
"Sayang... yang sabar ya, nanti setelah penghasilanku, sudah lumayan untuk bangun rumah, kita akan segera kembali"ucap Dony.
"Mas, kita bisa tinggal di apartemen ku"ucap Agatha.
"Yang, aku tidak mau terus bergantung padamu, setidaknya aku harus mengumpulkan biyaya untuk lahiran anak kita, baru kita kembali"ucap Dony.
"Mas, aku mohon"pinta Agatha.
"Yang, ini yang aku, tidak ingin sedari dulu, bukan aku tak cinta kamu, tapi mas tidak mampu untuk memberikan kehidupan yang layak"ucap Dony.
"Tidak mas, aku mohon jangan pernah bicara seperti itu, aku cinta kamu, apa adanya, bukan ada apanya"ujar Agatha.
"Agatha, sayang aku laki-laki, sudah menjadi kewajiban ku, untuk memberikan nafkah lahir batin pada mu, sebagai istri ku, meskipun tidak sepenuhnya"ucap Dony.
"Tentu saja mas, aku tau kamu adalah pria yang sangat bertanggung jawab, maka dari itu aku semakin mencintai mu, tapi mas, please, jangan katakan itu, aku sudah jauh lebih bahagia dengan semua yang kamu berikan untuk ku"ucap Agatha.
"Tidak sayang, tapi baik'lah, kita kembali ke Indonesia, tapi untuk sementara, mas akan bawa kamu tinggal di rumah mas yang ada di Surabaya, ya meskipun sempit"ucap Dony.
"Tidak apa-apa, mas asalkan tinggal sama mas, aku sudah bahagia, kita bisa membuka usaha baru bersama-sama dan kamu bisa menjalankan itu mas"ucap Agatha, sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Dony, yang seorang pekerja keras, sudah pasti memiliki otot tubuh yang lumayan menarik perhatian, siapapun yang melihatnya saat bertelanjang dada.
"Baiklah mas akan beli tiket pesawat dulu"ucap Dony.
"Tidak usah mas, kita pulang dengan jet, pribadi, lagipula barang bawaan ku terlalu banyak, jadi akan membutuhkan ongkos yang banyak, lagipula jet itu harus segera dibawa ke Indonesia, ucap Daddy"kata Agatha.
"Heumm, baik'lah untuk kali ini saja"ujar Dony.
Hingga saat mereka pulang dari kantor Agatha bersama-sama, Dony, pun menelpon seseorang untuk minta ijin cuti, sementara waktu dengan alasan harus segera kembali ke Indonesia.
Meskipun, akhirnya Dony, diberhentikan.
Tapi pria itu tidak menyesal karena, demi sang istri, Agatha juga memberikan dia semangat dengan memeluk dan mencium bibir suaminya itu.
Mereka langsung bersiap dibantu oleh seluruh pelayan Mension, Agatha membawa barang-barang berharga nya, selain Mension, dan ada beberapa mobil yang Agatha, sempat jual, karena sayang akan ditinggal lama, kecuali Mension, keluarga yang dulu menjadi tempat kedua kakak kembarnya dibesarkan.
Agatha dan Dony pun sudah berada di dalam jet pribadi, mereka pun terbang ke Indonesia, saat itu juga.
Sementara itu Desy, yang kini tengah duduk di taman belakang Mension, dengan Marco, yang tengah membujuk istrinya itu untuk makan, karena saat ini Desy, tengah merajuk karena tidak diijinkan untuk jalan-jalan keluar rumah dengan cuaca ekstrem tersebut, sekarang sedang mogok makan.
"Sayang, ayo dong dimakan, sayang ini makanan favorit mu"ucap Marco, membujuk wanita itu dengan sangat sabar.
"Kakak, tidak sayang aku dan bayi kita, aku bosan di rumah terus, aku ingin jalan-jalan kak"rengek Desy, sambil menangis seperti anak kecil.
