
Refi, begitu menikmati hidup nya saat ini,karir bagus istri cantik juga smart, dan tidak lupa tiga anak meskipun bukan anak dari nya tapi dia begitu mencintai ketiga anak nya.
sementara Andra, pria tampan itu, meski mulai terbiasa dengan kehidupan nya saat ini, tapi hati nya masih tetap seperti dulu,hal tergila nya dia suka berfantasi di saat berhubungan intim dengan istri nya seakan-akan itu adalah Dheandra.
penyesalan tinggal penyesalan, tapi semua itu tidak akan pernah bisa kembali, meski dia berusaha keras untuk, kembali bersama dengan Dheandra, keadaan tidak akan pernah sama seperti dulu, karena kini Dheandra sudah mulai terbiasa bersama dengan Refi, dan benih-benih cinta itu sudah mulai tumbuh.
Dheandra, bahkan merasa sangat dicintai oleh Refi.
"Yang, aku hari ini ada meeting di luar,maaf ya tidak bisa bawa anak-anak"ucap Refi.
"Pergilah tidak usah khawatir mereka ikut aku"Ucap Dheandra.
"Oke... hati-hati ya sayang aku mencintaimu"ucap Refi.
"Sama-sama sayang love you too"ucap Dheandra sambil mencium punggung tangan Refi.
Refi pun berlalu dengan mobilnya, begitu juga dengan Dheandra, yang kini sudah mulai bersiap bersama dengan babby sister kedua putrinya itu.
Refi pun tiba di kantor dia langsung masuk ke dalam ruangan nya dan meminta asistennya untuk menyiapkan semuanya untuk meeting penting yang diadakan di hotel tersebut.
Refi, akan meeting bersama dua orang klien penting untuk membahas pembangunan hotel, karena Refi, juga memiliki bisnis properti, dan tidak hanya itu dia juga memiliki bisnis peternakan yang sangat menjanjikan.
di lahan yang luas tersebut Revi memiliki ribuan ekor sapi, dan setiap bulan nya bisa menghasilkan milyaran rupiah.
disana juga ada sebuah rumah megah yang dinamakan rumah peternakan, saat ini Refi dan Dheandra, lebih sering tinggal di situ saat mereka sedang liburan.
andaikan saja Dheandra, sudah resign dari kantor mungkin Refi, memilih untuk tinggal di sana karena tempat itu adalah tempat ternyaman setelah penat bekerja dan disana juga terdapat taman bermain untuk anak-anak mereka yang sengaja Refi, bangun untuk mereka dan juga anak karyawan nya, yang selalu mengurus peternakan itu, dari yang mulai menjaga ladang rumput hingga beberapa tim dokter hewan dan juga pemberi makan ternak tersebut.
ada sekitar lima puluh orang karyawan mereka Tinggal di sekitar area lahan tersebut dengan perumahan yang Refi, sediakan begitu keren nya seorang Refi, saat ini mungkin berkat do'a bunda nya selama ini.
"Mas weekend nanti aku mau ke Jerman bersama anak-anak,aku kangen sama Gerald"ucap Dheandra.
"Ok kita kesana, sama-sama"jawab Refi.
"Tapi mas.... bukan nya mas punya urusan, weekend nanti"ucap Dheandra.
"Untuk keluarga ku, urusan sepenting apapun, akan aku kesampingkan semua demi kebaikan"ucap Refi, yang membuat Dheandra, semakin bangga dengan Refi, yang beda usia dua tahun dengan nya.
Refi, pun mengecup bibir Dheandra, dan saling membalas kecupan, setelah itu dia langsung berangkat ke kantor.
sementara Dheandra, kini bersiap untuk pergi bersama kedua putrinya untuk membeli, bahan-bahan makanan, yang nanti akan mereka masak kesukaan Abang Randy dan Gerald, yaitu rendang daging sapi asli buatan Dheandra.
setibanya di sebuah pusat perbelanjaan, Dheandra dan kedua putrinya saat ini tengah berada di sebuah store yang menjual makanan manis seperti permen dan lain sebagainya, karena Arina penyuka makanan manis, berbeda dengan Arinda, yang suka semua jenis rasa.
mulai dari asam manis asin bahkan pedas, karena kedua babby sister nya, suka memberikan Arinda, apa yang mereka makan saat ini.
