Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Rapuh#


__ADS_3

Astrid menoleh ke arah Andreas, saat ini mematung.


"Tuan Andreas"ucap Astrid yang berbalik ke arah Andreas.


"Apa? ini dirimu yang sebenarnya"ucap Andreas.


"Ada apa? dengan anda"ucap Astrid


"Apa? ini kebiasaan mu"ucap Andreas.


Astrid pun berjalan dan bersandar pada mobil nya dan menatap wajah itu dengan serius"aku tidak mengerti apa? yang anda maksud"ucap Astrid.


"Jangan lagi-lagi bersikap urakan, aku tidak suka"ucap Andreas.


"Saya tidak minta anda untuk menilai"ucap Astrid.


"Astrid! cukup"Andreas tanpa sadar menarik Astrid untuk ikut dengan nya.


"Tuan aku sudah lelah"ucap Astrid.


Andreas tidak menggubris nya dia terus menjalankan mobilnya, hingga mereka tiba di sebuah bukit yang cukup indah dengan bangunan villa yang indah.


"Masuk" ucap Andreas.


Andreas langsung mendorong Astrid masuk ke dalam ruangan di villa tersebut, Astrid melongo di buatnya.


betapa tidak di dalam ruangan tersebut terdapat foto gadis itu saat pertama kali mereka bertemu dulu, Andreas.


Andreas pun duduk di samping Astrid, dan merangkul bahu Astrid"Aku tidak tau kenapa? aku melakukan itu, tapi kamu selalu ada dalam pikiran ku"ucap Andreas.


Andreas langsung menatap lekat wajah cantik itu, Astrid adalah gadis berparas cantik dengan warna kulit yang putih mulus seperti susu, begitu sempurna dengan penampilan yang sempurna membuat hati Andreas semakin tergoda.


"Astrid kamu membuat ku jatuh cinta pada mu, kenapa! kenapa? disaat aku ingin melupakan mu tapi kamu muncul di hadapan ku"ucap Andreas yang langsung me***m bibir Astrid yang terdiam mematung di tempat, tapi kemudian membalas Andreas karena Andreas semakin mengigit kecil b***r bawah nya.


Andreas menarik Astrid dalam dekapan nya, Astrid terpukau dan kemudian menutup mata dia masih posisi yang sama hingga ponsel Andreas bergetar, pria itu langsung merespon nya dilihat panggilan masuk dari calon istri nya.


"Astrid kita harus segera kembali"ucap Andreas.


Astrid langsung berdiri dan berjalan menuju ke luar ruangan menuju mobil Andreas, dia masuk ke dalam mobil tersebut yang ternyata tidak sempat di tutup oleh Andreas.


Andreas mengikuti nya dari belakang, dia masuk perlahan sambil mematikan sambungan telepon.


tidak ada yang berbicara sedikit pun di dalam mobil tersebut suasana hening hanya deru mesin mobil yang begitu halus.


Astrid bahkan tertidur pulas dalam hitungan detik, Andreas yang melihat itu, dia mengirim kan pesan pada calon istri nya itu, untuk menunggu nya, atau pulang dengan taksi yang akan dia pesan kan dengan alasan, bahwa Andreas tiba-tiba ada pekerjaan yang mendadak.


hingga akhirnya wanita itu memilih untuk pulang dengan taksi, karena sudah terlalu larut malam jika harus menunggu sampai saat Andreas tiba di tempat tersebut.


Andreas pun menepikan mobilnya di tepi jalan raya untuk membetulkan posisi Astrid yang kini tertidur pulas di mobil.


hingga beberapa saat Andreas kembali melajukan mobilnya menuju rumah Astrid.


setibanya di rumah Astrid Andreas langsung membawa Astrid ala bridal style berjalan memasuki rumah mewah tersebut disana hanya ada beberapa orang pelayan yang menyambut mereka berdua.


sementara salah satu nya menunjukkan kamar Astrid , saat masuk ke dalam Andreas menatap ke sekeliling ruangan dan ternyata dia melihat foto Andreas yang terpanggang jelas di dinding atas sofa panjang itu.


