
Alexander pun tertawa terbahak-bahak sambil berkata pada kedua kakak nya.
"Makanya kalau punya pasangan itu di kenalkan sama mommy"ucap nya bangga.
"Ah kaya aku gak tau saja kamu itu tadi ngancam mommy iyakan momm..."ucap Gerald.
"Mommy"ujar Alexander manja sambil membenamkan wajahnya di cruk leher sang mommy.
"Alex" ucap Refi pelan semua orang pun kembali tertawa terbahak-bahak, hingga acara makan-makan alakadarnya pun dimulai Refi dan Dheandra ikut makan sementara kedua anak dan menantunya itu tidak ikut makan karena dari semua menu tidak ada yang biasa mereka makan.
sementara Mila, dan Alexander, tengah duduk di teras belakang, sedang menikmati jajanan yang lewat di jalan belakang rumah, Alexander tersenyum saat melihat Mila kepedesan karena jajan seblakk yang lagi booming, Alexander yang sedari tadi tidak makan langsung Mila, suapi karena pengen menjahili nya, tapi Alexander yang merasa lidah dan bibir nya terbakar malah meraih tengkuk Mila, dan mencium bibir wanita yang langsung membulatkan matanya itu.
"Alex"ucap Mila kaget.
"Suruh siapa Tante ganjen jahil padaku"ucap Alexander yang ternyata malah menjilat sudah bibir nya menggoda Mila.
"Lagian kamu dari dulu tidak suka makan yang jajanan rakyat jelata kaya aku"ucap Mila.
"Bukan gak suka Tante, tapi tidak biasa,tau sendiri mommy ku selalu mewanti-wanti untuk tidak makan sembarangan di luar"ucap Alex.
"Ya, aku gak aneh sih orang kaya"ucap Mila, sambil memalingkan wajahnya.
"Bukan itu Mila, pada dasarnya, kita sama tidak ada orang kaya atau pun orang biasa, yang ada, cuma kebiasaan nya saja"ucap Alexander.
"Ya"ucap Mila datar.
"Alexander, jika kamu ngobrol terus kapan pulang nya "ucap Gerald.
"Baiklah kakak ku tersayang"ucap Alexander lalu bangkit dan mengecup pipi Mila
"Aku pulang dulu ya sampai jumpa besok "ucap Alexander lembut.
"Heummm, hati-hati"ucap Mila lembut.
hingga seluruh keluarga undur diri Mila terlihat senyum bahagia karena cinta nya, selama ini tidak terbuang sia-sia.
sementara sepanjang perjalanan Alexander terlihat tersenyum sendiri, pria itu benar-benar baru merasakan cinta, yang sesungguhnya saat ini, karena selama ini Alexander tidak pernah berpacaran.
"Sayang kamu benar-benar berbakat dalam melamar anak menantu"ucap Refi, sambil membelai rambut istrinya itu.
"Aku, juga baru pertama kali rasanya aneh padahal anak kita ada empat, dan ini juga yang paling bontot lagi, entah sejak kapan mereka pacaran"ucap Dheandra.
"Lebih baik tidak berpacaran sekalian daripada harus berbuat dosa,sayang"ucap Refi.
"Kamu benar mas"ucap Dheandra.
Di Jepang, Argha baru kembali dari kantor yang sengaja ia pindah ke negara tersebut, dia membuka perusahaan milik nya disana,agar terus bisa bersama keluarga kecil nya saat ini, Arinda juga masih melakukan hal yang sama untuk mengisi kegiatan nya, kemampuan nya untuk membuat rancangan sebuah gedung atau perumahan, akhirnya dia bekerja sama dengan perusahaan asing yang membuat dia lebih sibuk akhir-akhir ini hingga Argha, meminta dia untuk tidak lagi bekerja, karena untuk menghidupi keluarga kecil nya Argha punya lebih dari cukup, uang yang sangat banyak bisa menghidupi keluarga nya, tapi Arinda tidak serta Merta mau menggunakan uang pemberian Argha.
