
Sampai saat Agam melambaikan tangan nya pada Ananda, wanita itu pun baru tersadar bahwa Agam kembali pergi dari dirinya.
Ananda membawa Leo masuk, karena dia menangis ingin ikut pada Agam.
Mungkin karena beberapa hari ini dia terlalu dekat dengan Agam.
Sementara Agam sendiri kini tengah melamun sepanjang perjalanan dia tidak terlalu fokus karena Tengah memikirkan sang istri yang masih tetap tidak ingin kembali tinggal bersama dengan nya.
Saat Agam pergi kini giliran Boy, dan istri yang datang Ananda pun kaget, karena Boy, tidak pernah memberitahukan bahwa dia akan menikah, pasalnya cincin itu terpasang di jari manis Ananda, beruntung istrinya Boy, begitu pengertian dan juga mengerti dengan semua keputusan yang mereka ambil.
"Boy, kenapa? tidak bilang-bilang dulu sebelum nya, tahu gitu aku buat pesta penyambutan untuk mu, dan juga ini, milik kalian"ujar Ananda.
"Tidak Nanda, aku hanya tidak ingin merepotkan mu, sudah, jangan terlalu dipikirkan lagi pula tidak masalah tetap lah gunakan cincin itu untuk menjaga mu.oh aku sampai lupa putra ku dimana"ujar Boy.
Sementara Karenina pun ikut tersenyum pada Ananda.
"Selamat datang kakak ipar, aku Ananda junior nya suami anda"yu ujar Ananda.
"Terimakasih, santai saja tidak usah berlebihan begitu,Nan"ujar Karenina.
"Silahkan ikuti aku, untuk melihat kamar dokter Boy, yang terhormat"ujar Ananda sambil tersenyum.
"Mas punya kamar pribadi di rumah ini?"tanyanya heran.
"Tentu saja Sayang karena dulu mas sering kesini, membimbing nyonya yang tidak tau apa? ini"ujar Boy.
"Kalian sedekat itu"ujarnya heran.
"Lebih dekat lagi malah, aku Nanda dan almarhum Ageng, sudah seperti saudara tapi jika di hotel kami seperti pasangan poligami, kami akan tidur dan tinggal bertiga dalam satu kamar, untuk sekedar happy-happy saja tidak lebih"ujar Boy.
"Tapi setelah hari itu, tidak lagi karena teman kami, Ageng meninggal dalam kecelakaan, saat Boy, dan Ageng pulang duluan karena aku dibawa pergi oleh suamiku"ujar nya sambil berlinang air mata, karena terkenang akan Ageng.
"Sudah-sudah jangan bersedih lagi, aku yakin dia akan bahagia di surga saat melihat kita bahagia"ujar Boy sambil memeluk erat Ananda di depan istrinya sendiri.
"Boy, jangan peluk-peluk nanti istri mu marah"ujar Ananda, dan sontak semua orang tertawa.
"Kenapa? harus marah aku tau kalian sudah seperti saudara kandung, almarhum Bunda pun sering cerita tentang mu"ujar Karenina.
"Apahhh, Bunda meninggal,t tidak i ini tidak mungkin Boy, jangan bilang kau juga ahhhhhh...hiks hiks hiks,kau tega Boy kau tega tidak memberitahu ku, Bunda....! kenapa? tidak ada yang memberitahu ku hiks hiks Bunda!!" Ananda langsung pingsan.
Dia begitu terpukul karena Bunda, sudah seperti ibunya sendiri, selama dua tahun terakhir Ananda tidak pernah bertemu dengan wanita yang sangat lembut dan baik hati itu.hanya lewat panggilan video, itu pun jika boy sedang ada di Jakarta.
Boy langsung membawa tubuh Ananda ke sofa, dibantu oleh istrinya yang juga ikut menitikkan air mata, karena dia sendiri juga tau jika wanita yang menjadi mertuanya itu memang teramat baik.
Ananda pun sadar setelah Boy mengoleskan minyak kayu putih, dan memijat pelipisnya.
