Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Menikah ulang#


__ADS_3

Dheandra langsung membulatkan mata nya, mendengar bahwa Arina, sudah menikah sejak kelas tiga SMA, putri nya ternyata begitu rapat menutupi semua itu.


"Aku tidak tau harus apa? kalian berdua benar-benar hampir membuat ku, kehilangan kewarasan ku, bagaimana bisa hal sebesar itu disembunyikan kami, sekarang jika kalian ingin bercerai, lakukan lah itu jauh lebih baik,aku tidak ingin hubungan yang tidak sehat ini, diteruskan"ucap Dheandra.


"Mom..."ujar Arina, yang merasa bersalah sekaligus takut.


"Saya tidak ingin berpisah, aku sangat mencintai putri aunty"ucap Bruno.


pria itu langsung bergegas meninggalkan rumah sementara Arina dia masih belum sadar saat dokter memeriksa kondisi nya, dan saat ini dokter mengatakan bahwa Arina tengah mengandung, dan sudah tiga bulan.


Dheandra benar-benar terluka dengan keadaan ini meskipun tidak seharusnya dia mengeluh karena Arina tidak hamil diluar nikah, akhirnya Dheandra menelpon Refi, dia sudah menyerah dengan keadaan ini, dia ingin suaminya berada di sisinya.


tidak sampai satu jam Refi sudah tiba di Mension, karena kantor pusat nya berada tidak jauh dari Mension utama mereka.


setibanya di sana Dheandra menyambut nya, dengan tangis yang tidak tertahankan lagi dia merasa gagal menjadi seorang ibu, saat ini.


sementara Arina kini hanya menangis saat tau dirinya tengah hamil tiga bulan dia bahkan baru mengingat hari dimana dia lupa meminum pil penunda kehamilan, saat itu Bruno baru kembali dari luar negeri, dia langsung menjemput Arina, yang tengah mengerjakan tugas kelompok, dan sebagian besar kelompok nya adalah laki-laki Arina, bahkan memiliki banyak pengagum rahasia di kampus, dan salah satu nya berada di dalam kelompok tersebut.


saat Bruno tiba-tiba masuk laki-laki itu tengah duduk di samping Arina bahkan dengan sengaja merangkul bahu Arina, yang tengah mencicipi minuman milik temannya itu.


sontak Bruno marah dia langsung memelintir tangan sahabat Arina, dan menarik Arina kearah nya.


Bruno langsung menarik Arina yang bahkan tengah berusaha meraih tasnya beruntung tas miliknya langsung di raih hanya laptop nya yang ketinggalan saat itu.


sesampainya di rumah besar itu, Arina langsung ditarik ke atas ranjang, Bruno benar-benar marah dan dengan kasar nya pria itu langsung menggauli istri nya, hingga Arina lupa dengan pil kontrasepsi nya.


kejadian itu begitu singkat dan Arina seakan tak percaya melihat sikap kasar yang dilakukan oleh pria itu, dia bahkan mengancam Arina, akan mengatakan semua itu pada dosen Arina, hingga wanita itu pun menjauhi sahabat nya yang laki-laki itu.


Dheandra sendiri saat ini tengah menangis dalam pelukan Refi, pria itu begitu marah saat melihat istrinya begitu sedih saat ini karena merasa gagal menjadi seorang ibu, padahal dia sudah mendidik putri mereka dengan baik.


Arina masih berbaring di atas ranjang nya, sementara Bruno kini tengah mengamuk di dalam ruang kerja nya, pria itu tidak habis pikir berurusan dengan gadis labil, bisa membuat nya hampir gila, dibuat nya.


