Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Bertemu#


__ADS_3

Gerald, selalu menjadi prioritas bagi Georgio, dia tidak pernah mengesampingkan apa yang di butuhkan oleh putra nya itu.


Georgio pun menghubungi agensi model, yang menaungi Alice, saat ini pria itu tidak ingin putra nya, merasa kecewa, meskipun dia tau bahwa Gerald meminta Alice untuk menjadi model peluncuran mobil, tapi Georgio tau bahwa selama ini pria muda itu mencari gadis itu.


Gerald kini tengah berada di kantor dia tengah memimpin rapat penting di ruang meeting tersebut pria itu tidak pernah mengecewakan ayah angkatnya, seperti sang ibu yang masih selalu konsisten hingga saat ini.


hingga Georgio, meminta Gerald, untuk menemui seseorang yang kini berada di hotel xx di kota tersebut, pria yang baru saja keluar dari ruangan meeting, tersebut kini langsung bergegas pergi menuju tempat yang, Daddy nya sebut itu.


setibanya di tempat itu, Gerald langsung memasuki, sebuah ruangan VVIP kamar hotel tersebut, tempat seorang klien Georgio berada.


setelah masuk kedalam Gerald, benar-benar kaget saat melihat wajah wanita yang selama ini sangat ia rindukan.


"Selamat sore tuan Gerald, senang bertemu dengan anda, perkenalkan nama saya Ariana rose"ucap Alice, yang juga sama-sama menahan rindu pada pria tampan dan gagah itu, ada lelehan air mata yang keluar begitu saja, namun secepat kilat, Alice berbalik badan.


"Alice I love you"ucap Gerald lantang.


"Tuan, tadi saya sudah perkenalkan diri, nama saya Ariana rose, jika anda lupa"ucap Alice.


"Maaf jika aku, salah orang aku permisi"ucap Gerald, yang langsung pergi, dia tidak suka bertele-tele.


"Daddy"panggil wanita cantik yang begitu sempurna itu.


"Bukan, kamu bukan Alice ku, dia akan menunggu ku, di jalan setiap kali dia ingin bertemu dengan ku, aku mungkin salah dengar, tadi aku mendengar Alice"ucap Gerald, sambil melanjutkan langkahnya.


namun tiba-tiba, terhenti saat wanita itu langsung memeluk dirinya dari belakang, Gerald langsung mematung beberapa detik karena terasa ada cairan hangat di punggungnya.


"Maafkan aku, maaf aku pergi dari mu Daddy ,aku pergi waktu itu karena aku sudah tidak punya tempat untuk berlindung lagi, saat aku tau bahwa selama ini, kamu hanya merasa iba padaku, dan bukan rasa cinta, padahal aku sangat mencintaimu Daddy"ucap Alice.


Gerald langsung melepaskan pelukan itu, dia langsung berbalik badan dan menatap wajah cantik yang kini tengah menangis sesenggukan, Alice, kembali seperti Alice saat mereka pertama kali bertemu.


Gerald, langsung mencium bibir Alice, tanpa aba-aba, pria itu bahkan belum sempat bertanya apa? sebenarnya Alice singgel atau memiliki kekasih atau belum.


mereka benar-benar larut dalam kerinduan setelah tiga tahun lebih, tidak pernah bertemu sekalipun.


"Kamu apa kabar Alice sayang"ucap Gerald.


"Aku baik Daddy, hanya saja saat ini, aku sudah akan menikah dengan pria yang selalu menjadi sponsor terbaik ku, dia seorang pria yang sudah berumur, empat puluh tahun"ucap Alice.


"Tinggalkan dia Alice, kita akan segera menikah aku janji akan melindungi mu, dengan seluruh jiwa ku"ucap Gerald.


"Tidak mungkin Daddy, dia bukan pria sembarangan, dia adalah seorang pengusaha sukses asal Rusia, dan memiliki kekuasaan yang cukup besar, jadi aku tidak bisa meninggalkan nya, karena aku tidak punya kekuatan untuk melawan nya"ucap Alice.


