
Obrolan mereka terus berlanjut hingga Ananda mulai memiliki semangat untuk bangkit kembali, dia pun mandi dan berendam di dalam bathtub merilekskan tubuh dan pikiran nya dengan sabun aroma terapi.
hingga dirasa cukup kembali segar, dia pun langsung membersihkan tubuh nya dari sisa sabun yang masih menempel.
sampai akhirnya ritual mandi nya selesai Ananda kembali ke dalam bathroom dan mengambil pakaian di lemari yang tidak terlalu besar itu, tidak seperti di Mension, setelah mandi akan masuk ke dalam walk-in closed, tapi di sini dia hanya ada kamar utama tidak ada kamar ganti.
hingga dia selesai bersiap, malam telah larut, tapi kedua wanita itu memilih untuk pergi sekedar hangout, berdua sambil mencari ponsel baru di konter terpercaya, Ananda juga membeli barang lain nya seperti topi kacamata dan juga sepatu untuk menunjang penampilan nya, meskipun bukan barang branded, yang biasa Agam pilihkan untuknya.
bicara tentang pria itu, saat ini pria yang sudah menikah untuk ke tiga kali nya itu, tengah berada di ruang tunggu bandara dengan hati yang berkecamuk, bahkan di pikiran nya hanya ada wajah kecewa sang istri yang sudah bisa ia bayangkan, sementara istri barunya terus bergelayut manja di lengan Agam.
adalah Alina gadis berusia dua puluh lima tahun itu, adalah anak seorang pengusaha sukses asal Indonesia, meskipun dia tidak sekaya raya Agam dan keluarga tapi wanita itu memiliki latar pendidikan yang baik dan sangat cantik, meskipun dia belum sempat berkarir sifat nya yang manja dan lemah lembut, sangat di sukai oleh Arinda, berbeda dengan Ananda yang bahkan keras kepala dan tidak punya latar belakang pendidikan atau keluarga yang setara dengan nya, bahkan untuk berkuliah pun putranya Agam yang bayarkan dengan menjadi sugar baby .
setelah selesai berbelanja dan makan-makanan yang pedas dengan level tertinggi itu, akhirnya sedikit membuat Anada lega, meskipun pada akhirnya dia harus rela bolak-balik ke dalam kamar mandi.
sementara Agam pun pergi, dia tidak berpamitan atau pun mencoba menghubungi Ananda, bahkan Agam membiarkan istrinya berkeliaran bebas di luar sana,demi agar Ananda, tidak melakukan hal yang tak diinginkan, yaitu bunuh diri.
Agam dengan setia nya, duduk di pesawat berdampingan dengan sang istri yang bahkan baru ia nikahi siang tadi, rencananya Agam, akan berusaha untuk membuat dia hamil secepat nya, meskipun itu akan terasa sulit karena Agam hanya mencintai Ananda, saat ini.
Arinda sendiri saat itu juga memerintahkan pengacara nya untuk mengurus perceraian antara Agam dan Ananda, yang bahkan tanpa sepengetahuan Ananda, tapi Ariel tau semua itu, Ariel bahkan meminta Ardan untuk tidak lagi tinggal bersama dengan kedua orang tua nya yang benar-benar memiliki hati yang kejam.
"Mas, aku akan pulang ke rumah Abah bersama putri kita, aku tidak mau lagi tinggal di sini, terserah mas mau ikut, atau pun tinggal di sini, rasanya aku jadi ikut berdosa jika terus bersama dengan mereka disini"ujar Ariel, yang kini memasukkan baju-baju miliknya dan putri kecilnya yang baru berusia beberapa bulan itu.
"Sayang aku mohon, setidaknya tunggu sampai aku, membeli rumah baru untuk kita,aku tidak mau Abah mengira aku adalah pria yang tidak bertanggung jawab"ujar Ardan.
pria yang begitu mirip dengan sang kakak, Agam itu dia punya ciri khas tersendiri dari suara serak-serak basah yang begitu terdengar seksi.
tidak seperti Agam, yang dengan suara bariton nya menandakan ketegasan dia hanya bisa bersikap lembut saat bicara dengan sang istri dan itupun disaat mereka sedang baik-baik saja.
sampai saat ini pukul tiga pagi, Ananda belum juga bisa memejamkan mata nya, meskipun dia sudah berusaha melupakan rasa sakit itu, tetap tidak mau pergi, Ananda bahkan membayangkan suaminya yang tengah berbulan madu dengan istri baru nya itu.
Ananda langsung mengambil air wudhu, dia pun menggelar menggunakan mukena dan sajadah, yang menjadi saksi bisu, disaat dia menumpahkan segala rasa sakit yang ada di benak nya dengan bacaan sholat yang selalu orang tuanya ajarkan sejak saat dia kecil , dan Ananda, telah lama melupakan kodratnya sebagai wanita muslim.
sampai akhirnya ia bisa tidur pulas di atas sajadah yang bahkan tidak sempat berpindah setelah solat dan berdoa sambil bercucuran air mata mengadu kepada sang maha pencipta.
hingga adzan subuh berkumandang di tengah pusat kota Jakarta Ananda pun terbangun dan kembali berwudhu, meskipun dia belum menyempurnakan penampilan seperti wanita muslimah pada umumnya, seperti sang ipar Ariel, tapi selama ini Ananda tidak pernah menggunakan pakaian seronok kecuali saat bersama dengan Agam.