"Yang jika kamu bekerja aku juga kerja, siapa? yang akan mengurus putra kita"ucap Argha.
__ADS_1
"Mas, putra kita sudah terbiasa seperti itu, sedari mereka kecil"jawab Arinda.
"Tidak, tidak boleh ada kata terbiasa ok"ucap Argha.
"Mas aku sedang malas untuk berdebat tolong lah"ucap Arinda.
Argha pun diam pria itu langsung pergi begitu saja.
Arinda hanya bisa menarik nafas panjang lalu ia hembuskan, wanita itu merasa sedih dia sudah berusaha untuk kembali seperti dulu tapi semuanya telah berubah, tidak ada yang bisa dirubah lagi.
Arinda selalu berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri dan tidak mengingat semua yang telah terjadi, tapi tidak pernah bisa berhasil, nyatanya rasa sakit itu selalu ada, dalam diri nya, semua terlalu menyakitkan disaat orang yang kita sayangi, dengan terang-terangan melukai hati kita.
penghianatan cinta yang Arinda dapatkan mungkin tidak seberapa bagi orang lain tapi baginya semua itu tidak ada obat nya, berkali-kali pun dia berusaha untuk bisa memaafkan, tapi bayangan percintaan antara suami nya dengan wanita lain terus saja berputar di otak nya.
Arinda hanya bisa menangis setiap malam dalam diam,di sebuah ruangan yang tidak pernah suaminya tau.
setiap kali dia, terbaring di ranjang bersama dengan suaminya, bayangan pernikahan itu hadir, hingga dia merasa seperti pencuri milik orang, padahal dia yang memiliki pria itu lebih dulu.
seperti saat ini setelah selesai mandi dan berganti pakaian Arinda hanya menggunakan skincare dia langsung berbaring menyamping sementara Argha, masih sibuk dengan laptop nya, di sofa.
"Yang aku akan ke Indonesia untuk memenuhi undangan, ada operasi yang sangat membutuhkan ku"ucap Argha.
"Pergi saja tidak ada yang melarang"ucap Arinda.
"Yang, bisa tidak sekali saja, please jangan bersikap seperti itu, aku tau aku salah yang, tapi apa? tidak ada maaf untuk ku sedikit saja"ucap Argha sambil menatap wajah istrinya.
"Aku sudah mencoba ratusan kali, bahkan hingga bertahun-tahun, aku sudah coba semua itu, tapi apa? yang aku dapat rasa sakit itu, tidak pernah mau pergi, kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya karena kamu bukan aku, aku yang sudah berusaha untuk bisa mencintai kamu dan disaat benar-benar mencintai kamu, kamu dengan teganya nyakitin hati ku ,mas andaikan saja tidak ada dua kehidupan di dalam rahim ku, mungkin saat itu juga aku sudah melompat dari jembatan tertinggi tapi aku bertahan dengan rasa sakit itu demi mereka, mas hanya demi mereka setidaknya aku tidak benar-benar menjadi perempuan mandul seperti kata-kata ibumu"ucap Arinda sambil terisak.
"Kembalikan kunci nya aku harus pergi"ucap Arinda.
"Keluar yang, ayo keluar ini sudah larut malam aku tidak akan membiarkan mu pergi"ucap Argha.
"Tidak mas kembalikan kunci nya, aku lebih baik pergi saja,agar semua nya membaik seperti yang kamu harapkan, ucap Arinda.
"Tidak sayang ayo masuk jika kamu tidak mengijinkan ku pergi tidak masalah tapi aku mohon tolong masuk ke rumah sayang please"ucap Argha sambil menarik lengan istrinya, dan akhirnya Arinda pun mengikuti langkah nya.
🌹💖💖💖🌹
Arinda berjalan sambil menangis, sambil di rangkul oleh Argha.
