
singkat cerita Argha sampai di rumah peternakan dengan helikopter nya,itu dia berjalan menuju rumah tersebut, karena semua karyawan tau bahwa pria itu adalah keluarga besar Refi, yang berstatus sebagai menantu.
sesampainya di rumah tersebut Argha disambut dengan baik oleh Dheandra dan juga Refi, sementara Arinda, sedari kemarin dia tidak turun ke bawah, ataupun sekedar untuk sarapan, wanita itu melakukan semua aktifitas nya di dalam kamar.
Refi dan Argha pun berbicara panjang lebar, hingga dia mengatakan bahwa Arinda, pergi karena dia cemburu saat melihat asisten pribadi nya di rumah sakit, memperlakukan dia seperti tugas nya, jika dalam keadaan urgent, dan Refi pun mengangguk tanda mengerti bahwa putri nya, memang sensitif untuk urusan hati, dan dia selalu bisa menutupi itu dengan cara bersikap jutek atau masa bodoh dengan sekitar.
hingga akhirnya Argha pun pergi menuju kamar Arinda setelah Refi memberi ijin dia untuk menemui Arinda.
sesampainya di dalam kamar, karena kebetulan kamar itu tidak dikunci sama sekali, dia melihat Arinda tengah duduk sambil menatap kearah monitor, wanita itu masih sempat-sempatnya untuk bekerja di sela suasana hati yang kurang baik.
"Yang, kamu apa?, kabar setelah membuat aku cemas hingga tak bisa tidur"ucap Argha, sambil mendekat, dan membawa Arinda kedalam dekapannya.
"Untuk apa mas, datang kita akan segera berpisah jadi tidak perlu mencari ku"ucap Arinda.
"Yang, untuk satu kata itu butuh banyak alasan untuk menguatkan tuntutan nanti saat di pengadilan"ucap Argha.
Arinda tidak menoleh meskipun Argha mendekap tubuhnya.
"Alasan sudah pasti ada banyak hal, yang utama tentang anak, kedua aku tidak becus mengurus suami dan ketiga ketidak Akuran antara aku dan ibu mertua, ke empat hanya buat malu"ucap Arinda .
"Yang aku"
"Aku rasa semua itu cukup untuk mempercepat proses perceraian kita, dan kamu pun,bisa langsung menikah lagi,aku yakin satu hal itu sangat mudah, karena pertama kamu juga bisa langsung merasa nyaman meskipun pernikahan kita dadakan, kamu bisa menjadi suami yang baik, dan yang kedua calon nya ada di samping kamu saat kamu bekerja"ucap Arinda, datar.
"Kalau aku bilang tidak bisa bagaimana"ucap Argha yang ternyata kini menatap tajam kearah istrinya itu.
"Itu urusan kamu, aku sudah nggak mau berurusan lagi dengan itu"ucap Arinda.
"Baiklah, aku tantang kamu untuk menggugat cerai aku, aku akan berikan seluruh harta yang aku punya, jika kamu bisa melakukan nya"ucap Argha.
"Jangan persulit semua itu, karena tidak ada manfaatnya untuk mempertahankan hubungan ini,tau gak"ucap Arinda.
"Arinda, mas sekarang tanya, apa Arin tidak mencintai mas"ucap Argha lembut, sambil menatap sendu, pada Arinda.
"Mas, jangan beratkan aku dengan pertanyaan itu, orang bodoh pun pasti tau jawabannya, tapi semua itu tidak akan ada gunanya, kamu hanya akan terbebani oleh ku"ucap Arinda yang langsung mencoba untuk pergi, tapi Argha tidak mengijinkan dia untuk pergi karena dia belum dapat jawaban langsung.
"Yang please kita harus bicara, atau begini saja, apa kamu menginginkan sesuatu untuk pengganti semua itu"ucap Argha.
"Tidak ada, keputusan ku, sudah bulat"jawab Arinda.
