
Arinda sudah tiba di rumah peternakan tepat pukul enam pagi, saat dia keluar dari mobil tiba-tiba saja dia jatuh pingsan, Refi yang melihat itu langsung berteriak memanggil putri nya itu dan langsung menghampiri dan mengangkat tubuh nya, membawa nya kedalam dibantu oleh pelayan rumah tersebut.
Dheandra sudah panik, dia langsung memanggil dokter pribadi nya, hingga dokter datang Dheandra hanya menangis pilu, bagaimana bisa semua yang dulu dia alami saat ini terjadi pada putri pertama nya itu.
Arinda langsung di periksa saat dokter tiba di sana.
hingga saat ini selesai di periksa, Arinda belum sadarkan diri juga, wanita itu benar-benar kelelahan dan terlalu banyak pikiran.
Arinda tersadar setelah beberapa jam kemudian, dengan selang infus yang menancap di tangan kiri nya.
"Sayang apa?? yang kamu rasakan saat ini"ucap Dheandra yang sedari pertama Arinda datang tidak pernah jauh dari nya.
"Aku hanya kelelahan mom"ujarnya sambil memeluk ibunya yang kini berbaring menyamping memeluk putra nya itu.
"Apa? perlu ayah bicara dengan Argha"tanya Refi.
"Tidak usah Ayah, aku sudah sangat lelah aku ingin pergi ke tempat yang jauh saja"ucap Arinda lagi.
"Baiklah, ayah punya rumah di Bandung jika kamu mau tinggal di sana"ucap Refi.
"Tidak yah aku akan pergi ke luar negeri, sampai dia tidak bisa menemukan Arinda lagi"ucap Arinda.
"Baiklah Jepang, ya Jepang di sana ada Mension milik Daddy Georgio, pasti kamu suka tinggal di sana, secara pemandangan yang sangat indah"ucap Dheandra.
Arinda langsung mengangguk setuju.
hingga Refi langsung mengurus semua nya untuk putri nya itu, bahkan dia meminta pesawat pribadi milik Georgio yang menjemputnya langsung agar tidak pernah ada yang mengetahui kemana Arinda pergi.
hingga Arinda pergi di malam hari, tepat pukul sebelas malam, dimana semua orang tengah terlelap tidur, dan Argha yang baru selesai melakukan malam pertama dengan istri keduanya yang tak lain adalah asisten pribadi nya di rumah sakit, ada rasa sakit yang tiba-tiba mendera batinnya, setelah merengkuh kenikmatan bersama istri keduanya itu.
Argha teringat dengan Arinda istri pertama yang sangat ia cintai dan kasihi selama ini, Argha keluar kamar setelah istrinya terlelap.
"Kamu mau kemana sayang ini sudah larut"ucap ibunya yang melihat Argha sudah berpakaian rapi dengan rambut klimis .
"Aku mau menemui Arin mom, sudah sedari kemarin dia belum pulang"ucap Argha.
"Istri mu bukan hanya dia nak, ingat kamu juga harus perhatian terhadap istri kedua mu"ujar sang mommy, meskipun dihatinya sudah sangat merasa bersalah pada Arinda.
"Aku tau mom, tapi hatiku tak tenang sedari kemarin malam, dia pergi ke rumah peternakan tapi belum juga kembali"ucap Argha yang langsung pergi.
"Mungkin ini yang terbaik menurut nya"ucap nya lirih sambil beranjak pergi.
"Maaf kan mommy, Arin, tapi keluarga ini butuh penerus"ucap nya lirih.
hingga Argha tiba di kediaman Refi dua jam kemudian dengan helikopter dia terkejut karena Refi dan Dheandra bilang Arin tidak datang kepada mereka, dan benar saja mobil Arinda yang ia pakai kemarin tidak ada di garasi mobil nya, dan diam-diam Argha, meretas Cctv di rumah itu tapi nihil tidak satupun ditemukan oleh Argha, kedatangan Arinda.
