
Mereka pun langsung masuk karena Agam sudah tidak sabar ingin segera masuk untuk istirahat pria itu kelelahan sementara sopir dia suruh untuk pergi ke hotel atau penginapan.
"Sayang aku ingin mandi gerah banget,, apa? kamu tidak gerah"ujar Agam.
"Kak, disini tidak ada AC, dan kamar mandi nya juga tidak ada water heater, jadi air dingin gimana mau"tanya Ananda.
"Aku sudah meminta semua direnovasi kenapa? semua nya tidak ada yang beres, ya sudah Sayang air dingin pun tidak masalah agar adikku juga tenang "ujar Agam sambil tersenyum menggoda.
"Adiknya kakak, dimana"tanya Ananda gadis itu tidak tau bahwa yang Agam, adalah area sensitif nya.
pria itu tidak memperpanjang perkataan nya lagi dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
sementara Ananda bergidik ngeri karena dia pikir adik Agam adalah mahluk halus.
Tidak lama setelah itu"Sayang handuk buat aku mana"ujarnya.
Ananda seketika itu celingukan dia bahkan tidak memiliki stok handuk baru, meskipun miliknya belum lama ini beli nya.
"Tidak ada handuk baru, ada juga punya ku sudah terpakai"ujar Ananda.
"Tidak masalah cepat lah ini sudah terlalu dingin"ujar pria yang kini tengah menggigil tersebut.
"Ini handuk nya kakak buka dikit pintu nya ya"ucap Ananda yang memberikan handuk tersebut sambil memunggungi pintu kamar mandi.
setelah handuk di ambil Ananda buru-buru bergegas pergi menuju keluar kamar karena ternyata sopir menaruh koper milik Agam tidak tanggung dua koper besar, berisi baju dan perlengkapan milik pria itu.
"Kak, kamu mau pindahan apa? ini bawa barang banyak sekali"ujar Ananda.
"Ananda, Mulai saat ini kita akan tinggal bersama di sini dan kita akan segera menikah, meskipun pernikahan kita dirahasiakan dari keluarga ku, tapi kamu tidak usah khawatir kamu akan jadi istri sah ku"ucap Agam yang langsung meraih piyama tidur nya dari tangan Ananda yang sudah di siapkan baru saja dengan baju dalamnya seperti biasa dulu.
setelah itu Ananda pamit keluar dia akan membuat minyak minuman hangat untuk Agam saat ini karena dia tau pria itu tidak terbiasa mandi malam larut seperti saat ini.
setelah selesai dia buru-buru menyimpan semua itu di meja sementara Agam baru selesai berpakaian, rambut nya sengaja tidak disisir dibiarkan berantakan tapi terlihat lebih tampan.
sementara Ananda, langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi karena sudah sangat gerah saat ini
setelah hampir lima belas menit, dia berada di dalam kamar mandi, akhirnya dia keluar dengan baju ganti lengkap di badan piyama tidur bermotif Snoopy.
"Sayang besok kita belanja barang besok beli semu yang kita butuhkan di sini"ucap Agam
"Kak, apa? kamu sudah siap hidup sederhana dengan ku, aku tidak punya apa-apa, yang bisa aku banggakan"ucap Amanda.
"Tidak masalah justru aku malah senang dengan begitu kamu akan terus bergantung pada ku, dan kamu tau, aku bahagia bersamamu dalam keadaan apapun, kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan pernah kekurangan"ucap Agam
"kakak, kakak tidur lah di sini aku dikamar ibu"ujar Ananda.
"Siapa? yang meminta mu tidur di dan heumm"ucap Agam yang langsung menarik nya kedalam dekapannya.
"Apa? kamu sering kesepian selama satu tahun lebih di Jerman"tanya Agam.
"Tanyakan pada hati mu"ujar Ananda yang berjalan menuju ranjang king size tersebut.
"Aku minta maaf honey, pilihan nya terlalu berat"ucap Agam.
"Lalu sekarang apa? kenapa....? sekarang diteruskan seharusnya "ucapan Ananda tercekat di tenggorokan.
__ADS_1
"kenapa? tanya Agam.
"Aku tidak bisa"ucap gadis itu lalu pergi begitu saja dengan cepat.
"Yank kita harus bicara!"teriak Agam yang langsung mengejar Ananda yang berjalan cepat sambil terus menyeka bulir bening yang mengalir deras seperti air hujan, dia tidak sanggup mengenang masa-masa dimana dia harus berjuang sendiri tanpa orang yang ia cintai.
"Ayah ibu aku ikut saja"ucap nya sambil menangis pilu, dia kembali teringat rasa sakit nya melihat orang yang ia cintai sudah terbujur kaku di kelilingi oleh orang yang mendoakan kepergian mereka.
Dan saat itu dia kembali dengan menggunakan kursi roda, tanpa pengobatan menyeluruh tanpa obat yang seharusnya ia konsumsi, dia berjuang melawan rasa sakit yang teramat menjalar ke seluruh tubuh, saat harus bergerak.
"Honey aku tidak bermaksud untuk mengingatkan mu, dengan semua itu, kemarilah berhenti menangis, aku tidak kuat melihat nya"ucap Agam yang sudah berdiri di belakang nya.