Bruno pun berpikir bahwa dirinya harus melupakan cinta nya terhadap Arina, dia langsung meminta asistennya mempersiapkan pesawat pribadi nya untuk pulang ke Amerika.


pria itu bahkan tidak tahu bahwa Arina, saat ini tengah mengandung, dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan pesan yang Arina,kirim pada ponsel pribadi nya.


wanita itu hanya memberitahu Bruno, bahwa dia sedang hamil, dia tidak menyebut kan betapa usia kehamilan nya, saat ini.


hingga tiga tahun berlalu mereka pun tidak pernah bertemu atau pun saling berhubungan, meskipun Arina tau kemana dia harus pergi untuk meminta tanggung jawab, tapi semua itu ia urungkan karena baginya akan percuma saja, karena Bruno, sudah pasti akan menikah dengan wanita yang menjadi tunangan nya.


kini bayi yang ditinggal pergi oleh ayah kandung nya itu, sudah berusia dua tahun lebih, dan sudah pandai berbicara dan berlarian kesana kemari.


seiring berjalannya waktu, Arina pun tumbuh menjadi wanita dewasa, dia bahkan lulus kuliah dengan nilai terbaik, dan kini dia sudah resmi menjadi dokter hewan, Arina juga sudah mendapatkan surat ijin praktek dia kini tinggal di ibukota tempat di Mension, utama kedua orang tua nya, bersama dengan sang putra.


setiap kali pergi ke klinik tempat ia membuka praktik, putra nya selalu ikut serta bersama dengan pengasuh nya, disana terdapat tempat khusus, yang Refi bangun untuk cucu pertama nya itu.


sementara Arinda, setelah tiga tahun pernikahan mereka, belum juga dikaruniai anak, berbeda dengan Arina, usia pernikahan rahasia nya, bahkan sudah mendapatkan seorang putra tampan dan pintar.


Arina, pun mulai bisa menerima takdir, bahwa ia harus menjadi singgel Peren di usianya yang baru dua puluh tahun saat itu, dan saat ini sudah 22tahun.


Arina, sendiri sudah bisa hidup mandiri dengan menghidupi putra nya, meskipun dengan penghasilan yang tidak sebesar penghasilan sang kakak yang seorang arsitek.


tapi Arina, masih diberi uang bulanan dari Daddy dan ayahnya itu setiap bulan karena keduanya tidak ingin mereka hidup dalam kekurangan.


hari ini, Arina, tengah libur praktek, dia akan membawa putranya jalan-jalan di sebuah mall terbesar di sana, karena sudah lama mereka tidak pergi ke pusat perbelanjaan dikarenakan jadwal Arina, yang begitu padat.

__ADS_1


Arina, sudah berada di dalam mobil bersama putranya dan seorang pengasuh putra nya.


nama anak nya, adalah Brian Anderson, sesuai dengan nama belakang Ayah nya.


putra nya, sangat mirip dengan sang Daddy, yang bahkan tidak pernah ia lihat sejak lahir, bahkan sang anak tidak pernah bertanya siapa atau dimana ayahnya berada, yang dia tau dia hanya punya ibu, yang sangat cantik dan baik hati.


Arina berjalan menuju sebuah store yang menjual berbagai kebutuhan anak, mulai dari pakaian dan sepatu juga aksesoris lainnya, termasuk mainan.


Arina tengah sibuk memilih pakaian untuk putra nya itu, dan tiba-tiba saja, Brian menangis karena menginginkan sesuatu, yang tidak bisa dia jangkau karena posisi nya berada di rak paling atas, Arina langsung berlari menghampiri putra nya, saat ini dia langsung mengangkat tubuh putra nya itu.


"Sayang mommy.. kenapa menangis heumm"ucap Arina.


"mau itu"ucap Brian.


"Jangan nangis ya, mommy minta bantuan om itu dulu"ucap wanita cantik itu yang kini menunjuk seorang pria berseragam khusus, yang menandakan bahwa ia adalah pegawai di store tersebut.


"Mas tolong ambilkan mainan robot yang ada di rak teratas ini"ucap Arina, sambil menunjuk ke arah rak yang menjulang tinggi tersebut.


