Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Masa pemulihan#


__ADS_3

"Aku lebih-lebih mencintaimu lagi" ujar Agam.


Mereka pun, menghabiskan waktu bersama dengan kedua anak nya, Leo dan ALEA, yang kini tengah bermain rumah-rumahan, bersama dengan sang adik.


Leo yang kini sudah bisa berjalan pun, selalu berceloteh tentang semua hal yang menurut nya benar dan jelas.


Ananda semakin takut kehilangannya, Leo adalah putra pertama nya, tuhan menjodohkan mereka, saat dia kesepian dan saat Leo membutuhkan pertolongan.


Ada tetesan air mata yang keluar dari sudut bibir Ananda saat ini mungkin karena dirinya sudah terlalu sayang pada putranya itu.


Sementara Agam, yang melihat itu tampak , ikut sedih biar bagaimanapun juga, Leo sudah seperti putra nya sendiri.


"Sayang kita bisa membatalkan Leo ,agar tidak jatuh ke tangan Arthur" ujar Agam.


" Tidak kak, jangan tambah lagi kekacauan dalam hidup kita, sudah cukup dengan semua ini sebaiknya kakak, tetap fokus pada penyembuhan kakak"ujar Ananda.


"Aku sudah sembuh kok,sayang mau coba"ujar Agam.


"Coba apa? heuhhhhh, coba apa? ujar Ananda sambil mencubit perut Agam.


"Ah... sakit sayang ku sakit ampun"ujar Agam.


"Lagian katanya kuat, kuat apa?"tanya Ananda lagi.


"Ampun ratuku cinta ku, ampun gak lagi-lagi gangguin kamu"ujar Agam.


Agam pun memeluk istrinya itu yang hendak pergi"Sayang ikut"ujar Agam manja.


"Kak, aku hanya mau mengecek kondisi pasien"ujar Ananda.


"Boleh ikut"ujar Agam.


"Boleh sekalian tolongin data lagi pasien"canda Ananda pada suaminya.


"Jangan main-main jika tidak ingin aku ajak berantem tuh pasien"ujar Agam.


"Ah, kakak nya saja ilmu pengetahuan nya kurang, makanya sekolah tuh yang dipelajari jangan hanya bahasa Inggris saja, sesekali bahasa daerah satu Indonesia tuh harus di pelajari"ujar Anada.


"Yang kamu meremehkan ku, aku bahkan bisa bahasa setiap negara"ujar Agam sombong.


"Percuma saja Sayang semua tidak berlaku disini"ujar Ananda.


"Yang kamu mau uji coba"ujar Agam yang tidak mau terima kekalahan nya.


"Benarkah, ayo"ujar Ananda.


"Aku baru ingat dia kirim email"ujar Agam, yang hendak beranjak pergi.


"Tidak bisa email nya, bisa nanti-nanti sekarang ikut aku"ujar Ananda tidak bisa di bohongi lagi.


"Ah, sayang aku mau itu"ujar Agam sambil berjalan meninggalkan Ananda yang kini tertawa terbahak-bahak karena, suaminya tidak bisa memenuhi tantangan nya.


"Dasar, kau memang jago dalam segala hal termasuk berbisnis, tapi tidak bisa sabar menghadapi pasien-pasien ku, dengan aneka ragam bahasa nya itu"ujar Ananda sambil berbalik dan pergi, sementara Agam mengintip dari lantai dua.


Pria itu kini tengah berdiri di balkon kamar nya, sambil menyesap rokok, meskipun secara terang-terangan memutuskan hubungan dengan kedua orang tua nya,rasa sakit itu tidak pernah bisa hilang kecuali dia sembunyikan.


Ananda adalah cinta keduanya setelah sang Mommy, sementara keadaan memaksa dia untuk mengambil keputusan yang sulit, demi anak dan juga istrinya.


Sementara waktu Agam akan menyembunyikan semuanya dari istrinya karena sudah pasti Ananda, tidak akan pernah bisa menerima kenyataan itu, jika dia dijadikan kambing hitam dari semua permasalahan yang menimpanya.


