Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Rumah baru#


__ADS_3

Setelah hari itu Dheandra dan Andra memutuskan untuk tinggal di rumah baru yang Andra siapkan untuk mereka melanjutkan perjalanan hidup nya hingga tua nanti bersama dengan anak cucunya nanti.


Andra membuat peraturan baru untuk rumah tangga nya saat ini dia tidak mengizinkan Dheandra bekerja di kantor, dia hanya mengijinkan Dheandra ke kantor hanya jika sedang ada meeting saja selebihnya Refi yang menggantikan posisi saat ini seperti permintaan Randy,sang kakak.


"Dhea.. Lo tega biarkan gue terdampar dengan kursi yang selama ini menjadi rebutan"ucap Refi.


"Kau akan aman seperti aku selama ini asal kau tahu kursi itu dilindungi oleh pengaturan yang tak kasat mata dan nikmati lah kesuksesan mu saat ini itu juga demi masa depan mu yang akan lebih baik"ucap Dheandra.


"Tapi apa gue mampu Dhe,gue takut gue Takan mampu"ucap Refi.


"Ingat nama Lo saat ini adalah Refi Alexander , tidak akan ada yang berani mengganggu mu lagi pula gue masih ikut andil di dalam nya jadi tidak usah khawatir"ucap Dheandra.


"Tapi gue"


"Lo bisa, dan apa Lo tidak kasihan dengan saudara Lo ini gue hamil anak kembar jadi tidak seperti saat hamil Gerald dulu saat ini gue mudah lelah fi"ucap Dheandra.


"Baiklah gue terima ini hanya karena saudari gue, tapi setelah bayi itu lahir posisi gue kembali seperti dulu ok"ucap Refi.


"Gue gak janji, takut nya gue lebih nyaman menjadi ibu rumah tangga"ujar Dheandra.


"Gue akan maksa "ucap Refi lagi.


setelah obrolan itu Dheandra berjalan keluar dari ruangan kerja mereka Andra sengaja membuat dua ruangan khusus, yang dijadikan sebagai ruang kerja untuk Dheandra dan dirinya.


"Yannk... kamu sudah selesai,ayo kita makan malam"ucap Andra yang juga sama-sama baru keluar dari dalam ruangan nya.


"Sudah dad..."ucap Dheandra sambil berjalan berdampingan dengan Andra dia langsung merangkul lengan suaminya itu.


sesampainya di meja makan mereka bertiga langsung bergabung dengan Gerald, yang tengah menikmati makanan.


"Sayang kamu sudah makan??..."ucap Dheandra.


"Aku mau bobo lebih cepat momm... ngantuk, uncle Refi, selalu mengajak Gerald,bergadang di apartemen beberapa hari ini"ucap Gerald, yang sangat jujur sementara Refi, yang sedari tadi memberi kode agar Gerald tidak bicara tentang hal itu pada Dheandra malah mendapat kenyataan pahit.


Gerald, terlanjur jujur.


Al hasil Refi, mendapatkan tatapan tajam dari Dheandra yang meminta penjelasan.


"Hehehe.... kita hanya bermain game tidak lebih iyakan Gerald"ucap Refi meminta persetujuan.


"Tidak hanya itu momm... uncle eum"


"Tidak ada lagi"ucap Refi, yang langsung membungkam bibir Gerald, yang terus ingin berkata jujur.


"Refi.... apa?... lagi yang kamu sembunyikan!!"teriak Dheandra.


"Tidak ada Dhe, jangan dengar Gerald, dia sudah pintar berbohong"ucap Refi.


"Mom... aku tidak pernah bohong om Refi, mengintip aunty seksi yang waktu itu berada di mall lewat teropong dari balkon"ucap Gerald, yang langsung membuat Dheandra membulatkan matanya.


sementara Andra hanya tertawa terbahak-bahak, bersama dengan Gerald, saat melihat wajah Refi merah bak kepiting rebus.


"Dhea...itu gak benar"ucap Refi, membela diri.