Ananda pun kembali terpejam tapi kali ini diatas ranjang empuk nya, wanita itu tidur hingga suara pintu masuk unit nya berbunyi.
__ADS_1
"Nanda bangun ayo kita pergi ke kampus disana ada acara,seru tau bukan kah kamu punya suara bagus,aku sudah mendaftar kan mu"ujar Ageng.
"Owh ya ampun Ageng!! Lo itu bikin kuping gue tuli tau gak"ujar Ananda.
"Owh ya ampun ya ampun ini benar-benar teman gue"ucap Ageng yang langsung menghampiri Ananda yang kini melihat mata panda di sana.
"Ya ini gue bukan setan"ucap Nanda.
"Buruan mandi, dan ganti baju, secepatnya gue akan makeover Lo"ucap Ageng sambil mendorong Ananda kembali masuk ke dalam kamar nya.
sampai saat Ananda selesai mandi dan berganti pakaian Ageng langsung mengambil alih semua nya, dia memoles wajah Ananda dengan makeup yang benar-benar bisa mengeluarkan aura kecantikan Ananda.
gadis yang kini menggunakan dress berwarna pink candy itu terlihat sangat cantik dan jauh berbeda dari penampilan sebelum nya, Ananda bahkan menggerai rambut panjang lurus nya itu yang semakin mempercantik tampilan nya.
sesampainya di kampus ternyata sudah siap untuk naik ke panggung karena Ananda adalah penyanyi yang akan tampil paling pertama, dia dipasangkan dengan seorang pria, dan membawa langsung dari (Adele someone like you) hingga semua mahasiswa rektor dan dosen yang hadir di sana mengabaikan momen tersebut, Ananda bahkan menitikkan air mata.
setelah itu dilanjutkan dengan tiga lagu berikutnya hingga setelah itu dia juga membawakan lagu lagu galau lainnya, yang membuat semua orang larut didalam nya, dan terakhir dia menyanyikan lagu lagu rock dari kotak sebagai penutup nya.
semua sosmed membahas tentang penyanyi wanita dan pasangan duet fenomenal saat ini dari kampus bergengsi di Indonesia dan berita itu viral mancanegara.
termasuk Agam yang kini mengepalkan tangannya, saat melihat sang istri tengah dirangkul rekan duet nya.
Agam langsung memerintahkan orang-orang nya untuk membawa pulang istrinya ke Mension, tapi sayang Ananda keburu menghilang dari tempat tersebut, karena tanpa mereka tau, Ananda sudah lebih dulu tau kemungkinan yang akan terjadi.
Bersama mahasiswa yang tadi bernyanyi dengan nya, pria itu lah yang membawa kabur Ananda dan Ageng.
seorang pria yang sangat pintar dalam menyamar, dia bahkan begitu terampil dalam gerakan setiap kali bergerak seakan telah diperhitungkan, saat ini mereka serasa sedang berada di dalam film city Hunter.
Dan pria itu tidak kalah tampan dari pemeran utama dalam film tersebut, hanya saja Ananda bukan lah Kim Nana .
Ananda baru kembali setelah pagi tiba tepat pukul empat pagi.
sebelumnya dia bersama dengan pria itu dan Ageng di rumah nya yang cukup nyaman ternyata pria itu hanya tinggal berdua dengan sang Bunda, yang begitu ramah pada keduanya.
sementara Agam yang menerima laporan tersebut, tepat setelah menghabiskan malam pertama yang panjang bersama dengan istri keduanya, rasa bersalah sudah pasti ada, tapi Agam menjalani semua itu demi baktinya kepada sang Mommy.
sementara Anada hanya bisa berurai air mata, setiap malam datang dan pagi harinya, Ananda pun sudah kembali beraktifitas, hingga lima bulan berlalu, Ananda bahkan menerima kabar bahwa pewaris tahta pertama dari pengusaha Agam, Airlangga akan segera lahir ke dunia, dan itu membuat dunia Andha runtuh tepat saat dia wisuda, hadiah pertama yang ia terima adalah surat cerai dari Agam.
__ADS_1
Hanya wanita itu dan tuhan yang tau bagaimana rasa sakit yang dirasakan nya saat ini dengan tangan bergetar hebat, dia membubuhkan tanda tangan di atas kertas putih, berlabel pengadilan agama tersebut, kini Ananda resmi menyandang sebagai seorang janda tanpa anak.
Ananda tersenyum getir, wanita itu tidak sedikit pun meneteskan air mata nya, mungkin karena sudah terlalu banyak air mata yang tumpah kini Ananda hanya akan fokus pada profesi nya sebagai bidan.
bahkan berkat rekomendasi dari teman kuliah nya yang dulu pernah menjadi rekan duetnya,kini Ananda telah bekerja di salah satu rumah sakit di kota Bandung, bersama dengan Ageng yang juga sama-sama telah berpisah dengan sugar Daddy nya.
