Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Kembali ke Bandung#


__ADS_3

Agam mau tak mau membiarkan istri pertama nya hidup terpisah dengan nya, karena wanita itu akan semakin terluka jika terus berada di samping nya, setidaknya sampai putra nya lahir.


karena dengan perjanjian dirinya dengan Alina, setelah putra mereka lahir dan berusia berusia satu tahun, setelah itu hak asuh anak akan jatuh ke tangan Agam.


"Sayang, besok pagi ok, aku antar dan kita bisa cari rumah baru"ujar Agam yang melihat istrinya tengah mandi dan bersiap.


"Kamu bisa lanjut tidur di Mension mu, aku akan pulang sendiri, dan jangan pernah gunakan uang mu lagi untuk ku, karena aku tidak punya hak atas harta yang kau miliki, aku tidak bisa memberikan mu anak"ucap Ananda sambil melirik ke arah lain dan memejamkan mata nya.


"Nanda, aku suamimu, dan kau istri sah ku, sudah kewajiban ku menafkahi mu"ucap Agam.


"Tidak harta itu hanya milik sang pewaris, lagi pula, aku sudah punya tempat berteduh setidaknya semua itu hasil kerja keras ku"ucap Ananda.


"Nanda!"


Tapi Nanda tidak menggubris nya, saat itu juga wanita itu langsung pergi membawa langkah nya hingga di depan pintu wanita itu mencari kunci untuk membuka pintu tapi tidak ada.


"Dimana kunci nya"ucap wanita cantik itu.


"Tidak ada kunci jika kamu tidak menyetujui semua aturan yang kau buat"ujar Agam.


"Aturan apa.. lagi belum puas kah dengan semua rasa sakit ini"ucap Ananda.


"Sayang bukan itu"ucap Agam.


"Lalu apa? belum puas kamu buat dunia ku semakin sempit, kenapa? tidak kamu bunuh saja aku"ujar Ananda.


Agam pun bangkit dari ranjang dia berjalan menghampiri Ananda "Tidak akan pergi sebelum kamu mengikuti aturan yang aku buat"ucap Agam yang kini tengah menggendong Ananda membawa nya keatas ranjang, pria itu membaringkan istrinya itu.


"Aturan apa?"ucap nya sambil menghela nafas panjang.


"Aku sudah memindahkan seluruh aset yang aku miliki untuk mu, dan aku juga akan membangun Mension baru di Bandung hanya untuk mu honey, kamu tidak usah bekerja cukup nikmati saja semua kerja keras ku. karena semua itu adalah milik mu"ujar Agam.


"Tidak ada aku sudah memiliki segalanya"ucap Ananda.


"Apa? yang kamu miliki rumah yang kalian beli dengan uang patungan dan tabungan yang tak seberapa itu"ucap Agam sambil mencabik .


"Setidaknya aku bangga bisa mendapatkan itu dari hasil kerja kerasku, dan tidak akan ada yang mengganggu gugat dan hinaan tentunya dan aku sangat bahagia dengan itu, jadi simpan saja harta mu untuk dia yang bisa membuat mu bahagia"ujar Ananda tiba-tiba saja Agam menonjok headbord, saat itu juga dan langsung membuat wanita itu bungkam.


setelah itu suasana hening keduanya tidak ada yang bersuara, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing, hingga saat pagi datang, Ananda pun tidak memejamkan mata sedikit pun, hingga tiba seseorang mengetuk pintu saat itu juga Agam turun dari ranjang dan Ananda langsung berlari ke arah pintu namun bukan nya membuka pintu kamar tersebut Agam malah menggendong Ananda untuk dibawa kembali ke atas ranjang.


"Jangan coba-coba untuk kabur dari ku honey karena sampai kapan pun aku tak akan pernah membiarkan mu pergi kemanapun itu"ucap Agam yang kini kembali membuka pintu saat itu dia langsung terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu kamar tersebut adalah Arinda.


