Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Berita duka#


__ADS_3

Alexander duduk di samping istri nya berhadapan dengan kedua orang tua nya, dia tidak menyangka kedua orang tua nya, datang ke Amerika padahal rencana nya Alexander akan membawa Mila berkunjung setelah memastikan bahwa semua nya baik-baik saja.


"Hey Alexander, mau sampai kapan kamu menyembunyikan dari kami"ucap Dheandra.


"Tidak begitu Mom, hanya saja Mila dan aku sedang milih waktu yang tepat"ujar Alexander membela diri.


"Alexander waktu yang mana maksud mu heuhhhhh, Ayah sudah lelah mengurus perusahaan, sekarang kamu harus kembali dan segera mengurus semua nya"ucap Refi.


"Iya kami akan pulang Ayah, tapi mungkin sebentar lagi,kami masih butuh waktu untuk berbulan madu"ucap Alex.


sementara Mila, bangkit dan bergegas menuju dapurnya, dia ingin membuat makan malam untuk kedua mertua nya setelah seharian penuh mereka melewati waktu dengan mengobrol.


Alexander juga sedang membantu Mila menyiapkan makan malam, entah kenapa? saat ini dia ingin membuat Mila yang super sabar itu marah Alexander bahkan membuang sayuran, yang Mila cuci ke wastafel.


"Mas kamu jahil sekali, aku cape tau"ucap Mila.


"Sayang kamu itu tidak boleh mengeluh tidak baik, semua ucapan suami adalah benar" ucap Alexander yang kembali mengambil sayuran yang hendak Mila potong malah Alex lempar lagi.


"Sayang ku Alexander ku sayang kamu itu nakal banget sih mau aku hukum heuuh"ucap Mila.


"Kalau hukuman nya, memuaskan aku mau sayang"ucap Alexander.


"Aku hukum malam ini kamu bobo di kamar tamu mau"ucap Mila,


"Jangan dong sayang"ucap Alexander.


"Alexander kamu itu sedang apa? jangan ganggu menantu Mommy"ucap Dheandra.


"Tidak di ganggu, Mommy hanya Alex bantu kok"ucap Alex.


"Anak nakal, kapan kamu dewasa nya, sudah menikah masih nyebelin juga"ucap Dheandra lagi.


"Momm putra mu ini sangat tampan,mana ada nyebelin yang ada nge gemesin" ujar Alex sambil bergaya.


"Alexander segera pesan tiket pesawat ke Indonesia kita harus segera kembali"ucap Refi, yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Ada apa? mas, ini sudah hampir malam mas dan lagi kita baru tiba di sini"ucap Dheandra sedikit kesal sungguh dirinya lelah jika kembali harus duduk di pesawat selama 24 jam .


"Ada yang lebih penting sayang sebaiknya percepat acara masak nya setelah itu kita langsung pergi"ucap Refi.


Refi berjalan mondar mandir dia terlihat sedikit kacau entah harus bagaimana memberitahu menantunya saat ini bahwa kedua orang tua nya telah meninggal dunia dalam insiden kecelakaan tersebut.


Dheandra yang merasa Refi menyembunyikan sesuatu dari nya dia langsung mengikuti langkah suaminya dan membiarkan Mila memasak dengan tenang sementara Alexander sedang menghubungi asisten nya untuk memesan tiket pesawat dan meminta dia mengurus semua nya yang ada di New York, termasuk rumah dan aset berharga lainnya miliknya dan Mila.


saat Dheandra masuk kedalam kamar, Refi pun memastikan bahwa pintu terkunci dengan baik dan Refi merangkul bahu Dheandra.


"Sayang jangan beritahu Mila di sini biarkan dia tahu setelah di Jakarta"ucap Refi lembut.


"Ada apa? ini mas"tanya Dheandra.


