
Maikel terlihat sangat menyesal sambil memeluk kedua anak nya Maikel, meneteskan air mata.
Disaat jalan pengampunan atas dosa-dosa nya, dan di saat Maikel, ingin bertanggung jawab, sang kakak terlebih dahulu maju untuk menikah dengan Desy.
Desy, sendiri kini terlihat cuek dengan keberadaan Maikel, dia bahkan masih sangat membenci pria itu, kalau saja pria itu bukan bagian dari kedua anak nya, mungkin Daisy akan langsung menghabisi nya, tapi semua sudah terlanjur terjadi, dia tidak ingin lagi memikirkan hal yang akan menghancurkan hidupnya.
"Des, aku datang untuk minta maaf padamu, jika saja kamu bersedia untuk memaafkan aku, aku ingin kita menikah demi kedua anak kita"ucap Agatha.
"Aku tidak butuh permintaan maaf mu, aku juga tidak butuh untuk dinikahi oleh siapapun, tanpa kehadiran kamu disini pun, aku bisa menghidupi kedua anak ku, jadi tidak perlu repot-repot untuk itu"ucap Desy.
"Tapi Des, anak kita butuh surat lengkap untuk pembuatan akta kelahiran dan juga masih banyak lagi lainnya, dia butuh kasih sayang kita berdua"ucap Maikel, yang menang benar adanya.
"Mereka bisa mendapatkan semua itu, bukan kah orang kaya bisa lakukan segalanya"ucap Desy.
"Aku mungkin bisa lakukan itu, tapi untuk kasih sayang, mereka tetap membutuhkan kita"ucap Maikel.
"Kakak ku, yang selalu memberikan rasa aman dan nyaman untuk mereka sampai kapan pun"ucap Desy tegas.
"Baiklah Des, tapi setidaknya ijinkan aku agar tetap bisa bertemu dengan mereka"pinta Maikel.
"Apa? saat ini kau tidak bertemu dengan mereka"ucap Maikel.
"Aku tau itu, tapi asal kamu tau aku tulus Des, aku tulus ingin menebus dosa ku padamu dan kedua anak kita"ucap Maikel.
Sementara itu di kediaman Agam kedua putranya yang kini kian mengemaskan karena, mereka saat ini sudah berusia dua tahun, Arsen dan Arthur begitu tampan bagai pinang dibelah dua.
Agam sendiri sudah mendengar, bagaimana kabar kedua sepupunya yang bermasalah selama dua tahun ini, dia sungguh tidak percaya dua orang anak yang sangat penurut dan saling mengasihi, kini berubah berseteru hanya karena seorang wanita.
Benar kata orang, wanita memang racun dunia, tapi tanpa kehadiran wanita, dunia tidak akan seindah ini, seperti keindahan yang ia rasakan saat ini.
Agam, begitu menikmati kehidupan nya saat ini, istri tangguh, dua putra tampan yang sangat sehat dan sempurna.
Setiap hari Arsen, dan Arthur selalu ikut dia kekantor, kedua nya, sangat menyenangkan, Agam pun bisa bekerja sambil mengurus mereka, disana ada ruangan khusus yang, diperuntukkan bagi mereka, dan dipenuhi mainan kesukaan mereka, Ananda selalu datang untuk menjemput mereka pulang tapi bukan nya pulang wanita itu malah terjebak di sana karena Agam tidak mau ditinggal oleh anak dan istri nya.
Agam kadang bisa lebih manja dari kedua anak nya, tapi Nanda, tidak pernah protes wanita itu hanya akan melakukan apa pun yang membuat Agam tak merajuk, karena dia malas jika harus ribut gara-gara itu semua.
Seperti saat ini, pria itu meminta Ananda untuk berhenti melakukan pekerjaan nya,agar dia bisa merebahkan kepalanya di pangkuan Ananda, pria itu hanya minta agar Ananda mengelus puncak kepala nya.
"Sayang aku rindu saat ini, sepertinya sudah lama kita tidak seperti ini, kamu bisa selalu sibuk dengan pekerjaan dan dua jagoan kita"ucap Agam yang kini menatap lekat wajah cantik tersebut.
"Kamu yang terlalu sibuk kak, aku selalu menyempatkan waktu untuk kita semua"ujar Ananda.
__ADS_1
"Aku terlalu sibuk, mencari uang untuk masadepan kita semua, aku ingin kedua putra kita akan menjadi orang terhebat di masadepan"ucap Agam.
"Baiklah aku mengerti, tapi jangan sampai menyesal jika nanti sadar bahwa kakak sudah sangat lama melewatkan semua hal, Arsen dan Arthur, sering bertanya dimana Daddy nya saat mereka akan tidur dan kakak, masih sibuk di kantor"curhat Ananda.
"Iya sayang ku, akan pulang tepat waktu mulai saat ini meskipun harus membiarkan pekerjaan ku terbengkalai, aku akan selalu ada untuk kalian bertiga"ujar Agam.
"Kak, bukan begitu juga, kamu bisa atur pekerjaan lebih baik lagi setidaknya kamu bisa lembur setelah bertemu dengan mereka saat bangun tidur dan tidur lagi, kadang mereka sulit untuk diberikan jika seperti itu terus, dan aku tidak mau keduanya hanya mengenal dunia kerja, mereka juga harus tau dunia luar, tau begitu aku kembali ke Merauke saja bersama dengan mereka"ujar Ananda.