"Aku tidak mengabari mu, karena aku takut kamu nekad datang saat kondisi mu sendiri sedang tidak baik-baik saja, tapi Bunda, bilang terimakasih karena kamu sudah menjadi putri nya yang baik dan tegar, apa? kau tau dia sampai tertawa bahagia saat kau mengirim kan oleh-oleh khas daerah sini dan Papua, tidak hanya itu Bunda juga selalu menggunakan baju yang kamu kirim sebagai kado ulang tahun nya, itu karena dia sangat menyayangi mu"ujar Boy.
Ananda masih terisak dalam pelukan Karenina, wanita itu masih tidak bisa terima kenapa? disaat hari terakhir Bunda nya pergi dia selalu tidak beruntung, dulu juga seperti itu, saat kedua orang tua nya meregang nyawa akibat diracuni oleh mantan istri Agam, yang bekerja sama dengan Arinda yang ingin menyingkirkan nya, dari kehidupan suaminya itu.
"Aku pun tidak ada, saat Bunda menghembuskan nafas terakhirnya, hanya ada pelayan rumah mereka pun tidak tahu karena Bunda, pamit untuk tidur siang, Bunda kembali dalam damai, saat dia tidur, ternyata tidur untuk selamanya, tapi yang membuat ku selalu tegar adalah prinsip hidup Bunda, yang selalu mengajarkan ku untuk selalu tegar dalam menghadapi kehidupan dalam suka maupun duka"ujar Boy.
Bunda yang adalah mantan anggota TNI, itu memang sudah terlatih secara fisik dan mental jiwa kesatria yang menjadi pedoman hidupnya, mampu membawa dirinya dan Boy, hidup dalam kondisi serba menyediakan.
Ayah boy adalah seorang pengusaha sukses, tapi dia tidak pernah mengakui Boy, sebagai putra nya, karena Bunda ternyata adalah istri kedua, saat itu, tidak ada satu orang pun yang tau.
__ADS_1
Bunda pun terpaksa harus pensiun dini, karena tidak ada keluarga yang atau pun pelayan yang mengurus Boy di rumah, ayah Boy benar-benar tidak lagi peduli dengan putra nya itu, karena yang dia butuhkan saat itu adalah kepuasan, bukan mencari anak.
Setelah hari itu dalam keadaan yang serba sulit Bunda pun membesarkan Boy, sendirian tapi meskipun begitu wanita cantik itu tidak pernah mengeluh, bahkan dia menjadikan Boy, sebagai semangat untuk bangkit.
Bunda pun membuka usaha kecil-kecilan dengan uang pensiun yang dia dapatkan setelah dua belas tahun mengabdi pada negara yang sangat ia cintai dan sangat ia banggakan,merah putih adalah pedoman hidupnya.
Hingga dia mampu mendidik Boy, dan mengarahkan putra nya hingga menjadi pria sukses seperti sekarang ini, hanya dari berjualan sembako di ruko yang ia bangun di tanah peninggalan kedua orang tua bunda.
"Bunda, tempat mu di surga"ujar Ananda sambil mengusap air mata, sementara suami istri itu mengaminkan do'a dari Ananda.
Ananda pun berjalan gontai menuju kamar mereka karena Boy, juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putra nya Leo, dia memang ayah sambung yang sangat baik hati, Boy begitu tulus mencintai Leo, karena dia tau nasibnya dengan Leo, sama-sama tidak memiliki ayah.
Sementara Leo yang tengah asik tertidur pulas di atas ranjang sang Bunda, akhirnya terbangun karena mendengar suara sang ayah.
"Owh, Leo ku sayang ayah begitu merindukan mu putra ku setelah hampir enam bulan ayah tidak datang untuk menjenguk mu"ujar Boy.
Leo sendiri memeluk ayah sambung nya itu begitu erat, dia benar-benar merindukan ayahnya itu, yang sering ia lihat dalam panggilan video.
...🌹💖💖💖🌹...
Sementara itu Agam pun tiba di Mension, dia langsung disambut oleh putri semata wayangnya yang kini sudah berusia hampir sama dengan Leo, tapi anak gadisnya itu, sudah pandai berjalan dan berceloteh bahasa bayi.