"kedua orang tua Mila, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal, dan sampai sekarang belum diketahui penyebab nya"ucap Refi.


seketika itu Dheandra langsung menitikkan air mata dia bahkan lebih dilema bagaimana cara untuk memberitahu Mila, dan Dheandra tau semua itu tidak lah mudah.


akhirnya Dheandra pun berjalan menuju keluar kamar, dia melihat menantunya tengah sibuk berkutat di dapur, Dheandra tak berani mendekat dia tidak tega melihat senyum menantunya hilang.


"Alexander cepat urus keberangkatan kita sekarang juga dan kamu harus bisa membuat istri mu tidak merasa kehilangan apapun, ayah dan ibu nya meninggal dunia tadi pagi akibat kecelakaan tunggal" ucap Dheandra.


seketika Alex mematung di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia hari ini ternyata menjadi hari duka bagi istrinya.


"Mommy dan ayah jangan bercanda ini tidak lucu bagaimana caranya Alexander memberitahu bahwa "ucapan Alexander langsung terhenti ketika Mila sudah berada di hadapan mereka.


"Memberitahu apa? mas, apa? masih ada lagi kejutan"ucap Mila.

__ADS_1


"Iya sayang Mommy yang punya kejutan untuk hadiah ulang tahun mu, tapi semua itu ada di Indonesia"ucap Alexander tanpa sadar.


"Ayo kita makan dulu, setelah itu kita bukan nya harus segera berangkat"ucap Mila.


"Tentu saja"jawab Alexander.


Akhirnya mereka pun berkumpul di meja makan, dan mereka bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi, tapi kemudian Mila melihat keanehan pada ketiga orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Momm... apa? masakan Mila tidak enak"tanya Mila.


"Tidak sayang makanan mu sangat lezat, iya sangat lezat"ucap ketiganya yang kembali menambah porsi makan mereka, tidak biasa.


"Maaf jika masakan Mila bermasalah, Mila saat ini entah kenapa? Mila teringat terus akan ayah dan ibu"ucap Mila yang membuat mereka bertiga langsung mematung.


"Kalian kenapa? ucap Mila merasa ada yang janggal.


"Tidak ada sayang itu adalah hal yang wajar jangankan kamu kita saja yang baru sebentar sudah sangat kangen apalagi kamu yang" ucap Alexander.


Alexander pun menatap wajah cantik yang terlihat murung itu, mungkin firasat atas kepergian kedua orang tua nya sangat lah kuat.


Alexander mendekap Mila saat itu juga, dan mengecup kening istrinya.


"Aku ada di sini, kapan pun kamu kangen sama kedua orang tua mu, kita akan menemuinya saat itu juga"ucap Alexander.


"Terimakasih sayang"ucap Mila.


"Kamu jorok banget yang belum cuci tangan cuci mulut juga"ucap Mila yang kini memanyunkan bibirnya.


"Sayang tidak apa-apa itu berkah namanya"ucap Alexander.


hingga akhirnya mereka selesai makan dan langsung bersiap untuk membereskan barang penting untuk mereka bawa saat ini, sementara yang lainnya akan di bawa oleh asisten Alexander.


sampai saat tiba di bandara ternyata gerorgio mengirim kan jet pribadi meskipun sedikit terlambat tapi setidaknya mereka tidak perlu menunggu lama untuk transit atau pun gangguan lain nya.


"Mau bobo disini atau di kamar sayang" ucap Alexander.


"Disini saja"jawab Mila.


Alexander pun memencet tombol untuk merubah posisi jok pesawat menjadi rebahan.


"Sudah cukup sayang"ucap Alex lembut.


"Sudah mas" ucap Mila yang tersenyum kecil lalu memejamkan mata, Alexander langsung menyelimuti tubuh istri nya itu.


sementara itu di kediaman Mila, hanya ada sepupu Mila dan para pegawai cafe yang datang melayat mayat yang masih berada di rumah sakit, sengaja menunggu Mila kembali, agar putri semata wayangnya bisa melihat ayah dan ibu nya untuk terakhir kalinya.