"Mom, ada apa? mommy kesini"tanya Agam.


"Mommy hanya datang untuk mengusir benalu yang hampir membuat cucu ku hampiri mati"ucap Arinda.


"Apa? maksud Mommy.

__ADS_1


"Wanita itu membayar seorang pelayan untuk memberikan obat penggugur kandungan yang hampir membunuh putra mu"ucap Arinda.


Anda yang mendengar itu dia begitu terkejut nya, kenapa? ini bisa terjadi fitnah keji itu tertuju pada nya.


Agam langsung berbalik dia menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat shock tersebut"Katakan Nanda apa? yang Mommy katakan itu benar"tanya Agam.


"Aku tidak akan membantah atau pun membela diri, tapi tuhan tau apa yang sebenarnya terjadi"ujar Ananda.


"Aku tanya apa? kau benar-benar melakukan hal itu!"teriak Agam.


"Aku tidak pernah melakukan itu, tapi apa? kau akan percaya dengan itu"ujar Ananda .


"Lalu kenapa? kau ingin buru-buru ingin pergi"ujar Agam.


"Agam tunggu apa lagi seret dia ke kantor polisi"ucap Arinda.


"Lakukan lah, anggap saja semua fitnah ini adalah benar ayo seret aku ke sana, setidaknya dengan begitu benalu seperti ku akan lenyap dari kehidupan kalian"ujar Ananda.


"Ananda aku hanya ingin tahu benarkah? kau melakukan itu atau tidak"ujar Agam yang kini menatap lekat wajah datar istrinya itu.


"Ya Agam aku yang melakukan nya, jadi silahkan jebloskan aku kedalam penjara"ujar Ananda.


"Bersiap lah aku akan menyuruh orang untuk mengantar mu pulang Ananda"ucap Agam.


"Aku bisa pulang sendiri"ujar Anada.


"Mom, biar aku yang akan mengurus rumah tangga ku"ujar Agam.


"Tidak bisa Agam, dia harus segera dihukum, karena gara-gara dia cucuku hampir mati"ujar Ananda .


"Anda sangat yakin nyonya jika aku yang melakukan hal itu, silahkan anda jebloskan saya ke penjara, saya tidak takut tapi jika satu saat nanti terbukti bahwa saya tidak bersalah maka tunggu hari itu tiba, aku bukan hanya akan menyingkirkan cucu Anda, tapi saya juga akan buat perhitungan atas kematian kedua orang tua saya"ucap Ananda tegas.


Arinda langsung terdiam seketika itu, dan Agam dibuat kaget dengan perkataan Ananda.


"Kenapa? nyonya kenapa? anda diam sudah ingat kah anda saat beberapa tahun lalu karena racun yang kau beli untuk meracuni kedua orang tua ku sudah berhasil membuat mereka pergi untuk selamanya dari hidup ku, dan jika kau tidak memenjarakan ku sekarang maka tunggulah kehancuran keluarga mu tiba"ujar Ananda yang langsung pergi.


tapi wanita itu langsung membalikkan badan"Aku akan segera mengurus perceraian kita, dan seharusnya kamu akan bahagia saat terbebas dari benalu seperti ku"ucap Ananda.


"Ananda!!! berhenti jangan pernah lakukan itu, Ananda!!"teriak Agam yang hendak pergi namun ditahan oleh ibunya itu.


"Jangan pernah mengejar dia, atau Mommy tidak akan pernah memaafkan mu"ujar Arinda.


sementara itu Anada langsung pergi menggunakan taksi menuju halte bis, jurusan Bandung beruntung tas miliknya dititip Ageng di resepsionis hotel tersebut.


Hanya berteman kan Air mata, itulah Ananda saat ini, wanita itu bahkan sudah tidak bisa membayangkan hubungan diantara dirinya dengan Agam, mungkin jalan ini satu-satunya yang terbaik untuk mereka berdua.