Astrid, pun dibaringkan di atas ranjang empuk tersebut, Andreas langsung menyelimuti tubuh Astrid, dan mengecup kening gadis itu.


"Gadis jorok, sudah berolahraga tidak kunjung mandi"ucap Andreas.


Andreas langsung pergi meninggalkan kediaman Astrid, sepanjang perjalanan dia terus memikirkan tentang bagaimana bisa keduanya merasakan hal yang sama.

__ADS_1


Andreas langsung kembali ke apartemen nya, dia langsung merebahkan diri nya di atas ranjang empuk tersebut, tanpa melepaskan alas kaki nya, kedua nya terbangun di jam yang sama meskipun rumah yang berbeda.


Astrid berlari masuk kedalam kamar mandi, dia baru ingat jika saat ini,ada rapat penting yang harus ia hadiri, bahkan saat ini hanya tersisa waktu tiga puluh menit, gadis itu pun langsung bergegas menuju walk in closed, dan seperti orang yang tengah melakukan perlombaan, dengan kecepatan tinggi gadis itu langsung berpakaian menggunakan blazer berwarna putih dengan rok mini yang memperlihatkan paha mulus nya dia hanya menguncir asal rambutnya dan berlari membawa tas makeup nya dan tas miliknya yang berisi ponsel dan dompet nya.


dia berteriak meminta sopir nya untuk menyiapkan mobil dan minta tolong untuk diantar pergi menuju kantor Astrid .


sepanjang perjalanan dia terus berbicara dengan sopir nya, yang fokus pada jalan.


"Pak aku sedang menggunakan lipstik"ucap gadis itu sambil sedikit memonyongkan bibirnya, Astrid pun selesai menggunakan lipstik dan aksesoris pita di leher nya setelah selesai dia merapihkan penampilan tepat di depan lobi kantor akhirnya Astrid berteriak ahhh selesai juga akhirnya yes....!"semua orang melihat ke arah Astrid yang baru saja menapakkan kaki nya di pintu masuk.


saat itu juga seluruh karyawan menyambut kedatangan nya, sambil membungkuk kan badan nya.


Astrid diikuti oleh asisten pribadi nya masuk kedalam lift khusus Presdir menuju lantai lima belas dimana meeting penting itu dilaksanakan.


ternyata Andreas juga sama-sama datang terlambat padahal ini adalah rapat pemegang saham, dan ternyata Andreas juga memiliki saham perusahaan di sana.


Astrid yang tampil elegan dan kecantikan nya yang menjadi pusat perhatian,kini duduk di kursi petinggi perusahaan, Andreas menatap ke arah gadis itu yang tengah fokus membuka laptop nya didampingi oleh asisten pribadi nya, saat ini.


satu persatu mereka mengajukan ide yang menjadi bahan pembahasan dalam rapat tersebut.


hingga selesai rapat Astrid langsung berlari menuju ruang nya, karena dia sudah tidak tahan kebelet pipis, gadis itu memang kadang bertingkah gokil dan kadang juga bersikap bagaimana seorang pemimpin perusahaan.


Astrid pun keluar dari dalam toilet hingga akhirnya ia duduk di kursi kebesaran nya tanpa menoleh ke arah sofa dimana seseorang melihat ke arah nya.


Astrid langsung berkutat dengan pekerjaan nya tapi tidak lama akhirnya Astrid mendapat telpon dari anak asuhnya nya.


Astrid"Apa? aku sedang bekerja kalian tidak kuliah"ucap Astrid.


(....)


Astrid" Baiklah malam ini aku datang"ucap Astrid.


"heummm!"Andreas langsung bergegas menghampiri gadis cantik yang kini tengah memandang ke arah nya.


"Selamat siang nona muda, apa? anda memiliki waktu untuk kita bicara sebentar saja"ucap Andreas.