Marco pun menyingkir kan anak rambut nya, setelah itu dia mengecup kening istrinya, lalu berkata"kita akan jalan-jalan ke pasai malam nanti malam, seperti impian mu dulu sayang"ucap Marco yang mampu membuat Desy, kembali sumringah, saat mendengar perkataan Marco.
"Benarkah itu yang"ucap Marco.
"Heumm, tentu saja Sayang ku"ucap Marco.
"Baiklah, sekarang aku mau makan"ucap Desy.
"Harus my Queen"ucap Marco, sambil mengecup bibir istrinya, dan menghapus sisa air mata nya itu.
"Aa... "ucap Marco yang menyuapi Desy, dengan telaten.
Pria itu, semakin mencintai istrinya itu, dia bahkan rela, jika harus berkorban nyawa demi sang istri tercinta.
Kini usia kehamilan Daisy, sudah memasuki bulan ke lima, tapi kecantikan nya, tidak sedikit pun berkurang diakibatkan bobot tubuhnya yang bertambah, justru Desy terlihat semakin seksi di mata Marco, saat ini pria itu sedang membantu memakai kan dress, khusus ibu hamil, tanpa lengan hanya memiliki tali kecil di bagian bahu .
"Sayang, kamu itu semakin seksi, dan aku, sangat mencintaimu"ucap Marco, sambil memberikan kecupan di kening istrinya itu.
"Kak.... buruan nanti telat, aku mau beli permen kapas yang unik"ucap Desy.
__ADS_1
"Terus, bagaimana dengan, anak-anak, apa? kita jemput mereka dulu"ucap Marco, mengingatkan.
"Tidak mereka, pasti sudah tidur, jadi tidak usah di ajak"ucap Desy.
Kedua anaknya yang kini masih bersama Maikel, karena Maikel, ingin istrinya menjadi lebih dewasa, dengan kehadiran kedua nya.
Dan Alexa, pun sibuk mengurus mereka berdua, dengan iming-iming black card, dari sang suami yang belum sepenuhnya menjadi suami Alexa, itu karena Alexa, tetap belum siap untuk memberikan hak pada suaminya itu.
Dia sibuk mengurus bintang dan langit, setiap hari dari mulai bangun tidur dan tidur lagi, layaknya baby sitter, dan gara-gara itu, bahkan Alexa, tidak punya waktu untuk bersantai, sekedar merias wajah atau mengurus kukunya yang selalu tampil cantik, bahkan Maikel, mengharuskan nya, untuk memotong kuku-kuku tersebut.
Alexa, sempat protes dan, mengadu, tapi seakan tak pernah ditanggapi oleh, Daddy dan mommy nya lagi, malah mereka terkesan cuek, semua itu mereka lakukan memang untuk mendidik putrinya yang selalu menghamburkan uang, dan berhura-hura dengan teman yang sengaja ingin memanfaatkan dirinya.
"Ah, tak apa? aku begini, sebentar lagi black card itu, akan aku dapat kan"ucap Alexa, yang terus bergumam dalam hati nya.
Baru saja dia merasa sedikit lega, karena mereka sudah tertidur pulas di ranjang, tiba-tiba langit, sudah menangis karena ingin buang air besar, Alex, yang benar-benar tidak suka dengan keadaan itu, dia langsung mengambil masker, dan sarung tangan karet, dia benar-benar jijik dengan itu, tapi demi kebebasan nya, dan juga demi black card, gadis itu melakukan nya, dengan sangat terpaksa, Alexa pun membantu langit membersihkan bekas nya dan juga cebokin pantat bayi berusia dua tahun itu.
Alexa, bahkan tidak bisa bertindak gegabah karena, dua puluh empat jam, Cctv,di seluruh ruangan menyaksikan pergerakan nya, sementara, Maikel, tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol istrinya itu, yang kini terlihat sangat tersiksa dengan semua itu.
Maikel, beralasan bahwa Desy, tengah hamil, dan kesulitan untuk mengurus mereka padahal dia jauh lebih tau, jika Desy, adalah wanita tangguh yang bisa melakukan semua kewajiban nya, meskipun dalam kondisi tak baik-baik saja sekalipun.