...🌹💖💖💖🌹...

__ADS_1


setibanya di Bandung, Ananda pun langsung pulang menuju rumah sederhana nya, di sana suasana begitu sepi, seperti nya Ageng tidak pulang.


atau mungkin wanita itu sudah masuk bekerja.


Ananda pun berbaring di kamar nya, hingga akhirnya seseorang datang memberi tahu bahwa Ageng dan Boy saat ini tengah berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.


Ananda yang shock langsung bergegas menuju rumah sakit dengan menaiki taksi, dan tidak sampai satu jam dia sampai di rumah sakit tersebut, Ananda langsung lari menuju resepsionis dan bertanya tentang keberadaan mereka, dan betapa shock nya dia mendapati Ageng yang sudah terbujur kaku di ruang mayat sementara Boy saat ini sedang menjalani perawatan intensif.


Seketika itu Ananda menjerit dan terduduk lemas di lantai, sambil menangis sesenggukan, wanita itu kehilangan sahabat terbaik nya, yang selama ini berada di samping nya menguatkan nya yang sedang terpuruk.


"Ageng jangan pergi, gue mohon bangun Ageng ini gak lucu ya Geng gue gak akan pernah maafkan Lo jika Lo tinggalin gue, Ageng bangun!,,,Lo harus bangun gue tidak punya siapa-siapa lagi gue mohon Ageng"ucap wanita itu sambil terus mengguncang tubuh Ageng yang sudah dingin dan kaku tersebut.


hingga tiba beberapa orang datang juga menangis histeris, dia adalah kedua orang tua Ageng, pasangan pasutri itu terus memanggil putri kebanggaan nya, karena dari tiga bersaudara Ageng anak bungsu nya yang berhasil meraih cita-cita nya, tidak hanya itu, dengan uang yang selama ini dia kiriman ke kampung berhasil mengubah derajat kedua orang tua nya, hingga sudah bisa membangun rumah yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan juga bisa memiliki beberapa petak sawah dan ladang, bahkan kehidupan Kaka dan kakak ipar nya pun dibantu oleh Ageng gadis malang itu, bahkan belum sempat merasakan bagaimana kehidupan pernikahan yang selalu ia impikan, karena selama menjadi sugar baby, dia hanya dijadikan partner rajang oleh pria yang kini berada di ruangan itu, mungkin untuk terakhir kalinya dia ingin mengantar kepergian wanita yang sudah memberikan bahagia padanya selama bertahun-tahun lamanya, dan uang yang dikirim oleh Ageng sebelum dia benar-benar bekerja adalah nafkah dari pria itu.


setelah proses pemandian jenazah akhirnya Ageng di masukkan ke dalam peti jenazah, diiringi doa dari rekan sejawat nya jenazah pun dibawa kedalam ambulans, setelah itu Ananda langsung ikut bersama dengan keluarga Ageng setelah sebelumnya dia membawa beberapa baju dan dompet juga ponselnya, dia bahkan sudah mengurus izin untuk dirinya, tapi sebelum berangkat dia yang dilanda dilema antara Boy atau Ageng, wanita itu menemui Bunda yang baru datang dari Jakarta, dia meminta maaf tidak bisa menemani Boy untuk saat ini, karena harus mengantar kepergian Ageng untuk yang terakhir kali nya.


"Pergilah nak, Bunda tau kamu sedang sangat dilema do'a kan saja yang terbaik untuk Boy, dan Ageng, pergilah"ucap bunda yang sangat bijaksana, wanita tua itu sangat bijaksana dan pengertian.