"Kau tidak pintar berbohong Refi, mulai besok kamu harus memperjelas semuanya jika kamu serius dengan wanita itu, sebaiknya segera halal kan dia"ucap Andra.


"Gue belum punya apa-apa bang"ucap Refi.


"Rejeki bisa dicari setelah kalian menikah"ucap Dheandra.


"Dhe... gue gak mau ngerepotin Lo"ujar Refi.


"Gue gak repot fi,kak Randy juga pasti akan membantu Lo"ucap Dheandra.


mereka pun memulai makan malam do'a dipimpin oleh Andra, pria itu langsung menyuapi istrinya yang kini tengah berhadapan dengan nya, sementara Refi hanya bisa tersenyum melihat interaksi mereka.

__ADS_1


"Dhea.. Lo tau perusahaan milik bunda Sari bangkrut gara-gara apa??..."ucap Refi.


tiba-tiba Dheandra teringat dengan ibunya itu.


"Aku tidak tau tapi yang aku dengar perusahaan itu sudah di jual bunda pada seseorang saat dia masih hidup"ucap Dheandra.


dia memang tidak pernah mengurus perusahaan tersebut karena sejak Dheandra SMA, ibunya tidak lagi pergi ke kantor, dia memutuskan untuk pensiun.


"Lo salah Dhe, perusahaan itu direbut paksa oleh saudara sepupu Bunda,lalu perusahaan itu semakin merosot dan akhirnya bangkrut tapi seseorang datang kembali menanam modal cukup besar di perusahaan yang memiliki potensi besar itu , hanya saja salah yang mengelola nya, dan sekarang perusahaan itu menjadi milik Daddy gue "ucap Refi yang langsung membuat mata Dheandra membulat.


"Kita bisa bicara kan tentang itu nanti ucap Andra.


"Andai saja gue tau lebih awal gue akan ambil alih itu perusahaan karena bunda yang membesarkan perusahaan peninggalan opa "ucap Dheandra.


"Sudah lah sayang biar kita urus nanti"ucap Andra.


Dheandra yang tadinya begitu merasa sangat lapar dia langsung menahan tangan Andra yang ingin menyuapi nya lagi.


"Sayang kamu jangan memikirkan hal itu, kita bisa mengurus semua itu nanti"ucap Andra.


sementara Refi, semakin merasa bersalah.


dua minggu setelah hari itu, saat ini Dheandra tengah menikmati hari-hari nya sebagai seorang ibu dan seorang istri, hari-hari nya dia lewati dengan mengurus segala keperluan anak dan suaminya.


suaminya sudah mempekerjakan sepuluh orang pelayan di rumah yang hampir setara dengan sebuah Mension tersebut.


tapi Dheandra bukan wanita yang suka duduk berpangku tangan, wanita itu selalu ingin melakukan kewajiban nya sebagai seorang wanita yang sempurna selama ini.


walaupun perutnya sudah semakin membesar dan membuat dia sulit untuk bergerak tapi dia tidak ingin berdiam diri.


sementara itu di sebuah rumah seorang wanita cantik tengah bergumul dengan dua orang pria sekaligus, wanita itu adalah Sopi mantan istri Andra, wanita yang mengalami depresi setelah resmi bercerai dengan Andra, saat ini menjalani hidup nya menjadi wanita malam.


padahal dia tidak pernah kekurangan uang karena Andra meninggalkan beberapa aset berharga untuk nya termasuk rumah yang dulu mereka tempati ada juga beberapa mobil dan tabungan yang lumayan besar, tapi wanita itu seakan haus akan belaian hingga dia menjalani profesi nya saat ini.


sementara uang dan aset yang Andra berikan tidak iya gunakan karena Sopi merasa sangat bersalah pada pria yang sangat ia cintai itu.


seperti kehidupan Andra dan Dheandra saat ini setelah kelahiran kedua anak kembar nya kehidupan mereka lebih berwarna lagi bahkan dua gadis kecil itu yang masih berusia tiga bulan itu bisa membuat rasa lelah mereka menghilang dengan melihat senyum mereka berdua.