🌹💖💖💖🌹


"Ayah!.....Ibu!..."jerit Mila yang langsung pingsan tidak sadarkan Alexander langsung mengangkat tubuh istri nya dan mendudukkan di pangkuan nya, sambil memeluk nya memanggil nya dengan sayang.


"Sayang bangun, kamu harus kuat, yang masih ada Mommy dan ayah yang akan menyayangimu"ucap Alexander.


Dheandra pun langsung meminta Alexander untuk membawa istrinya kembali ke rumah karena jenazah akan segera dimandikan juga dikafani, setelah itu akan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebentar dan setelah itu akan langsung dibawa ke pemakaman yang sudah disiapkan.


Dheandra membantu menantunya untuk berganti pakaian dengan gamis berwarna hitam dan juga kerudung yang senada, setelah itu dia membawa turun Mila yang sedari tadi di rangkul Alexander.


"Ibu... Ayah Mila ikut, ayah ibu kenapa? kalian tega ninggalin Mila disini sendirian Mila tidak punya siapa-siapa lagi, hiks hiks hiks Mila disini sendirian Ayah ibu"ucap Mila berteriak memanggil ayah dan ibu nya yang sudah sedari dua hari yang lalu meninggal dunia.


"Sayang kamu salah jika kamu berpikir sendirian,aku ada di sini Sayang ada Mommy juga ayah ada banyak kakak kita" ucap Alexander.


Dheandra langsung memeluk anak menantu nya itu, saat ini dia bahkan terus memeluk wanita yang saat ini tengah meronta-ronta ingin memeluk jenazah kedua orang tua nya, tapi demi kebaikan bersama, Mila pun dibawa menjauh, hingga di tempat pemakaman Mila kembali melihat kedua orang tua nya dimakamkan, lantunan ayat suci dan doa dari segenap keluarga dan kerabat pun mengalun semakin menambah ke pilu an , Mila yang kini melantunkan ayat-ayat suci.


"Ibu bapak Mila ikut, hiks hiks hiks ikut.... Mila ikut"ucap Mila yang kini kembali pingsan, Alexander pun langsung membawa istrinya ke mobil, dan diikuti oleh Arina dan juga Bruno, dan Arinda Gerald, juga Argha, sementara Celsi sudah berada di rumah sakit, karena harus segera melakukan tindakan operasi Caesar.

__ADS_1


Gerald pun langsung pamit pada Alexander untuk pergi ke rumah sakit, disana ada Andra yang untuk pertama kalinya, peduli dengan anak cucunya, bukan dia tidak peduli tapi karena selama ini hubungan mereka kurang baik, dendam masalalu Gerald, pada kedua orang tua nya itu, diakibatkan oleh Andra yang tidak peduli, terhadap anak-anak nya.


Alexander terus menitikkan air mata dia tidak tega melihat kerapuhan istrinya itu, entah bagaimana nanti kedepannya jika dia tau penyebab kematian, kedua orang tua nya itu.


"Alexander, kamu harus kuat jika kamu ikut rapuh lalu bagaimana dengan istri mu"ucap Arinda.


"Iya kak, tapi aku tidak tega melihat istri ku seperti ini"ucap Alexander.


"kamu harus kuat"ucap Bruno.


mereka pun berkumpul di ruang keluarga, sementara semua orang tengah sibuk menyiapkan tahlil.


Mila pun sadar tapi dia kembali menangis di pelukan Alex, tangan nya menggenggam erat tangan Alexandre seakan meminta kekuatan Alexander pun berkali-kali mengecup puncak kepala nya, dan membenamkan wajahnya di atas kepala istrinya sekedar menyalurkan kekuatan untuk istri nya lewat kecupan.


Dua hari kemudian Alexander membawa Mila ke Mension utama milik kedua orang tua nya itu, yang selama ini di tempati, Alexander .


Mila, masih belum baik-baik saja sementara di rumah sakit Dheandra kembali dibuat bahagia karena cucu laki-laki nya begitu sehat dan pipinya gembul tampan seperti Gerald saat masih bayi tidak ada beda sedikit pun.