"Sayang jangan terlalu banyak makan itu tidak baik" ucap Dheandra.
"Tidak mom... hanya sedikit ko, Om tampan juga pasti bolehin"ucap Arina.
"Ayah Refi, sayang"ucap Dheandra, mengingat kan.
"Tapi mom...kata orang lain Om tampan bukan Daddy, kita dan Daddy adalah ayah kita kan mommy, jadi om tampan bukan Daddy atau ayah dia adalah om nya kita"ucap Arina.
"Mom... Daddy kenapa?... tidak tinggal dengan kita"ucap Arinda.
"Daddy, sibuk sayang"ucap Dheandra.
"Sesibuk apa?...si mom, Om tampan saja lebih sibuk dari Daddy, tapi dia selalu ada untuk kita"ucap Arinda lagi.
"Sayang Daddy, saat ini dia sedang benar-benar sibuk, jadi tidak ada waktu untuk tinggal bersama dengan kita, tapi kamu harus ingat Daddy, sayang kalian bertiga"ucap nya.
"Arinda kangen Daddy"ucap Arinda.
"Besok kita temui Daddy ok, sekarang kita fokus pada tujuan kita"ucap Dheandra.
"Ok deh"ucap Arinda.
seperti biasanya, Refi selalu memberikan apapun yang putri nya mau, seperti bertemu dengan Andra, bahkan mereka menginap di apartemen milik Daddy nya.
Refi, tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena, itu adalah hal yang baik untuk keduanya agar mereka tidak terbebani dengan pemikiran orang dewasa yang kadang egois.
__ADS_1
dan jika Dheandra, mau kembali ke Andra pun Refi, tidak akan melarang karena yang dia tau cinta itu tidak harus memiliki.
Dheandra terus berjalan menuju store pakaian dan sepatu anak, saat ini dia juga akan membelikan baju baru untuk kedua putrinya itu, meskipun di rumah sudah banyak yang terbaru yang Refi beli untuk kedua putrinya itu.
saat tengah asik berbelanja, tiba-tiba seseorang menabrak nya.
"Eh hati-hati dong kalo jalan"ucap seorang wanita yang sangat tidak tahu malu tersebut.
siapa lagi kalau bukan istri dari Andra, dan tidak jauh Andra, melihat itu.
Dheandra hanya bisa menghela nafas panjang setelah itu ia menoleh pada kedua putrinya.
"Ayo pergi sayang"ucap Dheandra yang langsung menggenggam tangan kedua putrinya itu.
"Hey...kau perempuan ****** berhenti!"ucap Dheandra.
seketika Dheandra berhenti.
"Apa?...kau tau disini seperti nya kau sedang mengatai dirimu sendiri, karena dunia tau siapa yang menghancurkan siapa?..."ucap Dheandra.
"Kau yang telah merebut suami ku, Daddy dari ketiga anak-anak ku, dengan mengandalkan tubuh mu yang sudah seperti toge banntet itu"ucap Dheandra yang kesal abis.
sontak semua orang berkata-kata mengumpat wanita itu.
"Kau bilang saja iri, jika kau pintar melayani suami,kau tidak akan pernah di khianati, seperti saat ini itulah kenapa?...mas Andra lebih memilih ku"ucap Desi.
"Mantan suami ku, terpaksa menikahi mu, karena kau berpura-pura sebagai seorang gadis padahal kau hanya penipu ulung yang yang kemudian, dengan bodoh nya dia mau ditekan oleh keluargamu yang palsu itu, dan aku bersyukur dengan begitu kau sudah membebaskan aku dari pria plin-plan itu"ucap Dheandra.