"Yang besok kita ke dokter sama-sama, masalah ini tidak bisa di biarkan berlarut-larut, setidaknya aku sangat ingin kamu bahagia dan baik-baik saja, aku sangat mencintaimu Arinda, sayangku kamu adalah segalanya dalam hidup ku, cinta ku nyawaku apa lagi sudah ada mereka didalam kehidupan kita berdua aku mohon, tetap lah bersama ku, temani aku pria bejat yang sudah pernah melukai hati mu, kamu boleh membunuhku jika itu bisa mengobati luka hati mu, setidaknya aku bahagia saat kematian ku tiba"ucap Argha panjang kali lebar.
Argha dan Arinda saling berpelukan, Air mata mereka tumpah begitu saja, Arinda, mungkin sudah sangat terluka tapi dia tidak akan pernah bisa melihat Argha, pergi dari dunia ini ,ada kedua anak mereka yang saat ini sangat membutuhkan sosok Daddy dalam hidup nya.
sementara itu di Indonesia, Alexander tengah makan siang bersama dengan klien, dari Taiwan, wanita cantik yang sangat cerdas, dia adalah seorang pengusaha sukses, yang benar-benar tidak ada tandingan di Indonesia, sendiri, wanita itu mampu memimpin perusahaan yang benar-benar sudah menjadi perusahaan terbesar di Asia dan Eropa.
wanita bernama Anggeline Jang, tersebut tampak mengagumi ketampanan khas Indonesia, yang ada di hadapannya, bahkan berkali-kali, wanita itu mengambil potret, Alexander, bersama dengan nya, atau mencuri-curi kesempatan.
wanita cantik itu bahkan kini berkunjung ke kantor Alexander, dan disaat Mila, baru akan makan siang, dia berpapasan dengan Alexander, yang tengah berjalan berdampingan sambil menjelaskan, semua yang menjadi pertanyaan Anggeline.
__ADS_1
sementara Mila, langsung melewati mereka tanpa menghiraukan tatapan dari tunangan nya, Alexander.
"Mila tunggu!"ucap, Alexander.
"Maaf pak saya sedang terburu-buru"ucap Mila, yang langsung berlari meninggalkan Alexander yang berbalik menatap nya.
Anggeline, sempat menoleh ke arah pandangan Alexander, tapi kemudian Alexander mempersilahkan nya kembali melanjutkan perjalanan dan pergi menuju ruangan nya, di lantai teratas gedung tersebut.
sementara Mila, kini tengah duduk termenung di cafetaria, sambil mengaduk-aduk kopi yang ia pesan tadi, Mila, benar-benar merasa sangat insecure saat ini bagaimana tidak, Alexander adalah seorang pemimpin perusahaan, sementara dia hanya karyawan biasa, yang bahkan kehidupan nya pun pas-pasan jika Alexander, jadi bersanding dengan nya, Mila hanya akan seperti benalu yang menempel di tanaman hias yang indah.
"Alex, maafkan aku karena telah berani mencintai mu"ucap Mila, yang kini tengah menitikkan air mata yang langsung ia hapus begitu saja, setelah sedikit membaik, jam makan siang pun masih sedikit lebih lama lagi, Mila, hanya mengisi perut nya dengan makanan yang berkuah pedas seperti bakso, setelah itu dia tidak makan apa-apa lagi, dan langsung bergegas masuk kantor lagi menuju ruangan nya.
Mila, langsung berkutat kembali dengan pekerjaan nya, hari ini adalah hari ketujuh sebagai tunangan Alexander, tapi tidak ada karyawan yang tau satu orang pun, karena Mila, meminta agar tidak ada orang yang tau mengenai hubungan mereka, untuk sementara meskipun Alexander, tidak setuju dengan itu.
