tidur"ucap Argha sambil mengelus puncak kepala istrinya sambil mencium puncak kepala istrinya.


Argha langsung pergi untuk membersihkan diri, sementara Arinda yang sedari tadi hanya berpura-pura tidur dia langsung membuka mata, dan bulir bening itu keluar dari sudut mata nya.


kini dia hanya bertahan untuk kedua putranya, bukan bertahan karena rasa cinta nya, karena rasa itu sudah melukai hati nya sendiri, karena Argha sudah bukan miliknya seorang.


hingga pagi hari menjelang, Arinda dan juga kedua putra nya, sudah bersiap, dengan koper mereka masing-masing Arinda memutuskan untuk kembali ke Jepang tanpa sepengetahuan Argha.


Argha kaget saat melihat semua itu.


"Yang kenapa? ada tiga koper disini"ucap Argha.


"Kami akan pulang ke Jepang, karena batas waktu sudah ditentukan, tidak ada lagi yang bisa membuat kita bertahan disini"ucap Arinda.


"Yang kamu ini apa-apaan kamu jangan egois seperti ini, aku sangat mencintaimu yang tapi kamu selalu menjaga jarak dari ku, apa?? aku salah jika aku menyibukkan diri, karena rasa sakit yang teramat disini, kamu tau hatiku sakit selama ini karena orang yang sangat kucintai bahkan menjaga jarak dari ku"ucap Argha, sambil menatap sendu.


"Jarak itu, kamu sendiri yang menciptakan nya mas, aku sadar mungkin karena aku tidak pernah bisa menjadi istri yang sempurna dulu, tapi aku tidak menyangka bahwa akan ada orang lain diantara kita, dan kamu tau aku lebih terluka karena semua itu, sekarang sebaiknya jangan keras kepala, segera kirimkan surat perceraian kita"ucap Arinda yang kini berjalan menarik ketiga koper besar itu menuju mobilnya, di sana kedua putranya sudah menunggu.


"Arinda berhenti aku mohon Arin, berhenti aku janji Arin aku akan menjadi suami mu yang seperti dulu yang hanya akan ada dirimu di hidupku"ucap Argha.

__ADS_1


"Tidak mas, sudah cukup biarlah kita akhiri semua ini, agar tidak ada lagi luka yang timbul akibat hubungan yang tidak sehat ini"ucap Arinda.


"Tidak Arinda, aku bilang berhenti! Arinda"teriak Argha.


Argha langsung menarik tangan Arinda wanita itu bahkan menahan diri nya.


Arinda bahkan sempat berontak tapi Argha, tau Arinda hanya bisa di perlukan dengan lembut agar menurut.


"Ayolah sayang kita bicara baik-baik oke aku sangat mencintaimu Arin please tetap lah disini bersama ku, bersama kedua putra kita,aku mohon" ucap Argha yang kini tengah menangis sambil memeluk erat Arinda.


Arinda terdiam Air mata yang selama ini dia tahan akhirnya tumpah juga, Arinda bahkan langsung pingsan, sampai kedua putranya keluar dari mobil dan berlari menghampiri mommy nya.


Arinda sudah lelah untuk bertahan , tapi dia tidak pernah tega saat melihat orang yang sangat ia cintai memohon seperti ini, itulah kenapa? Arinda pergi dimalam itu, setelah Argha, pergi terlebih dahulu untuk melanjutkan malam pertama pernikahan keduanya.


"Saat Arinda,sadar dia langsung berkata tolong lepaskan aku, jika kamu tidak bisa melepaskan nya, aku rela jika kamu harus bersama dengan nya, jadi cukup aku yang merasakan sakit dari hubungan ini tidak kamu atau pun dia, aku yakin dengan begitu kamu bisa bahagia bersama dengan nya"ucap Arinda yang kini mencoba untuk bangkit.


"Tidak ada Arinda, lebih baik aku mati, daripada aku harus melepaskan diri mu, aku tidak bisa melakukan itu, tidak bisa Arinda tidak"pria itu terus saja menggeleng dengan tatapan sendu, dia berkata tidak.


hingga Arinda, menghubungi sang mommy, wanita itu pun akhirnya datang untuk menjemput anak cucunya dan Argha, tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya memang bersalah telah mempertahankan rasa sakit Arinda yaitu madunya.


Arinda bahkan pergi tanpa melirik ke arah suaminya yang saat ini tengah memohon kepada nya dan sang ibu mertua.


sementara itu kedua putra nya pun sudah lebih dulu berada di dalam mobil bersama Alexander Wijaya.


Alexander, sekarang selalu mengantar mommy nya kemana pun wanita itu pergi.


mereka pun berlalu pergi, dan Argha berusaha untuk mengejar nya, namun langkah nya terhenti oleh istri keduanya dan juga sang mommy yang membawa barang-barang nya hendak tinggal di rumah besar tersebut.


"Argha, berhenti jadi pria bodoh mommy, tidak akan membiarkan mu melakukan kesalahan itu lagi, istri mu bukan hanya si Arinda, tapi dia juga istri mu, dan dia tengah mengandung putra mu"ucap sang mommy, yang langsung membuat Argha berbalik menatap nya.


"Kali ini siapa? lagi laki-laki yang telah menghamili mu, heuhhhhh, siapa lagi! jawab aku, karena aku tidak akan pernah memiliki anak dari mu sampai kapan pun, aku tak ingin menghianati istri ku, sampai kapan pun"ucap Argha, penuh emosi.


"Aku juga istri mu mas dan dia juga anak mu, aku berani bersumpah dia adalah anak mu"ucap istri nya itu.


"Terus lah berbohong sampai kau mati berdiri pun, aku tak akan pernah percaya pada mu"ucap Argha yang langsung pergi begitu saja menyusul Arinda menuju rumah peternakan, pria itu tidak ingin kehilangan cinta nya, itu maka kemanapun Arinda pergi dia harus ikut bersamanya.


sementara Arinda yang masih dalam perjalanan, dia menangis dalam diam di pelukan sang mommy.


Dheandra sendiri ikut menangis dan berdoa dalam hati, semoga ia diberikan umur panjang oleh yang maha kuasa, agar bisa terus mendampingi putri nya yang mengalami badai dalam bahtera rumah tangga nya, jika dulu dia sendiri yang mengalami itu, hingga akhirnya mereka pun berpisah, tapi Dheandra masih memiliki Refi, dan kakak nya.


berbeda dengan Arinda, meskipun dia punya keluarga, tapi gadis itu terlalu tangguh, untuk menahan segala beban itu sendirian, hingga hal itu tidak pernah ia ceritakan pada siapapun, kecuali Argha, sendiri yang membongkar masalah yang terjadi pada rumah tangga mereka saat itu.


hingga akhirnya, Dheandra, meminta orang untuk melindungi informasi tentang putri nya yang berada di Jepang, tapi untuk kali ini tidak ada lagi, perpisahan antara ibu dan anak juga cucu, Dheandra akan terus bersama putrinya hingga ratu pertama nya itu meraih bahagia nya.


Alexander, hanya termenung di samping sopir, pria itu bahkan terlihat sedang berpikir keras.

__ADS_1


__ADS_2