"Kembalikan ibu dan ayah ku jika kamu tidak ingin melihat tangis ku"ucap gadis itu yang kini menatap lekat wajah tampan yang penuh penyesalan.
"Maafkan aku sayang, tapi itu tidak mungkin, aku tidak mungkin bisa mengembalikan mereka yang sudah tidak ada, andaikan saja aku bisa aku akan menggantikan posisi mereka, agar kamu tidak perlu bersedih lagi"ujar Agam tulus.
"Ahhhhhh ... hiks hiks hiks hiks" tangis, Ananda semakin pecah gadis itu tidak bisa dihentikan begitu saja.
"Sayang aku mohon kemarilah"Agam menarik Ananda kedalam dekapannya.
"Pergilah biarkan aku sendiri"ucap Ananda yang juga merasa bersalah pada Agam karena tidak seharusnya Agam, di perlakukan seperti itu, Agam, tidak bersalah yang salah adalah dirinya yang selalu berulang kali hadir dalam hidup nya.
"Sayang kamu, benci aku baik'lah aku akan pergi, tapi setelah kita menikah, karena aku tidak ingin harta ku jatuh ke tangan wanita lain"ujar Agam.
"Kak, aku tidak membencimu, aku hanya teringat pada kejadian dua tahun lalu, kenapa? kakak mengingatkan aku pada hal itu"ucap Ananda.
"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin kau tau bahwa aku tersiksa saat tidak bisa melihat mu atau mendengar suara mu"ucap Agam.
"Kakak pikir aku tidak,, mengalami hal yang sama, apa? kakak pikir aku baik-baik saja,, aku bahkan lebih menderita dari mu"ucap Ananda.
Adam langsung memeluk Ananda dengan penuh kasih sayang dan kerinduan, bahkan ada bulir air mata, mengingat perjuangan nya untuk menahan rindu yang mematikan .
Agam saat itu sedang berada di ruang VVIP sebuah club malam, dia benar-benar merasa frustasi di saat harus melepaskan Ananda karena desakan dari kedua orang tua nya.
Ananda dan Agam pun kembali ke dalam kamar utama milik mereka, ya rumah itu sudah Agam, beli dari bibi Ananda yang diam-diam akan menjual rumah tersebut saat Ananda tidak ada.
🌹💖💖💖🌹
Keesokan harinya Ananda, sudah bangun lebih awal rencana nya mereka akan segera pergi berbelanja kebutuhan pokok dan perabotan rumah lainnya, sebenarnya Agam juga sudah mentransfer uang dari hasil penjualan apartemen yang dulu mereka tempati pada ATM Ananda.
"Sayang kamu sudah siap?"tanya Agam .
"Sudah kak, ayo berangkat, aku hanya punya satu hari ini besok aku kuliah lagi"ucap nya.
"Baiklah nyonya Agam Airlangga"ucap Agam sambil berjalan merangkul pinggang Ananda.
Ananda pun hanya bisa pasrah, karena laki-laki itu punya seribu alasan untuk mengelak.
butuh waktu lima belas menit perjalanan untuk sampai di tempat berbelanja, disitu juga terdapat beberapa restoran mereka pun singgah untuk sarapan pagi.
setelah selesai sarapan mereka langsung menuju ke toko furniture, mereka berdua memilih barang yang terbaik yang ada di toko tersebut, hingga beberapa barang untuk mengisi rumah mereka, selebihnya Agam, akan mengirim nya dari Jakarta.
setelah selesai mereka pun pergi ke pasar tradisional yang ada di sana beruntung pasar tersebut tempatnya tidak terlalu berdesakan dan rapi dengan lantai bersih seperti yang ada di kota, Agam mengekor di belakang Ananda, yang sedang sibuk membeli kebutuhan sembako sayur dan daging juga yang lainnya karena Agam baru pertama kali menginjakkan kaki di pasar dia menjadi pusat perhatian bukan karena gayanya yang super keren, tapi dia bersedia membawa beberapa kantong kresek belanjaan di tangan nya.
setelah selesai membeli sayur dan berbagai macam jenis buah untuk kebutuhan dapur dan perentelan nya mereka pun kembali ke mobil kali ini mereka menggunakan mobil Ananda, karena Agam menggunakan mobil sport saat datang ke kampung tersebut.
__ADS_1
Ananda dibantu oleh Agam, untuk memasukkan semua barang belanjaan nya kedalam mobil, tersebut setelah itu mereka langsung kembali pulang, Ananda bersandar di sandaran jok mobil nya, karena merasa lelah semalam mereka memang tidur hanya beberapa jam.
Agam mengelus puncak kepala Ananda sambil sesekali melirik ke arah nya."sayang seperti nya aku harus segera menyiapkan pernikahan kita, aku merasa bahagia bisa menemani isteri ku belanja semua kebutuhan nya dan kebutuhan rumah dengan begitu aku akan lebih bersemangat lagi untuk bekerja" ujar nya.
"Heumm memang nya kakak tidak pernah melakukan hal itu, untuk anak dan istri kakak dulu"ucap Ananda.