Alexander, telah selesai menjamu rekan bisnisnya tadi di ruangan nya, dan wanita itu pun pamit pulang, setelah itu Alexander pergi menuju ruangan dimana calon istri nya berada, Mila, yang tengah sibuk berkutat dengan laptopnya menggunakan kacamata baca nya, yang bertengger di hidung mancung nya, dia terus fokus pada laptop nya, meskipun Alexander, sudah berdiri di samping nya sedari tadi mencoba menghentikan tangan nya, tapi Mila, terus menghindar.
hingga Alexander, merasa kesal karena di cuekin, pria itu langsung mematikan laptop Mila, dan otomatis Mila menatap tajam kearah Alexander, karena dia belum sempat menyimpan data kedalam flashdisk, yang seharusnya untuk laporan tersebut.
"Pak apa? yang anda lakukan, saya sudah bersusah payah mencatat semua itu, lalu anda rusak begitu saja"ucap Mila.
"Semua itu tidak penting, lebih penting tentang kita, ikut aku"ucap Alex, sambil menarik tangan Mila, namun gadis itu berkali-kali menolak Alexander untuk ikut, ke ruangan nya.
tapi Alexander tidak putus asa, dia langsung mengangkat tubuh Mila tanpa aba-aba membawanya ke dalam ruangan nya, Alexander menurunkan Mila, di atas pangkuan nya.
"Lepas tuan, aku harus kembali bekerja"ucap Mila.
"Tidak mulai sekarang kamu akan berhenti bekerja, aku yang akan menanggung semua biyaya hidup mu, dan mulai saat ini kamu hanya akan menemani aku bekerja"ucap Alex.
"Tidak bisa begitu, saya harus bekerja untuk melunasi hutang keluarga saya pada anda, dan jika saya tidak bekerja, saya tidak bisa melunasi hutang saya"ucap Mila.
"Hutang apa? Mila, hutang apa! katakan"ucap Alexander marah besar, karena Mila menyebut uang tersebut sebagai hutang pinjaman padahal keluarga nya, ikhlas jika laki-laki itu mengambil mobil yang mommy nya tawarkan saat itu, tapi beruntung nya keserakahan pria itu hanya sampai di uang tersebut.
"Hutang tebusan itu, aku akan mencicilnya, dan akan mencari kerja tambahan"ucap Mila, sambil mencoba untuk turun dari pangkuan Alexander.
"Bayar satu M, setelah itu kita selesai, dan aku akan menikahi nya"ucap Alexander.
"Baiklah, selamat untuk hubungan kalian"ucap Mila.
Mila hendak pergi tapi kemudian tangan kekar Alexander menghentikan nya tangan Alexandre mencengkeram lengan Mila.
"Tidak ada yang meminta mu pergi, dan aku tidak akan membiarkan mu pergi"ucap Alexander, yang langsung mencium bibir Mila, dengan paksa pria itu tengah diliputi kemarahan kenapa? wanita itu tidak mau memohon agar, dia tidak menikah dengan wanita lain tapi Mila, malah mengucapkan selamat dan menyetujui bahwa uang itu akan dibayar sebesar satu miliar.
Alexander mengigit bibir Mila yang tidak juga memberikan balasan atas apa yang dia lakukan saat ini, hingga dia harus terus melakukan cara kasar.
"Mila, jangan buat aku melupakan perasaan ku pada mu, saat aku kesal.
"Itu lebih bagus, jika kamu melupakan semua nya, dan setelah pulang kerja nanti aku akan mengembalikan barang-barang seserahan, ke alamat rumah mu"ucap Mila.
"Berani kamu melakukan itu aku akan sangat membenci mu seumur hidup ku"ucap Alexander.
__ADS_1
"Segera lakukan itu, karena dengan begitu akan jauh lebih baik"ucap Mila, yang langsung melepaskan diri dari Alex, tapi lagi-lagi Alex, menarik nya hingga membentur dada bidang Alex.
"Kamu sedang cemburu Mila, aku tau itu, Terimakasih karena dengan begitu aku sangat bersyukur ,itu artinya kamu sangat mencintai ku"ucap pria itu