
Hingga hari ini mereka masih ada di rumah peternakan, Dheandra menghabiskan waktu nya dengan berolahraga, bersantai dan kadang menunggang kuda yang Refi beli khusus untuk mereka berdua,
kuda terbaik yang Refi, pilih itu bukan untuk ikut perlombaan melainkan untuk bersantai bersama dengan sang istri disela kesibukan mereka.
seperti sekarang ini Dheandra bersama Refi, sedang berkuda untuk sekedar melihat area sekitar Padang rumput untuk sapi-sapi mereka Refi dan Dheandra juga sekaligus beramah tamah bersama dengan para pekerja dan juga melihat pemandangan sekitar.
"Yang kamu betah di sini"ucap Refi, sedikit berteriak karena posisi mereka sedikit berjauhan saat ini.
"Tentu saja, aku merasa seperti tinggal di dalam telenovela, sayang mimpi apa?...aku sebelum ini punya suami sesukses kamu yang"ujar Dheandra memuji.
"Jangan mengejek sayang karena ini semua milikmu, dan aku yang menumpang hidup pada mu, Nyonya bos ku"ucap Refi sambil mendekat.
kebetulan wilayah yang mereka lalui ini adalah Padang golf pribadi tempat Refi,menjamu rekan bisnis nya, dan Dheandra terlihat sangat nyaman diarea itu apalagi di depan sana ada danau yang sangat jernih, bisa membuat nyaman siapapun yang melihatnya.
"Yang aku mau turun"ucap Dheandra.
"Tunggu sebentar Sayang, mas turun duluan"ucap Refi.
"Baiklah jangan lama-lama aku kebelet pipis"ucap Dheandra yang melihat toilet, yang memang di sediakan di area itu.
"Sayang tapi tempat nya, tidak senyaman di rumah loh"ucap Refi yang khawatir istrinya kenapa-napa.
"Mas... ingat kah dulu aku dan kita bahkan sering berbagi toilet dengan pengunjung bengkel"ucap Dheandra.
"Kamu betul sayangku... jadi aku tidak perlu khawatir kau tidak merasa nyaman"ucap Refi.
"Tidak usah mas,aku baik-baik saja jika kurang bersih nanti aku bisa bersihkan lagi di rumah"ucap Dheandra.
"Iya aku percaya"ujar Refi sambil membantu menurunkan istrinya itu.
Refi menunggu istrinya tepat di depan pintu dia tidak ingin istrinya merasa tidak nyaman saat memakai toilet umum itu.
setelah beberapa menit kemudian Dheandra sudah keluar dia langsung berjalan menghampiri Refi yang tengah fokus melihat sesuatu.
"Mas... sedang apa?..."tanya Dheandra.
"Sayang perasaan aku tidak pernah mengundang orang untuk berkunjung deh,terus wanita itu siapa?..."ucap Refi,sambil menunjuk seorang wanita yang tengah berdiri di tepi danau di lahan hijau lapangan golf tersebut.
"Tidak tau yang coba tanya pegawai saja"ucap Dheandra.
"Baiklah,ayo pulang tuh mobil sudah sampai"kata Refi yang menunjuk ke arah mobil, setelah itu kembali fokus pada wanita itu, Refi sebenarnya sedikit marah jika ada orang sembarangan masuk kawasan yang sudah dijaga ketat bahkan dengan segala perundang-undangan yang dibuat nya dalam kontrak kerja.
"Mas kuda kita mana?..."tanya Dheandra.
"Sudah dibawa pengurus nya, aku takut kamu lelah"ucap Refi.
"Heummm, pengertian sekali sih suamiku ini"ucap Dheandra sambil mencium bibir Refi yang kemudian langsung mendapatkan balasan.