"Dia bukan anak dan istri ku, pernikahan kami hanya setatus dan aku tidak pernah menyentuh nya, sekalipun aku dalam keadaan mabuk, dan saat dia menjebakku untuk menutupi aibnya ,aku tidak munafik aku sering tergoda dengan apa? yang dia suguhkan karena aku adalah laki-laki normal, tapi tidak untuk menyentuh nya, aku selalu mengingat cinta kita yang sejati"ucap Agam.
"Apahhh?... benarkah itu, kakak tidak pernah menyentuhnya lalu kenapa? ada putra kalian, bukan nya jika wanita dan pria menikah sudah pasti akan memiliki anak,, sebentar deh aku benar-benar kaget"ucap Ananda yang langsung membuat Agam terkekeh geli, karena begitu menggemaskan nya calon istri nya itu.
"Sayang sudah sampai ayo turun, sepertinya aku sudah sangat laper, buatkan aku makanan lezat"ucap Agam.
"Ok baik'lah sayang, tapi bantuin''ujar nya manja.
cup satu kecupan manis mendarat di bibir Ananda yang terlihat sangat ranum.
"Eum Jangan begitu, belum bersih-bersih habis dari pasar"ucap Ananda yang langsung turun.
"Ya sudah nanti habis bersih-bersih kita lanjut"ujar Agam menggoda.
"Tidak boleh"ujar Ananda.
"Ih pelit banget sih"ujar Agam.
"Belum halal kakak"ucap Ananda.
mereka berdua menurunkan belanjaan nya dari bagasi mobil dan juga jok belakang mobil Ananda.
setelah semua nya masuk dibantu oleh sopir yang baru muncul setelah memastikan bahwa tuan nya akan membutuhkan nya dia pun bersiap untuk membawa semua barang-barang nya Ananda pun masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih meskipun tidak mandi lagi setidaknya dia mencuci tangan wajah dan kakinya setelah itu dia kembali mengganti baju, dengan t-shirt dan hotpants nya.
Ananda diikuti oleh Agam, yang kini duduk di kursi pantry sambil melihat wanita itu membersihkan dan membereskan sayur yang akan dia masukkan ke dalam lemari es.
setelah selesai mencuci telur daging ayam dan juga sapi dan juga semua sayur dan buah, gadis itu dengan telaten membereskan semua kedalam kulkas, Agam tidak melihat ada minuman ringan di sana kecuali susu dan juga air mineral, karena selama ini pria itu tidak menganjurkan untuk memakan atau minum minuman instan.
"Kak mau kopi"tawar Ananda.
"Aku tidak membawa nya"ucap Agam karena dia punya kopi khusus yang dibuat oleh petani kopi langsung yang menurut nya lebih alami itu.
"Ya sudah jus buah bagaimana"ujar Ananda lagi.
"Tidak usah sebentar lagi kita akan makan nanti keburu kenyang"jawab Agam.
"Baiklah sekarang kakak tunggu sebentar aku mau masak dulu"ujar Ananda yang langsung mencuci beras merah, setelah itu dia masukkan ke dalam penanak nasi.
selesai dengan itu dia pun mengambil daging ayam daging sapi dan juga sayuran.
dia memotong ayam menjadi beberapa bagian lalu kembali mencucinya, setelah itu dia lumuri dengan bumbu-bumbu yang dia buat sendiri dari bahan alami, seperti bawang-bawangan dan sedikit garam juga lada.
lalu dia mendiamkan ayam tersebut sejenak, setelah itu dia mengiris daging sapi tipis-tipis lalu dia lumuri dengan saus tiram saus tomat kecap asin dan garlic juga black pepper, lalu kemudian mengiris sawi putih mengiris sawi dan tomat hijau, paprika dan juga timun menyerupai stik lanjut dia menggoreng ayam, sambil mengiris Daun bawang juga paprika dengan tiga warna kuning hijau merah, untuk mempercantik tampilan masakan selain juga agar tumisan daging lebih segar dan kaya akan serat.
Ananda memasukkan sedikit minyak untuk menumis daging terlebih dahulu, kemudian setelah daging setengah matang dia langsung memasukkan paprika, tomat hijau, dan timun di susul sawi putih dan daun bawang, semua secara bertahap terakhir ia tambah sedikit penyedap, dan selesai dia pun menghidangkan semua itu di meja makan, dan Agam menatap setiap gerak Ananda, dia begitu kagum, selain cantik alami, dia pandai memasak, dan selalu menyiapkan keperluan Agam dan tidak hanya itu dia tipe orang pekerja keras, buat Agam semua itu sudah jauh lebih dari sempurna.
"Sudah selesai ayo kita makan"ajak Ananda.
"Heumm sepertinya itu sangat lezat sayang"ujar Agam.
__ADS_1
"Coba saja dulu, sukur-sukur jika kakak suka"ucap Ananda.
"Kamu bukan baru pertama kali memasak untuk makan kita, aku sangat menyukai semua masakan mu yang selalu lezat itu sayang"ujar Agam yang mengambil piring yang sudah di isi menu yang Ananda masak.