Argha kembali pamit, pagi dini hari, tepat pukul tiga pagi, tapi dia tidak pulang ke rumah Melainkan menuju Mension milik Dheandra, dia ingin mengetahui apa? Arinda ada disana.
Argha lagi-lagi tidak bisa menemukan Arinda hingga berkali-kali, Dheandra menelpon menanyakan keberadaan putri nya, hingga dia menangis sesenggukan, padahal tangis itu bukan tangis pedih karena Arinda hilang melainkan tangis untuk putri nya yang malang.
__ADS_1
hingga hari berganti bulan berlalu, Argha tidak bisa menemukan Arinda, seperti ditelan bumi, dan Dheandra juga seluruh keluarga nya, memutuskan hubungan baik dengan Argha, karena alasan pernikahan Argha, untuk yang kedua kalinya menjadi alasan kebencian seluruh keluarga Arinda yang hilang hingga saat ini.
rekayasa kepergian Arinda pun terjadi setelah beberapa bulan itu, sementara Arinda sendiri, tengah menikmati masa-masa kehamilan nya, yang kini sudah menginjak usia lima bulan, Arinda dinyatakan positif hamil setelah pingsan saat di rumah peternakan itu, tapi semua nya merahasiakan itu rapat-rapat.
Arinda hamil anak kembar, dan sudah dipastikan jenis kelamin keduanya adalah laki-laki, dan yang membuat Arinda mampu bertahan dan mempertahankan kedudukannya adalah rasa cinta yang teramat dalam yang melebihi rasa sakit yang kini dia rasakan, tapi Arinda, sudah memutuskan untuk hidup menyendiri sampai kapan pun, dia hanya akan membesarkan kedua putranya itu sendirian.
Arinda menghabiskan waktu nya dengan bekerja dari rumah, dan berjalan-jalan di sekitar kota itu, setiap pagi menjelang dan sore hari untuk merefresh otaknya, agar tidak terlalu banyak beban pikiran saat dia hamil.
saat ini Arinda tengah berjalan-jalan di taman Mension, Georgio, sengaja membuat taman Mension itu terlihat asri dan sangat nyaman, untuk ibu hamil itu.
pria itu sama-sama menyayangi Arinda, seperti putri nya sendiri, hingga saat dia tau bahwa Arinda tengah mengandung Georgio meminta pelayan yang berada di sana melayani Arinda, dengan sangat baik.
Dheandra akan berkunjung satu bulan sekali ke Jerman, sebelum dia berangkat ke Jepang dari negara itu, untuk mengelabuhi Argha, yang hingga kini pria gila kerja itu, pantang menyerah untuk terus mencari Arinda.
Arinda sendiri sudah mulai bisa mengikhlaskan perpisahan itu, dia tidak lagi mau memikirkan atau menangis untuk pria itu, karena Air mata nya, sudah terlalu kering, untuk terus meratapi semua itu.
hingga Arinda, berteman dengan seorang pengawal pribadi yang gagah dan tampan, meskipun dia seorang pengawal tapi gajih yang Georgio berikan itu cukup fantastis, bagi ukuran seorang pengawal.
Georgio, selalu menghargai para pegawai nya, karena menurut nya, pekerjaan itu teramat berbahaya, setidaknya jika terjadi sesuatu pada mereka, setidaknya Georgio, sudah berbuat yang terbaik untuk mereka dan keluarga nya.
Namanya, Jack dia berasal dari negara Singapura, bisa masuk ke jajaran pengawalan tingkat tertinggi, dia menjalani sekolah khusus militer, yang di pimpin sebuah organisasi, pria itu adalah pria terbaik dari yang paling baik yang bisa lolos seleksi dari segi uji ketangguhan bela diri yang Georgio, pekerjakan untuk mengawal keluarga nya, pria itu kini berusia tiga puluh dua tahun.
tidak hanya itu, dia juga memiliki kemampuan dalam berbisnis, karena dulu sempat kuliah di jurusan tersebut, sebelum akhirnya terjun ke dunia nya saat ini.
dan Georgio, menugaskan dia untuk menjaga Arinda, di Jepang.