Refi ******* bibir Dheandra penuh kelembutan dengan rasa cinta yang begitu besar saat ini ditengah Padang rumput yang luas, disaksikan oleh seorang wanita cantik yang baru tiba satu Minggu yang lalu.
wanita itu bernama Eren, gadis yatim Piatu dia baru selesai kuliah sayang ayah angkat nya ingin menjodohkan dia dengan pria tua hidung belang, bahkan seorang rentenir.
tapi atas pertolongan Tuhan akhirnya dia menemukan bukti bahwa dia masih memiliki saudara dari mendiang ayahnya yang tinggal di tempat tersebut.
Eren, bahkan baru Lulus kuliah saat ini postur tubuh nya, yang menyerupai model papan atas, membuat dia digilai oleh setiap pria yang melihat nya, tapi gadis itu memiliki trauma berat akibat, sebuah kejadian saat masih SMA, dia akan berteriak histeris saat tidur karena kejadian masalalu selalu menghantui dirinya.
dulu dia hampir saja dilecehkan, bahkan seluruh tubuh nya, sudah tidak lagi berbusana tapi dengan pertolongan seorang pria dewasa dia bisa kabur namun sayangnya pria itu tidak bisa kembali pada keluarga nya, karena meninggal dikeroyok oleh para preman itu hingga mengenaskan Eren, yang keesokan harinya mendengar kabar seseorang telah mati mengenaskan di keroyok para preman dia akhirnya berteriak histeris, karena pria yang menolong nya, telah tiada karena dirinya.
berbulan-bulan gadis itu mengalami trauma berat hingga ayah angkatnya yang kejam sudah geram akhirnya dia berniat menikahkan putri angkat nya, dengan pria hidung belang, selain itu juga dia terjerat hutang judi pada pria itu.
__ADS_1
Eren kabur ke tempat itu beruntung keluarga nya, mau menampung nya.
Refi pun menyudahi ciuman tersebut setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Dheandra,lalu membawa mobilnya pergi menuju rumah besar itu.
Dheandra langsung masuk ke dalam kamar setibanya di dalam rumah tersebut, tapi Refi langsung kembali menuju salah satu kepala pegawai meminta semua orang berkumpul untuk mengetahui apa?...ada orang luar yang masuk ke area lahan miliknya.
setelah semua orang berkumpul Refi pun dipanggil oleh orang tersebut untuk menemui mereka semua.
"Kalian tau saya mengumpulkan kalian disini"ujar Refi to the points.
"Tidak"mereka menjawab sambil menggeleng.
"Tadi saya melihat seseorang yang berada di tepi danau seorang wanita, dan saya baru melihat nya disini"ucap Refi datar.
"Maaf kan saya tuan dia adalah keponakan saya, dia baru datang ke sini, dan saya belum sempat melapor, saat ini dia tengah mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan nya"ucap salah seorang pekerja.
"Heummm...kali ini saya maafkan, tapi tidak lain kali"ucap Refi terjeda..."suruh dia menghadap kemari pada Nyona, saya tunggu sekarang juga.
Refi pun masuk ke dalam rumah dia celingukan mencari istrinya.
"Yang kamu dimana"ucap Refi sedikit berteriak.
"Aku dikamar sayang ada apa!"teriak Dheandra lagi.
Refi langsung berjalan menaiki tangga sesampainya di atas dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
pantas saja wanita itu bisa mendengar teriakannya ternyata pintu nya tidak ditutup.
"Yang kamu habis mandi, kenapa?... pintu nya tidak ditutup"ucap Refi sedikit khawatir.
"Aku lupa yang, lagipula tidak akan ada orang yang berani naik lantai ini jika tidak diperintahkan bukan"ujar Dheandra.
"Iya maaf, Ayah"ucap nya lembut.
"Ok... dimaafkan tapi jangan ulangi lagi,aku takut sayangku di intip orang, jangan sampai itu terjadi.... jika sampai terjadi aku akan mencincang nya dan akan aku berikan pada buaya yang ada di danau itu bohong Refi, padahal danau itu steril hanya ada ikan-ikan saja yang hidup di sana karena mereka rutin melakukan perawatan lingkungan jadi tau .