"Owh iya tunggu sebentar Nyonya, saya ambilkan tangga dulu"ucap pria itu.


tidak sampai lima menit pria itu sudah membawa sebuah alat untuk membantu mereka mengambil barang-barang yang berada di rak paling atas.


🌹💖💖💖🌹


setelah mendapatkan apa yang dia mau, akhirnya Brian, kembali anteng, bersama dengan babby sister nya.


Arina tengah sibuk mengurus barang belanjaan nya di bantu oleh pegawai kasir, dengan belanjaan begitu banyak, Arina meminta mereka untuk langsung mengirim belanja tersebut ke alamat Mension nya, seperti biasanya, dan mereka sudah terbiasa dengan itu.


Arina, selalu berbelanja dengan jumlah yang banyak, jadi mereka mengistimewakan pelanggan tetap nya total belanja keperluan putra nya, itu mencapai tiga ratus juta, setelah ia membayar, semua barang diantar langsung oleh karyawan store tersebut.


"Selamat datang dokter Arina, anda terlihat semakin cantik"ucap mereka berdua, tiba-tiba seseorang pria yang kini tengah duduk menunggu istrinya berganti pakaian di ruangan ganti tersebut mematung.


"Terimakasih, maaf tadi saya belanja keperluan putra saya dulu"ucap Arina sambil tersenyum.


pria itu langsung menoleh pada wanita yang kini tengah memunggungi nya.


"Putra anda sudah besar ya, dia begitu tampan, mungkin mirip dengan Daddy nya, iyakan tampan sini aunty gendong ,biar mommy nya memilih pesanan nya sendiri"ucap pelayan butik tersebut.


"Tidak usah, biar susternya yang mengasuh nya"ucap Arina.


"Arina"ucap seseorang dari belakang Arina.


sontak wanita itu mematung saat mendengar suara seseorang yang sudah lama pergi dari hidup nya.


Arina berbalik dan melihat, siapa yang memanggil namanya.


Arina, pun mematung menatap pria, yang sudah lama menelantarkan dirinya dan putra nya, tanpa kabar sama sekali.


"Bruno"lirih Arina.


"Apa?.. dia putra ku"ucap Bruno yang melihat cermin hidup di hadapan nya.


Arina hanya terdiam, dan beberapa detik kemudian, Bruno bertanya lagi, dengan mata yang menatap fokus pada seorang anak laki-laki yang diperkirakan berusia dua tahun lebih itu, saat Arina akan menjawab, tiba-tiba seseorang yang sangat cantik dengan tubuh proporsional seperti seorang model papan atas datang menghampiri Bruno, dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang aku cari kamu ternyata kamu disini"ucap nya.

__ADS_1


Arina langsung berkata pada pelayan butik untuk membungkus pesanan nya dan mengirimkan baju tersebut ke alamat rumah nya.


Arina langsung bergegas pergi meninggalkan pria yang kini mencoba mengejar Arina.


"Arin tunggu"ucap Bruno, yang sudah melepaskan diri dari dekapan istrinya.


pria itu berlari mengejar wanita yang merupakan istri pertama nya.


Arina tidak menghiraukan panggilan Bruno, dia langsung turun menggunakan lift menuju lantai bawah yang langsung menuju basement mall tersebut.


Arina diikuti oleh babby sister nya, dia kini sudah berada di dalam mobil, wanita itu tidak akan pernah, memberitahu Bruno, tentang putra nya, mereka pun kembali ke rumah saat itu juga.


sementara Bruno, dia terus mengejar Arina yang sudah berlalu dengan mobilnya, mobil milik Arina, ternyata parkir di sebelah mobil Bruno.


hingga tiba di Mension, Arina langsung membawa putranya masuk, saat ini dia meminta kepada babby sister nya, untuk tetap tinggal di dalam rumah tidak memperbolehkan keluar rumah.