Agam menyayangi Arinda dan Argha, tapi dia juga punya masadepan yang harus dia jaga sepenuh jiwa, dia juga lelah jika terus dijadikan boneka permainan, oleh mereka.


Agam pun menyesap kembali rokok nya, hingga seseorang merebut nya dan membuang rokok yang masih menyala itu ke bawah tepat di kolam renang.


"Sejak kapan? kakak kembali merokok, dan ada masalah apa? yang kiranya kakak rahasiakan"ujar Ananda.


"Tidak ada sayang hanya jika kamu tidak di samping ku, rasa sakit dari luka ini selalu terasa" ujar Agam, berbohong.

__ADS_1


"Kakak, bukan baru pertama kali terluka, aku tau kakak, tidak cengeng dengan luka, yang tidak terlalu parah dari saat pertama kali kita bertemu" ujar Ananda, yang masih menatap minta penjelasan.


"Tidak ada apapun yang.... aku tidak pernah bohong, percayalah cinta, aku sudah tidak sabar ingin segera sembuh, agar bisa selalu memanjakan kalian berlima" ujar Agam.


"Memang nya, saat ini kenapa? kakak masih bisa memanjakan kami kok, uang kakak banyak, aku bisa pergi ke luar negeri, aku bisa keliling dunia dan membeli apapun yang aku mau, tapi semua tidak akan senikmat saat kakak sehat dan tidak memiliki beban, yang kakak sembunyikan seperti saat ini"ujar Ananda sambil berbalik dan pergi, karena percuma saja, dipaksa untuk mengaku pun tidak akan pernah mau mengakui, apalagi masalah yang berkaitan dengan hal yang sangat pribadi.


"Yang aku jujur, tidak ada apapun, kamu jangan marah ya sayang ku"rayu Agam.


Ananda menoleh,lalu berkata.


"Jika suatu saat nanti, kakak terbukti sudah berbohong, maka jangan salah kan aku jika aku membencimu"ujar Anada.


"Tidak akan Sayang"ujar Agam.


Pria itu pun merangkul pinggang sang istri, saat ini karena sudah terlanjur lelah dan ingin istirahat.


Hingga pagi tiba, Ananda dan Agam pun baru membuka mata, apalagi Ananda, yang mulai kesulitan untuk bangkit dari tempat tidur, karena perut buncit nya itu.


"Sayang tunggu dulu biar aku bantu"ujar Agam, yang langsung beranjak dari atas ranjang dan membantu istrinya untuk bangkit.


"Terimakasih sayang"ujar Ananda.


"Sama-sama cinta, ayo aku bantu sayangku mandi"ujar Agam.


"Tidak usah kak, aku bisa sendiri, lagi pula sambil duduk pula mandi nya"kata Ananda.


"Tidak apa-apa, biar kamu tidak kesusahan menggosok punggung mu cinta"ujar Agam yang kini menggendong Ananda ala bridal style.


"Kak, aku berat loh"ujar Ananda.


"Seberat apapun kamu, aku akan selalu berusaha untuk menggendong mu"ucap Agam.


"Aku sayang kamu , kak"ucap Ananda.


"Aku lebih sayang kamu lebih,sayang dari apapun"kata Agam sambil tersenyum.


Agam pun selesai membersihkan tubuh nya sendiri setelah itu dia pun mengeringkan rambut nya, dengan pengering rambut .


"Kak, sini biar aku olesi salep dulu luka nya"ujar Ananda.


"Tidak usah sayang Daddy bisa kok,lanjutkan saja, kegiatan mommy"ucap Agam lembut.


"Heumm, baik'lah Daddy"kata Ananda.


saat mereka tengah sibuk sarapan tiba-tiba Boy, datang sendirian ke sana, tanpa istrinya di sisinya.


"Boy, kamu datang mana istri mu"ujar Ananda.


"Tidak ada istri, Nanda, wanita macam dia tidak seharusnya aku beri kesempatan"ujarnya sambil tertunduk, pria itu duduk di samping Ananda tanpa menghiraukan Agam, dia menangis di pundak Ananda.