"Tuan Andreas kenapa? kau ada di sini"ucap Astrid.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di kediaman Alexander, saat ini sedang terjadi kepanikan pasalnya wanita yang kini tengah hamil tujuh bulan itu terjatuh di kamar mandi dan mengakibatkan pendarahan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.


akhirnya setelah tiba di rumah sakit Alexander diminta untuk menandatangani perjanjian karena kondisi Mila, benar-benar tidak baik-baik saja nyawa nya bisa terancam saat operasi Caesar itu dilakukan karena bayi itu semakin lemah dan harus segera di lahir kan.


Mila langsung dilarikan ke dalam ruangan operasi dan operasi pun dilakukan, Andreas yang panik kini tengah mondar-mandir di depan pintu ruang operasi, sementara Dheandra dan Refi,baru tiba, saat suster membawa putra pertama nya, diikuti oleh dokter spesialis anak.


Alexander semakin dibuat Panik saat melihat putranya itu tidak bergerak dan tidak menangis tapi setelah tiba di ruang tindakan bayi itu langsung di berikan pertolongan dengan mengeluarkan cairan ketuban yang tertelan oleh putra pertama nya dan setelah itu akhirnya putra pertama nya itu menangis sangat keras, Alexander pun merasa lega.


sambil mengucapkan syukur Alexander bersujud di lantai saat itu juga.


tidak lama akhirnya Alexander melihat putra keduanya, yang terlihat baik-baik saja, saat ini dia bahkan diijinkan untuk menggendong nya.


putra pertama nya diberi nama: Air Alexander Wijaya dan Topan Alexander Wijaya.


keduanya berharap menjadi pria terkuat, dalam menghadapi semua permasalahan dalam hidup nya.


Air si bungsu langsung dimasukkan ke dalam inkubator, kedua bayi yang terlahir prematur tapi terlahir sehat itu kini berada di ruang bayi dengan gelang nama di tangan keduanya.


hingga akhirnya Alexander menemui sang istri yang baru dibawa ke dalam ruang perawatan.


setelah beberapa waktu akhirnya Mila yang baru saja berjuang melawan maut, saat ini sudah bisa ditemui Alexander bersama kedua orang tua nya sudah berada di ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Mila baru tersadar setelah beberapa jam kemudian karena dia sempat pingsan setelah kelahiran bayi nya, hingga harus ditindak lanjuti, tapi dengan keajaiban tuhan akhirnya Mila mulai stabil Alexander langsung memeluk dan mencium puncak kepala istrinya yang kini masih berbaring dan menyunggingkan senyumnya pada sang suami.


"Bayi kita dimana mas"tanya Mila.


"Bayi kita baik-baik saja dia berada di ruang perawatan bayi"ucap Alexander.


Alexander menggenggam tangan istrinya"Tante ganjen selamat kau sudah menjadi seorang ibu, untuk kedua putra kita Topan dan Air Alexander Wijaya.


"Nama nya sungguh unik"ucap Mila sambil tersenyum.


"Tentu saja ,itu lah yang ada di pikiran ku saat melihat mereka"ucap Alexander.


"Kau ingat saat di pulau dulu, dia bahkan bisa bertahan hidup, di tengah kesulitan seperti Air dan angin kencang itu yang aku beri nama Topan"ucap Alexander.


"Ya itu nama yang tepat putra ku"ucap Dheandra.


"Ayah sungguh sangat bahagia bisa memiliki penerus keluarga kita meskipun mereka cucu kesebelas ayah"ucap Refi.


"Akhirnya semua sudah selamat "ucap Dheandra sambil mencium puncak kepala menantu kesayangan nya itu.


jika saat ini Mila dan Alexander sedang berbahagia berbeda dengan Astrid yang memergoki Andreas tengah berpelukan dengan calon istri nya, tanpa Astrid tau alasan kenapa? mereka harus berpelukan yang dia tau adalah mereka memang melakukan itu karena, saling cinta.