"Bersiaplah sayang ada seseorang yang akan menghadap Nyona besar akan laporan kehadiran nya"ucap Refi.
"Loh...ko aku bukan nya harus nya mas, yang melakukan itu, kenapa?...jadi aku"ucap Dheandra heran.
"Karena dia adalah wanita muda, jadi itu tugas mu Nyonya"ujar Refi.
"Apa?... bedanya dulu juga kamu ngurus yang perempuan yang sekarang bekerja di sini"Ucap Dheandra.
"Ini beda sayang dia tamu pegawai kita,jadi sudah sewajarnya kamu yang turun tangan, karena aku takut istri ku cemburu aku bertemu dengan wanita luar"ucap Refi menjelaskan.
"Bukan nya cemburu itu tanda sayang"ucap Dheandra lagi.
"Aku mau sayang nya.... tapi tidak dengan cemburu nya,tau sendiri kalau sudah cemburu bagaimana... dunia ini serasa akan berakhir"curhat Refi.
"Heummm... jadi ceritanya curhat nih?..."ucap Dheandra yang mesem .
"Tuh tau"ucap Refi lagi.
"Sayang aku hanya takut merasakan sakit seperti yang sudah-sudah, tapi aku percaya kok,sama kamu,yang kamu bisa menjaga ku dan putri kita, kamu juga bisa menjaga kepercayaan ku, selama ini jika pun ada wanita yang membuat mu jatuh cinta, aku ikhlas setidaknya bisa mengurangi rasa bersalah ku, karena tidak bisa memberikan mu ke"ucapan Dheandra terhenti saat Refi langsung membungkam bibir Dheandra dengan bibirnya.
"Tidak akan ada alasan lain, sampai kapan pun, dan ingat selalu aku sangat mencintaimu"ucap Refi tulus.
"Thank you so much honey semoga Allah memberikan kebahagiaan selalu padamu"ucap Dheandra tulus.
__ADS_1
"Bukan hanya aku tapi kita, ayo bersiap temui tamu itu Nyona rumah ku"ucap Refi, sambil tersenyum.
🌹💖💖💖🌹
setelah hampir satu jam kemudian Dheandra pun turun, dia berjalan berdampingan dengan Refi, karena pria itu meminta jatah terlebih dahulu.
padahal Dheandra, sudah ingin bersiap tapi langkah cepat Refi malah kembali menggendong nya ke arah kamar mandi tepat dibawah guyuran shower, mereka bercinta.
meskipun singkat tapi setidaknya sudah membuat Refi merasa lega, karena tubuhnya menegang saat Dheandra melepaskan bathrobe nya untuk memakai pakaian alhasil bukan nya berganti pakaian tapi malah dibawa oleh suaminya pergi menuju kamar mandi dan mau tidak mau ia harus memberikan apa yang suaminya mau.
setibanya di ruang tamu, seorang wanita cantik dengan rambut bergelombang, tengah berdiri menghadap dinding kaca yang menjulang tinggi, setelah mendengar seseorang berdehem dari belakang dia langsung berbalik.
"Anda masih hidup...."ucap Eren, saat itu juga.
"Jaga sopan santun mu, Eren, dia adalah majikan paman ayo beri hormat"ucap paman Eren yang tidak lain adalah ketua pegawai di sana.
"Maaf kan saya tuan Nyonya, tapi anda begitu mirip seseorang di masa lalu saya tuan, maafkan saya jika saya lancang"ucap Eren.
"Tidak apa-apa, silahkan duduk"jawab Dheandra, karena Refi tidak menjawab mode datar nya keluar.
"Maaf kan kedatangan saya Tuan.... Nyonya bila mengganggu anda, saya tidak tahu harus kemana lagi, saat ini, saya hanya punya paman saudara yang tersisa satu-satunya, saya akan pergi dari sini setelah saya mendapatkan pekerjaan"ucap Eren sopan.