Andra yang mendengar kata-kata itu, dia tidak sedikit pun marah justru ia sekarang lebih tau kesalahan nya, Dheandra, tidak akan pernah bicara sembarangan jika dia benar-benar tidak,tau semua itu , Andra langsung mengepalkan tangannya ketika ia tau satu fakta bahwa Desi, sengaja menjebak nya.
"Desi kau tunggu sampai datang hari itu,aku akan membuat mu, merasakan akibat nya, dan untuk mu sayang terimakasih atas semua yang kau ucapkan saat ini, dan maafkan aku yang tidak pernah bisa membayangkan mi"Ucap Andra lirih
"Huh.....dasar plakor!...."Ucap para wanita yang ada di tempat tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Tidak lama setelah perdebatan tersebut, Dheandra tiba-tiba di peluk seseorang dari belakang , saat ini dia tengah menunggu di area permainan anak-anak, saat ini Arinda dan Arina tengah bermain.
dan sebagian lainnya,berbisik "Wah ternyata dia sudah menikah lagi dengan pengusaha sukses itu".ucap mereka.
semua terus berbisik, ada yang kagum dengan pasangan tersebut Dheandra duduk sambil bersandar di dada bidang suaminya itu.
"Mas belum jelasin ko, bisa datang ke sini"ucap Dheandra pemasaran.
"Tadi kebetulan lewat sini sayang , dan langsung ingat kalian"ucap Refi.
"Heumm gitu ya"ucap Dheandra.
"Sudah?….. belanja nya"tanya Refi.
"Sudah tadi,dibantu sama susternya anak-anak"jawab Dheandra.
"Owh kirain belum... tadinya... tapi gak jadi deh biarin nanti saja"ucap Refi.
"Ada apa?... kenapa?.... bicaranya separuh-separuh gitu, gak seru ih"ucap Dheandra.
"Mas lagi kangen sama masakan bunda"ucap Refi.
"Ya udah nanti aku masakin ya walaupun tidak seenak masakan Bunda"ucap Dheandra lagi sambil menghadap Refi.
"Tidak sayang masakan mu semuanya enak,meski kebanyakan western hehehe"ucap Refi, sambil tertawa kecil.
"Maklum lah mas gara-gara sering makan makanan itu di Jerman jadi aku sudah terbiasa, tapi aku masih sangat suka masak ibu warteg deh,pas jaman kita bekerja di bengkel tidak terasa ya mas, sudah beberapa tahun berlalu, heumm aku kangen masa itu,aku kangen naik motor"ucap Dheandra mengenang masa lalu.
"Iya dan soal otomotif kamu jago nya, apa?.... kata anak-anak kita nanti jika tau Ayah nya dikalahkan oleh mommy nya mereka"ucap Refi, sambil mencubit pipi Dheandra, saking gemasnya.
"Mas... sakit tau heumm kamu itu, selalu buat aku kesal dan kadang juga khawatir waktu itu"ucap Dheandra lagi.
"Lah kok, kesal bukan nya bikin kamu happy, bukti nya aku juga yang ngajarin sayangku ini manjat jembatan tanpa rasa takut"ucap Refi lagi.
"Mas... kamu itu gak tau aja,aku jago panjat tebing saat SMA, dulu sampai Bunda Sari nangis- nangis, karena aku pulang terlambat saat itu"ucap Dheandra.
__ADS_1
"Iya,aku percaya ko sayang "ucap Refi.
"Owh makasih, mas memang yang paling mengerti aku"ucap Dheandra.
"Terus yang buat kamu kesal itu apa?.... sayang"ucap Refi, lagi.
"Mas, selalu mendukung dia untuk bersama dengan ku"ucap Dheandra.
"Tapi kamu suka kan sayang"ucap Refi.
"Mas.... jangan mulai deh, jika mas bosan pada ku mas bilang aja"ucap Dheandra yang langsung membentak Refi.