...🌹💖💖💖🌹...


Boy masih menitikkan air mata, dia tidak akan pernah menangis seperti saat ini jika, hatinya benar-benar tidak terluka.


"Ada apa? boy ceritakan semua nya, jangan pernah ada yang kamu tutupi, aku juga tidak bisa membantu jika kamu tidak cerita"ujar Ananda.


"Dia selingkuh Nanda, tadinya aku mengira bayi yang dia kandung itu, benar-benar bayi ku, tapi setelah lahir, ternyata bahkan tidak memiliki hubungan darah dengan ku, dan aku tau saat melakukan tes DNA, secara diam-diam"ujar Ananda.


"Aku tidak menyangka Boy, ada perempuan seperti itu di dunia ini, kenapa? dia tidak jujur saja bahwa dia tengah mengandung bayi orang lain, mungkin semua tidak akan seperti ini"ujar Ananda.


"Aku juga tidak akan meninggalkan dia, jika saja dia tidak berbohong, ternyata malam itu dia hanya menjebak ku saja, agar aku bisa bertanggung jawab atas kehamilan nya."ucap nya terjeda.


"Hingga Ageng, meminta penjelasan tentang kejadian di malam itu, dia tau aku sudah tidur dengan wanita iblis itu, Ageng minum banyak, karena merasa sangat terluka saat itu, dan aku pun ikut minum karena hatiku sempat menolak untuk mendengarkan pernyataan cinta dari nya, dia begitu terluka saat dia tau bahwa aku masih berharap wanita itu akan kembali bersama ku hingga saat kami di perjalanan aku meminta dia menggantikan posisi ku menyetir, padahal jika aku ingat dia baru beberapa kali belajar dan belum bisa mengemudi dengan benar, hingga setelah kecelakaan itu aku baru sadar, aku berdosa pada Ageng"ujar Boy.


"Yang sudah terjadi tidak akan bisa diulang lagi, sebaiknya kejar masa depan mu, Bunda pasti akan sangat bahagia jika kamu bahagia, karena itu adalah harapan Bunda, satu-satunya " ujar Ananda.


"Kamu benar Nan, Bunda tidak suka melihat pria cengeng seperti ku"ujar Boy, yang kini seakan lupa dengan kesediaan nya, dan Agam hanya tersenyum remeh pada Boy.

__ADS_1


"Aku akan tinggal di sini sementara waktu, sebelum aku bisa lupa dengan semua nya"ujar pria itu.


"Baiklah lakukan pemulihan di sini setelah itu kamu bisa mencari jodoh disini, ada banyak suster atau bidan cantik,siapa? tau kamu berjodoh dengan salah satu nya, untuk sementara kamu bisa membantu ku disini karena,perut ku sudah hampir sulit untuk dibawa bergerak bebas, seperti biasanya"ujar Ananda.


"Heumm, sepertinya keponakan ku, sangat besar, dan sehat" ujar Boy, sambil mengusap perut buncit Anada, tapi ditepis oleh Agam.


"Tidak boleh pegang-pegang"ujar nya tegas.


"Nan, dia galak kamu kok, kuat bersama dengan nya"ujar Boy.


"Karena cinta"jawab Agam.


"Eh, yang ditanya yang mana, yang jawab siapa"ujar Boy kesal.


"Sudah, lagian tidak ada yang perlu kita bahas"ujar Ananda.


"Sekarang sarapan dulu, setelah itu kamu istirahat di kamar mu*ujar Ananda.


"Baiklah Nyonya Agam yang galak"ujar Boy.


"Kau itu, laki-laki jadi jangan lemah bila diselingkuhi , maka gantung istri mu di Monas"ujar Agam.


"Kak, jika aku yang selingkuh, apa? hukumannya sama"ujar Ananda.


"Yang, kamu itu jangan asal bicara, aku tidak suka"ujar Agam yang kini menatap tajam kearah nya.


"Aku hanya bertanya tuan Agam"ujar Ananda.