Leo dan ALEA "berbeda lima bulan, karena Leo lahir secara prematur,di usia kandungan tujuh bulan, sementara ALEA, dia lahir cukup bulan, dan lebih dulu dari kelahiran Leo..
"Putri Daddy, sudah makan belum"ujar Agam sambil memeluk erat putri yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.
gadis kecil nya itu terus saja berceloteh tak jelas,, hingga. Agam menghujani nya dengan kecupan sayang.
Agam sering berkhayal, andaikan saja ALEA lahir dari Ananda, mungkin dia akan berkali lipat ganda rasa bahagia karena. memiliki sang anak yang selalu ia dambakan.
Tampak wajah sembab sang istri saat ini, Agam berpikir bahwa wanita itu mungkin menangisi kepergian nya.
📱"Sayang kamu habis menangis"ujar Agam.
📱"Ya, semua karena"
📱"Sabar sayang aku pulang untuk sementara, lihat lah ALEA, sangat merindukan Mommy nya, lain kali aku akan membawa dia kesana"ujar Agam.
📱"Mommy nya bukan nya dia ada bersama dengan mu"ujar Ananda.
📱"Tidak ada dia, berada di Merauke"ujar Agam.
📱"Owh jadi kamu kemari kemarin setelah bertemu dengan nya"ujar Ananda.
📱"Yang kamu salah faham aku kesana karena mencari mu, dan aku bilang ALEA merindukan mu"ujar Agam takut salah paham.
📱"Heumm, dia cantik wajahnya seperti kamu, selamat ya, sudah mendapatkan apa? yang kamu mau"ujar Ananda.
📱"Yang kamu kok bicara begitu, dia putri kita"ujar Agam.
📱"Sayangnya dia tidak lahir dari rahim ku, tapi aku benar-benar salut, kenapa? tidak lanjutkan saja, mungkin satu saat kalian akan kembali memiliki anak yang menjadi harapan kedua orang tua mu"ujar Ananda.
📱"Yang aku tau kamu terluka, tapi please dengarkan aku dulu aku tidak bermaksud"ucapan Agam terhenti karena tiba-tiba panggilan berakhir.
"Sayang angkat aku mohon jangan salah faham,aku mohon angkat"ucap Agam.
__ADS_1
Dua hari sudah, wanita itu tidak dapat di hubungi Ananda benar-benar sibuk dengan pekerjaan nya, saat ini dia benar-benar menyibukkan diri dengan pergi ke desa sebelah untuk melakukan pengobatan bersama dokter dan pegawai kesehatan lainnya.
"Boy, sebagai pendamping Ananda dalam melakukan pertolongan persalinan yang ada di puskesmas setempat, sementara itu para warga berbondong-bondong datang untuk melakukan pengobatan, dari wabah penyakit yang menyerang hampir semua orang yang ada di desa tersebut.
Ananda pun harus membantu melayani mereka.
Beruntung Boy, juga memberikan bantuan berupa sabun antiseptik, yang ia datangkan langsung dari Jakarta.
Semua orang kebahagiaan jatah sabun yang berpuluh puluh karton tersebut, akhirnya mereka pun selain dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang akan menambah alergi, mereka juga disarankan harus sering mandi dengan sabun tersebut.
Setelah dua hari kemudian saat Ananda tengah beristirahat bersama Boy dan Karenina di rumah dan sedang menikmati keindahan alam dari balkon rumah tersebut, tiba-tiba ada segerombolan orang datang dengan mobil truk, mereka berbaris dengan rapi dan Nina yang kebetulan sedang berada di bawah pun diserang rasa Panik jika saja kepala desa itu tidak menghampiri nya.
"Nona saya ingin bertemu dengan Nona Bidan,apakah dia ada di tempat"ujar kepala desa tersebut.
"Owh sebentar saya panggilkan dulu "ujar Nina.