🌹💖💖💖🌹


Dheandra setiap pagi harus menguatkan hati dan jiwa nya, bagaimana tidak bukan hanya ketiga anaknya yang merengek membutuhkan diri nya tapi juga Andra yang selalu bersikap posesif dari ketiga anaknya.


Andra akan ngambek jika Dheandra bangun belum memberikan morning kiss nya, dia malah menyapa kedua putrinya yang masih terlelap di dalam boks bayi.


Andra akan merajuk hingga saat Dheandra memasang kan dasi, dan Dheandra harus membujuk nya dengan ciuman bertubi-tubi yang mendarat di seluruh bagian wajah nya dan terakhir Dheandra harus mencium bibir nya selembut mungkin.


Andra menjadi semakin sensitif karena selama ini ia belum mendapatkan jatah dari istrinya, semenjak kelahiran putri kembar nya itu, dia tidak tega menambah beban istrinya yang terlihat sangat lelah setiap hari nya meskipun Andra sudah meminta Dheandra untuk menggunakan jasa pengasuh.


tapi wanita itu selalu beralasan bahwa ia ingin menjadi wanita yang sempurna dia ingin menikmati hidup nya sebagai seorang ibu untuk ketiga anaknya, karena selama ini Dheandra tak pernah merasakan kasih sayang ibu sedari kecil.


Dheandra ingin putra dan putri nya kekurangan kasih sayang nya, seperti yang ia rasakan selama ini.


Arinda dan Arina adalah nama Putri nya.


Arinda Alexandria Wijaya dan Arina Alexandria Wijaya.


Dheandra memberikan nama itu sesuai dengan inisial nama Daddy nya A.


sementara itu Refi, setiap hari sebelum pergi ke kantor atau pulang dari kantor pria itu akan langsung mencari keponakan nya itu, dan membawa mereka ke dalam kamar nya, sampai mereka menangis menginginkan ASI barulah Dheandra akan mengambil mereka.


"Dhea... kenapa??... tidak kamu taruh di botol saja asi nya, biar mereka bisa menemani aku tidur"ucap Refi, protes.


"Kau ini, mereka itu harus terus menikmati ASI eksklusif nya, sudah sana makan malam dulu aku sudah masak "ucap Dheandra pada adik angkat nya itu.


"Arinda dan Arina kalian harus nunggu uncle selesai makan Ok, jika tidak uncle tidak ingin lagi bermain dan membelikan hadiah untuk kalian"ucap Refi.

__ADS_1


bayi kembar itu tersenyum seakan mengerti dengan ucapan Refi.


"Kalian juga mau bersekutu dengan pria tengil itu, seperti Abang kalian"ucap Dheandra yang merasa ketiga anaknya lebih dekat dengan Refi, dari pada dengan ayahnya sendiri.


tapi semua itu tidak menjadi masalah bagi Dheandra justru dengan begitu Refi tidak akan merasa sendirian di dunia ini, pria malang itu hanya punya dia dan kedua ketiga anaknya, saat ini karena Sindy sudah jarang berkomunikasi dengan Refi, setelah ibunya Refi meninggal.


wanita itu seakan menjaga jarak dengan Refi, entah apa?... penyebab nya tapi Dheandra tak membenci Sindy, mungkin dia hanya salah paham saat ini yang penting Toni masih selalu bertukar kabar dengan nya, dan bahkan sering meminta solusi pada Dheandra untuk bengkel nya.


sementara Andra, semakin sibuk dengan perusahaan milik nya di tambah lagi dia kini harus mengurus perusahaan milik mendiang almarhum Sari yang berhasil ia rebut kembali dari tangan orang yang tidak seharusnya memiliki itu meski butuh perjuangan untuk membangun kembali perusahaan yang hampir bangkrut tersebut.


Dheandra bisa maklum jika suaminya jarang pulang bahkan jarang bisa ia hubungi, tapi Dheandra percaya pada suaminya itu.