"Tidak masalah Eren, saya hanya ingin semua orang mengikuti tata tertib yang selama ini suami saya terapkan,saya juga bisa membantu mu untuk mencari pekerjaan bahkan saya bisa memberikan bagian yang saya punya,maaf pak Andi boleh tinggalkan Eren disini"ucap Dheandra sopan.
"Iya Nyona,sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya"ucap pak Andi yang langsung pergi.
"Maaf apa?... maksud anda Nyonya"ucap Eren.
"Jadilah istri kedua su"
"Stop Dhea!!"teriak Refi yang langsung pergi begitu saja tidak hanya itu Refi juga menendang Guci besar yang ada di hadapannya hingga hancur padahal harganya ratusan juta.
"Mas... maaf"ucap Dheandra yang langsung menyusul.
"Mas... jangan marah please, aku mohon aku mohon mas please"ucap Dheandra yang berlari mengejar Refi, dia tidak menyangka Refi akan se murka itu saat ini, karena selama ini dia tidak pernah marah seperti ini,paling marahnya hanya merajuk biasa saja itupun karena tidak dipenuhi keinginan nya.
Arinda dan Arina pun kaget dan mematung di depan pintu masuk, karena melihat kemarahan Refi.
"Yang aku minta maaf...buka pintu nya yang aku janji tidak akan pernah meminta itu lagi please sayang aku mohon aku janji"ucap Dheandra yang kini menangis sesenggukan sambil bersandar di tembok.
"Mas aku janji..."kata Dheandra yang masih menangis.
pintu pun terbuka dengan cueknya Refi melangkah wajah nya masih merah karena marah dia sudah membawa jaket di tangan nya, Dheandra langsung memeluk nya dari belakang.
"Mas... maaf kan aku aku mohon aku janji tidak akan pernah melakukan itu lagi aku mohon,mas aku hanya ingin kamu bahagia"ucap Dheandra.
"Lepas Dhe... kamu tidak pernah bisa mengerti perasaan ku, percuma saja selama ini kamu terus bersama dengan ku jika kamu sendiri tidak pernah percaya dengan rasa cinta ku, ya...aku tau tidak pernah ada rasa cinta di hatimu untuk ku, hanya rasa sesal karena telah memilih ku, sebagai pengganti nya"ucapan Refi terhenti saat Dheandra membungkam bibir nya dengan bibir Dheandra.
wanita itu mencium paksa suaminya yang masih di liputi oleh amarah karena tidak terima Dheandra hendak menjodohkan nya dengan wanita lain.
Refi, tidak membalas nya sama sekali, meskipun Dheandra sudah melakukan segala cara, bahkan sudah menggigit bibir bawahnya Refi, tapi tidak berhasil pria itu malah semakin terlihat datar saat ini.
Refi, sengaja melakukan hal itu,agar Dheandra benar-benar jera, dan tidak akan lagi melakukan itu.
"Mas... hiks hiks hiks aku minta maaf aku mohon... maafkan aku"Dheandra sudah benar-benar mengiba tapi Refi tidak kunjung mau bicara pria itu malah pergi begitu saja dengan mobilnya.
Refi ingin menenangkan diri, saat ini, dia tidak ingin berbuat kasar pada Dheandra ataupun barang-barang di rumah nya, seperti yang dia lakukan tadi guci yang dia beli untuk istri tercinta nya, dia juga yang menghancurkan itu.
sementara itu Eren, sudah kembali ke kediaman pamannya, dia tidak mengerti dengan apa?... yang terjadi karena Dheandra sendiri tidak melanjutkan kata-katanya setelah Refi marah.
__ADS_1
sementara kedua putrinya berada di dalam kamar nya, bersama kedua pengasuh nya yang sedang menjelaskan apa yang terjadi agar bisa lebih difahami meski jauh dari kebenaran karena mereka juga tidak tahu apa asal mula permasalahan yang terjadi, tapi setidaknya mereka mau diam dan memahami kondisi saat ini.