"Meskipun jika mas mati saat ini juga"ucap Argha yang kini menodongkan pistol pada pelipis nya, sendiri.
"Mas, gak lucu tau kamu mau main ngancem begini, apa? istimewa nya aku yang tidak berguna ini untuk mu"ujar Arinda.
"Aku mencintaimu dan hanya kamu satu-satunya wanita yang aku inginkan dalam hidup ini, dan jika kamu pergi,aku pun akan pergi"ucap Argha.
"Mas, please jangan bicara tentang itu, wanita di luaran sana masih banyak dan masih banyak yang jauh lebih baik segalanya, ketimbang aku, jadi jangan bertindak bodoh hanya untuk seonggok debu di hadapan mu ini"
"Arinda stop!! sudah berapa kali aku bilang jangan pernah merendahkan diri mu, lagi aku tidak akan terima itu, karena dengan begitu kamu sudah meremehkan ku yang sudah memilih memilih mu, kamu itu wanita sempurna dalam hidup ku, Arin,aku tau wanita cantik itu banyak, wanita pintar juga tapi bagiku kamu lebih sempurna segalanya dari mereka, sayang please mengertilah"ucap Argha.
Arinda hanya diam, dia sudah tidak tau harus berkata bagaimana lagi, untuk menjelaskan semua nya.
"Aku akan melanjutkan kuliah di Jerman"ucap Arinda, setelah diam selama hampir tiga puluh menit saling diam.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah melarang itu, asal kita akan tetap bersama"ucap Argha.
"Aku ambil jurusan hukum, seperti dulu"ucap Arinda.
"Apapun itu, asal kamu bahagia"ucap Argha.
"Dan aku akan menjadi orang pertama yang akan menghabisi bisnis ilegal yang kalian lakukan selama ini"ucap Arinda.
"silahkan sayang asal semua itu membuat mu senang"ucap Argha.
"Mas...stop! aku cape tau gak, aku tidak akan pernah senang dengan semua itu, yang ada aku merasa hampir gila tau gak, dengan banyak tekanan beban yang selama ini membuat ku semakin menjadi orang yang sangat tidak berguna ,aku hampir gila"ucap Arinda.
kini Argha terdiam, sambil menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat sangat sendu .
"Arin please honey jujur, kenapa? tiba-tiba kamu meminta berpisah"ucap Argha.
"Mas, please jangan mengulang itu lagi aku sudah jelaskan"ujar Arinda.
"Kalau begitu ayo kita kembali"ucap Argha.
"Aku tidak mau, aku sudah putuskan dua hari lagi aku akan pergi ke Jerman"ucap Arinda.
"Kita bisa berangkat dari rumah Sayang"ucap Argha lembut.
"Tidak ada kita"ujar Arinda.
"Arinda apa? kamu benar-benar tidak mencintai ku"ucap Argha.
"Mas, kamu sudah tau jawabannya, jadi jangan tanya itu lagi, aku besok akan menyuruh orang untuk ke rumah mu, mengambil semua barang-barang milik ku, hanya yang aku bawa dari rumah dulu, tidak dengan pemberian mu"ucap Arinda.
"Kita"ucap Arinda.
"Heummm terserah sih, tapi mungkin calon istri mu, akan membakar semua barang-barang ku, itu jauh lebih baik"ucap Arinda.
"Arinda!"teriak Argha
pria itu langsung menarik Arinda dan mencium bibir nya dengan brutal karena Arinda mati-matian menolak semua sentuhan yang Argha berikan.
Argha langsung mendorong Arinda keatas ranjang yang berada di samping mereka pria itu benar-benar emosi, dan meluapkan semua nya, dengan cara seperti itu, Argha tidak melepaskan Arinda hingga wanita itu terdiam dan pasrah dalam percintaan yang Argha lakukan untuk memberikan Arinda pelajaran bahwa perpisahan bukan jalan terbaik untuk mereka yang sedari awal baik-baik saja, meskipun ada beberapa masalah tapi itu bukan lah masalah yang berarti, bagi mereka berdua Arinda hanya sedang merasa minder.
