
Argha sudah dua hari berturut-turut mendatangi Mension, tapi Arinda tidak juga ditemukan dia merasa sangat bingung harus mencari kemana, sedangkan nomor ponsel nya tidak punya dasar Argha yang selalu menganggap semua nya mudah sekarang kena batunya.
sementara Arina, semenjak pulang ke rumah peternakan bersama mommy nya dia tidak pernah diberikan akses untuk keluar atau pun memegang handphone, karena Dheandra tau Arina sedang menyembunyikan sesuatu.
padahal Bruno, sudah berusaha menjelaskan tapi pria itu ternyata kalah juga dengan Dheandra yang tidak terbantahkan jika dia marah seperti dua hari yang lalu, Dheandra bahkan berani menodongkan pistol pada Bruno, yang tidak lain adalah menantunya,benar kata Arina ibunya tidak bisa dibantah.
Bruno berkali-kali mencoba menghubungi Arina, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Kamu dimana Honey, jangan coba-coba menghidar dari ku, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi"ucap Bruno.
sementara itu di Jerman, Gerald sedang patah semangat, pasalnya Alice, tidak pernah dia temui jejak nya, entah dimana wanita itu, Gerald begitu khawatir, setelah hari itu dia pergi menghilang.
setiap pulang kerja dia selalu berhenti di tepi jalan tempat biasa Alice menyetop mobil nya, tapi tidak ada tanda-tanda adanya Alice.
"Alice dimana kamu"ucap Gerald lalu dia kembali mengendarai mobil nya pergi ke rumah Alice.
tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.
Gerald pun kembali ke rumah Georgio yang selama ini menjadi rumah nya, gerorgio selalu memanjakan putra angkat nya, yang kini selalu membantu mengatasi semua pekerjaan nya.
kembali ke Indonesia, saat ini Arinda tinggal di Depok, tepat nya tempat Toni dia hanya ingin mencari suasana baru, setelah pernikahan dadakan yang menghancurkan masadepan nya, Menurut Arinda tapi dia hanya sedang tersesat saja saat ini.
Arinda setiap hari akan melakukan pekerjaan yang tak lazim dilakukan oleh seorang wanita, apalagi sebagai nona muda dari tiga pengusaha sukses sekaligus, wanita itu mengikuti jejak sang mommy, dia juga cekatan dalam memperbaiki mobil.
awalnya Toni sempat melarang tapi Arinda terus memaksa Arinda bahkan tidak bilang jika dirinya minggat dari rumah suaminya saat ini.
sementara Argha yang sudah mendapatkan nomor telepon dari sahabat Arinda,di kampus dia melacak keberadaan Arinda lewat nomor itu, dengan bantuan seseorang yang selalu ada di samping nya.
Argha langsung bergegas menuju kota tersebut, bahkan dia tau dimana Arinda tinggal saat ini.
"Maaf bisa minta tolong untuk mengecek kondisi mesin mobil saya"ucap asisten pribadi Argha.
"Tunggu sebentar saya minta pegawai di sini"ucap Arinda.
tidak Nona,maaf saya sedang sangat buru-buru untuk menuju rumah sakit karena istri saya akan segera melahirkan"ucap Jimi asisten pribadi Argha.
"Baiklah dimana mobil anda"ucap Arinda yang langsung menuju mobil yang Jimi tunjukkan tapi saat Arinda dekat dengan mobil itu, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya, dia menyadari bahwa mobil itu milik suami dadakan nya, karena dia sempat melihat semua mobil limited edition.
Arinda hendak pergi tapi kemudian sebuah tangan kekar menahan lengan nya, dan merangkul nya dengan erat.
"Kamu tidak bisa pergi lagi sayang"ucap Argha yang kini langsung membawa Arinda yang langsung pergi menuju kedalam mobil nya.