Gerald, menggeleng kan kepala nya, saat itu juga dia langsung memeluk Alice, dan mencium nya, kali ini ada rasa takut dan sakit yang teramat sangat, karena akan kehilangan Alice, bahkan dia sangat menyesal kenapa? dirinya saat itu membiarkan Alice, pergi.


Gerald pun kembali bertanya"Dimana selama ini kamu tinggal sayang"ucap Gerald.


"Di Paris"jawab Alice.


"Sekarang kamu tidak boleh pergi kemana pun, kita akan segera menikah Alice, lupakan semua karir mu kamu akan menjadi istri ku, dan aku bisa memberikan apapun yang kamu mau"ucap Gerald.

__ADS_1


"Maafkan aku Daddy, aku tidak bisa jika kamu ingin kamu bisa memiliki, aku sepenuh nya, saat ini, sebagai salam perpisahan"ucap Alice.


Gerald, menatap lekat wajah cantik yang sempurna itu, kini terlihat ada luka yang begitu dalam, di mata keduanya, tapi mereka tidak berdaya, meskipun Gerald mampu untuk memiliki Alice, sepenuhnya tapi Alice tidak ingin Gerald terancam keselamatannya oleh pria itu yang merupakan ketua mafia.


Gerald pun berbalik dan pergi tanpa kata, pria itu sudah benar-benar kecewa dengan keputusan Alice, dan bahkan meninggalkan trauma yang cukup besar dalam dirinya, dia benci dengan yang namanya wanita, dan kini bahkan langkah nya, tidak dapat Alice, cegah saat ini hanya kontrak kerja satu bulan dan mengharuskan mereka bekerja secara profesional.


setiap hari mereka pun bertemu dalam rapat, ataupun saat pemotretan tapi Gerald, tidak sedikit pun mau bicara terhadap wanita cantik itu, dia bahkan tidak pernah ingin berlama-lama di sana, bahkan ada satu pemotretan bersama dengan nya, dengan latar sebuah mobil, kali ini, Alice bersandar di pintu mobilnya super mahal itu, dan Gerald, seakan ingin menyentuhnya, mobil yang berwarna merah marun,itu senada dengan gaun yang Alice, kenakan begitu juga dengan jas yang Gerald, kenakan bak foto prewedding yang sengaja Georgio, minta pada putranya itu, Georgio tidak tahu bahwa mereka sudah benar-benar berakhir.


tepat pukul satu dini hari, Gerald dan Georgio, saat ini tengah berada di sebuah ruangan khusus, tempat mereka bekerja di rumah dan memiliki berbagai macam fitur keamanan yang sangat tinggi, di ruangan itu tersimpan semua tentang mobil-mobil yang dibuat oleh pabrik mereka, dengan ratusan rancangan dan lain sebagainya, siapapun tidak ada yang bisa masuk kedalam sana, sembarangan, meskipun itu seorang pelayan sekalipun, karena kebersihan ruangan tersebut terjaga oleh berbagai fitur tersebut.


selain Gerald dan Randy, terutama Georgio, tidak ada yang bisa masuk ke dalam sana.


"Daddy, boleh?? aku berlibur ke Indonesia, sebelum waktu peluncuran itu tiba"ucap Gerald.


"Tentu saja boy, tapi nanti setelah peluncuran itu selesai, agar kamu bisa berlibur tanpa memikirkan beban pekerjaan"jawab Georgio.


"Baik Daddy, ngomong-ngomong siapa yang saat ini memegang kendali cabang perusahaan yang ada di Indonesia itu"ucap Gerald, penasaran.


"Masih mommy mu boy, hanya saja dia tidak pernah mas, kantor hingga saat ini hanya asisten pribadi nya yang mengambil alih semua, pekerjaan kantor, sesekali mommy mu akan hadir untuk mengecek perusahaan atau pun rapat penting"Jawab Gerald.