...🌹💖💖💖🌹...
Alexa, kini sudah tertidur pulas di atas sofa, dengan menggunakan daster rumahan, dan juga, handuk yang masih melilit di kepala, kelihatan nya, dia baru saja keramas, tapi karena lelahnya mengurus anak-anak dan apartemen yang cukup luas itu, meskipun dibantu robot pembersih ruangan, tapi urusan itu tidak akan selesai hanya dengan berpangku tangan.
"Maikel pulang pukul sepuluh malam, dari kantor, dia yang melihat, sang istri, tidur di atas sofa, dengan TV yang menonton dia tidur, merasa tak tega, Maikel, langsung mengangkat tubuh Alexa, ala bridal style, membawa, Alexa, masuk kedalam kamarnya.
Dibaringkan nya Alexa di atas ranjang dia langsung membawa colokan listrik dan mencolokkan kabel pengering rambut lalu mengeringkan rambut istrinya terlebih dahulu.
"Kau, masih harus banyak belajar bersabar dan menahan diri, aku sayang padamu"ucap Maikel, yang memang sudah mengenal istrinya itu, sejak gadis itu masih bayi, saat dia berusia delapan tahun.
Setelah, selesai mengeringkan rambut nya, pria itu membantu, gadis itu menggunakan bantal dan posisi tidur nya saat ini, setelah menyelimuti gadis itu dan mengelus puncak kepalanya sebentar.
Setelah mendapat kan giliran, akhirnya Desy, meminta, abangnya membuat, bentuk pesawat terbang, Desy, terlalu cinta dengan pesawat yang sempat bekerja sebagai teknisi mesin pesawat tersebut.
Setelah mendapat kan apa yang dia inginkan , wanita itu pun minta pulang, Marco bahkan dibuat geleng-geleng kepala, dengan bumil yang satu itu, karena memang satu-satunya bumil yang ia miliki.
Setelah hampir seharian merajuk, gara-gara ingin pergi ke rumah Maikel, untuk menemui putra nya yang kini tengah diasuh oleh Daddy kandung nya, bukan apa-apa Marco, tidak mengijinkan nya, itu karena, dia ingin membantu adiknya itu, untuk memperbaiki, kebiasaan buruk adik ipar nya itu.
"Sayang kenapa? tidak dinamakan permen, kapasnya"tanya Marco.
"Aku hanya ingin beli, bukan ingin menikmati nya"ujar Desy.
"Sayang, aku juga tidak ingin kamu makan-makan seperti itu, saat kau sedang mengandung anak kita, tapi, bukan nya, permen kapas itu, biasanya untuk dimakan bukan untuk di pajang"ujar Marco.
"Itu sih tergantung pada orang nya kak"ucap Desy.
Marco pun tidak banyak bicara lagi, dia langsung membawa wanita itu pulang ke Mension, sebelum wanita itu, meminta yang tidak-tidak, akan lebih berabe.
Keesokan harinya nya, saat Maikel, bangun dia melihat istrinya tengah menangis dalam diam, sambil menggenggam ponselnya, Maikel, langsung mendekat dan bertanya pada gadis itu.
"Kau kenapa? pagi-pagi begini, sudah menangis, kedua anak kita , bahkan belum bangun"ucap Maikel.
"hiks...hiks hiks, pacarku memutuskan ku, dan kita tidak akan pernah bisa bersama, dan aku sangat sedih" ujarnya tanpa ragu, tiba-tiba saja Maikel, tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa, gadis, yang ia nikahi benar-benar polos, disaat orang lain, menyembunyikan, dari pasangan nya, tapi Alexa, begitu blak-blakan soal masalah pribadi nya.
"Ha ha ha... Alex, kau itu polos, apa? bodoh, kau masih memikirkan, pria lain, disaat kamu sudah menikah, dimana otak mu"ucap Maikel, yang akhirnya geleng-geleng kepala.
"Tapi, Om, aku sangat mencintai nya, kenapa? kalian menjebak ku, dalam ikatan yang bahkan tidak pernah aku bayangkan"ucap nya.