🌹💖💖💖🌹
tepat pada malam hari mereka terjaga di kamar yang masih gelap gulita, Refi dan Dheandra sengaja tidak menggangu mereka berdua.
"Yang sudah malam, kamu bersih-bersih dulu"ucap Argha yang baru keluar dari kamar mandi, dia sudah memakai pakaian santai, saat ini dari dalam koper miliknya.
"Aku mau lanjut tidur, seluruh badan ku terasa remuk, ini semua gara-gara kamu mas"ucap Arinda ketus.
"Aku ya, terus yang tadi keenakan me****ah siapa"ucap Argha, sengaja menggoda istrinya itu.
"Ahhhhhh, sudah lah"ucap Arinda yang langsung bangun dia berjalan dengan gontai, tubuhnya benar-benar lemas, Argha yang melihat itu dia langsung mengangkat tubuh Arinda yang berbalut selimut tebal itu menuju kamar mandi dan mendudukkan nya di pinggir bathtub, Argha langsung menyiapkan air untuk istri nya itu, dengan sabun aroma terapi yang cukup menenangkan.
setelah selesai mengisi bathtub Argha mengambil selimut dan membantu istrinya masuk kedalam bathtub.
__ADS_1
"Jangan berendam terlalu lama tidak baik sayang, aku kebawah dulu untuk membuat makan malam untuk kita"ucap Argha.
"Baiklah"ucap Arinda yang memang sudah sangat lapar.
Argha pun turun ke bawah, disana ada sepasang paruh baya yang masih terlihat sangat muda siapa lagi kalau bukan Refi dan juga Dheandra, mertua nya.
"Ar, kamu sudah bangun, tadi mommy mau ngajak kalian makan malam tapi sepertinya kalian sedang tidur, jadi mommy tidak jadi mengetuk pintu"ucap Dheandra.
"Tidak apa-apa mom, Argha mau buat makan malam kesukaan Arin, dapurnya dimana mom"ucap Argha.
"Tidak perlu, semua sudah tersedia kok,tunggu saja di atas sebentar lagi asisten rumah akan mengantar makanan yang kalian mau ke kamar kalian"ucap Dheandra lagi.
"Bagaimana dengan istri mu, apa? dia masih ngambek"ucap Refi.
"Ya begitulah yah, Arinda susah di bujuk"ujar Argha.
"Dia itu keras seperti mommy nya, hanya dengan cinta cara satu-satunya mengatasi nya, mommy mu juga begitu.
Dheandra hanya tersenyum sambil mengecup pipi Refi, dia tidak ragu menunjukkan kasih sayang nya,di hadapan sang menantu yang kini tersenyum karena sedikit merasa tidak enak.
"Arinda, memang keras, tapi di sisi lain dia punya sifat manja yang berlebihan, dan itu hanya ayahnya yang bisa mengobati nya, karena sedari lahir mereka berdua sudah dekat dengan ayah nya, ketimbang Daddy mereka"ujar Dheandra.
"Ya mom, dirumah juga jika sedang kesal sifat manja Arinda akan keluar, dan kalau sudah begitu Arinda hanya akan menempel seperti bayi koala, Argha juga harus terus berusaha untuk membuat dia baik lagi, tapi justru hal itu yang membuat Argha, semakin sayang sama Arinda, Argha tidak tau harus apa? jika Arin tetap ngotot untuk berpisah dari Argha"ucap pria itu sambil menunduk.
"Kamu tenang saja, Arinda bukan wanita tidak berperasaan, dia akan luluh dengan perlakuan khusus penuh cinta, memang pada dasarnya Arinda memiliki hati yang lembut hanya saja dia selalu berusaha untuk menutupi hal itu"ucap Refi.
