Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#permohonan terakhir#


__ADS_3

Andra tiba-tiba mematung di tempat, saat mendengar pengakuan Dheandra yang mengatakan bahwa Randy akan segera menjemput nya.


sementara Dheandra sendiri berlalu menuju kamar nya, tangis Dheandra pecah dia tidak bisa lagi menahan semua rasa sakit akan penghianatan Andra, apa sifat Andra, selama ini memang seperti itu, atau hanya sebuah keterpaksaan.


"Sayang buka pintu nya, aku bisa jelaskan semua nya ok... aku salah aku tergoda dengan wanita lain tapi kamu harus tau satu hal aku tidak pernah melupakan mu, aku mencintaimu hanya saja aku pria lemah akhir-akhir ini aku sering merindukan mu tapi pekerjaan ku menuntut ku untuk terus tinggal"ucap Andra .


sementara Dheandra ,tidak menjawab sedikit pun dia lebih suka diam hingga suaminya itu mengatakan semuanya meski rasanya ingin sekali dia mengeluarkan semua rasa marah dan rasa lelahnya saat ini.


Andra terus menerus meminta agar Dheandra membuka pintu tapi sampai satu jam lebih dia membujuk istrinya itu tidak kunjung membuka pintu tersebut.


bahkan Refi yang tau masalah yang sedang Dheandra hadapi pria itu malah sedang menyusui kedua bayi kembar nya ditemani oleh para pelayan di ruang keluarga.


"Kalian jangan dengar apapun ok, terus saja menyusu hingga kenyang dan tidur ok biar mommy tenang dan ASI kalian lancar"ucap Refi, seakan dia sedang berkata kepada, orang dewasa.


sementara para pelayan malah tertawa menertawakan Refi, pria itu sudah seperti seorang ibu yang kini tengah mengobrol dengan anak nya.


tiba-tiba seseorang menelpon kepada Refi dan pria itu pun langsung mengangkat nya sambil mengangkat telepon nya.


📱"halo"ucap Refi.


📱"Halo Refi, bisa kita bertemu"ucap wanita yang tidak lain adalah Refa,sang kakak.


📱"Sekarang aku lagi sibuk jadi jangan menggangguku"ucap Refi tegas.


Refi sudah bisa menebak semuanya apa yang terjadi pada Andra, ada sangkut pautnya dengan keluarga nya, dan itu harus segera ia tuntaskan segera.


Refi langsung meminta pelayan termuda yang bernama Morena itu berdandan cantik bahkan dia akan mengubah nya layaknya artis papan peng gilesan agar bisa mengalahkan wanita suruhan kakak nya untuk mencegah yang akan terjadi, kebetulan pelayan itu adalah anak kuliahan jurusan bisnis yang sengaja kabur karena ingin dijodohkan oleh keluarga nya.


Refi, ingin menggantikan posisi sekertaris Andra.


"Morena, kamu siap-siap ikut aku ke salon dan jangan lupa bawa ketiga anak kita dan anak buah mu itu kita akan jalan-jalan bareng dan jangan malu-malu in semua harus dandan yang cantik untuk menjaga kedua ratu dan raja kalian"ucap Refi, yang kini langsung berdiri hendak pergi menuju kamar nya.


sesampainya di kamar dia langsung mengusap wajah nya karena merasa sangat bersalah terhadap Dheandra karena dia yakin kakak nya penyebab dari semua ini.


setelah semua siap bahkan kedua Queen itu sudah terlihat sangat menggemaskan Refi langsung menggendong keduanya di tangan kanan kiri sampai menuju mobilnya setelah semua masuk termasuk Gerald, mereka pun melaju dengan kecepatan sedang seperti rombongan ke kondangan atau seserahan kini mobil Refi,penuh dengan penumpang berdempetan ria ala ibu-ibu kondangan .


"Sayang buka pintu nya "ucap Rayendra.