"Alex, kamu pikir aku mau, terjebak bersama gadis bodoh seperti mu, tapi semua sudah terjadi, aku dan kamu harus menjalani semua ini"ucap Maikel.
Wanita itu pun, terdiam seribu bahasa sampai suara bariton itu terdengar lagi.
__ADS_1
"Segera, siapkan air untuk aku mandi, dan baju ganti nya" ucap Maikel.
"Baiklah"ucap nya lesu.
"Sabar, setelah kamu keluar, kita bisa perawatan lagi"ucap Alexa.
"Jangan menggerutu, kamu harus ikhlas untuk mengerjakan semua itu"ujar Maikel.
"Aku ikhlas kok, demi black card"ujar Alexa.
"Alexa!"teriak Maikel, pura-pura marah padahal dia tertawa terbahak-bahak dalam hatinya, saat mendengar istrinya menggerutu.
Sampai sang istri, keluar dari dalam kamar mandi.
"Lepas semua bajuku"ucap Maikel, dengan sengaja.
"Baik"ucap nya lagi.
"Yang ikhlas jangan menggerutu"ucap Maikel, lagi.
"Ini juga ikhlas Om"ucap Alex.
"Bibir, monyong begitu ikhlas dari mana nya"ucap Maikel.
"Iya, ini aku tersenyum"ucap nya dan benar-benar tersenyum.
"Terpaksa"ucap Maikel.
Alexa, terlihat menghela nafas, tiba-tiba, kedua Bocil itu bangun wanita itu, langsung berlari menuju ke arah dapur, dan langsung menyiapkan susu di botol plastik nya.
Tidak lama dia pun kembali, masuk kedalam kamar dan memberikan kedua nya, susu formula tersebut.
"Hati-hati panas"ucap Maikel, yang kini masih menggunakan handuk, dan menjaga kedua anak nya.
"Kak, aku juga manusia, bukan setan, karena aku juga sayang mereka, jika tidak, mungkin mereka sudah bernasib mengenaskan seperti di berita tv, tersebut"ujar Alexa.
"Aku, tidak tau"ucap Maikel, seakan tak peduli.
"Terserah Om, saja"ujar, Alexa sambil berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga, menuju ruangan walk-in closed.
Alexa, menyiapkan baju kerja, untuk Maikel, setelah itu juga menyiapkan sarapan pagi untuk Maikel.
Alexa, sudah menata sarapan pagi nya, lalu dia duduk di samping kedua anak sambung nya itu.
"Kalian, kalau sudah besar, jangan galak-galak seperti Daddy kalian ya, pantas saja mommy mu menolak untuk menikah dengan nya, ternyata Daddy, kalian galak dan jahat"ucap Alexa.
"Jangan meracuni anak-anak, dengan pikiran buruk mu, kau tidak tau apa? yang terjadi"ucap, Maikel.
"Aku tau Om, pasti perkosa kak, Desy, iya kan"ucap Alexa, asal tebak.
"Darimana? kamu tau"tanya Maikel.
"Yang bodoh itu, aku, apa? Om, dengan melihat wajah Om, yang mesum itu saja sudah menunjukkan bahwa semua itu menang benar, mana ada orang suka sama suka berlaku, seperti itu, hingga tidak mau dinikahi setelah Tek Dum"ucap Alexa.
"Kau, memang benar oleh karena itu, aku tidak ingin memaksa mu"ucap Maikel.
Melihat, wajah Maikel, yang berubah sendu itu, membuat wanita itu, merasa sangat bersalah, hingga dia pun langsung meminta maaf.
"Maaf kan aku, aku tidak sengaja"ucap gadis itu, terlihat merasa bersalah.
"Tidak, apa? sekarang kamu bebas, dan ini ambilah, kamu bahkan bisa gugat cerai aku, sekarang juga, lagipula aku tidak akan mau lama-lama mengurus anak orang, dalam pernikahan yang tidak dia inginkan, kau bisa mengirimkan, surat gugatan ke rumah, atau ke"
__ADS_1