Nina pun langsung pergi, dari deretan orang tinggi besar tersebut dan berdiri berjajar di depan halaman rumah, satpam pun hanya menunggu tidak berani berbicara.
"Nona diluar ada segerombolan orang mencari Nona"ujar Nina yang terlihat Panik"
"Baiklah"ujar Ananda yang langsung berdiri.
"Tunggu Nanda, jangan dulu keluar, kita harus memastikan nya dulu"ujar Boy yang takut akan tindakan anarkis yang biasa terjadi jika yang datang bergerombol seperti itu.
"Tidak Boy, mereka pasti butuh sesuatu, dan aku harus segera turun, Nina apa? ada kepala desa yang datang ikut dengan mereka"ujar Ananda, bertanya.
"Ada Nona"jawab Nina.
"Kalian tunggu saja, aku akan baik-baik saja"ujar Ananda yakin.
"Aku ikut "ujar Boy, yang saat ini berjalan di belakang Ananda.
Sesampainya di sana Ananda langsung disambut tepuk tangan meriah dari warga desa yang datang berbondong-bondong ke rumah nya tersebut.
"Hidup Nona bidan yang cantik, berkat Anda semua orang di desa kami sembuh dari wabah penyakit"ujar mereka yang kembali bertepuk tangan, Boy, yang baru pertama kali melihat itu, dia benar-benar menahan tawa, bagaimana bisa orang yang akan berterima kasih datang seperti orang yang akan melakukan tindakan kekerasan, karena datang bergerombol padahal mereka masih ada perwakilan kepala desa mereka.
"Ananda yang sudah mengerti dengan reaksi dari Boy, dia langsung mencubit tangan Boy, agar dia menahan tawa nya karena itu sungguh tidak sopan.
"Sama-sama, semua juga berkat kerja sama anda semua"ujar Ananda.
"Nona, boleh kami membeli sabun yang kemarin lalu kami pakai, seperti nya kami butuh banyak dan butuh untuk stok juga"ujar salah seorang warga.
"Begini bapak-bapak mungkin kalian semua bisa masuk kedalam dulu kita bicara di dalam karena tidak enak bicara sambil berdiri seperti ini, kita duduk sama-sama dan membicarakan semuanya"ujar Ananda.
"Nanda kenapa? harus disuruh masuk sih istri ku pasti akan ketakutan jika begini"ujar Boy berbisik.
"Boy, kamu tenang saja, ini juga untuk kebaikan perusahaan mu"ujar Ananda.
"Benarkah"ujar Boy, sambil tersenyum.
"Tentu saja"ujar nya, setelah semua masuk kedalam ruangan luas tersebut, mereka pun duduk dengan rapi di karpet dan kursi yang tersedia, begitu juga dengan Ananda.
" begini tuan-tuan, untuk produk sabun kesehatan yang kalian gunakan waktu itu, adalah pemberian dari, Dokter Boy, dia kakak saya, dan dia yang memiliki perusahaan sabun dan kosmetik yang terbaik yang terus dikembangkan hingga saat ini, Anda bisa memesan terlebih dahulu dan sekedar promosi dan harga akan dokter Boy jelas kan"ujar nya mempersilahkan pada Boy, yang sedari tadi terdiam.
"Terimakasih Nanda, begini tuan-tuan yang terhormat, saya memang mengembangkan berbagai sabun antiseptik mulai dari semua tingkatan usia, dan puji syukur, semua nya laku di pasaran karena memang selain bisa mengobati penyakit-penyakit kulit, itu juga bisa mencegah kuman agar tidak mudah menempel, dan satu lagi mengenai harga semua sudah tertera di setiap kemasan agar tidak terjadi pengambilan untung yang berlebihan, hingga menghambat pemasaran, dan jika ada diantara Anda yang berminat membeli produk kami silakan datang ke sini untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu, karena seperti yang anda tau tidak mudah untuk mengirim barang lewat jasa ekspedisi butuh waktu lebih lama, tapi jika anda membeli dengan jumlah banyak saya akan usahakan untuk mengirim barang nya langsung dengan pesawat kargo"ujar Boy.
__ADS_1