Pintu pun terbuka tapi kini Dheandra sudah berpenampilan rapi dengan tas kecil di tangan nya dia berjalan melewati Andra begitu saja.

__ADS_1


"Yannk kita harus bicara kamu mau kemana"ucap Andra.


"Aku mau pergi kemana bukan urusan mu lagi mulai sekarang Abang bebas mau kemana pun begitu juga aku, aku bebas mencari yang lain di luaran sana"ucap Dheandra sambil melenggang pergi tapi Andra langsung mengejar nya dan mencekal lengan Dheandra kuat.


"Ah... lepas kamu kenapa?... kasar banget sih jangan semakin memperburuk keadaan, saat kita berpisah nanti jangan sampai ada tuntutan kdrt juga dalam sidang cukup karena perselingkuhan saja dan itu bisa membuat mu mendekam di penjara dan akan ku hancurkan perusahaan mu dalam hitungan detik"ucap Dheandra yang langsung membuat Andra semakin murka pria itu langsung mengangkat tubuh Dheandra dengan sekali tarikan ke atas kini tubuh itu sudah di angkat seperti karung beras.


"Andra Wijaya kau sudah melewati batas"ucap Dheandra yang benar-benar marah.


"batas yang mana yang aku lewati heuhhhhh... batas mana ayo jelas kan ada kah hukuman bagi seorang lelaki yang tergoda pria lain, aku rasa belum pernah ada yang dipenjara karena itu, karena yang aku lakukan hanya mencari kepuasan untuk sesuatu yang lama tidak aku dapat kan"ucap Andra jujur.


"Stop Andra mulai sekarang kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi, aku benci kamu aku benci ingat Andra Wijaya cepat atau lambat kamu akan mendapatkan balasan"ucap Dheandra , wanita itu benar-benar murka.


Andra langsung melempar Dheandra keatas ranjang dia tidak memberikan kesempatan untuk istrinya bergeser sedikit pun, Dheandra berteriak memaki"Andra kau sudah gila kau pria bajingan aku benci kamu lepaskan aku sialan lepas"ucap Dheandra yang benar-benar murka saat ini.


Andra bukan tidak mendengar apa yang Dheandra katakan bukan pula dia tidak marah tapi dia ingin istrinya meluapkan emosi nya yang tertahan selama ini .


"lalu kenapa??...kau mencintai ku"ucap Andra.


"Aku pikir dulu kau adalah pria baik-baik tapi ternyata selama ini semua yang terjadi adalah menunjukkan sifat asli mu kau bahkan berkali-kali berganti wanita tapi apa??...kau selalu mengejar ku "ucap Dheandra.


"Kau tau jawabannya"ucap Andra.


"Kau mau tau cara bajingan ini membuat mu mendesah"ucap Andra sambil mengikat tangan Dheandra menggunakan syal yang ada di leher wanita itu.


"Lepas Andra, aku tidak Sudi kamu sentuh lepaskan aku bajingan"ucap Dheandra lagi.


"Terus lah kau meracou sayang aku semakin bernafsu untuk menyentuh mu"ucap Andra sambil melepaskan pakaian Dheandra dengan kasar, wanita itu semakin murka di buatnya.


Andra semakin menggila dan Dheandra pun menangis pilu dibawah Kungkungan Andra yang kini tengah menggempur nya habis-habisan Andra, sebetulnya tidak tega tapi ada rasa sakit yang tidak terbantahkan dari ucapan istrinya itu.


"Dheandra aku akan menikahi gadis itu, jika kamu terus ingin pergi dari ku"ucap Andra yang langsung melepaskan penyatuan nya saat itu juga.


pria itu langsung pergi begitu saja dari kamar setelah membetulkan celana nya.


Dheandra hanya berkata "pergilah lakukan apapun yang ingin kamu lakukan tapi ingat jangan pernah memohon untuk kembali bersama ku lagi, aku tidak akan pernah memberi mu kesempatan"ucap Dheandra.