"Apa kamu sudah siap untuk memegang kendali perusahaan itu, jika siap Daddy, akan segera mengatur semua nya, untuk mu"ucap Georgio, karena biarpun itu adalah kantor cabang tapi, Georgio pun lebih terbantu dengan hasil kerja keras dari Dheandra, malah cabang perusahaan tersebut menjadi penopang utama perusahaan pusat, selama ini.


"Aku siap Daddy"ucap pria itu.


"Oke, kita akan segera mengurus segala keperluan mu di sana, Daddy akan pergi kesana bersama mu, nanti nya"Georgio.


🌹💖💖💖🌹


Georgio, sengaja melakukan itu, agar putra nya, semakin di kenal di kancah internasional, Gerald sudah bisa dikatakan pebisnis yang handal terbukti dengan kerja keras nya, selama ini, Georgio, perusahaan miliknya, sudah mendunia, berkat kepiawaian Gerald, dalam berbisnis.


hingga keesokan paginya, Alice ingin pamit untuk kembali ke Paris, tapi pria itu sangat sulit untuk dia temui, Alice bahkan menunggu dia di lobi gedung perkantoran tersebut, tapi Gerald tidak kunjung mau mengkonfirmasi kedatangan nya, hingga Alice meninggalkan sepucuk surat yang dikemas rapi di dalam sebuah amplop cantik berwarna merah marun.


surat itu pun langsung diberikan oleh office boy, yang bekerja di lantai teratas gedung tersebut, oleh resepsionis.


hingga Alice, pergi dia melangkah dengan gontai menuju parkiran, dimana asisten nya tengah berdiri di mobil yang mereka sewa untuk satu bulan ini.


Tidak hanya surat tapi Alice, juga meninggalkan sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang, bersama dengan surat tersebut.


seseorang mengetuk pintu, saat Gerald, tengah memperhatikan laptop nya, dengan sangat fokus.


"Masuk"ucap Gerald.


"Ada apa?"ucap Gerald.


"Tuan ini , ada sesuatu yang harus saya berikan, dari nona Alice, ujar sang sekretaris"yang kini sudah meletakkan semua itu di atas meja kerja Gerald.


"Terimakasih"ucap Gerald datar.


setelah itu sekertaris nya, buru-buru pergi keluar.

__ADS_1


"Alice"Gumam Gerald, sambil memejamkan mata sejenak, pria itu serasa ingin berteriak, saat ini jika saja dia tidak akan di hujat oleh semua orang dan disebut gila.


Gerald menyimpan semua itu di laci tanpa ingin membuka nya, dia langsung berdiri dan mengambil jas nya, lalu berjalan keluar menuju mobilnya.


pria itu pergi bahkan tanpa pamit, dia tidak tau harus kemana, untuk bisa menghilangkan rasa pedih, karena baru saja dia bisa menyatakan cinta, setelah tiga tahun lebih mencari wanita yang selama ini ada di hati nya, tapi saat mereka bertemu mereka berdua pun tidak bisa melawan takdir, yang memisahkan mereka berdua.


"Alice!!"teriak Gerald yang kini berdiri di sebuah tempat dimana dulu mereka sering menghabiskan waktu.


ada tangis pilu, yang kini terlihat dari sudut mata yang terlindungi dari kacamata hitam nya.


sore itu juga Gerald, kembali ke rumah Georgio, dia bahkan bilang akan pulang ke Indonesia saat itu juga, menggunakan pesawat komersial, dia tidak ingin menggunakan jet pribadi.


dan Georgio tau, saat ini putra nya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Baiklah boy kamu bisa berangkat ke Indonesia, bersama asisten dan pengawal mu ucap Gerald, yang tidak pernah bisa Gerald tolak.