"Jangan dong sayang, cukup kesana untuk liburan, tidak untuk tinggal selamanya, karena aku tidak mungkin mengijinkan mu jauh dari ku lagi"ucap Agam.
"Tapi kakak harus janji untuk merubah kebiasaan kakak, yang lama"ucap Ananda.
Ananda langsung menatap meminta jawaban.
"Baiklah sayang ku"ujar Agam.
Agam pun mulai memejamkan mata nya, dengan sentuhan lembut dari sang istri, berada di atas ranjang empuk dan sangat nyaman, siapa? yang akan menolak kenikmatan itu.
Ananda langsung langsung mengganti pangkuan nya dengan bantal, wanita itu ingin melihat kedua putranya, yang tengah berada di dalam kamar nya bersama dengan dua orang suster nya.
"Sayang kamu mau kemana? heumm, jangan tinggalkan aku sayang"ujar Agam yang ternyata mengigau.
"Owh ya ampun, tidak saat sadar atau bahkan saat bermimpi, dia memang tidak pernah bisa jauh dari ku"ujar Ananda sambil beranjak pergi.
Ananda hendak turun untuk pergi ke dapur untuk memasak makan siang untuk mereka berempat.
Hingga saat Ananda selesai memasak wanita itu pun menghidangkan semua nya itu di meja, Ananda langsung bergegas menuju lantai dua dimana kamar utama nya berada untuk membangunkan Agam.
Saat Ananda tiba di dalam kamar nya, dia melihat, suaminya tengah duduk bersandar di headbord.
"Sayang kamu darimana?"tanya Agam.
"Habis masak makan siang sayang, ada apa? heumm"ujar Ananda.
"Bobo ku, terganggu sayang, karena kamu tidak ada bersama dengan ku"ujar Agam.
"Baiklah, lain kali tidak lagi"ujar Ananda.
"Sayang kamu tau sendiri kan bagaimana aku tanpa kamu, jadi tolong jangan pergi tanpa memberitahukan kepada ku terlebih dahulu"pinta Agam.
Agam langsung memeluk istrinya, Ananda lagi-lagi hanya bisa pasrah.
__ADS_1
Hingga mereka pun melakukan kegiatan mereka seperti biasanya, hingga selesai tepat pukul satu siang, mereka menyudahi kegiatan tersebut, setelah puas menuju puncak bersama.
Mereka keluar dari dalam kamar, setelah selesai membersihkan diri dari kegiatan yang menguras tenaga dan keringat hingga akhirnya kini keduanya tengah menyuapi kedua putranya yang telah bangun tidur.
...🌹💖💖💖🌹...
Sementara itu di Surabaya Desy dan kedua putranya tengah berada di pusat perbelanjaan mereka tengah berada di sebuah area bermain untuk anak, dan bayi mengasah motorik halus nya.
Desy anteng duduk di sela atas matras tempat kedua bayi itu bermain bersama, tiba-tiba seseorang menutup mata Desy, tangan kekar itu sudah familiar bagi Desy, dan juga bau parfum yang mereka gunakan.
Desy, pun berkata"Kapan? kakak pulang, dari mana tau kami ada di sini"ucap desy. pada sosok pria tampan yang kini memeluk nya.
"Aku merindukan mu honey"ucap Mario sambil tersenyum.
"Kami juga"balas Desy lembut.
"Heumm, sayangnya Daddy apa? kabar"tanya Mario.
"Baik Daddy"jawab Desy.
"Tidak belanja sayang"tanya Mario.
"Tidak, aku hanya ingin bawa mereka jalan-jalan, sebelum berangkat ke Bali, nanti malam"ucap Desy.
"Sayang aku baru pulang kamu sudah mau pergi"ucap Mario.
"Aku ada pekerjaan mendadak kak, seperti biasa, dan tidak bisa tawar menawar lagi"ucap Desy.
"Sayang kamu itu wanita, aku khawatir kamu kenapa-kenapa, sayang.... berhentilah bekerja di luar kota, kamu bisa nolak bukan, aku akan memenuhi kebutuhan mu, sampai kapan pun"ucap Marco.
"Tidak bisa kak aku sudah terikat kontrak kerja, dimana pun dan kapan pun aku harus siap dengan resiko pekerjaan itu"ujar Daisy.
"Yang aku bisa bayar denda kontrak itu"ucap Mario.
"Bukan masalah bayar kak, aku dituntut untuk profesional, itu juga untuk masadepan ku, agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekarang dan akan bisa mewujudkan cita-cita ku, untuk bisa bekerja di pabrik nya langsung"ucap Daisy.
"Sayang please"ucap Mario.
"Begini saja, jika kakak keberatan dengan ini, mumpung belum terlanjur sebaiknya kakak pikir-pikir lagi"ucap Daisy.
"Sayang"kamu itu bicara apa? sih heuuhh ,oke jika kamu ingin tetap bekerja, tapi jangan ulangi lagi kata-kata itu, aku tidak ingin mendengar nya lagi, kita akan pergi bersama"ucap Mario.
__ADS_1
"Kak, aku ngerti kamu masih sangat merindukanku tapi tolong hargai keputusan ku"ujar Desy.
"