Astrid langsung bergegas pergi meninggalkan gedung perusahaan milik Andreas, Astrid berada di sana karena ajakan dari Andreas tapi kemudian Andreas, mendapatkan kunjungan mendadak dari kekasihnya itu.


Karisa, kini tengah memeluk mesra Andreas, sementara Andreas gelagapan karena dia pikir Astrid masih ada di dalam ruangan nya, setelah gadis itu kembali dari toilet tapi ternyata Astrid langsung pergi dari ruangan tersebut secara diam-diam.


sesampainya di dalam mobil Astrid menangis sesenggukan, hatinya begitu sakit saat melihat semua kenyataan itu.


Andreas langsung melepaskan pelukan tersebut dan membawa Karisa untuk duduk di sofa, sementara dirinya mengecek keberadaan Astrid, di toilet hanya pamit sebentar tapi tidak lagi keluar hingga saat ini tapi saat membuka pintu toilet dia melihat tidak ada siapapun di sana.


"Dimana kamu Astrid, apa? kamu melihat semuanya" gumam Andreas.


hingga akhirnya Andreas mencoba menghubungi nomor Astrid tapi Astrid tidak mengangkat panggilan tersebut, wanita itu masih menangis sesenggukan hingga suara seseorang menghentikan tangisnya.


"Nona mobil anda menghalangi mobil lainnya"ucap juru parkir di area sebuah cafetaria tempat dia berhenti tadi, akhirnya Astrid langsung melajukan mobilnya menuju rumah.


sesampainya di rumah dia berjalan gontai menuju kamar nya, dan setelah masuk kamar dia langsung mengunci pintu kamar nya, karena tidak ingin ada yang mengganggu nya saat ini.


bahkan dia mematikan ponselnya, saat itu juga dan melemparnya ke atas ranjang empuk tersebut dia langsung menjatuhkan diri ke atas ranjang hingga dia terlelap karena terlalu lelah menangis.


sementara Andreas yang datang ke rumah nya pun tidak diterima karena ultimatum dari Nona muda nya itu tidak ada yang boleh mengganggunya saat dia istirahat.


Andreas pun kembali pergi meninggalkan rumah Astrid, dia meninggal sebuah surat untuk Astrid saat itu pada seorang pelayan.


Andreas pun pulang ke villanya dia juga sedang ingin menyendiri untuk merenungkan kesalahan nya.


tapi karena kejadian itu Astrid pun tidak ingin lagi bertemu dengan pria seperti Andreas, Andreas sudah bukan miliknya lagi, pikir Astrid.


Astrid pun bersiap untuk mengikuti balapan liar malam ini, tapi seperti biasanya Astrid akan lebih dulu bermain-main dengan anak asuh nya, Astrid masih menggunakan hotpants dan t-shirt yang pas di badan saat ini, dengan topi dan masker, juga kacamata hitam dimalam hari.


Astrid berjalan melewati para anak muda, yang sedang nongkrong di sana, hingga anak asuhnya datang dengan mobil mereka, semua yang melingkari mobil sport milik Astrid.


Astrid langsung mendudukkan dirinya di atas kap mobil nya sambil menyodorkan tangan nya pada anak asuhnya itu.


semua orang bergantian mencium punggung tangan Astrid sambil tersenyum manis pada mereka.


dua puluh orang berkumpul di sana, menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana.


Astrid pun meminta mereka membeli minum dan camilan, yang sedang tren tersebut dengan satu gepok uang berwarna merah dia melempar itu semua pada salah seorang ketua dari mereka dan mereka pun bubar mencari apa yang Astrid ingin kan.


mereka juga membawa camilan kesukaan masing-masing, dan sebagian dia bagikan pada orang-orang yang ada di sekitar nya hingga para pedagang kecipratan rejeki nomplok, dan sebagian ada yang pulang karena dagangan nya habis terjual,di borong oleh anak buah Astrid.

__ADS_1


__ADS_2