Arina tidak ingin lagi berhubungan dengan pria yang jelas-jelas sudah pergi dari hidup nya dan meninggalkan dia dengan putra nya, dan sekarang ini dia sudah memiliki seorang istri.


"Aku benci kamu Bruno, aku benci"gumam nya lirih.


Arina kini sudah berada di dalam kamar nya, wanita itu kembali menangis seperti malam dua tahun lalu, setiap malam dia akan menangis dan meratapi nasib pernikahan nya, bahkan saat ia membutuhkan sosok seorang suami yang akan memenuhi kebutuhan ngidam nya.


tapi Arina harus berjuang sekuat tenaga untuk menepis itu semua, meskipun tidak jarang ayah dan mommy nya meminta dia untuk bicara setiap kali ada sesuatu yang dia inginkan tapi Arina, tidak pernah melakukan itu, dia selalu mengurusi semua kebutuhan nya sendiri meskipun Arina, harus keluar di tengah malam sunyi, mengemudi kan mobil nya, mencari-cari makanan yang sedang ia ingin kan.


Arina pun pergi dengan keadaan perut buncit khas ibu hamil, dengan susah payah dia harus memenuhi keinginan nya, dan tidak jarang dia kecewa karena tidak mendapatkan semua itu, Arina hanya bisa menangis sesenggukan di dalam mobil di dalam garasi Mension tersebut, setelah puas menangis dia akan keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah nya.


Arin, tidak pernah memikirkan hal itu akan terjadi pada dirinya, yang dia tahu saat itu adalah rasa nyaman yang Bruno berikan pada nya, meskipun dia tidak kekurangan apapun.


Arina pun bergegas pergi menuju kamar mandi, dia langsung mengguyur tubuhnya tanpa melepas pakaiannya terlebih dahulu.


"Aku harus kuat, untuk putra ku, tidak akan ada yang bisa mengambil nya, dariku"ujar Arina.


sementara itu Bruno, sudah berada di dalam mobil tepat di depan gerbang Mension tersebut dia memperhatikan sebuah mobil dari kejauhan yang terparkir di halaman Mension tersebut.


Bruno yakin, Arina tengah berada di Mension tersebut.


Bruno langsung menerobos masuk ke dalam gerbang yang akan terbuka otomatis, dengan sensor mobil nya, yang pernah dia gunakan untuk masuk kedalam area Mension tersebut.


beruntung Bruno bisa masuk ke dalam tanpa hambatan, dan akhirnya dia langsung masuk kedalam rumah besar itu, setelah salah satu art membuka pintu dia berjalan menuju kamar Arina, seperti seseorang yang sudah terbiasa hidup di sana.


Arina sendiri baru selesai membersihkan diri saat ini, dia tengah duduk di depan cermin saat seseorang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Arina, kenapa? kamu pergi menghindar dari ku, apa benar dia adalah putra ku"ucap Bruno lagi.


Arina masih mematung, saat ini dia kaget bagaimana bisa Bruno, bisa masuk dengan leluasa kedalam Mension, yang sudah memiliki fitur keamanan super canggih itu.


"Kenapa? diam honey, jangan berpikir bagaimana aku bisa masuk ke sini, karena itu adalah hal yang sangat mudah"ucap Bruno, dengan bangga nya.


"Apa?... yang kamu inginkan, kamu sudah dapat kan, sekarang sebaiknya kamu pergi sebelum aku memanggil keamanan"ucap Arina.


"Panggil saja, jika kamu ingin aku merampas putra kita, saat ini juga"ucap pria itu tak gentar sedikitpun.


"Dia bukan putra mu, sudah jelas bukan silahkan kamu pergi"ucap Arina.


"Arina, apa kamu pikir aku percaya begitu saja"ucap Bruno yang kini semakin mendekat ke arah Arin, untuk menggertak wanita yang masih tidak pernah bisa ia lupakan itu.

__ADS_1


__ADS_2