🌹💖💖💖🌹
hingga Arinda melahirkan Jack, dengan setia menemani Arinda, dan Jack, memastikan bayi mana yang terlahir lebih dulu, dan langsung memberikan gelang nama bayi ke pada perawat untuk memasang itu di kakinya.
beruntung meskipun lahir lebih cepat dari seharusnya, berat badan bayi Arinda stabil dan sudah sangat cukup, hingga proses operasi selesai, Jack mengawal suster menuju ruang perawatan.
Arinda sendiri sudah lebih dulu di bawa ke ruang rawat inap VVIP yang dijaga ketat oleh orang-orang Jack.
Jack masih berada di ruang perawatan bayi pria itu tetap mengawal suster hingga mereka merasa ketakutan akan tingkah laku Jack, hingga kedua bayi itu pun dibawa ke ruang rawat VVIP, bersama dengan Arinda yang sudah lebih dulu di sana.
Arinda yang sudah sadar dia sempat menitikkan air mata, saat melihat kedua putranya benar-benar mirip dengan Daddy nya, ketampanan nya, seratus persen Argha.
sementara Argha, sendiri hingga saat ini belum dikaruniai anak, dan dia masih sibuk mencari Arinda.
Lima tahun berlalu, Arinda tinggal di Jepang sudah hampir enam tahun, kini putra nya sudah berusia lima tahun.
Agam dan Ardan adalah putra nya yang diberi nama panjang keluarga nya sendiri.
Agam Alexander Wijaya dan Ardan Alexander Wijaya.
keduanya adalah anak yang baik dan memiliki kepribadian yang hangat kedua pria kecil itu begitu melindungi nya, mommy nya bahkan tidak diperbolehkan untuk bepergian sendiri.
dan Jack, selalu mengikuti kemanapun kedua tuan kecilnya itu pergi meskipun terkadang mereka membuat kenakalan yang bahkan melebihi anak seusianya, tapi Jack tidak pernah memarahi mereka, meskipun wewenang itu diberikan oleh Arinda, karena suatu hari mereka pernah membuat Jack hampir kehilangan nyawa nya, karena menyelamatkan kedua pangeran kecil yang berlarian di tengah jalan raya, dan Jack menyelamatkan mereka saat itu juga hingga dia yang menjadi korban tertabrak mobil, bahkan karena rasa bersalah pada Jack, yang saat itu sempat mengalami koma dia menangis sesenggukan di samping Jack dan setelah dia sadar Arinda, yang merawat Jack hingga kembali sembuh.
__ADS_1
Arinda dan Jack, sudah teramat dekat, dan tidak sedikit yang mengira bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sangat serasi karena kecantikan Arinda dan ketampanan Jack.
hingga suatu hari Dheandra sendiri meminta Arinda untuk melanjutkan hidup, putri nya itu dengan Jack, seperti dirinya, tapi Arinda, memilih berteman saja dengan Jack, yang juga sudah memiliki rasa pada Arinda,ibu dua orang anak yang sudah seperti anak nya sendiri.
pagi ini di Jepang.
"Jack, sarapan sudah siap ayo kita sarapan"ucap Arinda.
"Tidak nona, silahkan Nona dan kedua tuan muda dulu, yang sarapan nanti saya belakangan"ucap Jack, yang masih bersikap datar pada nya, berbeda saat bersama kedua putra Arinda pria itu akan bersikap hangat seperti layaknya seorang ayah, Arinda langsung berkata.
"Jack aku bisa minta Daddy, untuk mengganti mu, dengan yang lain, jika kamu masih seperti ini"ancam Arinda.
"Tidak masalah Nona, lakukan saja apa? yang anda mau"ucap Jack, yang makin membuat Arinda jengah.
"Jack, aku sudah habis kesabaran, mau sampai kapan kamu kaku seperti itu"ucap Arinda.