Lionel Alexander Wijaya, putra pertama, yang sudah tidak ada sebelum ia lahir, dan kedua anak laki-laki nya seperti kembar, Gerald berpikir mungkin dia kembali hidup, saat ini.


sementara anak kedua,Tara Alexander Wijaya, adalah putri satu-satunya, dan yang ketiga, Jayden Alexander Wijaya, dan yang keempat ini namanya "Ciko Alexander Wijaya.


Gerald tidak mau jauh dari putra nya yang baru lahir itu, karena sangat tampan dan menggemaskan, sementara Jayden dibuat cemburu, saat ini dia tidak ingin melihat Daddy nya, dia marah dan menangis saat Daddy nya menggendong bayi tersebut.


"Daddy sang kalian semua nak, semua sama di mata Daddy"ucap Gerald yang kini menggendong Jayden yang baru berusia tiga tahun itu.


akhirnya Celsi sudah di perbolehkan pulang karena kondisi nya yang sangat baik paca operasi, karena dia akan di pantau oleh dokter selama dia berada di Mension Gerald, pria itu tidak pernah bisa untuk tidak bersikap posesif pada istri nya itu.


Alexander dan Mila pun berkunjung ke kediaman Gerald, Mila menguatkan hati untuk pergi, karena masih dalam suasana berduka saat itu, seluruh keluarga menyambut nya dengan senyuman.


terutama Dheandra.


"Sayang kemarilah kamu pasti suka melihat cucu Mommy yang satu ini, dia seperti kakak ipar mu dulu saat lahir"ucap Dheandra antusias.


"Mila hanya tersenyum sambil mengikuti mertuanya melihat ke dalam kamar, terlihat ada bayi mungil yang membuat Mila, tersenyum manis untuk pertama kalinya saat masih berkabung atas kepergian kedua orang tua nya.


hingga seseorang datang ditemani oleh asisten pribadi nya, siapa lagi jika bukan Anggeline.


"Anggeline"gumam Alexander lirih.


"Hay sayang apa? kabar mu heummm, kapan kalian pulang"ucap Anggeline.


"Bukan urusan mu"ucap Alexander ketus.


"Sayang aku masih istri mu jika kamu lupa itu karena aku tidak pernah menandatangani surat perceraian itu"ucap Anggeline.


sementara Mila yang mendengar hal itu dia diam seribu bahasa, hingga Dheandra mendekat dan berbisik.


"Jangan dengarkan dia, Mommy sendiri yang memastikan bahwa surat cerai itu sudah dia tandatangani"ucap Dheandra.


"Biarkan dia kembali saja mom, karena Mila juga tidak tahu sampai kapan akan bertahan" ucap Mila, yang langsung mendapat kan bentakan keras dari Alexander.


"Mila! jangan pernah katakan itu lagi atau aku akan sangat membenci mu"ucap Alexander.


"Mas, itu jauh lebih baik, aku sudah membuat kedua orang tua ku mati sia-sia karena aku berani mengambil keputusan untuk terus berada di samping Alexander"ucap Mila.


sebelum itu terjadi jauh sebelum mereka bersama dengan ikatan pernikahan, Mila sering mendapatkan teror, dan puncak nya,satu Minggu sebelum dia berulang tahun.


"Apa? maksud mu sayang"ucap Alexander.


"Tanyakan saja pada nya karena aku sendiri tidak tahu orang yang sudah menteror ku tapi yang pasti dia meminta ku untuk menjauh dari mu"ucap Mila yang langsung pergi dari rumah tersebut, dan Alexander mengejar nya.


"Mila tunggu"ucap Alex.

__ADS_1


"Tidak Alexander kembalilah kepada dia, dia tidak akan pernah membiarkan mu tetap bersama ku ,aku sudah kehilangan kedua orang tua ku, mulai saat ini aku tidak peduli dengan nyawa ku".


__ADS_2