🌹💖💖💖🌹


Andra tengah berada di villa milik nya, saat ini setelah kepergian nya sore itu dari kediaman mereka, entah apa yang merasuki pria itu, yang dengan mudahnya menyakiti wanita yang selama ini ia perjuangkan.

__ADS_1


Dheandra sendiri kini tengah bersiap untuk kembali ke Mension milik nya, bersama dengan Refi dan beberapa orang kepercayaan nya.


Dheandra tak berhenti menangis sepanjang perjalanan, menuju rumah tersebut saat ini bahkan Refi, ikut menitikkan air mata nya.


"Sorry Dhe, semua ini berhubungan dengan gue dan kakak gue adalah dalang dibalik kehancuran ini, gue seharusnya tidak terus ada sisi Lo, karena semua bisa membuat Lo sengsara maafkan gue Dhe,gue akan pergi setelah mengantar kalian "ucap Refi.


"Gue tidak akan ijinkan Lo pergi, sampai kapan pun gue lebih baik kehilangan dia dari pada Lo,Lo setidaknya gue tau bahwa Lo bukan penghianat seperti dia, jika dia pria yang setia dia tidak akan tergoda dengan yang lain meskipun godaan itu lebih menantang, tapi apa.. dia itu memang tukang selingkuh"ucap Dheandra .


mereka tiba di rumah itu Dheandra langsung turun dari mobil nya, setelah mobil terparkir di depan rumah Dheandra menggendong bayi nya satu dan satunya lagi dibawa oleh Refi.


Gerald, mengikuti nya dari belakang sementara para pelayan mengurus semua barang bawaan mereka.


"Fi... hidup kan sensor pengaman itu setelah Lo memasukkan mobil ke garasi "ucap Dheandra.


"Baik"ucap Refi.


mereka semua sudah berada di dalam rumah kini semua mengerjakan tugas nya masing-masing setelah itu memasak untuk makan malam karena tadi mereka datang tepat pukul lima sore.


Dheandra langsung membawa ketiga anaknya ke dalam kamar nya, dia tidak akan tidur terpisah dari mereka mulai saat ini bahkan Dheandra menghidupkan sensor untuk mendeteksi siapa saja yang mendekat ke arah kamar nya maka alarm akan berbunyi nyaring.


semua itu dia lakukan untuk pengamanan jika anda orang jahat datang dia bisa siaga untuk melakukan tindakan yang harus dia ambil.


Dheandra pun memejamkan mata nya saat ini bersama ketiga anaknya.


Andra yang kini sudah merasa tenang pikiran nya dia benar-benar merasa sangat bersalah dia langsung pulang malam itu juga menuju Jakarta, Andra, tidak ingin lagi kehilangan istrinya.


Andra sadar ada yang tidak wajar saat ini hingga dia lupa dengan rasa malu dan lupa akan istrinya.


setelah empat jam lebih akhirnya Andra tiba di kediaman nya pria itu, sudah bisa menduga istrinya sudah keluar dari rumah mereka, istana yang Andra bangun untuk istri dan anak nya saat ini telah sunyi.


Andra pun menangis dia benar-benar menyesal dengan semua perbuatan nya kemarin sore.


Andra langsung tiba di kediaman istrinya rumah peninggalan kedua orang tua nya itu terlihat sunyi mungkin karena mereka sudah tertidur, sementara itu Andra melempar sebuah ranting kecil yang kini langsung terpotong, dia tau rumah Dheandra saat ini sudah di aktifkan pengaman nya.


Andra terpaksa menunggu hingga pagi tiba karena saat pagi para pelayan akan beraktifitas seperti biasa, jadi semu sensor dimatikan agar aman.


Andra masih setia duduk di dalam mobil hingga terlihat istrinya mendorong stroller baby .


"Sayang buka pintu nya aku mau masuk"ucap Andra.

__ADS_1


__ADS_2