Ananda pun pergi menggunakan mobil milik Boy yang satunya lagi, yang dia pinjam dari apartemen nya, wanita itu membawa kedua orang tua Ageng didalamnya sementara itu ambulans meluncur lebih dulu kedua orang tua Ageng terus menangis, beruntung seorang teman yang sejawat nya ikut dan bergantian menyetir dan menenangkan kondisi kedua orang tua Ageng, hingga akhirnya mereka sudah mulai tenang setidaknya untuk di perjalanan karena suasana berkabung itu berpengaruh terhadap konsentrasi Ananda yang juga tengah berkabung.


Ageng adalah sosok yang ceria dan bisa membawa kedamaian bagi Ananda, yang selama ini jatuh terpuruk tapi akhirnya dia bisa bangkit dari keterpurukan itu.


hingga jenazah tiba di rumah duka dan di salatkan lalu di makamkan di TPU yang ada di desa tersebut.


Tangis Ananda pun kembali pecah saat kedua orang tua Ageng memberikan sebuah foto kebersamaan Ananda dan Ageng juga Boy, yang ada di kamar Ageng foto itu ada dua dan yang satu diberikan pada Nanda.


Ananda pun pamit pulang, setelah mengatakan pada kedua orang tua nya akan mengirimkan barang-barang milik Ageng yang ada di rumah nya, beserta uang penjualan rumah tersebut karena rumah itu memang dibeli oleh Ananda bersama dengan Ageng.


Ananda pun kembali ke makam Ageng, dia ingin berpamitan, sebelum benar-benar pulang.


"Ageng, aku pulang dulu ya, mungkin jika ada waktu lain kali aku akan berkunjung terimakasih atas semua nya, terimakasih karena kamu selalu ada untuk ku, kamu juga yang tenang disana ya, aku janji akan sering berkunjung sekaligus meneruskan perjuangan mu menjaga kedua orang tua mu, semampu ku, dan semoga Boy, akan segera kembali sembuh, agar aku tidak kesepian di dunia ini, tanpa mu tanpa kalian berdua"ujar Ananda lalu memanjatkan doa untuk sahabat nya itu.


dia pun kembali bersama dengan sahabat satu profesi nya.


Sementara itu di kediaman Agam, saat ini seseorang melaporkan bahwa Ananda sedang berduka dan bahkan tidak ada ada yang mendampingi nya, dia dikabarkan membawa mobil sendiri dan dikatakan bahwa mobil itu adalah mobil teman nya.


Agam sempat mencari bukti atas tuduhan yang diarahkan pada Ananda, dan kini dia tahu bahwa semua itu adalah hasil rekayasa dari, istri keduanya padahal janin yang saat ini dia kandung tidak bermasalah, sama sekali.


Ananda pun tiba di apartemen milik Boy dan memarkirkan mobil tersebut di basement apartemen tempat nya.


Ananda pun kembali menggunakan ojek menuju rumah nya itu.


sesampainya di rumah anda kembali berderai air mata, apa lagi saat ini rumah itu benar-benar sepi dan tidak ada lagi suara canda tawa didalam nya, wanita itu berjalan menuju kamar Ageng, yang tampak begitu sepi, dia duduk di depan meja rias milik Ageng dia mulai membuka laci dan mengeluarkan beberapa barang.


"Geng,,, maafkan aku jika aku melakukan semua ini, aku akan menjual rumah kita, dan uang hasil penjualan, akan aku bagi dua untuk ku membeli rumah baru dan bagian mu aku akan berikan kepada kedua orang tua mu"ucap Ananda.


wanita itu terus menitikkan air mata, saat membereskan semua barang-barang milik Ageng baju kedalam koper besar dan barang lain kedalam kardus, wanita itu menemukan sebuah buku harian yang anda didalam laci, Ananda Langsung membaca nya satu persatu.

__ADS_1


Ananda pun kembali menyimpan buku harian yang begitu bersejarah milik Ageng, dari mulai awal hubungan dengan sugar Daddy nya, dan juga dengan rasa cinta bertepuk sebelah tangan pada sahabat mereka Boy, wanita ternyata diam-diam mencintai sahabat nya itu.


__ADS_2