"Terimakasih Daddy"ujar nya, dia langsung bersiap dengan semua barang pribadi nya, dan semua yang paling penting untuk nya, saat di Indonesia nanti akan Georgio kirim dengan pesawat pribadi yang akan dikirim bersama dengan kehadiran nya di sana.


Gerald pun pergi meninggalkan Jerman dengan pesawat tersebut, menuju Indonesia, pria itu bahkan terlihat mencolok dari penumpang lainnya, saat ini.


sesampainya di bandara internasional Soekarno-Hatta, rombongan Gerald, keluar dari pintu khusus, dia berjalan dengan santai cepat menuju ke luar tapi ditengah perjalanan tiba-tiba dia menabrak seseorang.


Bug....


prang


Greek


suara bunyi benda jatuh dan hancur.


"Hey... kalau jalan lihat-lihat, lihat tuh laptop sama ponsel gue rusak ahhhhhh, gue gak mau tau semua nya, harus lo ganti, dengan data yang ada di dalam nya!"ucap seorang gadis cantik, dengan penampilan yang sedikit tomboi tersebut, dengan rambut cepak sebelah dan sebelahnya lagi panjang tergerai, kesamping dada kirinya, tidak lupa anting berlian kecil yang ada di daun telinga dari atas sampai ujung terdapat lima anting yang menempel di telinga nya.


Gerald yang sempat bertatap muka dengan wanita itu, yang kini menarik tangan kekar nya untuk bangkit dan berdiri, pria itu melihat penampilan wanita yang ia tabrak dari atas sampai bawah, tidak ada yang istimewa, tapi telinga nya yang sebelah itu menandakan bahwa wanita itu bukan wanita sembarangan.


"Hey, jangan pergi Lo harus tanggung jawab, alien"ucap wanita itu berteriak tapi Gerald, tidak meliriknya sedikit pun, dia hanya mengisyaratkan bahwa asistennya yang harus mengurus semuanya.


Gadis itu pun, mengepalkan tangannya dia kesal karena baru saja dia bisa pergi dari rumah ehh malah kena sial mana dia harus segera mengkonfirmasi kepindahan kuliah nya, saat itu juga eh laptop nya rusak.


wanita itu langsung dibantu oleh asisten Gerald, setelah mengantar tuanya masuk dengan selamat kedalam mobil, pria itu akan pergi menuju Mension, milik mommy nya.


setelah selesai mengurus semuanya, akhirnya , asisten pribadi Gerald, pergi menuju hotel, sementara gadis itu pergi menuju tempat kos nya, yang terbilang lumayan untuk menyamarkan diri, dari kehidupan glamor yang selama ini harus ia jalani.


gadis itu bernama Celsi, anak seorang pengusaha sukses asal Jogja, tapi dia bosan dengan aturan keluarga yang mengharuskan dia hidup glamor, dan sangat melarang bergaul dengan kalangan bawah, dan karena dia adalah anak yang terlahir dari sebuah kesalahan lebih tepatnya ibunya seorang wanita malam, akhirnya setelah lahir Celsi, langsung diambil dan dibesarkan oleh ayahnya bersama ibu tirinya, yang begitu menjunjung tinggi kehormatan, lebih jelas nya gila penghormatan, semua harus serba sempurna, tapi Celsi tidak nyaman berada di lingkungan tersebut hingga dia sering memberontak dan kabur ketika kesempatan itu ada.


gadis berusia dua puluh tahun itu, memutuskan untuk menyamar,agar keluarga nya tidak ada yang tau dia dimana.


gadis itu sudah tidur, sesaat setelah menempati kamar barunya, dia menyewa satu buah rumah, sederhana di lingkungan padat penduduk, agar seperti yang dia inginkan.


sumber uang yang menjadi penopang hidup nya, saat ini adalah dari saham yang ia miliki di sebuah perusahaan asing, tanpa sepengetahuan ayah nya.

__ADS_1


seperti halnya Celsi, Gerald juga tengah istirahat.


__ADS_2