Arinda terus berontak, tapi Argha langsung memeluk erat Arinda dan Jimi, langsung membawa mobil menuju Jakarta dengan kecepatan tinggi, kebetulan hari ini tidak terlalu macet, sesampainya di Mension, Argha langsung mengangkat tubuh Arinda yang tertidur pulas di pangkuan nya seperti bayi koala.
ada satu hal yang membuat Argha, tertarik pada wanita yang satu ini adalah, dibalik sikap bar-bar nya itu, dia memiliki sifat manja dan tidak semua orang tau.
Arinda sudah tidur di kamar mereka saat ini Argha meminta pelayan membawa baskom kecil dan handuk kecil untuk membersihkan tangan dan kaki istrinya yang terdapat noda oli meskipun tidak banyak karena tadi sempat menggunakan sarung tangan dan sepatu juga jadi tidak terlalu kotor.
setelah pelayan membawa apa yang diminta nya tadi dia mengambil air hangat dan sabun lalu membersihkan seluruh tubuh Arinda, dan wanita itu tidak sedikit pun terganggu dengan itu, seakan sedang pingsan tapi ketika Argha ingin membuka baju dalam nya wanita itu langsung bangun dan memelintir jari Argha hingga pria itu menjerit kesakitan selain memang sakit Argha juga, sengaja berteriak kencang agar istrinya merasa sangat bersalah tapi bukan Arinda namanya, jika bisa percaya dengan cepat.
"Sayang aku sedang menolong mu untuk membersihkan tubuh mu"ucap Argha.
"Dasar mesum aku bisa sendiri"ucap Arinda.
"Mesum sama istri sendiri apa salah"ucap Argha.
"Istri, aku bahkan tidak ingat bahwa aku punya suami"ucap Arinda.
"Kamu tega banget ya sayang, aku suami kamu "ucap Argha memasang wajah sendu.
"Ah sudahlah aku gerah mau mandi, dimana handuk dan bathrobe ku"ucap Arinda.
"Sudah tersedia di kamar mandi sayang"ucap Argha.
Arinda menghembuskan nafas kasar wanita itu tidak habis pikir, melihat perlakuannya Argha.
__ADS_1
Arinda langsung masuk kedalam kamar mandi, setelah itu dia langsung melepaskan pakaian dalam nya, tanpa sadar sedari tadi dia hanya menggunakan itu, dan Argha, sudah tidak tahan melihat godaan dari yang namanya istri, itu karena dia adalah pria normal.
setelah hampir tiga puluh menit berada di dalam kamar mandi, wanita itu akhirnya keluar dari sana dia hendak pergi ke walk-in closed, tapi tiba-tiba langkah nya terhenti saat melihat pria yang hanya menggunakan bokser dan T-shirt berwarna putih itu hendak menghampiri nya.
"Kamu ngapain hanya menggunakan itu"ucap Arinda.
"Kenapa? tidak ada masalah bukan, kita juga sudah resmi menikah,lalu kenapa?"ucap Argha.
pria tampan itu bersikap tegas.
"Terserah kamu saja, aku benar-benar malas ngomong sama kamu"ucap Arinda yang hendak pergi tapi langkah nya terhenti saat Argha, meraih tangan nya dan memberikan sebuah kecupan mesra di sana.
"Sini sayang aku bantu keringkan rambut mu"ucap Argha.
"Oh...ya tuhan ini ujian cinta atau ujian hidup, aku tidak sanggup menjalani nya, tuhan aku mohon akhiri semua ini segera"ucap Arinda, yang langsung pergi menuju walk-in closed.
sementara itu Argha terus mengekor, dia bahkan kembali menghentikan langkahnya Arinda pria itu, membalikkan tubuh Arinda, dan langsung mengangkat nya, keatas etalase.
"Lepas, aku mau pakai baju dulu"ucap Arinda.
"Sayang untuk apa? pakai baju, nanti juga dibuka lagi"ucap Argha, sambil mendekat kan wajah nya pada Arinda, dan tangan nya menahan tengkuk nya, dan satu lagi mengelus punggung Arinda yang saat ini sedang didera perasaan aneh, Argha mencium bibir Arinda dengan lembut.