Jack pun tidak bergeming atau pun mengangguk seperti yang selalu dia lakukan.
Arinda menggelengkan kepalanya dan pergi begitu saja Jack yang melihat itu, langsung mencegah Nona nya pergi.
"Baiklah Nona, terpaksa saya akan makan bersama dengan Nona"ucap nya.
mereka pun makan bersama layaknya keluarga, sarapan pagi yang Arinda masak sendiri, setelah sekian lama tinggal di Jepang, Arinda pun melakukan tugas nya sebagai seorang wanita yang seutuhnya meskipun itu bukan urusan ranjang.
dia bangun pagi dan menyiapkan semua kebutuhan kedua putranya itu, mulai dari pakaian, air untuk mandi dan juga sarapan atau bekal mereka .
hingga saat ini Arinda menikmati hal itu, jika dulu dia selalu dimanjakan oleh Argha, saat ini Arinda memanjakan kedua Argha junior.
sementara Argha sendiri hingga saat ini masih belum dikaruniai anak, karena ternyata istrinya itu mandul, mungkin karma dari yang kuasa, karena telah merebut kebahagiaan Arin, bahkan wanita itu selalu bersikap seolah hanya dia satu-satunya yang Argha miliki.
Argha, sendiri sudah menemui titik terang dimana istrinya berada, rencananya Argha, akan langsung pergi ke Jepang, tapi dia mengulur waktu karena, dia tidak ingin istri keduanya curiga.
hingga hari yang mengejutkan itu tiba, Arinda datang ke Indonesia, tepat disaat Gerald, hendak menikah dengan Celsi,satu Minggu lagi, tepat nya, meresmikan pernikahan mereka, karena selama ini mereka diam-diam telah menikah siri, dan Celsi, sudah mengandung anak kedua mereka, yang kini masih dalam kandungan nya, karena anak pertama mereka meninggal di dalam kandungan, setelah berusia tujuh bulan, karena saat itu, Celsi, sempat terjatuh di kamar mandi..
Argha yang mendengar kabar kehadiran istrinya itu dia datang ke pesta tersebut sendirian, bahkan dia tidak menampakkan diri di keramaian pesta lebih tepatnya dia berada di ruang Cctv hotel yang mereka gunakan untuk mengadakan pesta pernikahan.
Betapa terkejutnya dia, saat melihat seseorang wanita cantik dengan gaun yang sungguh cetar membuat semua orang terpana melihat ke arah nya, belum lagi melihat dua pangeran kecil yang sangat mirip dengan nya, Argha langsung berlari menuju ballroom hotel tersebut dan dia tidak perduli jika dirinya membuat banyak kegaduhan karena banyak orang yang mengeluh karena tertabrak oleh nya.
Argha, langsung berhenti, saat ketiga orang yang tengah ia cari kini tengah berbaik menatap kearahnya.
Argha, semakin tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, dua foto copy wajah nya ,ada di hadapannya.
pria itu langsung memeluk Arinda dengan tangis pilu yang selama ini dia tahan, tapi Arinda tidak bergeming sedikitpun, hingga beberapa menit menjadi pusat perhatian, Dheandra datang menghampiri mereka.
"Jangan membuat drama di depan semua orang, pergi ke kamar untuk kalian bicara"ucap Dheandra.
mereka pun mengikuti langkah Dheandra Argha, langsung menggendong kedua putranya ya, dia yakin bocah berusia lima tahun itu, adalah putra nya, dengan Arinda.
sesampainya di dalam ruangan tersebut, Arinda hanya diam, dan menunduk dia tidak ingin hatinya kembali luluh melihat pria yang sangat ia cintai, hingga saat ini.
__ADS_1
bagi Arinda, sudah cukup tidak untuk yang kedua kalinya dia kecewa, dia tidak menyangkal semua pertanyaan Argha, bahkan dia memberitahu semua tentang putra nya, tapi dia menolak untuk kembali bersama.