"Ayah benar, terimakasih nasihat nya"ucap Argha yang langsung pamit dari hadapan mereka berdua karena pelayan sudah membawa makan malam untuk mereka kedalam kamar nya.
Argha, merasa bahagia, memiliki mertua yang begitu perhatian dan pengertian terhadap masalah yang sedang dia hadapi.
sementara itu Arina, yang sedari tadi menyimak percakapan mereka, dia hanya mampu berurai air mata, andaikan saja dia memiliki suami seperti kakak iparnya, baik dan begitu penuh perhatian, mungkin dirinya tidak akan pernah merasakan sakit seperti sekarang ini, dia harus bertahan dan berjuang untuk putra nya yang masih sangat membutuhkan figur seorang ayah dan ibu, tapi putra nya, Brian tak mendapatkan itu.
meskipun kasih sayang Refi dan Andra, selalu membuat Brian tak merasa kesepian, tapi Arina tau jauh dari dalam lubuk hati yang paling dalam, anak nya menginginkan itu, dan terbukti saat Bruno, menjumpai nya.
Arina mengusap lelehan air mata nya, dan dia bergegas menuju kamar setelah mengambil air dari dalam kulkas, tadi dirinya kehausan setelah hampir seharian mengurung diri di kamar, setelah kepergian Bruno, sementara putra nya bermain bersama dengan kedua orang tua nya sepanjang hari.
sesampainya di dalam kamar, Arina langsung duduk di tepi ranjang dan menyimpan satu botol air mineral di atas meja nakas.
"Brian, maafkan mommy sayang jika selama ini mommy, tidak pernah bisa membahagiakan mu"ucap nya lirih, dia masih sendirian di dalam kamar, karena saat ini Brian, tidur bersama dengan Alexander di kamar nya.
Alexander memang terbilang masih remaja, tapi dia mampu memberikan kehangatan seorang ayah pada keponakan nya itu.
hingga saat ini, Brian selalu ingin bertemu dengan Alexander.
lain lagi dengan Gerald, yang hingga saat ini pria berusia 27 tahun itu belum juga berminat untuk menikah alasannya karena belum ada yang cocok, saat berkali-kali Georgio, bertanya akan hal itu, dia malah semakin fokus dengan pekerjaan nya di kantor, Gerald, tidak pernah pergi untuk sekedar menghibur diri, entah apa yang terjadi dengan anak angkat nya itu.
sementara soal itu hanya Gerald, yang tau karena Gerald, masih menunggu wanita itu kembali, siapa lagi jika bukan Alice, yang saat ini menjadi super model, Gerald masih belum bisa menemukan nya, meskipun sudah meminta bantuan dari para detektif handal tapi Alice, tidak kunjung ditemukan, hingga saat Alexander berjalan di sebuah pusat perbelanjaan hanya untuk membeli barang pesanan Brian, yang meminta nya, secara langsung untuk membelikan mainan yang dia inginkan, karena Gerald, terlalu sayang pada keponakan nya itu meskipun mereka jauh.
Saat Gerald berjalan menuju store tempat mainan anak-anak, dia tidak sengaja melihat sebuah magazine edisi terbaru majalah itu menampilkan sosok yang selama ini dia cari, Gerald langsung memborong semua yang ada foto Alice, terpanggang nyata di sampul majalah tersebut.
Gerald, yakin itu adalah Alice, hingga berkali-kali dia membuka foto-foto gadis tersebut, dia juga melihat tanda lahir di bagian pinggang Alice, dengan gaun terbuka itu, karena dulu saat berjalan bersama dengan Alice, tidak sengaja baju atasan yang dia gunakan sedikit tersingkap.
hingga suatu sore setelah pulang dari kantor, dia meminta Georgio, untuk bekerja sama dengan wanita itu, wanita yang kini bernama Ariana rose, untuk menjadi model dari peluncuran mobil terbaru mereka.
__ADS_1
dan kini detik- detik dia akan bertemu wanita nya itu.