🌹💖💖💖🌹
setelah Arinda, bangun tepat pukul 18:23 dia kaget melihat seseorang di hadapan nya, tengah memeluk perutnya, dan mereka dalam keadaan polos dibalik selimut.
"Arinda sayang ini jam berapa?"ucap Argha.
"Mas... kamu kamu itu, kita"ucap Arinda.
"Arinda sayang kita sudah menikah jadi wajar jika kita melakukan hal ini, besok kita akan segera pergi bulan madu besok"ucap Argha.
"Aku tidak mau, aku hanya ingin kuliah saja"ucap Arinda.
"Kamu tinggal pilih ingin kuliah di universitas mana"ucap Argha.
"Sayang aku bisa membuat mu masuk ke kampus itu lagi tapi yang jadi masalah aku tidak setuju jika kamu mengambil jurusan itu"ucap Argha.
"Mas itu cita-cita ku untuk menegakkan hukum di negara ini"ucap Arinda.
"Sayang aku tau cita-cita itu sangat mulia, tapi aku lebih ingin istri ku tinggal di rumah dan menjadi istri juga ibu bagi anak-anak kita, kamu tinggal nikmati saja semua fasilitas yang ada"ucap Argha.
"Tidak mas,aku ingin kuliah dulu, tapi jika aku sudah siap untuk menjadi ibu,aku akan berhenti kuliah please"ucap Arinda.
"Ganti jurusan Ok, sayang"ucap Argha.
"Baiklah aku pilih arsitek"ucap Arinda.
"Heummm..baik besok aku akan segera mengurus nya"ucap Argha.
pria itu tidak ingin istrinya menjadi musuh baginya karena ada sesuatu yang tidak pernah orang lain tau selama ini, Argha, selalu melakukan bisnis gelap, bersama dengan sang kakak, selama ini, dan hampir seluruh kekayaan yang ia miliki, adalah hasil dari bisnis gelap nya, seperti perdagangan senjata ilegal perdagangan obat jaringan internet nasional dunia bawah bersama dengan itu dia juga berprofesi sebagai dokter bedah syaraf, dan sangat terkenal, Argha, memang memiliki pendapat yang cukup besar dari hasil kerja keras nya menjadi dokter, tapi bisnis itu tidak bisa ia tinggalkan karena sang kakak adalah mafia yang selama ini selalu berkedok sebagai pengusaha sukses di bidang ekspor impor, tanpa mereka tau setiap ia melakukan transaksi bisnis, dia akan menyelipkan sebagian barang haram itu di setiap khontener .
Arinda pun mencoba untuk bangkit dari ranjang tapi, tidak diteruskan dia sempat meringis kesakitan tapi kemudian dia mencoba menahan itu, dan kembali mencoba untuk berjalan, tapi tidak bisa.
"Ahhh perih banget sih, sialan"ucap Arinda yang langsung menitikkan air mata.
dia teringat kejadian tadi sore sesuatu yang panjang dan besar menerobos selaput dara nya, Arinda sempat berkali-kali menjerit, sambil mencakar punggung pria tampan itu, tapi dia tidak, bisa melepaskan diri dari Argha, yang memiliki tenaga lebih.
"Sayang sini biar aku bantu"ucap Argha yang kini hanya menggunakan bokser.
"Tidak aku bisa sendiri"ucap Arinda.
"Yang nurut ya ,biar cepat"ucap Argha.
"Heummm"ucap Arinda.
__ADS_1
akhirnya wanita itu pun mau di gendong oleh sang suami , kedalam kamar mandi.
Arinda pun di dudukan di samping bathtub dan Argha mulai mengisi air kedalam bathtub dan dan air hangat itu dicampur dengan aroma terapi , Argha pun membawa tubuh Arinda ke dalam bathtub untuk berendam
Arinda sempat menjerit kecil saat merasakan perih di bagian itu.
"Arinda maaf , tapi lain kali tidak akan seperti saat ini lagi"ucap Argha.