"Jika kamu berani melakukan itu, maka jangan harap kamu akan bertemu dengan kedua putra kita"ujar Agam.


Anada pun hanya terdiam sambil mencerna kata-kata Agam, jika dia selingkuh, dia dihukum sekejam itu, tapi saat Agam menghianati cinta nya, bahkan Ananda, tidak pernah menghukum Agam, akhirnya wanita itu berteriak" kamu!! bisa hukum aku seperti itu, sementara dirimu sendiri berselingkuh dengan dia hingga memiliki anak"ujar Ananda.


Tiba-tiba saja Agam tersentak kaget, karena Ananda berteriak padanya, tidak hanya itu, wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka, dengan wajah yang memerah karena marah.


"Sayang kamu sudah menghukum ku, berkali-kali pergi dan beberapa tahun terakhir kau selalu pergi meninggalkan ku, apa? kamu pikir itu mudah untuk ku, heeuh apa? itu mudah"ujar Agam.


"Aku tidak pernah menghukum mu, dosa mu sendiri yang menghukum mu"ujar Ananda tegas.


"Sayang please, jangan ingat lagi masa lalu yang hanya akan merusak mood mu"ujar Agam.


"Kamu yang mengingatkan itu"ujar Ananda.


"Sayang please jangan marah lagi ya, semua sudah berakhir, aku bahkan sudah memutuskan hubungan ku dengan Mommy dan Daddy"ujar Agam keceplosan.


"Apahhh!... bagaimana bisa, jangan-jangan semua ini gara-gara aku, gara-gara kamu membela benalu seperti ku"ucap Ananda.


Agam langsung terdiam, tidak tau harus menjawab bagaimana, dia langsung bersikap seolah tidak terjadi apa-apa"Sayang aku lelah bobo yu"ujar Agam.


"Kak, jangan mengalihkan pembicaraan"ujar Ananda.


"Tidak ada yang penting untuk dibahas, sayang mereka ingin aku menikah lagi"ujar Agam.


"Owh, jadi itu alasan kenapa? kamu sering melamun kak, jangan terlalu dipikirkan kak, ikuti saja mau mereka bukan nya bisa ganti istri itu menyenangkan"ujar Ananda, sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimuti tubuh nya hingga ke atas kepala, dan Agam, tau istrinya pasti menangis dalam diam.


"Yang, aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka, jadi sayang ku tidak perlu bersedih karena aku tetap setia dengan cinta kita"ujar Agam.


"Kamu tidak perlu memutuskan hubungan dengan keluarga mu, demi aku, hingga kamu membuktikan bahwa aku benar-benar benalu, aku pembawa masalah, dan aku bisa menebak peneror itu adalah bagian dari keluarga mu, aku pernah bertemu dengan nya, saat pertama kali kita bertemu, di sebuah pusat perbelanjaan, saat itu saat kamu terluka"ujar Ananda.


Agam semakin didera rasa bersalah yang begitu besar pada istri nya itu, Ananda kini terisak dalam selimut, rasa sakit yang pernah ditorehkan oleh keluarga Agam, beserta Agam sendiri, rasanya dia ingin pergi jauh dari dunia yang begitu kejam untuk nya ini.


"Sayang please, jangan seperti ini jangan pikirkan apapun, karena aku akan terus memilihmu, aku akan terus bersama mu, apapun yang terjadi, karena aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu Nanda ku, Ananda Aprilia ku"ujar Agam sambil memeluk erat istrinya itu di balik selimut.


"Aku akan pergi saja, bersama dengan anak ku, jika kamu benar-benar, membuktikan bahwa aku adalah benalu dalam kehidupan kalian semua"ujar Ananda.


"Maka sebelum kamu pergi, kamu harus menghadiri pemakaman ku dulu"ujar Agam tegas.


"Kak, kamu itu jangan egois,hiks hiks, semua itu tidak akan pernah terjadi jika kamu tidak membangkang terhadap keinginan orang tua mu"ujar Ananda.

__ADS_1


"Tapi aku tidak sanggup jika kali ini harus kehilangan mu lagi"ujar Agam.


__ADS_2