"Jangan gitu yang aku hanya bercanda, kamu itu tidak boleh sensitif kaya gitu, aku kan hanya ingin lihat km kamu bahagia "ucap Refi.
"Terus sekarang"ucap Dheandra yang kata-kata nya langsung mengambang karena dia melihat Andra, berdiri di hadapan mereka.
Dheandra langsung bangkit.
"Ada apa?... Abang kemari"ucap Dheandra gugup.
"Aku kangen mereka, dan lagi tidak ada larangan untuk datang ke tempat ini bukan"ucap Andra.
"Ya memang tidak ada, tapi aku heran saat ini biasanya kamu sibuk kerja"ucap Dheandra.
"Suami barumu adalah selingkuhan lama mu dia juga sibuk kerja, tapi dia ada di sini"ucap Andra, yang benar-benar kesal .
"Apa?.. kau sudah gila!!" ucapan Dheandra yang naik pitam.
"Sayang sudah, biarkan saja semua orang bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk , tidak usah emosi begitu"ucap Refi santai sambil membawa Dheandra, kedalam dekapannya.
"Cihh.... menjijikkan, kalian memang sungguh menggelikan"ucap Andra.
"Heummm... sudah bicara nya jika belum kamu bisa lanjut bang"ucap Refi, yang menanggapi nya dengan santai.
Andra, langsung pergi begitu saja, dia tidak berkata apa-apa lagi.
"Mas.... kamu ko, sesantai itu sih, kenapa tidak melawan, kita gak salah"ucap Dheandra yang khawatir dengan Refi.
"Untuk apa?... sayang hanya buang-buang tenaga, lebih baik tidur dari pada emosi, menghadapi orang tidak waras, sama saja kita jadi tidak waras, santai saja dengan begitu dia akan malu dengan sendirinya"ucap Refi.
"Suamiku memang yang terbaik"puji Dheandra, yang langsung mengecup pipi suaminya itu, sementara Andra yang masih bisa mendengar itu dia langsung mengeratkan genggaman tangan nya, ingin sekali rasanya dia menghajar Refi.
tapi pria itu enggan untuk melakukan itu, karena dia tau masadepan ketiga anak nya,ada di tangan Refi.
Dheandra langsung menemui anak nya yang sedang di temani oleh suster mereka, untuk meminta ijin, pergi sebentar bersama dengan Refi, dan jika mereka menunggu lama mereka bisa langsung ke mobil karena ada sopir yang akan mengantar mereka pulang.
Dheandra, ingin, mencari bahan makanan yang Refi, ingin kan dia ingin memasak makanan tersebut, sebagai bakti nya pada suami.
sampai lah mereka di lantai bawah, Refi dan Dheandra, tidak pernah lepas dari berpegang tangan, hingga mereka selesai berbelanja, keduanya sama-sama saling melengkapi.
"Sayang masih ada lagi yang kamu inginkan"ucap Dheandra.
"Tidak sayang, aku hanya ingin memakan mu saja"ucap Refi, sambil tersenyum .
"Owh ya ampun.... jiwa mesum nya kambuh ucap Dheandra sambil tepok jidat.
"biarin,sama istri sendiri juga bukan orang lain"ucap Refi, sambil nyengir kuda.
"Tau tempat lah mas masa mesum di tempat seperti ini"ucap Dheandra lagi,
"Di mobil boleh"ucap Refi lagi.
"Boleh sih tapi mobilnya di garasi rumah"ucap Dheandra.
"Aku penasaran nyoba di mobil"bisik Refi lagi.
"Yang udah deh"ucap Dheandra yang malu karena terlalu banyak orang di sana, sementara suami nya, sedang on dengan obrolan mesum nya.
"Boleh ya?"ucap Refi.
"Tidak, atau aku potong jatah bulan ini"ucap Dheandra.
__ADS_1
"Ya gitu nih sayang ku,, gak asik ah...di potong melulu , sekali-kali tambahin lah dikit"ucap Refi, yang kini sedang memelas.