Arinda hanya mengangguk.
"Aku bantu mandinya ya"ucap Argha.
"Tidak usah aku bisa sendiri, mas mandi saja sebentar lagi aku ingin makan malam"ucap Arinda.
sementara itu Arina masih terus membujuk Dheandra untuk memberikan dia izin masuk kuliah, tapi Dheandra tak mengijinkan nya.
"Ayah aku sedang banyak tugas dan sekarang aku tidak bisa terus diam disini nanti kalau hewan peliharaan ayah sakit gak ada yang ngobatin gimana"ucap Arina.
"Yang kasih dia ijin nanti jika dia macam-macam kamu kan bisa tau sendiri karena anak buah mu, selalu mengikuti nya.
Arina lupa akan para pengawal yang selalu mengikuti nya, tanpa memperlihatkan dirinya langsung.
"Baiklah tapi ingat Arina mommy tidak mau tau kamu harus pulang setiap satu minggu sekali ke rumah ini"ucap Dheandra.
"Tentu mommy"ucap Arina.
Arina pun langsung bersiap untuk kembali ke dalam kamar setelah makan malam, tapi sebelum itu dia meminta handphone nya balik, pada ayahnya.
"Ayah handphone aku mana"ucap Arina.
"Ada di lemari pakaian mu"ucap Refi.
"Thank you ayah" ucap Arina.
"sama-sama sayang"ujar Refi.
gadis itu pun pergi dia mencari handphone nya saat itu juga setelah mengunci pintu dan langsung bergegas membuka pintu lemari.
dia langsung melihat ponselnya saat itu juga.
saat Arina melihat ponsel terdapat ratusan panggilan tidak terjawab bahkan ratusan telpon.
Tiba-tiba saja handphone itu kembali berdering Arina melihat nama my husband menelpon, dia langsung mengangkat nya, sudah hampir dua mingguan lebih dia tidak kembali ke rumah suaminya itu.
📱"halo sayang"ucap Arina.
📱"Arina, kamu kemana saja"ucap Bruno.
📱"Aku baru mendapat ijin untuk menggunakan handphone honey"ucap Arina.
📱"Besok aku tidak mau tau kamu harus segera kembali"ucap Bruno.
📱"Honey kamu itu hot banget sih aku sampai berkali-kali pelepasan"ucap seseorang terdengar di sebrang telpon.
📱"Bruno, kamu bajingan.... bisa-bisa nya kamu bawa perempuan lain , saat aku tidak ada, mulai sekarang kita berpisah"ucap Arina.
📱"Arina, kamu salah faham honey aku tidak membawa siapa-siapa"ucap Bruno, beralasan, Arina tiba-tiba melakukan panggilan video, tapi Bruno berulang kali menolak nya.
📱"Dengan begini kamu sudah membuktikan bahwa semua itu nyata, aku tidak akan pernah kembali lagi ke padamu apa kamu dengar itu"ucap Arina tegas.
📱"Arina!"teriak Bruno tidak terima.
Bruno langsung mendorong perempuan itu menyingkir dari atas tubuhnya, dia langsung menyesal dengan perbuatan nya, karena karena nafsu sesaat dia harus kehilangan istri nya, tapi itu tidak mungkin terjadi karena sekuat tenaga dia akan berusaha untuk mendapatkan Arina kembali dengan meresmikan hubungan pernikahan mereka.
Arina, pun menangis ternyata dia tidak benar-benar pria itu cintai, selama ini dia benar-benar dijadikan partner ranjang Bruno, Arina begitu naif bagaimana bisa dia, berharap lebih pada pria itu bahkan jelas-jelas sudah bertunangan, saat mereka awal menikah.
__ADS_1
pikiran Arina, begitu kacau saat ini hanya ada tangis yang terdengar pilu, Arina langsung mencuci wajah nya, dia langsung turun menuju lantai bawah dimana mommy nya dan ayahnya tengah duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.
"Mom... ayah aku ingin kuliah di Jerman saja"