Dheandra bahkan kembali mendirikan panti asuhan di tempat nya dulu ia dibesarkan, dengan bantuan dari Randy kakak nya.


"Dhea... hari ini ada meeting penting kamu harus hadir"ucap Refi.


"Aku meeting dari sini saja karena tidak mungkin harus pergi kekantor dengan ketiga keponakan mu itu"ucap Dheandra.


"Baiklah, tapi aku belum membawa berkas nya masih ada di kantor"ucap Refi.


"Aku sudah tau apa yang harus di bahas nanti semalam Georgio mengirim email pada ku"ucap Dheandra.


"Ha... syukur lah dengan begitu aku bisa puas bermain dengan mereka"ucap Refi.


"Aku akan masuk ke dalam, kamu ambil susu di freezer seperti biasanya jika mereka menangis" ucap Dheandra.


"Dhea mandi dulu"ucap Refi.


"Aku sudah mandi tinggal menggunakan jas ku semua ada di sana"ucap Dheandra.


wanita itu pun memulai meeting online, sampai tiga jam lamanya hingga Dheandra tidak tau kalau Andra , pulang setelah satu Minggu berada di Bogor.


hingga saat Dheandra keluar dari ruangan tersebut dia hendak mencari kedua putrinya tapi wanita itu tidak menemukan nya di ruang keluarga Dheandra naik ke lantai dua sampai di kamar nya dia terkejut melihat suaminya kini tengah duduk di balkon kamar nya sambil menatap kearah nya yang baru saja datang menghampiri nya.


"Abang sudah pulang"ucap Dheandra.


pria itu hanya mengangguk, tanpa menjawab tapi tatapan itu sulit untuk diartikan.


"Aku siapkan makan dulu"ucap Dheandra.


"Dhea... apa uang yang aku berikan tidak cukup untuk menghidupi mu"ucap Andra terdengar sangat menyakitkan bagi Dheandra, karena posisi nya Andra baru kembali dari luar setelah satu Minggu tidak kembali.


"Ada apa?.. Abang bicara seperti itu, apa aku membuat kesalahan"ujar Dheandra sambil menatap sendu pada Andra.


"Kamu masih tidak bisa mengerti aku cape bekerja dan saat pulang bahkan tidak ada yang menyambut ku, dan saat aku tau kau lebih mementingkan pekerjaan mu dari pada aku yang berulang kali menghubungi mu"ucap Andra.


"Maaf.... aku tidak tahu lagi pula aku sudah berkali-kali menghubungi mu tapi tidak pernah di jawab sekali nya menjawab hanya pesan singkat kalau kamu sedang sibuk"ucap Dheandra.


Deg...


Andra mengingat handphone nya sudah beberapa hari ini, berada di tangan sekertaris nya, mungkin kah dia menghapus jejak panggilan dari Dheandra.


pikiran Andra, menerawang jauh.


"Aku salah"ucap Dheandra yang langsung pergi menuju lantai bawah dia tidak ingin terlalu banyak pikiran saat ini dia sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Andra saat ini tapi sebagai istri dia akan mencoba bersabar hingga Andra berkata jujur pada nya.


Andra, langsung menyusul istrinya itu dia tidak ingin Dheandra tau apa yang terjadi selama satu Minggu ini, bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan sekertaris nya saat ini.


"Sayang kamu dimana"ucap Andra.


"Aku sedang membuat kan kopi untuk mu"ucap Dheandra.


Kepala nya terasa pening memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, berkali-kali seseorang mengirimkan pesan singkat pada nya tidak hanya itu foto-foto mesra Andra dan seorang wanita yang ia tau adalah sekertaris nya.


Dheandra memberikan kopi pada suaminya itu.

__ADS_1


"Kak Randy akan menjemput ku satu Minggu lagi Abang bisa bebas mulai saat ini"Ucap Dheandra yang langsung berjalan meninggalkan Andra yang kini tengah terperanjat dia tau Dheandra tau semua yang terjadi.


__ADS_2