"mereka pun sama-sama mengadu nasib di kota tersebut, dengan membeli rumah sederhana minimalis modern tapi sangat nyaman untuk mereka tempati berdua, kini Ananda bahkan sudah memberikan semua yang telah Agam berikan termasuk lahan perkebunan yang sempat ia beli dengan uang pemberian Agam, dan rumah yang dulu penuh kenangan itu, sudah ia relakan dia benar-benar hanya membawa satu stell pakaian, tidak membawa apa-apa lagi, dan rumah yang mereka beli saat ini murni hasil dari jerih payahnya menjadi penyanyi cafe dengan bayaran yang cukup besar sebelum akhirnya lulus kuliah.
sementara itu, Agam sudah kembali ke Mension nya bersama dengan Alina yang kini tengah hamil putra nya, jika Ananda berpikir bahwa pernikahan mereka berjalan dengan mulus, semua dugaan itu salah, Agam hanya menyentuh wanita itu tepat satu kali saat mereka tiba di Jepang, hingga saat ini bahkan hubungan antara mereka hanya sandiwara dibalik pernikahan, tidak ada cinta yang Agam berikan setelah mengetahui bahwa wanita yang baru ia nikahi enam bulan lalu itu bukan gadis virgin seperti halnya Ananda, dan ternyata kelembutan yang dia tunjukkan semata-mata karena ingin menutupi sesuatu.
Agam yang baru tiba pun langsung mencari Ananda di apartemen nya, tapi sayang apartemen itu sudah di jual.
hingga dia kembali mencari Ananda di tempat lain, tapi tidak kunjung ditemukan, tapi saat dia kembali ke Mension, dia menemukan surat cerai yang sudah Ananda tandatangani, Arinda cukup pintar untuk memutar balikkan fakta, sifat liciknya entah diwariskan dari siapa? yang jelas wanita paruh baya itu sudah jauh dari rasa iba.
Agam pun meremas kertas tersebut, dia langsung mengambil jas dan kunci mobilnya, tidak perduli wanita yang kini ia cari berada di ujung dunia sekaligus, Agam akan mencari nya.
sementara wanita yang ia cari saat ini baru saja selesai dinas malam dari rumah sakit tersebut, wanita itu bahkan sudah sangat lelah, bersama dengan Ageng dan juga kawan lainnya dia masuk kedalam taksi karena memang sudah waktunya mereka kembali kerumahnya untuk beristirahat.
sesampainya di rumah Ananda, langsung membuka pintu, dia bahkan sudah tidak ingin menatap kesana-kemari dia berjalan cepat menuju kamar nya dan bug, bersamaan dengan Ageng menjatuhkan diri di kasur dan kamar tempat mereka beristirahat seperti biasanya, mereka tidur bersama tapi jika untuk tidur malam kedua wanita itu akan tidur di tempat terpisah.
"Bangun kan gue, jika nanti gue gak bangun lagi"Ucap keduanya secara bersamaan karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka selama mereka tinggal bersama.
sampai akhirnya seseorang mengetuk pintu depan dengan begitu nyaring karena dia tau kedua wanita itu pasti sedang tertidur pulas di ruang tengah dengan kasus lantai yang lebar dan empuk, pria itu juga mau numpang tidur dan makan karena apartemen nya sepi.
"Masuk teriak keduanya yang sudah kenal dengan ketukan itu, mereka mempersilahkan nya tanpa tahu siapa yang bertamu.
dia seorang pria tampan yang selalu ada untuk mereka berdua, dokter Boy, adalah dokter spesialis kandungan, mereka semalam habis bekerja sama dengan.
Boy juga pria tampan yang dulu duet dengan Ananda di kampus.
jika mereka tidur selalu jaga jarak dan canggung di awal kini pria itu terpejam di tengah wanita yang bahkan tidak tau mereka tengah diawasi oleh orang suruhan seseorang.
Boy tidur dengan posisi terlentang di atas sofa, sementara mereka di kasur lantai yang ada di depan sofa.
hingga sore hari mereka baru bangun karena perut ketiganya sudah sangat keroncongan, jika sudah begitu mereka akan mandi terlebih dahulu beruntung tidak berebut kamar mandi karena di tiga kamar tersebut terdapat kamar mandi.
setelah selesai mandi dan berganti pakaian mereka akan menyemprotkan cairan khusus untuk pembunuh bakteri ke seprai dan seragam yang tadi mereka gunakan termasuk cucian kotor itu dan mereka pun me laundry nya ke sebelah karena disana ada tempat khusus laundry.
__ADS_1
Agam sendiri mendapatkan informasi bahwa Ananda bekerja di rumah sakit xx di kota Bandung, tidak hanya itu mereka juga memberikan informasi bahwa Ananda tinggal bertiga dengan satu laki-laki dan satu perempuan, dan itu membuat Agam semakin dibuat geram, Agam langsung bergegas menuju ke tempat tersebut.
sesampainya di sana dia mendapati rumah yang sepi, tetangga mereka bilang , ketiganya baru saja pergi dengan mobilnya.